<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988</id><updated>2012-01-30T11:30:41.571+07:00</updated><category term='prioritas dalam hidup'/><category term='jernih'/><category term='kaya'/><category term='kegigihan'/><category term='firman Tuhan'/><category term='menimba hal baik'/><category term='relasi'/><category term='fransiskus dari assisi'/><category term='hidup bahagia'/><category term='repot'/><category term='nafas'/><category term='sars'/><category term='Mgr. Albertus Hermelink Gentiaras SCJ'/><category term='ketegaran'/><category term='kelinci'/><category term='melaksanakan kehendak Tuhan'/><category term='bebek'/><category term='tangguh'/><category term='menerima diri'/><category term='Tuhan mengasihi manusia'/><category term='melihat'/><category term='keheningan'/><category term='membangun sikap empati'/><category term='solidaritas'/><category term='rencana Tuhan'/><category term='hati nurani'/><category term='kesalahan'/><category term='pertanggungjawaban'/><category term='halangan'/><category term='tanaman'/><category term='gembira'/><category term='hidup jujur'/><category term='jangan kehilangan Tuhan dalam hidup'/><category term='kehidupan lebih baik'/><category term='kehidupan manusia'/><category term='hal baru'/><category term='menentukan pilihan'/><category term='mengosongkan diri'/><category term='makna hidup'/><category term='pejabat'/><category term='tanggapan positif'/><category term='Memiliki Daya Tahan'/><category term='kebijaksanaan'/><category term='kasih Tuhan'/><category term='arah hidup'/><category term='mempertaruhkan hidup'/><category term='Menabur Kebaikan bagi Hidup Bersama'/><category term='meraih impian'/><category term='mengasihi sesama'/><category term='pekerjaan'/><category term='manusia produktif'/><category term='keselarasan hidup'/><category term='syukur'/><category term='Berjalan dalam Kebenaran'/><category term='menemukan yang hilang'/><category term='penderitaan'/><category term='persaudaraan'/><category term='galau'/><category term='penyelenggaraan Tuhan'/><category term='keluarga'/><category term='hati terbuka'/><category term='membahagiakan'/><category term='tawaran'/><category term='harta atau kasih'/><category term='ketidakberdayaan'/><category term='emosi'/><category term='padi'/><category term='mencintai dengan tulus'/><category term='kerelaan'/><category term='ribut'/><category term='semangat'/><category term='kebaikan'/><category term='indahnya hidup'/><category term='tahun baru'/><category term='kesempatan'/><category term='uang'/><category term='penyakit'/><category term='kanker'/><category term='makna kerja'/><category term='Tuhan menyertai'/><category term='jaminan hidup'/><category term='kesiapsediaan'/><category term='kerendahan hati'/><category term='mencoba'/><category term='semangat berbagi'/><category term='berusaha tetap di jalan yang benar'/><category term='kesuksesan'/><category term='kemarahan'/><category term='korban'/><category term='Tuhan'/><category term='kegembiraan'/><category term='nyata'/><category term='Ketika Tuhan Mengatakan Tidak'/><category term='perubahan'/><category term='alam'/><category term='tersenyum'/><category term='mengandalkan Tuhan'/><category term='Meraih Asa dalam Cinta'/><category term='membangun karakter'/><category term='mewujudkan iman'/><category term='mengenal Tuhan'/><category term='Keterbatasan Diri'/><category term='tenang'/><category term='berbuah'/><category term='kehendak Tuhan'/><category term='suara hati'/><category term='Tidak Kehilangan Harapan'/><category term='dipanggil'/><category term='Membuka Diri terhadap Dunia yang Luas'/><category term='kenyataan'/><category term='budaya asli'/><category term='menghargai waktu'/><category term='hidu bersama'/><category term='kesempurnaan'/><category term='berguru'/><category term='teladan hidup'/><category term='mendengar'/><category term='tingkah laku'/><category term='peka'/><category term='universal'/><category term='lestari'/><category term='wayang'/><category term='fleksibel'/><category term='Inspirasi Kehidupan'/><category term='kesehatan'/><category term='pribadi'/><category term='hujan'/><category term='berubah lebih baik'/><category term='bersama Yesus'/><category term='sesama'/><category term='murni'/><category term='menderita'/><category term='kesembuhan'/><category term='keputusan'/><category term='damai'/><category term='peristiwa sederhana'/><category term='kasih'/><category term='kehadiran Tuhan'/><category term='perspektif'/><category term='kekuatan doa'/><category term='menolak kejahatan'/><category term='beriman dalam hidup'/><category term='keseimbangan hidup'/><category term='menguatkan'/><category term='mengorbankan hidup'/><category term='menerima sesama'/><category term='nyawa'/><category term='kesejahteraan'/><category term='menenangkan hati pikiran'/><category term='doa'/><category term='suara Tuhan'/><category term='selamat paskah'/><category term='tidak menuntut Tuhan'/><category term='peraturan'/><category term='materi'/><category term='belas kasih'/><category term='belenggu'/><category term='rahmat Tuhan'/><category term='membuka diri'/><category term='waktu refleksi'/><category term='pembawa damai'/><category term='Membagikan Kabar Sukacita'/><category term='Hidup di Dunia'/><category term='bertahan dalam kebaikan'/><category term='mencintai'/><category term='gelombang kehidupan'/><category term='menghadirkan Tuhan dalam hidup'/><category term='dikasihi'/><category term='bingkisan kasih'/><category term='tergerak'/><category term='Kebaikan Tuhan'/><category term='menghadapi situasi'/><category term='masa lalu'/><category term='kemerdekaan'/><category term='mendamaikan'/><category term='wakil rakyat'/><category term='kebersamaan'/><category term='lingkungan hidup'/><category term='sombong'/><category term='keselarasan'/><category term='boros'/><category term='melestarikan alam'/><category term='baru'/><category term='Sumber Air Hidup'/><category term='kafir'/><category term='tersentuh'/><category term='penghargaan'/><category term='beriman'/><category term='berdoa'/><category term='perencanaan'/><category term='cara hidup'/><category term='berbuat baik'/><category term='hidup batin'/><category term='menyingkirkan kesulitan hidup'/><category term='membangun saling percaya'/><category term='tanggung jawab'/><category term='energi cinta'/><category term='roti kehidupan'/><category term='marah'/><category term='kepekaan'/><category term='membangun ketegaran jiwa'/><category term='jangan mengeluh'/><category term='benih'/><category term='mengalirkan kasih'/><category term='menimba kebaikan dari sesama'/><category term='beriman kepada Tuhan'/><category term='menasehati'/><category term='motivasi'/><category term='peduli'/><category term='bertobat'/><category term='cinta sesama'/><category term='Senantiasa Mengarahkan Hidup kepada Tuhan'/><category term='menjadi pelayan bagi sesama'/><category term='sembuh'/><category term='disiplin'/><category term='tumbuhkan iman'/><category term='godaan'/><category term='memberi'/><category term='hidup berkeluarga'/><category term='mendengarkan'/><category term='mengendalikan keinginan'/><category term='mendengarkan sesama'/><category term='pengaruh jaman'/><category term='tanda-tanda zaman'/><category term='memelihara hati'/><category term='kemauan'/><category term='mengendalikan diri'/><category term='menepati janji'/><category term='berpikir baik'/><category term='merasakan kehadiran Tuhan'/><category term='membarui diri'/><category term='kesetiakawanan'/><category term='jangan cemas'/><category term='pegangan hidup'/><category term='jujur'/><category term='suami'/><category term='berpegang teguh'/><category term='ekaristi'/><category term='bunuh diri'/><category term='percaya diri'/><category term='mewah'/><category term='rendah hati'/><category term='mengendalikan keinginan diri'/><category term='mengenal sesama'/><category term='kesetiaan'/><category term='suntuk'/><category term='hidup berharga'/><category term='mimpi'/><category term='iman yang hidup'/><category term='inspirasi'/><category term='dukungan'/><category term='mengatasi godaan'/><category term='lepas dari belenggu'/><category term='bermasalah'/><category term='pengampunan'/><category term='nilai kehidupan'/><category term='pilihan'/><category term='bosan'/><category term='membangun arah hidup'/><category term='berlaku adil'/><category term='persoalan hidup'/><category term='menyerahkan hidup kepada Tuhan'/><category term='mengampuni'/><category term='perbuatan baik'/><category term='hal baik'/><category term='perbuatan'/><category term='selamat'/><category term='menjadi lebih baik'/><category term='menghidupi kebaikan'/><category term='pertobatan'/><category term='tenteram'/><category term='salahkan Tuhan'/><category term='impian'/><category term='Panggilan untuk Menjadi Orang Baik'/><category term='sulit'/><category term='penempaan diri'/><category term='pujian'/><category term='memberi pertimbangan'/><category term='andalan'/><category term='benar'/><category term='rintangan'/><category term='lingkungan'/><category term='kualitas hidup'/><category term='komunikasi'/><category term='perdamaian'/><category term='takut'/><category term='melakukan sesuatu'/><category term='memelihara kehidupan'/><category term='hidup'/><category term='harmonis'/><category term='kelaparan'/><category term='setia pada iman'/><category term='menyadari'/><category term='kasih ibu'/><category term='mengarahkan hati'/><category term='bangkit'/><category term='peluang'/><category term='idiopatic thrombocitopenic'/><category term='kekuatiran'/><category term='solusi'/><category term='keangkuhan'/><category term='berjanji'/><category term='istirahat'/><category term='Air'/><category term='semangat kasih'/><category term='persoalan kecil'/><category term='jalan pintas'/><category term='mahapengasih'/><category term='berkorban'/><category term='kemoterapi'/><category term='Tuhan adalah Andalan Hidup'/><category term='orang buta'/><category term='menyesuaikan diri'/><category term='simbol'/><category term='titipan Tuhan'/><category term='menabur kasih'/><category term='tawaran jahat'/><category term='perjuangan'/><category term='pernikahan'/><category term='kedamaian'/><category term='tubuh sehat'/><category term='halal'/><category term='kecelakaan'/><category term='kritis'/><category term='apa adanya'/><category term='kebiasaan buruk'/><category term='pesan damai'/><category term='kepercayaan'/><category term='ketergantungan manusia'/><category term='sukses'/><category term='kesombongan'/><category term='permohonan'/><category term='waspada ucapan'/><category term='hidup itu indah'/><category term='aman'/><category term='cinta Tuhan'/><category term='penting'/><category term='si jahat'/><category term='membangun kesadaran diri'/><category term='kesombongan palsu'/><category term='berani mengosongkan diri'/><category term='di hadapan Tuhan'/><category term='ketulusan hati'/><category term='bekerja'/><category term='warisan'/><category term='mengheningkan pikiran'/><category term='manusia'/><category term='buah buah kasih'/><category term='keras'/><category term='mutiara indah'/><category term='kejahatan'/><category term='kegagalan'/><category term='menabur'/><category term='kebosanan'/><category term='bertekun dalam kesabaran'/><category term='introspeksi'/><category term='kreatif'/><category term='anugerah'/><category term='cinta kasih'/><category term='iblis'/><category term='kekuatan Tuhan'/><category term='menolong'/><category term='melibatkan Tuhan'/><category term='memberi diri'/><category term='jangan putus asa'/><category term='hidup abadi'/><category term='Hadiah yang paling Indah'/><category term='aborsi'/><category term='mencairkan suasana hidup yang beku'/><category term='membantu sesama'/><category term='keberanian'/><category term='kehadiran'/><category term='ibu'/><category term='membahagiakan sesama'/><category term='sumber sukacita'/><category term='menjadi pemimpin peduli'/><category term='hidup baik'/><category term='orang berdosa'/><category term='produk dalam negeri'/><category term='hidup lebih baik'/><category term='Tuhan peduli terhadap hidup kita'/><category term='membangun kejujuran'/><category term='arti hidup'/><category term='Menyerahkan Kesepian kepada Tuhan'/><category term='berharga'/><category term='perkawinan'/><category term='tanah'/><category term='ketakutan'/><category term='berlatih'/><category term='error'/><category term='pilihan hidup'/><category term='pengampunanberdosa'/><category term='hidup bermakna'/><category term='jalan'/><category term='Mengagumi Ciptaan Tuhan'/><category term='warisan nilai sesama'/><category term='kekerasan'/><category term='keterbatasan hidup'/><category term='hidup yang kokoh'/><category term='peduli pada sesama'/><category term='kebenaran'/><category term='andalan hidup'/><category term='hening'/><category term='lembut'/><category term='sakramen perkawinan'/><category term='membangun kesetiaan'/><category term='solider'/><category term='bahagia'/><category term='tugas'/><category term='panggilan hidup'/><category term='menyambut sesama'/><category term='terang'/><category term='Tuhan mengasihani'/><category term='lemah'/><category term='pengalaman hidup'/><category term='jangan toleh ke belakang'/><category term='ketenangan'/><category term='bermutu'/><category term='mewujudukan mimpi'/><category term='Tuhan andalan kita'/><category term='waspada'/><category term='materialistis'/><category term='naungan kasih Tuhan'/><category term='bicara baik'/><category term='membutuhkan'/><category term='bekerja keras'/><category term='menghindari dosa'/><category term='hidup ini begitu berharga'/><category term='sahabat'/><category term='kesabaran'/><category term='membuka jalan'/><category term='kekuatan'/><category term='cemburu'/><category term='harapan'/><category term='kemenangan'/><category term='berhentilah marah'/><category term='proses hidup'/><category term='kebahagiaan'/><category term='optimisme'/><category term='otak'/><category term='cermat dalam hidup'/><category term='kenikmatan'/><category term='mulut'/><category term='jembatan persahabatan'/><category term='kegelapan'/><category term='kepekaan hati'/><category term='membuka hati'/><category term='menggunakan kesempatan'/><category term='setia'/><category term='mendidik hati'/><category term='kemajuan'/><category term='pikiran yang jernih'/><category term='pertolongan'/><category term='membangun harapan'/><category term='sejahtera'/><category term='mencintai alam'/><category term='korupsi'/><category term='ketekunan'/><category term='kreasi'/><category term='ekonomi'/><category term='situasi'/><category term='kehidupan'/><category term='minta maaf'/><category term='positif'/><category term='tekun'/><category term='mengarahkan hidup'/><category term='hati tulus'/><category term='cemas'/><category term='hidup apa adanya'/><category term='membangun hidup'/><category term='belajar dari kesalahan'/><category term='harta'/><category term='Membangun Sikap Syukur Atas Kebaikan'/><category term='fokus tugas'/><category term='kualitas'/><category term='orang baik'/><category term='perceraian'/><category term='kemampuan'/><category term='persahabatan'/><category term='negatif'/><category term='orang menderita'/><category term='tumbuhan'/><category term='resah'/><category term='kerja keras'/><category term='menumbuhkan iman'/><category term='kejujuran'/><category term='iman'/><category term='hal buruk'/><category term='kesukesan'/><category term='berserah diri'/><category term='menghayati iman'/><category term='senyum'/><category term='tantangan'/><category term='usaha'/><category term='hidup bersama'/><category term='kekurangan'/><category term='berjuang'/><category term='mata batin'/><category term='mutu hidup'/><category term='Tuhan berbicara'/><category term='atas nama cinta'/><category term='trial'/><category term='Membiarkan Tuhan Meringankan Beban Hidup'/><category term='menemukan Tuhan'/><category term='egoisme'/><category term='kebesaran hati'/><category term='persoalan'/><category term='memuliakan'/><category term='kebebasan'/><category term='pikiran'/><category term='bersyukur'/><category term='blt'/><category term='membangun cinta kasih'/><category term='kematian'/><category term='berkat'/><category term='Berani Mengubah Cara Pandang'/><category term='menghargai'/><category term='tulus'/><category term='hidup manusia'/><category term='makna bagi hidup'/><category term='sukacita'/><category term='kemajuan jaman'/><category term='rezeki'/><category term='kebencian'/><category term='memutuskan'/><category term='penyelesaian'/><category term='Tuhan selalu menyertai kita'/><category term='pengaruh'/><category term='barang'/><category term='jodoh'/><category term='kesepakatan'/><category term='resiko hidup'/><category term='peristiwa hidup'/><category term='belajar'/><category term='sakit'/><category term='Berani Mengubah Diri'/><category term='kekuatan diri'/><category term='melayani'/><category term='berusaha'/><category term='kreativitas'/><category term='konsekuensi'/><category term='penghayatan iman'/><category term='menenangkan hati'/><category term='menerima kekurangan dalam diri'/><category term='jangan anggap remeh'/><category term='mengasihi'/><category term='Tuhan Tetap Peduli'/><category term='mengingkari'/><category term='optimis'/><category term='hiburan'/><category term='hidup hemat'/><category term='teman'/><category term='gagal'/><category term='menyembuhkan'/><category term='warisan budaya'/><category term='keselamatan'/><category term='trafficking'/><category term='kebutuhan'/><category term='hati'/><category term='masalah'/><category term='mengeluh'/><category term='pantang menyerah'/><category term='masyarakat'/><category term='pelayanan'/><category term='buah'/><category term='membutuhkan kasih'/><category term='cermat'/><category term='teknologi'/><category term='mendengarkan dengan baik'/><category term='mata hati'/><category term='cita-cita'/><category term='berbagi kasih'/><category term='Mendidik Kepekaan Hati'/><category term='bersikap baik'/><category term='harimau'/><category term='mendengarkan firman Tuhan'/><category term='miskin'/><category term='sogok'/><category term='kerakusan'/><category term='komitmen'/><category term='tujuan hidup'/><category term='mobil'/><category term='meraih sukses'/><category term='pemanasan global'/><category term='martabat manusia'/><category term='kepedulian'/><category term='menentramkan'/><category term='diam'/><category term='rahmat'/><category term='perhatian'/><category term='milik'/><category term='maaf'/><category term='iri hati'/><category term='cinta'/><category term='katolik'/><category term='konflik'/><category term='Tuhan hadir'/><category term='hal berharga'/><category term='memurnikan'/><category term='luka batin'/><category term='perubahan zaman'/><category term='rencana'/><category term='mamon'/><category term='berdosa'/><category term='kebodohan'/><category term='maju'/><category term='sehat'/><category term='kebaikan sesama'/><category term='cinta sejati'/><category term='perhitungan'/><category term='kekayaan'/><category term='dunia'/><category term='pasrah'/><category term='dosa'/><category term='air kehidupan'/><category term='kesulitan'/><category term='Membangun Iman yang Hidup'/><category term='menyerahkan diri'/><category term='warisan sejarah'/><category term='berjaga-jaga'/><category term='istri'/><title type='text'>Inspirasi Hari Ini</title><subtitle type='html'>Renungan Hari Ini</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>F2F</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>816</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7742071203550628614</id><published>2012-01-30T11:28:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T11:30:41.