Pages

25 Agustus 2014

Tekun Menjadikan Hidup Lebih Baik

Setiap pekerjaan atau karya menuntut suatu kesungguhan hati. Ketekunan menjadi sarana untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Anda pernah menyaksikan burung-burung yang sedang membuat sarang untuk meletakkan telur-telur mereka? Bagaimana mereka mengambil satu per satu daun-daun kering, dahan-dahan di pohon atau di tanah?

Burung membuat sarangnya dari ranting, daun atau bahan-bahan lain. Kadang bahan-bahan itu juga diambil dari tempat yang cukup jauh. Tak jarang, karena cuaca buruk atau ulah hewan dan manusia, sarang itu rusak. Tapi mereka akan tetap kembali membangun sarang mereka sampai induk burung bertelur.

Burung itu melakukan dengan penuh ketekunan. Satu per satu mereka menggigit daun-daun kering itu. Lantas mereka membawanya terbang menuju tempat untuk membuat sarang. Ketika ada daun atau dahan kecil yang jatuh, mereka akan kembali lagi untuk mengambilnya.

Kalau kita amati dengan cermat, burung-burung itu tidak lakukan sendirian. Bukan hanya sang betina saja yang lakukan itu. Tetapi si jantan pun membantu si betina untuk mendapatkan daun-daun atau dahan-dahan kecil yang kering itu. Dengan cara begitu, sarang dengan cepat terbangun.

Saat mengeram, ada banyak jenis burung yang mengeram bergantian. Burung Merpati, misalnya, secara bergantian mengerami telur. Mula-mula sang betina mengeram. Lalu sang jantan menggantikannya. Mereka lakukan seperti itu hingga sang telur menetas.

Sahabat, pernahkah Anda belajar dari kesetiaan dan ketekunan burung-burung? Atau Anda malah merasa gengsi Anda turun, kalau belajar dari kebiasaan baik burung-burung itu? Tentu saja Anda akan setuju, kalau nilai-nilai yang baik dari burung-burung itu menjadi inspirasi bagi hidup kita.

Kisah di atas mau menampakkan kepada kita bahwa suatu ketekunan dan kerja sama yang baik akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Suatu karya, apa pun bentuknya, akan berhasil dengan baik, kalau dilakukan dengan kesungguhan hati. Ketekunan menjadi hal yang mendorong orang untuk menuntaskan suatu karya yang sudah dimulai.

Namun orang juga mesti sadar bahwa suatu karya yang baik dibangun dari kerja sama dengan berbagai pihak. Tanpa kerja sama, suatu karya akan mudah mati dan tak berdaya. Dalam kebersamaan itu orang membuka hatinya untuk mengakui keterbatasan dirinya. Orang mesti membutuhkan bantuan dari orang lain untuk melengkapi dirinya.

Orang beriman mesti tekun dalam karya yang ditanganinya, apa pun karya itu. Jangan melihat besar atau kecilnya suatu karya. Suatu karya, sekecil apa pun, akan menjadi besar ketika dikerjakan dengan kesungguhan hati.

Mari kita belajar dari burung-burung di udara yang bahu-membahu membangun hidup. Seorang bijaksana berkata, “Bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan” (Ayub 12:7). Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ
Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1142

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.