Pages

17 Oktober 2010

Meningkatkan Semangat Berbagi


Ada seorang kudus bernama Vincentius a Paulo. Hidupnya ia persembahkan untuk orang-orang miskin. Kekayaannya digunakan untuk membantu orang-orang miskin. Karena itu, di sekitarnya selalu saja ada orang miskin yang datang untuk hidup bersamanya. Mereka menemukan damai dan sukacita bersamanya.

Namun Vincentius tidak mau bekerja sendirian. Ia mengumpulkan rekan-rekannya untuk membangun sikap peduli terhadap orang-orang yang berkekurangan. Banyak rekannya kemudian mau bergabung dalam kelompok yang didirikannya. Mereka menyumbangkan kekayaan yang mereka miliki untuk kegiatan-kegiatan bagi orang-orang yang kurang beruntung dalam hidup mereka.

Vincentius menemukan sukacita dan damai dengan melayani sesamanya yang miskin dan melarat itu. Ia boleh menjadi perpanjangan kasih Tuhan bagi manusia. Ia boleh membagikan kasih Tuhan yang berlimpah atasnya kepada sesamanya yang berkekurangan. Banyak orang terbantu oleh kebaikan dan tindakan kasih dari Vincentius dan kelompoknya itu.

Sahabat, di sekeliling kita ada begitu banyak orang yang membutuhkan kasih dari kita. Mereka mengalami kekurangan dalam hidupnya bukan melulu kesalahan mereka. Mereka menjadi miskin bukan karena mereka malas. Mereka melarat bukan karena mereka berasal dari keluarga dan lingkungan yang miskin. Namun ada berbagai faktor yang menyebabkan mereka menjadi miskin dan melarat.

Lantas apa yang mesti kita buat? Yang pertama-tama adalah kita menemukan faktor penyebab kemiskinan itu. Mungkin sesama kita miskin karena kita rakus dalam hidup ini. Mungkin kita tidak mau berbagi dengan mereka. Mungkin saja mereka menjadi miskin karena mereka tidak punya kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Karena itu, kita meski memupuk kepekaan hati kita terhadap sesama kita. Kalau selama ini kita rakus, kita mesti berani untuk mengubah diri kita. Kita berusaha menjadi orang yang rela membagikan apa yang kita miliki seperti yang telah dilakukan oleh Vincentius a Paulo itu. Dengan demikian, banyak orang akan menemukan sukacita dan damai dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk terus-menerus memiliki kepedulian terhadap sesama kita. Kepekaan terhadap sesama mesti menggerakkan hati kita untuk membangkitkan semangat berbagi dengan sesama kita. Kita mesti ingat bahwa kita hidup bukan untuk diri kita sendiri saja. Sama seperti orang-orang di sekitar kita, kita juga hidup bagi orang lain. Mari kita meningkatkan semangat berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


528

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.