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup lebih baik'/><title type='text'>Semangat Berusaha untuk Hidup Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang menginginkan hidup yang aman dan tenteram. Untuk itu, ada berbagai usaha untuk membangun hidup yang damai dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang investor memanggil orang-orang yang menggunakan uangnya. Ia ingin mereka mempertanggungjawabkan modal yang telah diberikan kepada mereka. Baginya, investasi yang ia berikan itu mesti menghasilkan. Tidak boleh ada yang menyia-nyiakannya. Mereka mesti berhasil dalam usaha mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada tiga orang yang mendapatkan modal dari investor itu. Masing-masing mereka mendapatkan modal sesuai dengan kemampuan mereka. Orang yang pertama datang menghadap investor itu. Ia melaporkan kegiatan usaha dengan modal sepuluh milyar rupiah. Menurut orang itu, selama satu tahun modal itu ia gunakan untuk usaha yang menghasilkan laba bersih sebanyak 15 milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Investor itu sangat senang mendengar sukses dari orang yang menjalankan usaha itu. “Baik sekali usahamu itu. Kamu orang yang baik dan setia. Kamu sudah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Saya menambahkan lagi modal untuk usahamu itu,” kata investor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lantas datang orang yang kedua. Dengan wajah gembira, ia menyampaikan hasil usahanya selama satu tahun. Dengan modal lima milyar rupiah, ia menghasilkan sepuluh milyar rupiah. Usahanya pun berkembang dengan pesat. Melihat hal itu, sang investor sangat gembira. Modal lima milyar itu ia ambil kembali tanpa ada bunga. Sedangkan dari laba sepuluh milyar itu, investor itu menyerahkan kepada orang itu tujuh milyar rupiah sebagai modal usaha. Tiga miliar rupiah menjadi modal dari investor itu. Ada suasana sukacita di antara mereka. Ada rasa puas atas apa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun dengan wajah yang bermuram durja orang yang ketiga menghadap investor itu. Ia melaporkan kegagalan demi kegagalan atas usaha-usahanya. Modal tiga milyar rupiah yang diberikan kepadanya tidak ia gunakan dengan sebaik-baiknya. Ia hanya biarkan saja di dalam brankas di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang investor sangat marah mendengar penjelasan dari orang yang ketiga itu. Ia tidak habis pikir, mengapa uang yang begitu banyak dibiarkan nganggur di dalam brankas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang saya kehendaki adalah kamu mau berusaha untuk kemajuan dirimu sendiri. Bukan untuk saya. Baiklah. Saya ambil semua investasi yang telah saya berikan kepadamu. Kamu tidak layak untuk menjalankan usaha,” kata investor itu dengan penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, masing-masing kita dipercaya untuk mengelola kemampuan-kemampuan yang ada pada diri kita. Tentu saja saat kita diciptkan, kita telah dibekali dengan berbagai perangkat. Kita tidak diciptakan seperti kertas putih yang kosong. Di dalam diri kita sudah ada berbagai hal yang mesti kita kembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa setiap orang telah diberi tanggung jawab. Tugas setiap orang adalah mengembangkan tanggung jawab itu melalui karya-karya yang berguna bagi kehidupannya. Tujuannya untuk menjadi bekal bagi perjalanan hidup kita. Untuk menggapai ketenteraman dan kebahagiaan hidup, orang mesti berusaha. Orang tidak bisa menunggu mutiara yang indah jatuh dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, kita ingin terus-menerus mengusahakan kemampuan-kemampuan yang ada dalam diri kita. Kita tidak hanya ingin tinggal diam. Kita mau dengan penuh kreativitas menumbuhkan kemampuan-kemampuan kita. Dengan demikian, kita menjadi orang-orang yang maju dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;865&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7742071203550628614?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7742071203550628614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/semangat-berusaha-untuk-hidup-lebih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7742071203550628614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7742071203550628614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/semangat-berusaha-untuk-hidup-lebih.html' title='Semangat Berusaha untuk Hidup Lebih Baik'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1922346720480189194</id><published>2012-01-30T11:26:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T11:30:02.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Bertumbuh dalam Kasih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup berkat kasih dari Tuhan dan sesama. Karena itu, kita mesti tumbuhkan kasih itu dalam hidup ini. Hanya dengan menumbuhkan kasih itu, kita dapat meneruskan kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang duda yang sangat kaya. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat ia kasihi. Mereka punya kegemaran yang sama, yaitu mengoleksi lukisan-lukisan terkenal. Mereka berkeliling dunia untuk mencari dan mengumpulkan lukisan-lukisan itu. Karya-karya tak ternilai harganya dari Picasso, Van Gogh, Monet dan banyak lainnya menghiasi dinding rumah mereka. Duda itu sangat bangga dengan keahlian anaknya memilih karya-karya bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika musim dingin tiba, perang melanda negeri mereka. Anak muda itu pergi untuk membela negerinya. Setelah beberapa minggu, ayahnya menerima telegram bahwa anaknya telah hilang. Kolektor seni itu dengan cemas menunggu berita berikutnya. Ternyata yang dicemaskan terjadi: anaknya telah tewas ketika sedang merawat seorang temannya yang terluka. Keinginan untuk merayakan ulang tahunnya bersama anaknya sirna sudah. Ia merasa sedih dan kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ulang tahunnya, terdengar ketokan di pintu yang membangunkan orang tua itu. Ketika ia membuka pintu, seorang serdadu berdiri di depannya dengan membawa bungkusan besar. “Saya adalah teman anak bapak. Saya adalah orang yang sedang diselamatkannya, ketika ia tewas. Bolehkah saya masuk sebentar? Ada sesuatu yang ingin saya perlihatkan,” kata serdadu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serdadu itu menuturkan bahwa anak orang tua itu telah menceritakan padanya kecintaannya, juga ayahnya, pada barang-barang seni. “Saya adalah seorang seniman. Saya ingin memberikan pada Anda barang ini,” kata serdadu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ia pun membuka bungkusan yang dibawanya itu. Ternyata di dalamnya ada lukisan foto anak orang tua itu. Memang, bukan karya yang sangat bagus dibandingkan dengan lukisan-lukisan yang telah dimilikinya. Tetapi lukisan itu cukup rinci menggambarkan wajah anaknya. Dengan terharu, orang tua itu memajang lukisan itu di atas perapian, menyingkirkan lukisan-lukisan lain yang bernilai ratusan juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, apa yang sangat berharga dalam diri Anda? Jawabannya tentu saja ada banyak hal yang berharga dalam diri Anda. Namun ada satu yang sangat berharga, yaitu hidup yang penuh kasih sayang. Melalui hidup yang penuh kasih itu, Anda akan mengalirkan kebaikan demi kebaikan bagi sesama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah orang tua yang kehilangan anak tadi menjadi suatu inspirasii bagi kita. Ternyata orang tua itu menjadi sedih karena kehilangan putranya. Ia mengalami duka yang mendalam begitu mendengar gugurnya sang anak di medan perang. Tetapi hidupnya kembali bersemi begitu ia menyaksikan kembali foto wajah ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihnya yang begitu besar terhadap anaknya membuat ia bersedih hati saat kehilangan sang anak. Namun kasih itu pula yang telah memberi ia kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup ini. Ia sadar bahwa hanya melalui kasih itu ia mampu membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup berkat kasih yang kita peroleh dari sesama kita. Kita tidak bisa hidup tanpa kasih. Namun hidup kita menjadi semakin bermakna, ketika kita mengalami begitu besarnya kasih Tuhan atas diri kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan diri kita. Tuhan senantiasa mengasihi kita melalui penyertaanNya bagi diri kita. Mari kita tumbuhkan kasih dalam hidup kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin bermakna. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;864&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1922346720480189194?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1922346720480189194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/bertumbuh-dalam-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1922346720480189194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1922346720480189194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/bertumbuh-dalam-kasih.html' title='Bertumbuh dalam Kasih'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6435133786798073182</id><published>2012-01-28T19:45:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T19:46:29.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa sederhana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa hidup'/><title type='text'>Syukuri Peristiwa-peristiwa Kecil dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda mengalami hal-hal kecil yang menyulitkan hidup Anda? Tentu Anda akan berusaha untuk menyingkirkannya. Namun apa yang akan Anda lakukan, ketika hal-hal kecil itu menguntungkan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat untuk menceritakan pengalamannya. Sebagian besar karyawan meninggal saat terjadinya serangan atas WTC. Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah, bagaimana mereka bisa selamat. Semua kisah itu hanyalah mengenai hal-hal yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kepala keamanan perusahaan selamat pada hari itu, karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK. Karyawan yang lain masih hidup, karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya. Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu. Seorang karyawan terlambat, karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan ketinggalan bus. Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya, sehingga ia perlu waktu untuk ganti pakaian. Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan. Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telepon yang berdering. Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan, sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama. Seorang karyawan tidak memperoleh taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan baru saja membeli sepasang sepatu baru. Ia memakai sepatu baru pagi itu dan berangkat kerja dengan penuh semangat. Tetapi sebelum sampai di kantor yang berada di lantai 40 gedung WTC, sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Ia berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan ia bisa tetap hidup sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pernahkah Anda dihalangi oleh hal-hal kecil dalam hidup Anda, sehingga membuat Anda tidak maju? Mungkin banyak. Hal-hal kecil seperti itu tentu saja menyakitkan hati Anda. Anda ingin membangun hidup yang lebih baik, tetapi Anda tidak bisa lakukan. Ada saja halangan-halangan yang membuat Anda tidak bisa maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengungkapan pengalaman para karyawan yang mengalami keselamatan berkat hal-hal kecil. Hal-hal itu seolah-olah menjadi penghalang bagi hidup mereka. Tetapi ketika terjadi tragedi-tragedi besar dalam hidup, orang pun mulai merasa beruntung boleh diselamatkan oleh hal-hal kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita merasa bahwa pengalaman-pengalaman kecil dalam hidup ini tidak memiliki makna yang mendalam. Kita baru sadari setelah kita menyaksikan sendiri hal-hal kecil itu sungguh-sungguh membantu kita untuk keluar dari kesulitan-kesulitan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita mesti mensyukuri peristiwa-peristiwa kecil dalam hidup kita itu. Dengan demikian, kita semakin menjadi orang yang kuat dalam iman dan kasih. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;863&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6435133786798073182?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6435133786798073182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/syukuri-peristiwa-peristiwa-kecil-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6435133786798073182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6435133786798073182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/syukuri-peristiwa-peristiwa-kecil-dalam.html' title='Syukuri Peristiwa-peristiwa Kecil dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8405419748641438386</id><published>2012-01-26T06:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-26T06:00:04.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Tumbuhkan Kasih yang Tak Terbatas Rata Penuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Apa yang menjadi hal yang utama dalam hidup Anda? Diri Anda sendiri? Atau kehidupan bersama dengan semua orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang gadis mendatangi seorang bijak. Ia bertanya kepada orang bijak itu tentang dosis kasih yang sehat. Orang bijak itu terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia tidak habis pikir, di zaman seperti ini masih ada orang yang peduli terhadap kasih. Bukankah kasih satu terhadap yang lain sudah semakin musnah? Bukankah kasih itu sudah terkamuflase dengan berbagai bentuk egoisme dan kepentingan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Sebenarnya apa yang kamu rasakan dari kasih itu? Apakah kamu punya masalah dengan kasih?” tanya orang bijak itu kepada gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Gadis itu tersenyum mendengar pertanyaan orang bijak itu. Ia tidak siap untuk menjawab pertanyaan orang bijak itu. Bagi gadis itu, kasih itu adalah segala-galanya dalam hidup ini. Orang yang tidak mempunyai kasih tidak akan mengalami damai dalam hidupnya. Yang ada adalah permusuhan yang terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah lama terdiam, gadis itu berkata, “Saya ingin hidup secara baik dan normal. Saya tidak ingin hidup saya dipenuhi oleh permusuhan. Saya ingin hidup saya selalu dipenuhi oleh kebaikan dan kasih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang bijak itu berdecak kagum atas jawaban gadis itu. Ia tidak menyangka bahwa gadis itu akan menjawab seperti itu. Karena itu, orang bijak itu berkata, “Anda telah menemukan damai dalam hidup saat Anda mulai bicara tentang kasih. Anda telah mulai merajut hidup yang bahagia saat Anda mengutamakan kasih di atas segala-galanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          “Tetapi yang saya butuhkan adalah berapa dosis kasih yang sehat yang harus saya gunakan dalam satu hari?” Tanya gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          “Nak, dalam hal kasih, tidak ada dosis. Yang harus Anda lakukan adalah mengasihi terus-menerus tanpa batas. Ketika Anda mengasihi sesamamu, saat itu pula Anda mengalami sukacita dan damai,” kata orang bijak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, banyak orang mengalami kekeringan kasih dalam hidupnya. Akibatnya, mereka membatasi kasih itu. Mereka tidak mau melakukan hal-hal yang lebih besar dan baik bagi sesama. Mengapa hal seperti ini terjadi dalam kehidupan manusia? Hal ini terjadi karena manusia egois. Manusia melakukan sesuatu bagi sesamanya hanya untuk kebahagiaan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kasih itu tidak berkesudahan. Orang yang melakukan hal-hal yang baik bagi sesamanya mesti mendasarkan perbuatannya pada kasih itu. Kasih tidak bisa dibatasi seperti dokter yang memberi dosis kepada seorang penderita sakit. Mengapa? Karena setiap orang yang melakukan kasih itu menumbuhkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang yang mengutamakan kasih dalam hidupnya akan menemukan hidup ini begitu indah. Ia memberi hidup dengan kasih yang tak terbatas. Dari waktu ke waktu ia akan bertumbuh menjadi orang yang kaya akan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak mudah untuk bertumbuh dalam kasih itu. Mengapa? Karena orang sering dikuasai oleh egoisme. Orang dikuasai oleh kepentingan dirinya sendiri. Orang tidak dikuasai oleh kasih yang tak terbatas terhadap sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti selalu mengutamakan kasih dalam hidupnya. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih indah dan baik. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;861&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8405419748641438386?