Pages

08 Juni 2012

Berdoa dengan Penuh Penyerahan Diri

Saya percaya bahwa setiap hari Anda berdoa kepada Tuhan. Doa-doa itu menjadi kekuatan iman bagi perjalanan hidup Anda. Persoalannya adalah bagaimana sikap Anda dalam berdoa? Apakah Anda berdoa hanya untuk meminta Tuhan memenuhi keinginan-keinginan diri Anda? Atau Anda mau menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan?

Suatu hari seorang anak datang ke rumah ibadat. Ia duduk di sana berjam-jam. Ia berdoa kepada Tuhan untuk ayahnya yang sedang sakit di rumahnya yang kecil. Ia mohon agar Tuhan yang baik memberikan kesembuhan bagi ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia merasa yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doa-doanya.

Dalam keheningan itu, ia berdoa, “Tuhan, saya tahu Engkau mahabaik. Engkau akan memberikan yang terbaik bagi ayah saya yang sedang sakit di rumah. Saya harap, Tuhan tidak akan cepat-cepat memanggil ayah saya. Namun seandainya Tuhan ingin mengambil ayah saya sekarang ini juga, saya rela. Yang penting yang terbaiklah yang Tuhan berikan kepada ayah saya.”

Selesai berdoa, anak itu pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan, seorang adiknya menjumpainya. Sambil menangis, sang adik melaporkan kepadanya bahwa sang ayah telah tiada. Ayahnya telah menutup matanya untuk selama-lamanya saat ia berdoa di rumah ibadat.

Sambil menatap mata adiknya, ia berkata, “Jangan bersedih. Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi ayah kita. Penderitaannya yang panjang di dunia ini telah berakhir. Tuhan telah melapaskan ayah kita dari penderitaan di dunia ini.”

Mata sang adik berbinar-binar. Ia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu. Ia menjadi kuat oleh kata-kata kakaknya.

Sahabat, iman yang mendalam kepada Tuhan ditunjukkan dengan penyerahan diri kepada Tuhan. Bahkan menyerahkan orang yang kita kasihi kepada Tuhan yang ingin mengambil milik kepunyaanNya. Semangat doa orang beriman mesti berubah. Bukan lagi hanya meminta dan meminta. Tetapi sikap doa orang beriman menjadi sikap penyerahan diri yang total kepada Tuhan.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa doa menjadi nafas hidup orang beriman. Anak itu berdoa bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia tidak egois. Ia tidak menuntut agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi ayahnya. Namun ia menyerahkan sang ayah ke dalam kuasa dan kehendak Tuhan.

Setiap hari Anda berdoa. Pertanyaannya adalah bagaimana cara Anda berdoa? Apakah Anda berdoa hanya karena terpaksa? Atau Anda berdoa dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan?

Bagi orang beriman, doa bukan hanya suatu tuntutan untuk dilakukan setiap hari. Namun doa merupakan suatu sikap iman kepada Tuhan. Artinya, orang berdoa karena orang ingin menyerahkan seluruh suka duka hidup kepada Tuhan. Orang beriman percaya bahwa Tuhan adalah pemilik hidup ini. Tuhan memberikan yang terbaik bagi hidup manusia.

Karenanya, orang beriman mesti berani menyerahkan seluruh hidup ke dalam kuasa Tuhan. Mari kita terus-menerus menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan melalui sikap iman yang benar kepadaNya. Dengan demikian, kita mampu hidup sebagai orang yang baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO

902

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.