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8405419748641438386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/tumbuhkan-kasih-yang-tak-terbatas-rata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8405419748641438386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8405419748641438386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/tumbuhkan-kasih-yang-tak-terbatas-rata.html' title='Tumbuhkan Kasih yang Tak Terbatas Rata Penuh'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8862097978810813805</id><published>2012-01-25T21:17:00.001+07:00</published><updated>2012-01-25T21:19:10.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanggung jawab'/><title type='text'>Mempertanggunjawabkan Pemberian Tuhan bagi Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Apa yang menyusahkan Anda hari ini? Apakah hati Anda berbeban, karena sejumlah masalah yang mengancam Anda? Apakah Anda dipenuhi oleh kegelisahan dan kekuatiran? Mengapa Anda kuatir atau cemas? Bukankah Tuhan begitu baik terhadap Anda? Bukankah Tuhan telah mengabulkan permohonan Anda hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang anak datang kepada ayahnya. Ia meminta ayahnya untuk membelikan mainan mobil untuk dirinya. Ia ingin sekali bermain mobil-mobilan untuk menumbuhkan semangat dalam hidupnya. Ia yakin, ayahnya akan mengabulkan permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          “Ayah, satu permintaan ini saja yang saya ajukan kepada ayah. Tolong belikan saya mobil-mobilan,” kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ayahnya tersenyum mendengar permintaan anaknya. Ia menganggukkan kepala tanda setuju. Lantas ia mengusap-usap kepala anaknya. “Nak, apa saja yang kamu minta akan ayah kabulkan. Yang penting adalah kamu pertanggungjawabkan apa yang ayah berikan kepadamu,” kata ayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Anak itu menganggukkan kepala. Ia mau bertanggungjawab atas pemberian ayahnya itu. Karena itu, ketika ayahnya memberi dia sebuah mobil-mobilan yang cantik, ia menggenggamnya erat-erat. Ia menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Ia yakin, hanya dengan memelihara mobil-mobilan itu, ia dapat mempertanggungjawabkan pemberian ayahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kepada kita semua telah diberi berbagai hal oleh Tuhan. Kita diberi bakat-bakat yang mesti kita kembangkan dengan sebaik-baiknya. Kita diberi kesempatan untuk hidup dalam dunia ini. Ketika kita meminta pertolongan dari Tuhan, kita diberi berbagai hal. Tuhan begitu baik kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah tadi mencerminkan Tuhan yang baik itu. Tuhan yang baik itu hadir dalam diri sang ayah yang mengabulkan permohonan anaknya. Tuhan yang baik itu juga mengharapkan pertanggungjawaban atas kebaikan yang telah diberikanNya itu. Karena itu, kita mesti memelihara pemberian Tuhan itu dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun dalam hidup ini ada orang yang rakus. Ada orang yang selalu merasa tidak cukup atas pemberian dari Tuhan itu. Orang seperti ini ingin selalu memiliki banyak hal bagi darinya. Orang ingin menumpuk banyak hal bagi dirinya. Padahal Tuhan mengharapkan agar pemberian-Nya itu digunakan untuk kebaikan. Pertanggungjawaban atas pemberian Tuhan itu mesti ditunjukkan dengan melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang yang menyalahgunakan pemberian Tuhan biasanya mengalami kegalauan dalam hidupnya. Orang seperti ini biasanya tidak mengalami sukacita dan damai. Karena itu, orang diharapkan untuk sungguh-sungguh mempertanggungjawabkan pemberian Tuhan itu. Caranya adalah dengan berbuat amal baik bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagai orang beriman, kita diundang untuk terus-menerus melakukan hal-hal yang baik dan benar bagi sesama. Dengan cara itu, kita mempertanggungjawabkan kasih karunia Tuhan kepada kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8862097978810813805?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8862097978810813805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mempertanggunjawabkan-pemberian-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8862097978810813805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8862097978810813805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mempertanggunjawabkan-pemberian-tuhan.html' title='Mempertanggunjawabkan Pemberian Tuhan bagi Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4494333535484393081</id><published>2012-01-23T16:51:00.000+07:00</published><updated>2012-01-23T16:53:18.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Membangun Cinta yang Tulus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Apa yang akan Anda lakukan kalau Anda mengalami kesulitan dalam membangun kasih dengan sesama? Anda putus harapan? Atau Anda akan berusaha terus untuk merebut kasih itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis yang sangat merindukan kasih sayang seorang ayah. Selama ini ia merasa bahwa seorang lelaki yang ada di rumahnya hanyalah sosok yang mengerikan. Lelaki itu jarang menyapanya dengan penuh kasih. Ia merasa lelaki itu begitu jauh dari dirinya. Tidak ada ikatan batin yang begitu dekat dengan lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, gadis itu tidak merasakan ada sentuhan kasih yang bermakna dari lelaki itu. Menurut ibunya, lelaki itu adalah ayah kandungnya. Lelaki itu pula membiayai seluruh hidupnya. Ia bisa pergi ke sekolah berkat kerja keras lelaki itu. Namun gadis itu merasa bahwa hubungan mereka begitu formal. Hubungan mereka begitu kaku bagai atasan dan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Benar bahwa ia membayar uang sekolahku. Ia juga membiayai kebutuhan hidupku. Tapi sebatas itukah yang disebut kasih sayang seorang ayah? Dia tak lebih daripada seseorang yang harus memenuhi sebuah tuntutan hukum untuk mendampingi diriku. Tetapi ia bukanlah ayahku. Setiap ongkos yang keluar untuk membayar uang sekolahku harus aku bayar dengan derai air mata dan isakan tangis. Harus aku bayar dengan mata yang membengkak. Inikah kasih sayang seorang bapak?” kata gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Gadis itu hidup dalam malapetaka. Hatinya tidak tenang. Ia tidak mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya dari seorang ayah. Ia tidak menemukan kehangatan dari seorang ayah. Ia merasa kecewa terhadap hidupnya. Namun suatu hari ia berusaha untuk bangkit. Ia tidak mau menunggu terlalu lama ayahnya berubah. Ia memaksakan diri untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan ayahnya. Hasilnya? Relasi di antara mereka menjadi lebih baik. Mereka boleh bersenda gurau. Ia boleh merasakan kehangatan hati seorang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, apa yang menjadi dasar hidup Anda? Mungkin orang yang mata duitan akan mengatakan bahwa dasar hidupnya adalah uang. Punya uang yang banyak akan menjadikan dirinya mudah untuk membangun masa depannya. Mungkin orang yang mengutamakan kehidupan bersama akan mengatakan bahwa dasar hidup itu adalah membangun kebaikan dalam relasi yang harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bagi orang beriman, dasar hidup itu terletak pada cinta yang mendalam terhadap sesama. Hanya dengan mencintai sesama, hidup akan menjadi lebih baik. Orang akan mengalami damai dalam hidupnya di saat cinta akan sesama menjadi dasar hidup. Kisah gadis tadi menunjukkan bahwa ia ingin memiliki cinta yang tulus dari sang ayah. Ia tidak ingin relasi mereka hanya sekedar antara ayah dan anak. Ia ingin mendapatkan sapaan lembut dari seorang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Untuk itu, orang tidak bisa menunggu satu pihak saja untuk mengusahakan cinta yang tulus itu. Cinta yang tulus akan memiliki kemampuan yang luar biasa, kalau diusahakan bersama. Gadis tadi sungguh-sungguh berusaha untuk memiliki cinta yang tulus itu. Ia tidak tinggal diam. Ia berusaha untuk mendapatkan cinta yang tulus itu. Caranya adalah dengan lebih dahulu membangun cinta itu. Ia tidak hanya menunggu. Ia bergerak. Ia aktif untuk menciptakan cinta yang tulus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita berusaha untuk menciptakan cinta yang tulus dalam hidup kita dengan berusaha aktif membangun hidup dalam cinta. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin damai dan indah. Hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan sesama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;859&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4494333535484393081?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4494333535484393081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membangun-cinta-yang-tulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4494333535484393081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4494333535484393081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membangun-cinta-yang-tulus.html' title='Membangun Cinta yang Tulus'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3781231561639252606</id><published>2012-01-20T21:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T21:58:52.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebaikan Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harta'/><title type='text'>Mensyukuri Kebaikan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa sikap Anda ketika Anda mengalami kejatuhan dalam perjalanan hidup ini? Apakah Anda senantiasa memiliki sikap syukur atas anugerah Tuhan bagi hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman menceritakan pengalaman hidupnya. Ia mengaku, sering ia merasakan keajaiban dalam hidupnya. Tidak pernah terpikir ia akan tinggal di kota besar dan bertemu orang-orang hebat, kenal dengan orang-orang kaya. Atau bergaul dengan para pemuka agama dan ikut menjadi saksi sejarah akan kejatuhan rezim Orde Baru yang sangat berkuasa dan ditakuti. Bahkan ia kemudian punya keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepertinya semua berjalan begitu saja dan mengalir tanpa ada yang aneh. Tetapi ketika kesadaran itu muncul, saya mengakui ini semua adalah karya Tuhan yang luar biasa. Apalagi ketika datang ke Jakarta, saya hanya berbekal baju dan uang seadanya. Sungguh patut untuk saya syukuri. Saya tidak pernah berhenti untuk bersyukur,” kata teman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ia memaksakan diri juga untuk melakukan sebuah perubahan yang belum saatnya untuk dilakukan. Tetapi akibatnya menjadi berantakan. Ketika itu, dasar fundamental keuangannya belum siap. Pengetahuan belum cukup dan pengalaman masih minim sekali. Ia tidak peduli terhadap masukan-masukan dari orang-orang lain. Ia memaksa untuk wiraswasta bersama teman-temannya. Namun ketika usaha itu gagal, efek yang ditimbulkan berakibat fatal. Yang paling menderita adalah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua tabungan habis dan hutang menjadi bertambah. Beberapa aset terpaksa dijual demi kelangsungan hidup,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, ini semua pelajaran yang sangat berharga, karena punya telinga tetapi tuli. Punya mata tetapi buta dan punya perasaan tetapi mati. Karena itu, ia berusaha untuk mensyukuri setiap pemberian Tuhan. Ia berusaha untuk menerima apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Dengan demikian, ia mengalami damai dalam hidupnya. Ia boleh bangkit lagi dari keterpurukannya untuk meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang ingin meraih sukses yang setinggi-tingginya. Banyak orang seolah-olah merasa hidup ini belum memiliki makna kalau belum punya segala-galanya. Akibatnya, orang menjadi stress saat kegagalan menghadang cita-cita mereka. Mereka menjadi orang yang murung dalam hidup ini. Mereka menjadi orang yang tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa setiap sikap syukur atas pemberian Tuhan akan menghasilkan banyak buah. Orang yang senantiasa bersyukur adalah orang yang tidak ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya secara instan. Ia tidak ingin cepat-cepat memiliki apa saja yang dibutuhkannya demi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman itu orang yang mengalami proses kehidupan. Orang seperti ini biasanya berani bergulat dengan dirinya sendiri. Orang yang mau berkorban untuk kebahagiaan dirinya. Ia senantiasa memperhitungkan penyertaan Tuhan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yang dibutuhkan dalam hidup adalah hati yang senantiasa tidak tamak akan harta kekayaan. Mengapa? Karena kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaan. Kekayaan hanya menjadi sarana untuk meraih kebahagiaan dalam hidup. Jadi kalau harta kekayaan itu tidak membuat orang bahagia, orang mesti meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mensyukuri kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita mengalami kebahagiaan bersama Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;858&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3781231561639252606?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3781231561639252606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mensyukuri-kebaikan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3781231561639252606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3781231561639252606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mensyukuri-kebaikan-tuhan.html' title='Mensyukuri Kebaikan Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2211661029547996368</id><published>2012-01-18T11:19:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T21:56:47.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><title type='text'>Berbagi Hidup demi Kebahagiaan Bersama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang Anda buat untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup? Anda kumpulkan harta sebanyak-banyaknya? Atau Anda berusaha untuk membantu sesama Anda dengan ikhlas hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater untuk konsultasi. Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna. Hatinya terasa sangat pedih. Sang psikiater itu jatuh kasihan menyaksikan kondisi ibu itu. Namun sang psikiater tidak punya waktu untuk berbicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia tidak hilang akal. Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, yang sudah lama bekerja di kantor psikiater itu. Ia meminta perempuan tua itu untuk menceritakan cara ia menemukan kebahagiaan. Ia meminta perempuan itu mendengarkan saja curhat ibu yang cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang cantik itu pun menceritakan duka yang mendalam dalam hatinya. Setelah menceritakan hal itu, perempuan itu membagikan pengalaman hidupnya. ”Suami saya meninggal karena kanker. Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk. Saya tak punya siapa pun. Tak ada yang tertinggal. Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri,” kata perempuan tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       ”Tetapi kenapa kamu tidak jadi bunuh diri?” tanya perempuan cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       ”Nah, ini yang menarik. Suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminumnya. Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum. Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia,” perempuan tua itu menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Wanita cantik itu tertawa. Ia merasa ada sesuatu yang mampu menghibur dirinya. ”Apa yang kamu buat selanjutnya?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       ”Hari berikutnya, saya buat kue dan bawa ke tetangga yang sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun. Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik pada seseorang. Melihat mereka bahagia, membuat saya bahagia,” tutur perempuan tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sahabat, kita semua memiliki kesempatan untuk membahagiakan diri kita. Ada berbagai cara untuk membahagiakan diri kita. Namun sering kita kurang mampu menangkap cara-cara itu untuk membahagiakan diri kita. Karena itu, yang kita butuhkan adalah kita berusaha untuk membuka diri kita terhadap berbagai cara untuk membahagiakan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan hanyalah suatu cara untuk menutup jalan menuju kebahagiaan. Perempuan tua itu sungguh-sungguh mengalami hidup ini penuh arti saat dia boleh menyapa sesamanya. Saat dia boleh mengungkapkan kasihnya kepada sesamanya, saat itu pula kebahagiaan memenuhi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kita sering merasa berat untuk mengulurkan tangan kita bagi sesama kita. Kita merasa bahwa saat kita membantu orang lain, saat itu pula apa yang kita miliki hilang lenyap. Akibatnya, kita enggan untuk berbagi dengan sesama kita. Kita lebih mudah menyimpan apa yang kita miliki untuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Tentu saja sikap seperti ini bukan sikap orang beriman yang baik. Inilah sikap egois yang mesti kita buang jauh-jauh. Wanita cantik yang kaya dalam kisah di atas tidak mengalami sukacita dalam hidupnya, karena ia hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak memikirkan sesamanya. Karena itu, mari kita berusaha untuk membagiakan diri dengan melayani sesama dengan hati yang ikhlas. Dengan demikian, kita boleh mengalami damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;857&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2211661029547996368?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2211661029547996368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/berbagi-hidup-demi-kebahagiaan-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2211661029547996368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2211661029547996368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/berbagi-hidup-demi-kebahagiaan-bersama.html' title='Berbagi Hidup demi Kebahagiaan Bersama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4536796946410956781</id><published>2012-01-17T19:25:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T19:25:57.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehendak Tuhan'/><title type='text'>Menemukan Kehendak Tuhan dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin hidup Anda bahagia? Anda ingin sukses dalam hidup ini? Sandarkanlah hidup Anda pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurt Warner merupakan olahragawan AS. Ia adalah pemain American Football yang masih aktif sampai saat ini. Berbagai penghargaan telah ia raih dari cabang olahraga favorit masyarakat negara berjulukan "Pam Sam" tersebut. Di tahun 2008 ketika ia membawa timnya, Arizona Cardinals sebagai juara National Football Leage atau NFL, di tahun yang sama itu pula Kurt menerima penghargaan Walter Payton NFL Man of the Year Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancaranya dengan sebuah media Amerika Serikat, pria berbadan tegap ini membuka rahasia mengenai kesuksesan yang ia raih. Ia mengatakan bahwa apa yang ia dapatkan selama ini, karena ia menempatkan Tuhan sebagai tempat paling pertama di dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, ia bersama dengan istri dan anak-anaknya mengambil saat teduh. Bersama istri dan anak-anaknya, ia mempraktikkan apa yang telah mereka baca pada hari itu. Yang mereka baca adalah  teks-teks Kitab Suci. Melalui Kitab Suci itu, mereka mendengarkan kehendak Tuhan bagi hidup mereka. Kebiasaan itu terus dilakukan oleh Kurt dan keluarganya sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya senang membaca dan merenungkan Kitab Suci. Tuhan berbicara kepada saya melalui Kitab Suci,” kata Kurt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang ingin hidup damai dan tenang. Banyak orang ingin menemukan bahagia dalam dunia ini. Namun banyak orang tidak mengalami damai itu. Ketenangan yang mereka dambakan seolah-olah tak kunjung tiba. Kebahagiaan yang mereka harapkan tak pernah mereka raih. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja jawabannya tidak segampang membalikkan telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberi inspirasi bahwa damai dan ketenangan yang kita inginkan itu bersumber dari Tuhan. Manusia tidak bisa memberikan damai dan ketenangan yang sejati. Manusia hanya mampu memberikan damai dan ketenangan yang sementara. Sedangkan Tuhan memberikan damai dan ketenangan yang abadi. Kurt Warner mampu meraih sukses yang memberikan damai dalam hidupnya berkat campur tangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ia tidak meninggalkan Tuhan saat ia menjadi orang yang tenar dan sukses. Ia tetap menempatkan Tuhan di tempat yang pertama dan utama dalam hidupnya. Caranya adalah dengan mendengarkan dan merenungkan kehendak Tuhan bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja banyak orang merasa sulit untuk mendengarkan kehendak Tuhan bagi hidupnya. Mengapa? Karena orang ingin hidup sesuai dengan kehendak dirinya sendiri. Orang tidak mau mendengarkan kehendak Tuhan bagi dirinya. Orang bahkan merasa bahwa kehendak dirinya itulah yang terbaik yang mesti ia ikuti. Tentu saja orang punya kebebasan untuk menentukan arah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orang beriman mesti selalu mengutamakan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Caranya adalah dengan mendengarkan dan merenungkan kehendak Tuhan itu. Untuk itu, orang beriman mesti menyediakan waktu untuk membaca, mendengarkan dan merenungkan kehendak Tuhan melalui Kitab Suci agama kita masing-masing. Dalam Kitab Suci itu, kita mendengarkan kehendak Tuhan yang baik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berusaha untuk mendengarkan dan merenungkan kehendak Tuhan bagi hidup kita.  Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Bukan hanya memenuhi kehendak kita sendiri. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4536796946410956781?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4536796946410956781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/menemukan-kehendak-tuhan-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4536796946410956781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4536796946410956781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/menemukan-kehendak-tuhan-dalam-hidup.html' title='Menemukan Kehendak Tuhan dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3867930401223974691</id><published>2012-01-16T11:16:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T11:16:33.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keselarasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup bahagia'/><title type='text'>Membangun Keselarasan demi Hidup Bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda sungguh-sungguh inginkan dalam hidup ini? Harta kekayaan yang melimpah? Tentu saja harta kekayaan bukan yang utama. Mengapa? Karena harta kekayaan bukan jaminan untuk hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gembala yang memiliki sebuah biola. Karena ia bukanlah seorang pemusik, maka setiap kali memainkannya, nada-nada itu terasa sumbang. Ia tidak tahu bagaimana cara menyelaraskan nadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia menulis sebuah surat ke salah satu stasiun radio di daerahnya. Ia meminta orang radio tersebut untuk memperdengarkan kunci nada "A" pada hari dan jam yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola radio itu merasa begitu tersentuh dengan kata-kata yang ditulis oleh sang gembala. Ia memutuskan untuk mewujudkan harapan gembala itu. Pada hari yang ditetapkan, diperdengarkanlah kunci nada dasar "A" lewat siaran radio. Dan benar setelah diputar, gembala itu bisa menyelaraskan dawai biolanya. Rumah yang ia diami bersama keluarga pun akhirnya dapat dipenuhi dengan musik yang riang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala itu belajar sendiri untuk memainkan biolanya. Ia tidak perlu menyimpan saja biolanya. Berkat pendengarannya yang tajam, gembala itu mampu menghibur orang-orang yang dikasihinya dengan nada-nada indah dari biolanya. Sungguh, suatu usaha yang tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, keselarasan hidup merupakan dambaan semua orang. Setiap orang ingin hidup damai dan tenteram. Orang ingin hidup bahagia bersama orang-orang yang dicintainya. Karena itu, membangun keselarasan dengan Tuhan dan sesama menjadi bagian dari kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah gembala yang menyelaraskan nada biolanya dari siaran radio menjadi suatu inspirasi bagi kita. Kita diundang untuk terus-menerus menyelaraskan hidup kita dengan kebaikan-kebaikan yang Tuhan berikan kepada kita. Kalau hidup kita tidak selaras dengan Tuhan dan sesama, kita akan mengalami ketimpangan-ketimpangan dalam hidup. Keharmonisan dan damai tidak terjadi dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun keselarasan dalam hidup menjadi suatu kesempatan untuk membangun hidup yang lebih baik. Keselarasan itu ditemukan dalam perjalanan hidup manusia. Keselarasan itu mesti diperjuangkan terus-menerus. Orang tidak menunggu keselarasan itu datang begitu saja. Karena itu, keselarasan mesti diusahakan atau dikejar oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman membangun keselarasan hidup bersumber dari Tuhan. Tuhan menjadi sumber keharmonisan hidup. Mengapa? Karena pada Tuhan ada damai. Pada Tuhan ada sukacita dan kegembiraan. Dari Tuhan manusia menimba kebaikan demi kebaikan, karena Tuhan hanya memberi kebaikan dan kasih kepada ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti terus-menerus datang kepada Tuhan untuk menimba sukacita dan kasih setia. Hanya dengan kasih setia itu, orang beriman mampu membangun keselarasan hidup dengan Tuhan dan sesamanya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;225&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3867930401223974691?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3867930401223974691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membangun-keselarasan-demi-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3867930401223974691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3867930401223974691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membangun-keselarasan-demi-hidup.html' title='Membangun Keselarasan demi Hidup Bahagia'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-802938092885271050</id><published>2012-01-13T13:05:00.000+07:00</published><updated>2012-01-13T13:09:45.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendamaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='damai'/><title type='text'>Mengampuni Itu Kekuatan yang Mendamaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah hari ini Anda melakukan dosa dan kesalahan? Adakah hati orang-orang yang dekat dengan Anda merasa tertusuk oleh perbuatan atau kata-kata Anda yang tidak menyenangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nelson Mandela memegang jabatan sebagai presiden Afrika Selatan, ia menunjuk sebuah komisi untuk menghukum orang-orang yang telah melakukan tindak kekejaman selama berlangsungnya politik apartheid. Setiap pejabat kulit putih yang dengan sukarela menemui pendakwa dan mengakui kesalahannya, tidak akan dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang wanita dipertemukan secara langsung dengan pejabat yang telah secara brutal membunuh anak laki-laki satu-satunya dan suami yang sangat dikasihi. Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan terhadap pejabat itu, ia menjawab, “Meskipun saya tidak memiliki keluarga, saya masih memiliki banyak cinta untuk diberikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia meminta pejabat itu untuk mengunjunginya secara teratur, supaya wanita itu bisa memperlakukannya dengan penuh kasih. “Saya ingin memeluknya supaya ia tahu bahwa pengampunan saya itu nyata,” kata wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wanita itu menuju tempat saksi, pejabat itu merasa sangat malu dan menyesal sampai ia pingsan. Kepedihan yang ditunjukkan wanita itu bukanlah balas dendam yang penuh dosa, melainkan api pemurnian cinta. Api itu dikaruniakan Tuhan yang dapat memunculkan penyesalan dan perdamaian. Kasih itu memberi dan mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dunia akan menjadi lebih damai di kala kita saling memberi kebaikan. Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan hanyalah menimbulkan kematian bagi hidup. Kita saksikan kejahatan Presiden Moamar Kadhafi yang dibalas dengan kejahatan Amerika dan sekutunya hanyalah menghasilkan kematian. Banyak rakyat tak berdosa yang mesti mengakhiri hidupnya dengan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perempuan pengampun tadi memberi kita inspirasi untuk terus-menerus memperjuangkan kehidupan. Caranya adalah dengan menumbuhkan pengampunan yang mendalam di dalam hatinya. Ia telah kehilangan segala-galanya. Ia tidak ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena itu, ia berani mengampuni pembunuh suami dan anaknya. Ia ingin menyalurkan kasih yang telah ia perolah dari Tuhan kepada sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan. Hal ini terjadi karena kita manusia lemah. Kita adalah manusia yang terbatas. Kita boleh saja berjanji untuk tidak melakukan lagi dosa dan kesalahan. Namun kita tetap saja jatuh ke dalam dosa dan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yang kita butuhkan adalah pengampunan. Yang kita butuhkan adalah hati yang penuh belas kasihan mau menerima kita kembali. Kalau kita menuntut atau mengharapkan pengampunan dari orang lain, mengapa kita merasa sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita? Mengapa kita enggan untuk menerima permohonan maaf dari sesama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti selalu punya hati yang berbelas kasih. Orang beriman mesti selalu menimba kasih Tuhan yang senantiasa mengalir dalam hidupnya. Untuk itu, kita mesti selalu membuka hati kita bagi rahmat Tuhan. Dengan demikian, kita mampu mengampuni sesama yang melakukan dosa dan kesalahan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;854&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-802938092885271050?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/802938092885271050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mengampuni-itu-kekuatan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/802938092885271050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/802938092885271050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mengampuni-itu-kekuatan-yang.html' title='Mengampuni Itu Kekuatan yang Mendamaikan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6609803648612890766</id><published>2012-01-12T07:11:00.001+07:00</published><updated>2012-01-12T07:15:56.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengampuni'/><title type='text'>Menumbuhkan Gaya Hidup Mengampuni</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup sehari-hari, kita jatuh ke dalam dosa atau sesama kita melakukan dosa terhadap kita. Saat kita menyakiti hati sesama kita, kita berusaha untuk meminta pengampunan. Apa yang kita lakukan, ketika sesama kita menyakiti hati kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enrico ditangkap Gestapo dan dipenjarakan karena ketahuan menyembunyikan keluarga Yahudi selama 2 tahun. Pada malam Natal 1944, komandan kamp Jerman memanggil dan mengejeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin kau melihat makan malam Natal yang dikirim istrimu untukmu. Istrimu juru masak yang hebat! Dia telah mengirimimu makanan setiap hari, tetapi akulah yang menikmati semua itu,” kata komandan kamp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enrico yang kurus dan lapar melihat ke makanan di atas meja itu. “Aku tahu istriku ahli masak yang hebat! Aku yakin engkau pasti menikmati makan malam Natal ini,” kata Enrico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan itu heran dan memintanya untuk mengulangi apa yang dikatakannya. Enrico mengulangi ucapannya. Ia menambahkan, “Aku harap engkau menikmati makan malam ini, karena aku mengasihimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarkan dia dari sini! Dia sudah gila,” serta merta komandana itu berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang berakhir dan Enrico dibebaskan. Tuhan memulihkan kesehatan dan usahanya. Suatu kali ia mengajak istrinya kembali ke kota ke tempat dia pernah dipenjarakan. Ia ingin mengunjungi komandan kamp Jerman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enrico teringat bahwa komandan itu menyukai masakan istrinya. Mereka pun berbelanja dan mencari sebuah tempat memasak. Setelah selesai, mereka mendatangi rumah komandan itu dengan dua keranjang makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berhadapan dengan komandan itu, Enrico bertanya, “Engkau tidak mengenali saya tuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan itu menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada Natal 1994, saya berada di kantormu. Saya mengatakan bahwa saya mengasihimu dan engkau menganggap saya gila,” kata Enrico sambil menatap mata mantan komandan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan yang sudah tua tenta itu merasa takut. Ia mundur beberapa langkah. Namun dengan tegas, Enrico meyakinkan dirinya bahwa tidak ada apa-apa yang akan terjadi atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu saya mengatakan bahwa saya mengasihimu dan saya masih tetap mengasihimu. Perang telah usai. Istri saya dan saya ingin duduk bersama keluargamu untuk makan bersama. Maukah engkau menerima permohonan kami?” tandas Enrico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pengampunan yang tulus merupakan keutamaan yang mesti selalu dipegang teguh oleh manusia. Dengan pengampuna itu, orang mampu menjalani hidup ini dengan baik dan benar. Mengampuni orang yang berdosa jauh lebih baik daripada membinasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa mengampuni mesti menjadi gaya hidup dalam hidup orang beriman. Pengampunan yang dengan tulus kita ungkapkan kepada sesama menjadi suatu kesempatan untuk hidup baru. Orang yang melakukan dosa dan kesalahan dapat bangkit untuk hidup secara baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja memiliki gaya hidup mengampuni seperti ini tidak mudah. Orang mesti berani meninggalkan gengsi dan harga diri. Mengapa? Karena dosa dan kesalahan itu menyakitkan. Dosa dan kesalahan itu bagai pisau yang menyayat-nyayat. Karena itu, yang dibutuhkan adalah suatu kerendahan hati untuk rela mengampuni sesama yang berdosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mesti selalu kita ingat adalah mengampuni adalah sebuah keputusan yang penuh resiko untuk menyelamatkan sesama. Mengampuni menantang kita segera meninggalkan masa lalu dan mendorong kita masuk ke masa depan yang cerah. Mari kita berusaha untuk memiliki gaya hidup mengampuni. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih indah. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;853&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6609803648612890766?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6609803648612890766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/menumbuhkan-gaya-hidup-mengampuni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6609803648612890766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6609803648612890766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/menumbuhkan-gaya-hidup-mengampuni.html' title='Menumbuhkan Gaya Hidup Mengampuni'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8710511109230402600</id><published>2012-01-11T07:21:00.002+07:00</published><updated>2012-01-11T07:26:23.804+07:00</updated><title type='text'>Mengatasi Keinginan Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Dalam hidup ini kita berhadapan dengan dorongan untuk memenuhi keinginan diri kita. Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda mengalami hal seperti ini? Apakah Anda mengikuti dorongan itu atau Anda berusaha untuk mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang seorang anak berusia 14 tahun berkunjung ke rumah neneknya. Kebetulan waktu itu adalah jam makan siang. Dari luar, anak itu sudah mencium aroma kue yang sedang dibuat neneknya. Tetapi, ketika ia masuk dapur ingin mencicipi, neneknya melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kue itu untuk dimakan setelah makan nasi. Ayo, nenek sudah masak banyak lauk kesukaanmu. Kita makan bersama-sama,” kata neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski agak kecewa, anak itu lalu duduk makan. Ia makan hingga dua piring, sehingga sangat kekenyangan. Sesudah selesai makan, barulah sang nenek mengeluarkan kue yang tadi ia janjikan. Sayang, kue itu tidak dihiraukan anak itu. Perutnya sudah kelewat kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, nenek. Saya sudah sangat kenyang. Nanti saja makan kuenya,” kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa saat berlalu, anak itu sangat ingin makan kue. Tetapi karena sudah terlalu kenyang, maka kue itu tidak lagi menarik di matanya. Ia tidak bergairah lagi untuk menikmati kue yang enak itu. Ia menolak karena perutnya sudah tidak bisa menampung lagi makanan. Ia sadar akan keterbatasan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kesadaran untuk merasa cukup menjadi suatu hal yang baik dalam kehidupan ini. Orang yang merasa cukup akan hidup ini akan mampu bersyukur atas kebaikan Tuhan atas dirinya. Orang tidak perlu lagi mencari dan mencari untuk menumpuk kekayaan bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberi inspirasi kepada kita untuk memiliki prinsip untuk tidak mengumpulkan berbagai kekayaan bagi hidup kita. Anak itu sadar akan keterbatasan dirinya. Ia tidak perlu melanjutkan keinginan dirinya untuk menumpuk makanan di perutnya. Ia mesti tahu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, dalam kehidupan kita menyaksikan banyak orang terus-menerus tergoda untuk menumpuk kekayaan bagi dirinya sendiri. Mengapa terjadi korupsi dan manipulasi dalam kehidupan manusia? Karena orang ingin menumpuk kekayaan bagi dirinya sendiri sebanyak-banyaknya. Orang selalu merasa tidak cukup atas apa yang dimilikinya. Orang ingin memiliki lebih dari yang sudah dipunyainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kepentingan umum digunakan untuk kebutuhan pribadi. Orang tega membiarkan banyak orang menderita demi kemajuan dirinya sendiri. Orang tidak bisa menahan keinginan untuk memiliki. Ia jatuh ke dalam godaan untuk memiliki kekayaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, tentu kita ingin menjauhkan diri dari usaha menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Orang beriman mesti sadar bahwa harta kekayaan itu milik Tuhan semesta alam. Tuhan memberikan harta itu untuk digunakan demi kebahagiaan manusia. Ketika kita meninggal dunia, kita juga tidak membawa kekayaan itu. Yang kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan adalah perbuatan-perbuatan baik kita terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berusaha untuk tidak terjebak dalam keinginan demi keinginan yang menghambat kita untuk membahagiakan diri kita. Seorang bijak berkata, ”Tetapi tiap tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya” (Yak 1:14). Tuhan memberkati.  **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;852&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8710511109230402600?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8710511109230402600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mengatasi-keinginan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8710511109230402600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8710511109230402600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/mengatasi-keinginan-diri.html' title='Mengatasi Keinginan Diri'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-9011592276329210606</id><published>2012-01-10T09:06:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T09:08:49.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan menyertai'/><title type='text'>Kasih Setia Tuhan selalu Menyertai Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup kita tidak selalu mulus. Ada saat kita tergelincir dan jatuh. Apa reaksi Anda di saat Anda jatuh terpuruk? Anda memberontak terhadap Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jason mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Amerika. Betapa senangnya Jason, karena jangankan sekolah di Amerika, untuk kuliah di Indonesia saja orangtuanya tidak mungkin bisa membiayai. Ia pun mempersiapkan diri dengan penuh semangat untuk berangkat ke Amerika. Ia telah menorehkan cita-cita yang tinggi. Ia ingin meraih cita-citanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah ia kuliah di Amerika, orang yang membiayai kuliahnya atau memberi beasiswa masuk penjara. Sponsornya itu dituduh melakukan penggelapan uang. Otomatis Jason tidak punya uang lagi. Jason pun berusaha bekerja sebagai pencuci mobil. Ia menyimpan uangnya untuk membiayai kuliahnya dan kebutuhan di sana. Setahun berselang, Jason dirampok dan dipukuli hingga babak belur. Ia harus dirawat di rumah sakit. Karena tidak punya uang, ia dipulangkan ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kecewanya Jason. Ia patah hati. Ia tidak bisa meraih cita-citanya menjadi seorang pebisnis. Tuhan sepertinya memberikan harapan yang luar biasa kepadanya, namun kemudian mengambilnya dengan cara  yang sangat menyakitkan. Jason hanya bisa berdoa, berserah sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima bulan berada di Indonesia, pria yang pernah memberinya beasiswa akhirnya keluar dari penjara. Ternyata ia hanya dijadikan kambing hitam. Pria ini kembali menyekolahkan Jason. Bahkan ia mempersiapkan usaha untuk Jason. Jason tamat kuliah dan kemudian menjadi wakil direktur perusahaan milik donaturnya yang memberinya beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering orang mempertanyakan kebaikan Tuhan atas dirinya di saat ia mengalami hidup yang kurang menyenangkan. Orang menjadi kurang percaya kepada Tuhan. Orang melarikan diri dari Tuhan. Orang memberontak kepada Tuhan. Orang menuntut Tuhan untuk mengabulkan permohonan-permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang sama terjadi pada diri pemuda Jason. Ia sempat mempertanyakan kebaikan Tuhan atas dirinya. Ia merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan dirinya berjuang sendiri dalam hidupnya. Ia merasa Tuhan tidak peduli terhadap dirinya. Namun ternyata Tuhan begitu baik. Tuhan tidak meninggalkan dirinya berjuang sendirian. Tuhan masih menuntun dirinya. Tuhan masih memperhatikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini Tuhan sering menyentuh hidup kita dengan berbagai cara. Tuhan menunjukkan kasihNya kepada kita dengan cara-cara yang sering kita tidak bisa mengerti. Namun kita sering kurang peduli. Kita merasa bahwa penderitaan dan duka yang kita alami sebagai tanda Tuhan yang menjauhi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti meyakini bahwa kasih setia Tuhan selalu hadir dalam kehidupan ini. Setiap langkah hidup kita senantiasa dipenuhi oleh kasih setia Tuhan. Karena itu, kita diajak untuk tetap membangun kesetiaan kepada Tuhan. Dengan demikian, kita menemukan hidup yang damai dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kasih setia Tuhan, seorang beriman berdoa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak sorak karena penyelamatan yang datang dari Tuhan”&lt;/span&gt; (Mzm 13:6a). Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;851&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-9011592276329210606?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/9011592276329210606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/kasih-setia-tuhan-selalu-menyertai-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9011592276329210606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9011592276329210606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/kasih-setia-tuhan-selalu-menyertai-kita.html' title='Kasih Setia Tuhan selalu Menyertai Kita'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6127969934303203659</id><published>2012-01-09T18:48:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T18:50:50.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kedamaian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='damai'/><title type='text'>Terus-menerus Mempromosikan Damai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak sesama kita yang mengalami penderitaan karena perang. Beberapa waktu lali di Libya terjadi perang yang melibatkan pemimpin negeri itu dengan rakyatnya yang dibantu oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Apa reaksi Anda? Anda diam saja? Atau Anda mau mempromosikan damai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusup Kusnadi dan Kartini adalah TKI pasangan suami-istri asal Indonesia yang berada di Libya pada saat negara tersebut dilanda peperangan. Keduanya pun terpaksa tidur di ruangan bawah tanah untuk menjaga keselamatan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusup dan Kartini bekerja untuk seorang pengusaha Libya bernama Dr Hasan Husein Agil, yang memiliki hubungan dekat dengan anak pemimpin Libya, Saiful Islam Kadhafi. Keduanya digaji US$ 500 per bulan secara rutin dan diperlakukan secara baik oleh sang majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berlakunya no-fly zone dan makin gencarnya serangan pasukan koalisi, kondisi negara pimpinan Muammar Khadafi itu makin mencekam. Akibatnya, kedua TKI asal Cianjur, Jawa Barat, ini terpaksa tidur di ruang bawah tanah bersama keluarga majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang staf KBRI Tunis, Muhammad Yazid, berkata, ”Mereka berdua beserta Hasan Husein Agil dan keluarganya tidur di ruang bawah tanah demi menjaga keselamatan akibat peperangan yang terjadi antara tentara pro-Kadhafi melawan pasukan koalisi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yazid, Yusup dan Kartini telah berhasil dievakuasi oleh KBRI Tripoli yang terus melacak WNI yang masih tertinggal di Libya. Keduanya tiba di ibu kota Tunis dan disambut di Wisma Duta RI pada Kamis (31/3/) malam lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Evakuasi keduanya dari Libya menuju Tunisia berjalan lancar, meski melewati puluhan check-point sebelum sampai di perbatasan. Pemeriksaan di beberapa check-point cukup ketat, terutama jika pemeriksaan dilakukan oleh tentara pro-Kadhafi,” kata Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lolos dari pasukan Khadafi, lanjutnya, sopir yang membawa kedua TKI tersebut juga harus menyebutkan nama majikan Yusup dan Kartini. Beruntung, majikan mereka adalah pengusaha terkenal di Libya. Dengan demikian, mobil mereka bisa masuk ke Tunisia dengan selamat melalui pintu perbatasan Ras Jedir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, perang, apa pun bentuknya selalu meninggalkan duka derita bagi kehidupan. Ada begitu banyak korban jiwa. Padahal mereka yang meninggal itu belum tahu tentang persoalan yang sebenarnya. Mereka menjadi korban suatu sistem kekuasaan yang arogan. Suatu sistem kekuasaan yang tidak menghormati kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa penderitaan karena perang sangat menusuk hati manusia. Orang tidak bisa hidup secara normal lagi. Orang mesti bersembunyi dari ancaman atas kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia beriman, tentu saja kita menolak setiap bentuk perang yang ditawarkan oleh para penguasa. Mengapa demikian? Karena perang menimbulkan jiwa yang pilu. Perang meninggalkan berbagai bentuk kekacauan dalam hidup manusia. Ada manusia tak berdosa yang mesti meninggal sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita diajak untuk senantiasa berusaha menciptakan damai dalam hidup. Hanya dalam damai, kita mampu membangun hidup yang lebih baik. Hanya melalui damai kita dapat mewujudkan hidup yang lebih baik dalam dunia ini. Mari kita terus-menerus mempromosikan damai. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;850&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6127969934303203659?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6127969934303203659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/terus-menerus-mempromosikan-damai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6127969934303203659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6127969934303203659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/terus-menerus-mempromosikan-damai.html' title='Terus-menerus Mempromosikan Damai'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1551958963522389576</id><published>2012-01-06T11:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-06T11:58:36.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebencian'/><title type='text'>Membuang Kebencian dari Diri Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah Anda merasa benci yang sangat kuat terhadap sesama Anda? Apa yang Anda lakukan setelah itu? Anda meninggalkan orang itu atau Anda mendekatinya untuk menjalin relasi yang lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad keempat. Ia membenci orang yang percaya kepada Tuhan. Ia menganiaya mereka dengan keji. Ia menghancurkan tempat-tempat ibadat. Dua orang bersaudara bernama Jonas dan Barachisius mendengar kabar mengenai penganiayaan ini. Banyak orang yang percaya kepada Tuhan dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonas dan Barachisius memutuskan untuk pergi menolong dan menyemangati mereka untuk tetap setia kepada Tuhan. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa mereka, juga dapat tertangkap. Namun hal itu tak menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi kasih bagi sesama, sehingga nyaris tak ada ruang untuk memikirkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kedua bersaudara itu tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Kepada mereka dikatakan bahwa jika mereka tidak menyembah matahari, bulan, api dan air, mereka akan dianiaya dan dijatuhi hukuman mati. Tetntu saja, mereka menolak menyembah suatupun atau siapapun terkecuali Tuhan yang benar dan esa. Mereka harus banyak menderita, tetapi mereka berdoa. Kedua bersaudara itu menanggung siksa aniaya yang ngeri, namun tak hendak menyangkal iman mereka kepada Tuhan. Pada akhirnya, mereka dijatuhi hukuman mati dan dengan sukacita menyerahkan nyawa bagi Tuhan. Jonas dan Barachisius wafat pada tahun 327.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tantangan hidup beriman selalu ada dalam kehidupan manusia. Ada berbagai tantangan yang menghadang manusia. Ada saja upaya-upaya untuk menghambat orang yang beriman. Tentu saja kita semua pernah mengalami hambatan-hambatan dalam hidup beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kita mau pergi ke tempat ibadat untuk beribadat, tetapi ada acara televisi yang enggan kita tinggalkan. Acara tersebut merupakan acara kesayangan kita. Acara favorit kita. Jadi kita merasa rugi untuk meninggalkan acara tersebut. Akibatnya, kita mengorbankan niat baik kita untuk beribadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengungkapkan sulitnya orang beriman dalam suasana kebencian. Kebencian terhadap sesama menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Ada orang yang mesti mati sia-sia karena kebencian itu. Dalam situasi benci, mata orang menjadi buta. Kegelapan selalu menyelimuti hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup sehari-hari, kita diajak untuk menumbuhkan semangat untuk mencintai sesama. Bukan sikap benci. Semangat mencintai memberikan nafas kehidupan kepada manusia. Sedangkan kebencian menumbuhkan kematian bagi hidup sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, orang yang beriman dalam hidup sehari-hari mesti berani memiliki semangat mencintai sesamanya. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kegembiraan dalam hidup bersama. Mari kita tumbuhkan semangat mencintai dengan membuang kebencian dari hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;849&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1551958963522389576?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1551958963522389576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membuang-kebencian-dari-diri-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1551958963522389576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1551958963522389576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2012/01/membuang-kebencian-dari-diri-kita.html' title='Membuang Kebencian dari Diri Kita'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5139434222274151714</id><published>2011-12-23T09:14:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T09:16:46.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegigihan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesabaran'/><title type='text'>Menumbuhkan Kesabaran dan Kegigihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Apa modal Anda untuk sukses dalam hidup ini? Harta yang melimpah? Kepandaian otak yang Anda miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada seorang yang cacat. Tangan kanannya tidak bisa ia gerakan sejak ia lahir. Kaki kanannya pun pincang. Namun pria ini sangat aktif dengan menggunakan tangan kirinya. Ia belajar bersama anak-anak normal di sekolah. Segala pekerjaan ia lakukan dengan tangan kirinya. Ia tidak minder. Ia melakukan semua pekerjaan rumah dengan baik dan benar. Di sekolah, ia bukan anak yang bodoh. Otaknya encer. Ia sering menduduki rangking pertama dalam kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah menyelesaikan semua pendidikan dasar, ia meneruskan ke perguruan tinggi. Di sana ia juga tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Ia lulus dengan pujian. Bukan hanya soal teori. Tetapi ia juga pandai dalam mempraktekkan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan modal sarjana, ia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan yang menjual sabun terkenal. Ia melamar menjadi salesman. Namun kemampuannya diragukan oleh pimpinan perusahaan itu. Awalnya ia diberi pekerjaan di bagian administrasi. Namun lama-kelamaan ia merasa jenuh. Ia merasa bahwa kemampuannya menjadi lebih baik, kalau ia menekuni bagian penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah mengajukan diri untuk menjadi salesman, ia diterima. Ia mulai berjuang dari rumah ke rumah untuk menjual produk dari perusahaan sabun itu. Dengan kakinya yang timpang dan tangan kanan yang tidak bisa digerakkan, ia berhasil membujuk para pembeli. Ia berhasil. Dua kata yang selalu ia pegang teguh dari sang ibu adalah kesabaran dan kegigihan. Tahun itu, ia menjadi penjual terbaik yang memasarkan produk sabun. Ia mendapat hadiah dari perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, sering orang lupa bahwa dalam hidup ini orang membutuhkan kesabaran dan kegigihan. Orang mudah meninggalkan pekerjaannya, ketika ada tantangan dan rintangan. Orang merasa dirinya tidak mampu menghadapi rintangan itu. Orang lebih mudah mencari hal-hal yang gampang untuk dikerjakan. Apalagi kalau hal itu mendatangkan banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa dalam hidup ini yang kita butuhkan adalah kesabaran dan kegigihan. Meski tubuhnya tidak normal seperti umumnya orang-orang, namun pria itu yakin ia bisa menjalani hidup ini dengan baik. Karena itu, ia mengembangkan kesabaran dan kegigihan. Ia yakin, dua kata ini mampu memberi motivasi bagi dirinya untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang beriman mesti memiliki kesabaran dan kegigihan dalam hidupnya. Hanya dengan cara ini, orang mampu menjalani hidup ini dengan baik dan benar. Berbagai godaan sering menjerumuskan manusia pada sikap gegabah dalam hidupnya. Orang tergoda untuk tidak sabar. Orang tergoda untuk cepat-cepat meraih sukses dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak hal negatif yang mereka alami dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita tumbuhkan kesabaran dalam hidup kita. Kita bercermin dari Tuhan yang sabar terhadap kita. Kalau kita melihat diri kita yang penuh dengan kelemahan dan dosa ini, kita mesti sadar bahwa Tuhan begitu sabar menantikan kita untuk bertobat. Tuhan ingin kita kembali ke jalan yang benar dengan mengembangkan semangat sabar dan gigih. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;848&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5139434222274151714?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5139434222274151714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kesabaran-dan-kegigihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5139434222274151714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5139434222274151714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kesabaran-dan-kegigihan.html' title='Menumbuhkan Kesabaran dan Kegigihan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3361159666181072017</id><published>2011-12-22T18:28:00.001+07:00</published><updated>2011-12-22T18:57:15.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah'/><title type='text'>Kesabaran dalam menyelesaikan masalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Anda punya masalah dalam hidup Anda? Mengapa Anda dikuasai oleh masalah-masalah? Tentu saja banyak hal yang menyebabkan Anda dikuasai oleh masalah-masalah. Anda tidak ingin membiarkan masalah-masalah itu hadir dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mantan pengguna narkoba bercerita bahwa awalnya ia menggunakan narkoba, karena mengalami sulit tidur. Ia sudah berusaha untuk tidur, tetapi rupanya matanya sulit sekali diajak untuk menutup. Berbagai cara sudah ia coba untuk dapat membantu dirinya dapat memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ia membaca buku-buku dari yang ringan sampai yang berat. Namun ia gagal. Ia tetap saja tidak bisa tertidur pulas. Lantas ia minum obat tidur setiap kali mau tidur. Namun cara ini pun tidak membantunya untuk menikmati tidur yang nyenyak. Hari-hari ia lalui dengan kepenatan. Kadang-kadang ia frustrasi. Ia sulit menjalani hidup dengan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, seorang temannya menawarinya menggunakan narkoba. Merasa baik untuk dirinya, ia pun mulai mencoba sedikit demi sedikit. Awalnya, ia merasa enak dan menyenangkan. Ia dapat tidur dengan nyenyak. Ia pun meneruskan cara ini untuk mengatasi kesulitan tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lama-kelamaan ia ketagihan. Ia tidak bisa melepaskan diri dari narkoba lagi. Setiap kali mau tidur, ia gunakan narkoba. Ketergantungannya semakin besar, sementara kesehatan tubuhnya semakin menurun. Memorinya mulai berkurang. Akibatnya, ia menjadi orang yang linglung. Syukurlah, suatu hari ia bisa melepaskan diri dari cengkeraman narkoba. Ia meninggalkan diri dari narkoba. Ia menjalani masa rehabilitasi dari ketergantungan narkoba. Kini ia bisa tidur nyenyak tanpa narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, begitu banyak orang kurang sabar menghadapi persoalan hidup mereka. Mereka ingin cepat lepas dari persoalan-persoalan hidup. Karena itu, mereka ambil jalan pintas. Mereka tidak peduli jalan pintas itu justru memerosokkan diri mereka ke dalam kegelapan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa butuh waktu untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup kita. Jalan pintas merupakan suatu usaha yang merugikan diri kita sendiri. Jalan pintas yang diambil biasanya tanpa melalui suatu pemikiran yang matang. Akibatnya, kita mesti membayarnya dengan lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti memiliki pemikiran yang luas dan dalam saat menghadapi suatu persoalan dalam hidupnya. Artinya, ada berbagai pertimbangan yang mesti dibuat. Ada berbagai dimensi yang mesti didekati, agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang berakibat buruk bagi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa atau kekeliruan yang kita buat sering menimbulkan akibat negatif bagi hidup kita. Karena itu, orang beriman mesti merumuskan tujuan hidupnya dengan baik dan benar. Orang mesti berpegang teguh pada rumusan tujuan hidup itu. Konsistensi sangat diperlukan dalam hal ini. Suatu sikap yang konsisten akan membantu manusia dalam meraih kebaikan dalam hidupnya. Orang tidak perlu dikejar-kejar oleh hal-hal negatif yang menguasai dirinya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;847&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3361159666181072017?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3361159666181072017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kesabaran-dalam-menyelesaikan-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3361159666181072017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3361159666181072017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kesabaran-dalam-menyelesaikan-masalah.html' title='Kesabaran dalam menyelesaikan masalah'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4252373294778292200</id><published>2011-12-20T10:33:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T10:35:40.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hening'/><title type='text'>Mengambil Waktu untuk Hening</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Apa yang Anda lakukan saat Anda mengalami bahwa hidup ini begitu bising? Ada berbagai hal yang mengganggu pikiran Anda. Tentu saja ada banyak cara yang akan Anda lakukan. Salah satunya adalah menenangkan diri untuk mendengarkan sabda Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada seorang gadis yang sulit sekali diam. Ia selalu punya kegiatan yang membuat ia tenggelam dalam kesibukan-kesibukan. Ia merasa dengan cara menyibukkan diri, ia dapat berbuat baik sebanyak-banyaknya bagi diri dan sesama. Akibatnya, ia sering tidak fokus pada apa yang dilakukannya. Berbagai kegiatan itu membuat ia bekerja serabutan.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         Suatu hari, gadis itu merasa bosan dengan apa yang ia lakukan. Ia mengambil waktu luang beberapa hari untuk merefleksikan apa yang telah diperbuatnya. Ia pergi ke tempat yang sunyi. Di sana ia mampu menemukan kembali makna hidupnya. ia merasa bersyukur atas kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumahnya, ia mulai memilah-milah semua yang dikerjakan selama ini. Ia mulai membatasi diri. Hasilnya, ia dapat fokus pada hal-hal utama yang menjadi pekerjaannya. Ia menjadi orang yang semakin dewasa dalam hidup hariannya. Semakin banyak hal baik justru dapat ia buat bagi diri dan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikan saya hanya sibuk dengan berbagai pekerjaan, saya tidak akan bertumbuh menjadi lebih baik. Saya bersyukur, saya punya waktu untuk merefleksikan diri saya dan apa yang saya lakukan. Ternyata hidup ini indah, kalau kita bisa fokus pada apa yang kita buat. Saya dapat mempunyai kesempatan untuk memperhatikan orang-orang di sekitar saya,” kata gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering banyak orang resah ketika tidak punya banyak pekerjaan. Mereka merasa bahwa hidup ini semakin menjadi bermakna, ketika mereka bisa buat banyak hal untuk diri dan orang lain. Karena itu, mereka belum puas kalau belum melakukan hal-hal yang bermakna dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa ada begitu banyak kesempatan yang bisa kita buat untuk hidup kita. Namun kita tidak boleh membombardir diri kita dengan berbagai kegiatan. Kita mesti memilah-milah, mana hal-hal yang sungguh-sungguh urgen untuk kebaikan diri kita. Memilah berarti kita mau fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Kita tidak mudah meninggalkan pekerjaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita juga mesti menyadari bahwa kita butuh waktu untuk merefleksikan apa yang telah dan sedang kita lakukan. Dengan berefleksi, kita mampu menimba kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan itu. Atau kesempatan refleksi membantu kita untuk semakin sungguh-sungguh melakukan sesuatu bagi hidup kita dan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang merasa sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan mereka. Mereka lupa bahwa salah satu kekuatan dalam meraih kesuksesan hidup adalah refleksi. Untuk itu, orang mesti mengambil saat hening untuk berefleksi, sehingga menemukan kembali makna hidupnya. Dengan demikian, hidup ini tidak hanya berjalan begitu saja seperti air yang mengalir. Hidup ini tidak membosankan. Hidup ini memiliki arah dan tujuan yang jelas. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;846&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4252373294778292200?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4252373294778292200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/mengambil-waktu-untuk-hening.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4252373294778292200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4252373294778292200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/mengambil-waktu-untuk-hening.html' title='Mengambil Waktu untuk Hening'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4933077140862135972</id><published>2011-12-20T10:33:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:35:25.747+07:00</updated><title type='text'>Kita Butuh Orang Lain</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda ingin hidup Anda lebih baik dan bermanfaat bagi sesama? Tentu saja Anda mesti terbuka terhadap sesama yang ada di sekitar Anda. Anda bukanlah makhluk super yang bisa melakukan apa saja tanpa bantuan sesama Anda. Anda butuh bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang merasa dirinya sudah mampu melakukan apa saja. Orang-orang yang ada di sekitarnya dianggapnya sebagai pengganggu kehidupan dan pekerjaannya. Karena itu, ia marah kalau ada orang yang bertanya kepadanya tentang keahlian yang dimilikinya. Ia tidak mau mereka meniru apa yang dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Suatu hari pemuda ini memutuskan untuk mengisolasi diri. Di depan kamarnya ia menulis dengan tulisan yang sangat jelas, “Dilarang masuk, ada anjing galak.” Ia merasa dengan cara itu, ia dapat menemukan ketenangan hidup. Dengan cara itu, ia dapat melakukan pekerjaan-pekerjaannya dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Berbulan-bulan pemuda ini mengisolasi dirinya. Bahkan kedua orangtuanya pun dilarang untuk masuk ke dalam rumahnya. Ia merasa sukses melakukan pekerjaannya itu. Namun setelah membuka pintu kamarnya, ternyata pemuda itu salah. Isolasi itu bukannya menguntungkan dirinya, melainkan merugikan dirinya. Apa yang dia lakukan tidak sehebat orang lain lakukan. Mengapa? Karena ia tidak bisa belajar dari orang lain. Di saat ia mengalami kesulitan, tidak ada orang yang mampu membantunya. Ia menjadi stress. Ia tidak berhasil dengan cita-citanya meraih sukses yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat Sonora, kita hidup bersama orang lain. Kita tidak hidup sendirian. Kita selalu bersentuhan dengan sesama di sekitar kita. Sering hal ini kurang kita sadari dalam perjalanan hidup ini. Kita merasa kalau kita berjuang sendirian, kita akan berhasil dengan gilang-gemilang. Padahal kita mesti juga belajar dari sesama yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah di atas menjadi salah satu contoh betapa kesendirian tidak mampu membawa kesuksesan dalam hidup kita. Kesendirian lebih banyak mendatangkan kerugian bagi diri kita sendiri. Kesendirian hanya mendatangkan malapetaka bagi diri kita. Kita menjadi orang yang kerdil dalam pengetahuan dan pergaulan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yang mesti disadari oleh orang beriman adalah kita manusia sosial. Kita bisa hidup dengan damai dan tenang berkat relasi yang kita bangun dengan sesama kita. Kita dapat belajar banyak hal dari orang-orang di sekitar kita. Keterbatasan kita dapat diperkaya oleh sesama kita. Keterbatasan kita menjadi kesempatan untuk membuka hati kita kepada bantuan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kesadaran yang lebih besar mesti ditumbuhkan adalah kita adalah bagian dari masyarakat. Kita ikut terlibat dalam kesulitan, masalah dan pengharapan yang dialami oleh masyarakat di mana kita hidup. Untuk itu, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita. Kita peduli terhadap dukacita sesama kita. Kita berani mengulurkan tangan kita untuk sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Memang, dosa sering mempengaruhi hidup kita untuk menutup diri terhadap sesama. Dosa menumbuhkan egoisme dan cinta diri yang berlebihan. Karena itu, yang mesti kita tumbuhkan adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dosa itu. Mengapa? Karena dosa sering menjerumuskan hidup kita ke lembah kekelaman. Dosa membuat kita sombong dan merasa hanya diri kita sendiri yang dapat melakukan segala hal. Orang lain tidak bisa melakukan seperti yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita lepaskan diri dari kecenderungan untuk mengisolasi diri. Kita bangun kebersamaan dalam hidup. Dengan demikian, kita dapat berbagi kehidupan kita dengan sesama. Kasih dan kerendahan hati menjadi hal-hal yang kita dahulukan dalam perjalanan hidup kita. Tuhan memberkati.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;845&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4933077140862135972?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4933077140862135972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kita-butuh-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4933077140862135972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4933077140862135972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kita-butuh-orang-lain.html' title='Kita Butuh Orang Lain'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5419670058409615313</id><published>2011-12-17T08:40:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T08:41:29.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegagalan'/><title type='text'>Belajar dari Kegagalan untuk Meraih Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda pernah gagal dalam hidup ini? Rasanya kita semua pernah gagal dalam hidup ini. Soalnya, bagaimana Anda menyikapi kegagalan itu? Apakah Anda terpuruk dan jatuh? Atau justru kegagalan itu menjadi alat pemacu untuk meraih kesuksesan dalam hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Piala Dunia 2010 lalu berakhir dengan gemilang. Spanyol menjadi kampiun alias juara dunia. Trofi piala dunia pun menjadi milik tim matador itu. Mereka akan mempertahankannya dua tahun mendatang di Brasil. Banyak hal yang dapat diambil hikmahnya dari ajang sepakbola sejagat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang dapat diambil hikmahnya adalah kegagalan dari tim tuan rumah, Afrika Selatan. Sebagai tuan rumah, Afrika Selatan diharapkan berkiprah hingga babak final. Sayang, tim berjuluk Bafana Bafana ini hanya sampai di babak 16 besar. Mimpi mereka untuk mengangkat trofi kemenangan digagalkan oleh tim yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada pertandingan terakhir tim Afrika Selatan mengalahkan mantan juara dunia, yaitu Prancis, mereka kalah selisih gol dari tim Mexico. Untuk hal ini, sang pelatih yaitu Carlos Alberto Pareira merasa timnya tidak gagal. Justru ia melihat hal ini sebagai suatu kemajuan besar sepakbola Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami kecewa karena tidak lolos, tapi saya tidak melihatnya sebagai sebuah kegagalan. Apalagi kami telah mengalahkan mantan juara dunia dan juara Eropa,” kata Carlos A Pareira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dalam hidup ini kita memiliki banyak target pribadi. Kita telah punya bidikan-bidikan yang mau kita raih. Namun kadang-kadang bidakan kita itu meleset. Ada banyak hal menyebabkannya. Misalnya, kita lengah dalam menjaga sasaran bidik kita. Semestinya kita bidik dengan fokus yang tepat. Namun karena berbagai persoalan yang kita hadapi lalu bidikan kita nyasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu punya rasa percaya diri yang tinggi untuk meraih target-target yang telah kita buat. Namun tidak selamanya kita berhasil. Ada yang kemudian merasa kegagalan dirinya sebagai sesuatu yang membawa kegelapan dalam hidupnya. Orang seperti ini kemudian meratapi dirinya. Orang seperti ini tidak mau menerima kenyataan dirinya. Lantas putus asa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kegagalan tim sepakbola Afrika Selatan tadi memberi inspirasi bagi kita untuk melihat kegagalan sebagai suatu kesempatann untuk belajar. Kita belajar membuat strategi-strategi baru untuk mengatasi kesalahan dan kekeliruan yang telah kita buat. Kita merintis kembali hal-hal yang baru untuk meraih kesuksesan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, kegagalan adalah guru yang paling baik. Soalnya adalah sering orang memandang kegagalan sebagai batu sandungan dalam hidupnya. Orang tidak mau belajar dari kegagalan itu. Kegagalan menjadi kesempatan untuk mengintrospeksi diri. Kita belajar bersyukur atas segala kebaikan yang sudah kita terima dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti memiliki kesabaran dalam hidupnya. Dengan kesabaran itu, orang beriman akan menemukan bahwa hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk melakukan hal-hal baik bagi Tuhan dan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhasil itu bukan orang yang targetnya tidak pernah meleset. Namun orang yang berhasil itu orang yang tidak pernah putus asa dalam menghadapi berbagai rintangan dalam hidupnya. “Tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali” (Amsal 24:16). Artinya, orang seperti ini tidak pernah putus harapan. Ia akan terus menjalani hidupnya meski banyak tantangan dan rintangan. Mari kita berusaha melihat kegagalan dalam hidup kita sebagai kesempatan untuk melakukan hal-hal spektakuler dalam hidup. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;844&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5419670058409615313?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5419670058409615313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/belajar-dari-kegagalan-untuk-meraih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5419670058409615313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5419670058409615313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/belajar-dari-kegagalan-untuk-meraih.html' title='Belajar dari Kegagalan untuk Meraih Sukses'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4886508341372004046</id><published>2011-12-15T11:05:00.000+07:00</published><updated>2011-12-15T11:13:04.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hal baik'/><title type='text'>Membesarkan Hal-hal Baik dalam Diri Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Apa yang membuat Anda sakit hati? Apa yang membuat batin Anda terluka? Tentu saja ada banyak hal yang menyebabkannya. Namun hal-hal itu semestinya tidak menyebabkan hati kita terluka. Mengapa? Karena sebenarnya di dalam diri kita ada begitu banyak hal baik yang mesti kita tumbuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengalami kegoncangan jiwa. Pasalnya, saat ia menikah ia baru tahu bahwa ia bukanlah anak kandung dari kakek-neneknya yang selama ini ia kagumi. Ternyata ia adalah anak angkat mereka. Ia baru mengetahui statusnya saat berusia 21 tahun. Saat itu, ia hendak melangsungkan pernikahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya adalah anak sulung dari lima bersaudara kandung. Saat saya dilahirkan, orangtua saya belum menikah. Untuk menutupi rasa malu, saya diadopsi oleh kakek-nenek dari pihak ibu. Akibatnya, sejak saya lahir saya masuk daftar keluarga kakek. Saya menjadi anak bungsu dari tujuh bersaudara,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menikah pada usia 25 tahun. Pernikahan yang seharusnya penuh sukacita, namun justru sebaliknya. Saat perkawinan, dibacakan bahwa ia adalah anak yatim piatu. Sementara di sebelahnya duduk kedua orangtua kandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Air mata saya mengalir. Ingin rasanya saya berteriak. Saya ingin mengatakan kepada semua orang, “Saya masih punya orangtua yang hidup! Dan mereka ada di sini!” kata perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyakitkan ketika ia tahu bahwa ia tidak diakui sebagai anak kandung secara hukum. Ia hanya diakui secara biologis saja. Menikah dalam kondisi emosi yang masih labil sangat mempengaruhi hidup suami-istri. Ia menjadi orang yang sangat emosional dan sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mudah terluka. Saya bersyukur mempunyai suami yang sangat sabar dan mengerti serta memahami sikap saya. Suami saya memberi saya waktu untuk mengolah pengalaman luka batin saya. Saya diberi waktu untuk berubah menjadi baik, menjadi istri yang baik dan sabar,” kata perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ketika ada pengalaman pahit dalam hidup, kita sering menonjolkan pengalaman pahit itu. Kita lupa bahwa ada hal-hal yang manis dalam hidup ini. Sering hal-hal manis itu lebih banyak kita alami dalam hidup ini. Kita lebih mendahulukan hal-hal yang pahit. Seolah-olah hal-hal pahit itu yang utama dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mengajak kita untuk melihat hidup ini dari segi positif. Meski ada duka lara yang kita miliki, tetapi yakinlah hal itu hanya sebentar saja. Dukacita membantu kita untuk memetik nilai-nilai kebaikan dalam hidup kita. Perempuan dalam kisah di atas tidak terlalu lama terpuruk dalam luka batinnya. Ia cepat bangkit dari kenyataan diri yang ditolak itu. Ia yakin, dengan cara itu ia mampu menjadi seorang yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti kita buat saat kita menghadapi masa-masa pahit yang menyebabkan luka batin menganga? Yang perlu kita lakukan adalah kita butuh kesabaran dalam mengendalikan emosi kita. Kita tidak perlu marah atau emosi saat menghadapi situasi seperti ini. Dengan demikian, kita lebih memusatkan perhatian kita pada hal-hal yang baik dalam hidup ini. Kita mesti ingat bahwa ada begitu banyak hal baik yang ada dalam diri kita. Kita tumbuhkan hal-hal baik itu. Kita besarkan hal-hal yang baik itu. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;843&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4886508341372004046?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4886508341372004046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/membesarkan-hal-hal-baik-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4886508341372004046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4886508341372004046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/membesarkan-hal-hal-baik-dalam-diri.html' title='Membesarkan Hal-hal Baik dalam Diri Kita'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8919363860758036390</id><published>2011-12-13T20:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T21:19:28.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketekunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kualitas'/><title type='text'>Menumbuhkan Kualitas melalui Ketekunan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum tahun 2007, hanya sedikit orang yang mengenal Jon Favreau. Walaupun memiliki keahlian dalam menulis pidato semasa kuliah di College of Holy Cross di Massachusetts, Amerika Serikat, namanya justru meroket ketika ia masuk sebagai tim kampanye Barack Obama. Ia menjadi ketua tim perumus pidato-pidato Barack Obama. Usianya yang masih sekitar 20-an tahun ketika itu membawa Favs tercatat dalam sejarah Amerika Serikat sebagai penulis pidato pelantikan presiden AS termuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jon Favreau menghabiskan waktu selama dua bulan, 16 jam sehari, untuk menyusun dan merangkai kata-kata pidato Obama. Tidaklah mengherankan apabila sang Presiden selalu memukau pada setiap penampilannya di hadapan jutaan bahkan ratusan juta rakyatnya. Semua tak lain dan tak bukan berkat buah kejeniusan anak muda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pencapaian seperti ini tidak diraih Jon Favreau begitu saja. Ia mesti bekerja keras. Ia mesti mengorbankan saat-saat senggang untuk bersantai ria dengan sahabat-sahabatnya. Ia mengaku, banyak waktu istirahatnya ia gunakan untuk merancang pidato-pidato bagi presiden Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kualitas karya seseorang tidak dicapai dalam waktu yang singkat. Orang juga tidak melewatinya dengan santai-santai saja. Tetapi suatu kualitas karya diraih dengan banyak korban. Korban itu bisa waktu. Korban itu bisa tenaga yang begitu banyak dicurahkan untuk suatu karya yang spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih kualitas yang baik dalam suatu karya orang membutuhkan ketekunan. Orang juga perlu kesabaran dalam membangun kualitas karya. Kalau orang tidak sabar, orang akan mudah putus asa saat menghadapi benturan demi benturan. Kalau orang tidak tekun, orang akan lari dari satu karya ke karya yang lain saat menghadapi tantangan dan rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kita punya kesempatan yang sama untuk meraih kualitas karya-karya kita. Yang penting adalah kita tekun dan sabar dalam usaha-usaha kita untuk mengasah karya-karya kita. Ketekunan telah membawa Jon Favreau dikenal banyak orang. Kualitas karyanya memukau jutaan orang. Ia tidak bekerja asal-asalan. Ia bekerja dengan penuh kesungguhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering banyak orang mudah menyerah begitu ada tantangan yang menghadang usaha-usaha mereka. Atau mereka lari dari satu karya ke karya yang lain. Akibatnya, mereka kurang fokus. Mereka memulai suatu karya dari awal lagi. Akibatnya, karya-karya mereka kurang punya kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas murni yang berkualitas tinggi diperoleh melalui proses yang butuh ketekunan dan kesabaran. Orang yang mau cepat-cepat menciptakan emas yang murni biasanya akan kecewa. Orang tidak akan memiliki kualitas sempurna dari emas yang diinginkannya.&lt;br /&gt;Orang beriman mesti membangun ketekunan dan kesabaran untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu, orang mesti berani mempertaruhkan hidupnya. Orang mesti fokus pada karya yang sedang dilakukannya. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin baik. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;842&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8919363860758036390?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8919363860758036390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kualitas-melalui-ketekunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8919363860758036390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8919363860758036390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kualitas-melalui-ketekunan.html' title='Menumbuhkan Kualitas melalui Ketekunan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8838715237134924912</id><published>2011-12-12T12:23:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T12:23:52.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='introspeksi'/><title type='text'>Perlunya Introspeksi Diri dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Anda punya kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik? Apa yang akan Anda lakukan untuk memiliki hidup yang lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis ingin mengubah tingkah lakunya. Menurutnya, ia punya tingkah laku yang tidak baik di hadapan sesamanya. Misalnya, ia suka memaksakan kehendaknya kepada teman-temannya. Kalau ia mau meraih keinginannya, ia ingin teman-temannya membantunya. Padahal sering teman-temannya itu tidak bisa melakukannya. Ia ingin menjadi orang yang punya sahabat-sahabat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Suatu hari ia mendatangi seorang bijaksana. Ia menceritakan situasi hidupnya. Lantas ia juga mengatakan kepada orang bijaksana itu bahwa ia ingin berubah. Soalnya adalah kehendak dirinya itu sering lebih kuat daripada keinginannya untuk berubah. Ia sudah berusaha, namun selalu saja ada aral yang melintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang bijaksana itu mengatakan bahwa yang ia butuhkan adalah introspeksi diri. Ia mesti melihat ke dalam dirinya sendiri tentang keberadaan sesamanya dalam hidupnya. Ia berkata, “Kehadiran sesama kita bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kehadiran sesama itu sebagai wujud kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Jadi janganlah kita memaksakan kehendak kita kepada orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lantas orang bijaksana itu meminta gadis itu untuk menumbuhkan komitmen dalam dirinya untuk rela berubah. Hal ini membutuhkan korban dari dirinya sendiri. Ia mesti berusaha terus-menerus. Ia tidak boleh berhenti, karena berubah berarti memiliki hidup baru. Hidup yang sungguh-sungguh menghargai kehadiran sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, sering kita mengalami hidup yang biasa-biasa saja. Kita sering kurang bergairah dalam menjalani hidup ini. Ibaratnya ada angin ribut yang sedang menerpa rumah kita, namun kita merasa tidak terjadi apa-apa. Kita merasa bahwa hidup biasa-biasa saja sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah tadi mau mengingatkan kita bahwa kita punya kesempatan untuk berubah dalam hidup ini. Kita bisa menjadi orang yang lebih baik daripada sebelumnya. Gadis itu tidak takut untuk berubah. Ia ingin memiliki hidup yang lebih baik lagi. Ia tidak ingin kehilangan sahabat-sahabatnya. Ia ingin membangun komitmen untuk berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Memang, tidak mudah seseorang yang telah menghidupi kebiasaan yang jelek bertahun-tahun untuk berubah. Seseorang yang punya kebiasaan menipu sesamanya sulit melepaskan diri dari kebiasaannya. Ada saja cara-cara untuk menipu sesamanya. Namun kalau ia mau mengadakan introspeksi diri, kiranya ia akan mampu meninggalkan kebiasaan buruknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Introspeski berarti kita menilai kembali kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam hidup kita. Apakah kebiasaan-kebiasaan itu mengganggu kehidupan bersama? Apakah kebiasaan-kebiasaan itu menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk maju dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Introspeksi juga berarti kita mengadakan evaluasi terhadap diri kita sendiri. Kita mesti menyadari bahwa kita bukanlah malaikat yang tak bercacat. Kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan dan kekurangan-kekurangan. Karena itu, kita mesti berani mengevaluasi diri kita. Hanya dengan cara ini, kita mampu menjadi orang yang lebih baik lagi. Dengan demikian, kita akan mengalami hidup yang damai dan sukacita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;841&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8838715237134924912?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8838715237134924912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/perlunya-introspeksi-diri-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8838715237134924912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8838715237134924912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/perlunya-introspeksi-diri-dalam-hidup.html' title='Perlunya Introspeksi Diri dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5885846540376969376</id><published>2011-12-11T07:24:00.000+07:00</published><updated>2011-12-11T07:26:08.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebaikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkorban'/><title type='text'>Berani Berkorban demi Cinta yang Tulus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mengorbankan hidup Anda bagi sesama Anda? Mengapa Anda rela berkorban? Tentu saja ada banyak alasan. Namun satu alasan yang pasti adalah Anda mengasihi sesama Anda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya masih kecil, saya sering pergi ke kebun kami yang ada di lereng gunung. Di sana ayah saya membuka ladang untuk menanam padi, jagung dan ubi jalar. Biasanya tiga jenis tanaman ini yang ditanam bersama-sama di atas satu bidang ladang yang sama. Biasanya jagung ditanam berjauhan setiap rumpunnya. Jagung biasanya dipanen lebih dulu. Panen berikutnya adalah padi dan yang terakhir adalah ubi jalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa panen adalah masa yang paling menyenangkan bagi saya. Kami akan menginap di kebun sambil menikmati enaknya ibu memasak beras merah. Jenis padi yang biasa ditanam oleh ayah saya adalah padi merah. Biasanya di akhir panen padi, ibu memotong seekor ayam jantan sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan Tuhan. Semua yang terlibat dalam panen padi itu akan mendapatkan bagian dari daging ayam jantan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kekeluargaan tampak sangat dominan dalam situasi seperti itu. Semua orang bergembira ria, karena Tuhan telah memberi kebaikan-Nya kepada manusia. Kami saling bersenda gurau. Anak-anak berkejar-kejaran di ladang yang baru selesai dipanen. Persahabatan menjadi bagian yang kami tumbuhkan sejak kecil. Saya mengalami hidup bersaudara yang begitu membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya berkata, “Kita mesti saling mencintai. Kalau kita tidak saling mencintai, untuk apa kita bekerja keras? Untuk apa saya mencangkul di lereng gunung ini? Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk saling mengasihi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, cinta tidak diraih dalam sekejap. Cinta yang tulus dan murni diraih melalui korban-korban. Seorang ayah mesti mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kelangsungan hidup keluarganya. Seorang ibu mesti rela mengorbankan nyawanya saat melahirkan buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau korban itu dilakukan dengan penuh iman, korban itu membahagiakan. Orang tidak merasa terpaksa dalam memberikan hidupnya bagi sesamanya. Orang merasa bahagia, karena telah memberikan hidupnya bagi orang yang mereka cintai. Orang mengalami damai dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan bahwa hidup yang biasa-biasa menjadi semakin berguna, ketika dimaknai dengan baik dan benar. Persaudaraan dan persahabatan mesti dibangun dalam perjalanan hidup sehari-hari. Untuk memiliki persaudaraan dan persahabatan yang memiliki makna, orang mesti rela berkorban. Artinya, orang berani kehilangan dirinya untuk sesamanya yang membutuhkan kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan hidupnya bagi sesamanya,” kata seorang guru bijaksana. Artinya, orang yang sungguh-sungguh mengasihi sesamanya mesti menampakkan kasih itu dalam perbuatan yang nyata. Tidak hanya cukup kasih itu diungkapkan lewat kata-kata yang banyak dan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mengasihi sesama dibangun dengan rela merendahkan diri. Artinya, hanya orang yang memiliki kerendahan hati mampu memberikan hidupnya bagi sesamanya. Mari kita bangun kasih yang tulus dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, hidup kita menjadi semakin bermakna. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;840&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5885846540376969376?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5885846540376969376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/berani-berkorban-demi-cinta-yang-tulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5885846540376969376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5885846540376969376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/berani-berkorban-demi-cinta-yang-tulus.html' title='Berani Berkorban demi Cinta yang Tulus'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2146414451878766153</id><published>2011-12-10T08:48:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T08:49:29.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbuatan baik'/><title type='text'>Bertahan dalam Perbuatan-perbuatan Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Anda merasa kurang dipercaya oleh Tuhan untuk mengerjakan hal-hal besar dalam hidup ini? Mengapa? Tentu saja ada banyak alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan sebuah perusahaan merasa bangga terhadap pimpinan perusahaannya. Pasalnya, ia merasa selalu mendapatkan perhatian melebihi karyawan-karyawati yang lain. Apa saja yang dia butuhkan untuk kemajuan perusahaan selalu dipenuhi oleh pimpinan perusahaan itu. Alasan-alasannya selalu masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun suatu ketika ia ketahuan menggunakan dana yang ia minta dari pimpinan bukan untuk kepentingan perusahaan. Ia gunakan dana itu untuk dirinya sendiri. Ia mentraktir teman-temannya. Ia berfoya-foya dengan teman-temannya. Padahal dana itu sangat penting untuk ekspansi perusahaan. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karyawan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia mengakui kesalahannya. Namun pemimpin perusahaan mesti menegakkan keadilan. Karyawan itu mesti mengganti dana yang telah ia gunakan. Akibat lanjutnya, karyawan itu tidak lagi menduduki posisi penting dalam perusahaan itu. Ia tidak dipercaya lagi menangani ekspansi perusahaan atau pengembangan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kepercayaan yang diberikan mesti dipertanggungjawabkan melalui kinerja yang jujur dan bersih. Tampaknya dua hal ini bukan hal yang mudah. Banyak orang kurang punya ketahanan mental saat menghadapi godaan-godaan. Mereka mudah tergiur oleh hidup yang enak dan menyenangkan, meski hanya sesaat. Mereka gampang terjerumus ke dalam perbuatan yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa orang yang dipercaya akan mendapatkan kebaikan dalam hidup. Bukan hanya ketika ia berhasil lalu mendapatkan bonus. Tetapi lebih-lebih tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan itu menjadi bukti kesetiaan kepada yang memberi kepercayaan itu. Karyawan itu tidak punya ketahanan dalam mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Akibatnya, ia jatuh ke dalam godaan. Ia kurang setia. Ia merasa sepele terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seorang guru bijaksana mengatakan bahwa orang tidak bisa dipercaya dalam hal-hal besar, kalau ia tidak mampu melaksanakan hal-hal kecil. Langkah besar dicapai setelah orang mengayunkan langkah pertama. Langkah pertama itu tampak kecil dan sederhana. Namun langkah pertama itu sangat menentukan ke mana arah langkah-langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang beriman diajak untuk tetap setia dalam melakukan hal-hal yang berguna bagi hidupnya dan sesama. Untuk itu, dibutuhkan ketahanan mental saat menghadapi godaan-godaan. Sekecil apa pun godaan itu mesti dihadapi dengan hati yangg tenang. Mengapa? Karena orang mesti mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita setia dalam melakukan hal-hal kecil, kita akan dipercaya untuk melakukan hal-hal besar. Mari kita tetap setia dalam melaksanakan kepercayaan yang diberikan kepada kita. Dengan demikian, kita dapat menemukan damai dalam hidup bersama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;839&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2146414451878766153?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2146414451878766153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/bertahan-dalam-perbuatan-perbuatan-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2146414451878766153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2146414451878766153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/bertahan-dalam-perbuatan-perbuatan-baik.html' title='Bertahan dalam Perbuatan-perbuatan Baik'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8745676775427342413</id><published>2011-12-08T13:46:00.000+07:00</published><updated>2011-12-08T13:49:46.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih Tuhan'/><title type='text'>Kasih Tuhan Tidak Pernah Habis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menyatakan rasa syukur kepada Tuhan, biasanya dengan mudah kita akan bersyukur atas berkat materi dan hidup yang indah, meskipun semuanya itu akan mudah hilang. Tubuh yang sehat memang adalah berkat yang luar biasa, tapi tahukah kita bahwa itu semua bisa lenyap suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang anak menangis tanpa henti. Pasalnya, ia baru saja kehilangan ayah yang sangat dikasihinya. Tanpa sebab musabab yang pasti, ayahnya tiba-tiba menghembuskan nafas terakhirnya. Anak itu menangis. Anak itu memberontak. Anak itu tidak mau menerima kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuduh ibunya yang tidak menjaga ayahnya. Ia memarahi kakaknya yang tidak menggunakan refleksnya untuk menangkap ayahnya yang tiba-tiba jatuh. Ia memelototi mereka satu per satu. Ia menuding mereka telah menyebabkan ayahnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, sang ibu berusaha untuk menenangkan kegalauan hati anaknya. Ia berusaha meyakinkan anaknya bahwa apa yang terjadi dengan ayahnya adalah sesuatu yang terbaik. Tuhan telah memberi hidup kepada ayahnya. Tuhan pula yang mengambilnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, tidak seorang pun dari kita yang menghendaki kematian ini terjadi atas diri bapak. Mungkin ini cara yang terbaik bagi bapak untuk menghadap Tuhan. Yang kita lakukan adalah kita pasrah kepada Tuhan. Yakinlah, Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi bapak,” kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, manusia tidak gampang menerima penderitaan. Manusia tidak mudah menerima kematian. Padahal kematian itu hakekat manusia. Begitu dilahirkan ke dalam dunia, sebenarnya manusia telah berhadapan dengan kematiannya. Manusia tidak bisa mengelak dari kenyataan ini. Lantas apa yang mesti kita lakukan di saat kita menghadapi situasi seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengatakan kepada kita bahwa betapa pun sedihnya kita, kita mesti tetap menerima kenyataan pahit kehidupan kita. Yang mesti kita lakukan adalah kita berusaha untuk mengendalikan diri dari berbagai bentuk sikap emosi. Sikap pasrah kepada Tuhan dengan penuh pengharapan menjadi salah satu bagian yang mesti kita kembangkan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru bijaksana mengajak orang yang menghadapi situasi seperti ini untuk tetap bertahan pada imannya. Mengapa? Karena tidak ada yang memisahkan kita. Kematian tidak mampu memisahkan manusia. Apalagi kalau kita hidup dalam kasih Tuhan. Ia mengatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Kasih Tuhan tidak pernah gagal. Kasih Tuhan tidak pernah mengecewakan. Kasih Tuhan tidak pernah berubah. Kasih Tuhan tidak akan pernah habis atau hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita diajak untuk tetap bertahan dalam iman kita akan Tuhan yang senantiasa mengasihi kita. Kita mesti tetap setia kepada Tuhan meski penderitaan yang berat mesti kita tanggung dalam hidup ini. Yakinlah, Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;838&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8745676775427342413?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8745676775427342413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kasih-tuhan-tidak-pernah-habis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8745676775427342413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8745676775427342413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/kasih-tuhan-tidak-pernah-habis.html' title='Kasih Tuhan Tidak Pernah Habis'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7373504171220790609</id><published>2011-12-06T06:00:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T06:00:03.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meraih impian'/><title type='text'>Membangun Kemauan untuk Meraih Impian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan Anda lakukan untuk merealisasikan cita-cita hidup Anda? Anda tunggu saja bintang jatuh dari langit? Atau Anda mulai meniti cita-cita Anda dengan membangun kemauan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara dingin musuh bagi penderita rematik. Cuaca dingin bisa sangat menyiksa dengan rasa nyeri yang luar biasa dan membuat penderitanya tak leluasa bergerak. Tapi Jeffrey Gottfurcht membuktikan, dengan rheumatoid arthritis (salah satu jenis rematik), ia pun bisa mendaki puncak tertinggi di dunia, Mount Everest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Mei lalu, Jeffrey Gottfurcht yang berusia 38 tahun ini menjadi orang pertama dengan rheumatoid arthritis (RA) yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di dunia. ”Saya mencoba melakukan pendakian tahun lalu, namun tidak berhasil. Tapi tahun ini saya melakukannya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dari tiga anak yang tinggal di utara California, AS, ini memulai pendakian pada 29 Maret 2011 lalu. Ia berhasil mencapai puncak Everest hampir tujuh minggu kemudian. Perjalanan yang brutal itu sempat membuat Gottfurcht mengalami kebutaan sementara di mata kirinya. Hal ini sebagai akibat dari kondisi atmosfer yang tidak bersahabat. Ia juga harus berjuang melawan kondisi sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rheumatoid Arthritis (RA) adalah suatu kondisi autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi. Menurut Arthritis Foundation, orang dengan RA hidup dengan rasa sakit yang parah, bengkak, kekakuan dan deformitas (kelainan) tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan penderita, gerakan sederhana sekalipun bisa sulit dilakukan. Seorang pasien dengan inflamasi arthritis akan lebih mudah kelelahan, cenderung memiliki anemia dan akan mengalami kesulitan menggerakkan sendi. Itulah sebabnya, mengapa dokter yang mengobati rheumatoid arthritis Gottfurcht menemukan hal yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gottfurcht mengatakan, ia masih memiliki banyak rasa sakit di lutut dan pinggulnya. Ia tidak bisa menekuk pergelangan tangannya kembali.”Tapi mendaki gunung melibatkan gerakan yang sangat berbeda karena banyak menarik tali,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tentu saja keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh ilmu atau kemampuan fisik seseorang. Suatu keberhasilan juga didorong oleh kemauan yang tinggi untuk meraih mimpi-mimpi. Orang yang punya banyak mimpi, namun tidak punya kemauan untuk merealisasikan mimpinya tidak akan berhasil dalam hidupnya. Ia menjadi tukang mimpi yang berharap-harap cemas akan hidupnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Jeffrey Gottfurcht di atas memberi kita inspirasi berkenaan dengan menata kemauan kita untuk maju dalam hidup. Cita-cita atau mimpi boleh kita gantungkan setinggi langit. Namun yang dibutuhkan di zaman sekarang adalah kemauan untuk merealisasikan mimpi-mimpi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang punya kemauan untuk merealisasikan mimpi-mimpinya biasanya orang yang punya rencana yang cermat bagi hidupnya. Ia tidak asal mau melakukan sesuatu. Tetapi sebelum memulai sesuatu, ia merencanakan sebaik-baiknya. Ia punya strategi-strategi untuk menggolkan cita-cita hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman senantiasa menyertakan Tuhan dalam rencana-rencananya dalam merealisasikan cita-cita hidupnya. Rahmat Tuhan menjadi andalan hidupnya, karena orang beriman selalu menggantungkan diri pada Tuhan. Tanpa intervensi dari Tuhan, orang beriman tidak mampu melakukan hal-hal yang baik dan benar. Mari kita bangun kemauan kita untuk menapaki kehidupan ini dengan lebih baik. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;837&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7373504171220790609?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7373504171220790609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/membangun-kemauan-untuk-meraih-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7373504171220790609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7373504171220790609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/membangun-kemauan-untuk-meraih-impian.html' title='Membangun Kemauan untuk Meraih Impian'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3919356203187478391</id><published>2011-12-05T05:24:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T05:24:00.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesabaran'/><title type='text'>Menumbuhkan Kesabaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Apa yang akan Anda lakukan ketika hidup ini tampak suram bagi Anda? Anda putus asa? Atau Anda tetap optimis dalam menghadapi situasi seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah menyaksikan ular yang sedang mengintai mangsanya? Matanya tertuju kepada mangsanya itu. Matanya seolah tidak berkedip. Kalau ada lawan yang mengganggu dirinya, ia akan mengundurkan diri. Ia pura-pura melarikan diri. Tetapi ia tetap fokus pada mangsanya itu. Ia akan kembali kepada mangsanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mangsanya lengah, ia akan menyergapnya. Giginya yang tajam itu mencengkeram mangsanya. Racunnya yang mematikan dialirkannya ke dalam tubuh mangsanya. Sementara tubuhnya yang panjang itu melilit mangsanya hingga remuk. Setelah itu, ia mulai melahap mangsanya itu sedikit demi sedikit dengan memasukkannya melalui mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ular bekerja keras untuk mendapatkan mangsanya. Kalau mangsanya besar, ular akan mengeluarkan ekstra tenaga. Ular berani mengorbankan hidupnya demi mendapatkan makanan. Ia mempertaruhkan nyawanya, karena bisa saja mangsanya yang lebih besar memberikan perlawanan yang hebat. Dengan demikian, ular dapat melanjutkan perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ular memang begitu cerdik dalam menangkap mangsanya. Ia begitu sabar dan tenang untuk mencari waktu yang tepat dalam menangkap mangsanya. Hemat tenaga dan sukses, itulah yang terjadi dalam kecerdikannya. Ia sungguh memfungsikan otak atau pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, setiap orang membutuhkan kesabaran dalam hidup ini. Kesabaran membantu orang untuk tetap bertahan dalam meraih kesuksesan dalam hidupnya. Memang, tidak gampang orang bersabar dalam hidup ini. Orang sering tergoda untuk meraih tujuan hidupnya dengan mudah dan gampang. Orang kurang mau bekerja habis-habisan untuk meraih sesuatu yang lebih baik bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberi inspirasi untuk berani bersabar dalam setiap pekerjaan yang kita emban. Pekerjaan apa pun akan berhasil dengan baik kalau orang memiliki kesabaran dalam hidupnya. Ular dalam kisah di atas berani mempertaruhkan dirinya untuk berhasil meraih mangsanya. Ia tidak takut akan bahaya yang mengancam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran sering berkenaan dengan kesetiaan seseorang pada panggilan hidupnya. Tentu saja kesetiaan dalam hal ini kesetiaan yang kreatif. Artinya, orang tidak hanya setia begitu saja pada apa yang sedang dikerjakannya. Namun orang mencari cara-cara untuk lebih kreatif dalam menghasilkan sesuatu yang berguna bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan itu tidak menunggu perintah dari luar diri. Namun sikap setia itu mampu membantu orang untuk senantiasa siap sedia melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi hidupnya. Orang yang setia biasanya secara aktif menggunakan pikiran-pikirannya yang cerdas untuk meraih impiannya. Sikap pantang menyerah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup orang yang sabar dan setia pada panggilan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti memiliki kesabaran dengan cara setia melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu saja ada banyak tantangan dan rintangan. Namun orang beriman akan melewati semua rintangan itu, ketika ia berserah diri kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih indah dan baik bagi semua orang. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;835&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3919356203187478391?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3919356203187478391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kesabaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3919356203187478391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3919356203187478391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/menumbuhkan-kesabaran.html' title='Menumbuhkan Kesabaran'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-9038812177052466887</id><published>2011-12-04T21:22:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T21:24:23.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbuatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Ketika Iman dan Perbuatan Bertemu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang menjadi penghambat dalam hidup beriman Anda? Pernahkah Anda temukan hal-hal yang menghambat itu? Atau Anda merasa sudah menjadi orang beriman yang baik dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nelayan mengoperasikan perahu kecil untuk mengangkut para penumpang. Suatu hari, seorang penumpang memperhatikan bahwa di dua dayung yang dipakai oleh nelayan tersebut terukir kata “Iman” pada salah satu dayung dan kata “Perbuatan” pada dayung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kata tersebut telah menggelitik hati sang penumpang untuk menanyakan maksudnya kepada si pendayung. Merasa bahwa itu adalah kesempatan yang baik untuk bersaksi, si pendayung pun berkata, “Baiklah, aku akan memperlihatkan kepadamu. Ia mengangkat satu dayung. Lantas ia mendayung hanya dengan satu dayung saja yang bertuliskan “perbuatan”. Beberapa kali mendayung, perahu itu hanya berputar-putar di sekitar tempatnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia menaikkan dayung tersebut dan memakai dayung yang bertuliskan “Iman”. Seperti ketika ia memakai dayung pertama, perahu itu juga hanya berputar-putar di tempatnya. Setelah demonstrasi yang ia lakukan, pendayung tersebut mengambil kedua dayung. Ia mulai mendayungnya bersama-sama. Perahu itu pun mulai meluncur maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah gambaran kehidupan orang beriman. Iman tanpa perbuatan adalah kemalasan. Sebaliknya, perbuatan tanpa iman adalah kesombongan. Tetapi ketika iman bekerja sama dengan perbuatan, itulah yang akan mendatangkan berkat dan kemajuan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang merasa bahwa hidupnya sudah cukup berarti dengan beribadat setiap hari. Mereka merasa, imannya telah menyelamatkan diri mereka. Ternyata tidak. Mereka menjadi lemah dalam kehidupan bersama. Mereka hanya memperhatikan hubungan mereka dengan Tuhan. Hubungan dengan sesama tidak mereka pedulikan. Padahal iman itu baru menjadi kuat saat orang menghidupinya dalam kenyataan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberikan kita gambaran betapa iman mesti menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seorang bijaksana mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati. Orang hidup seperti mobil yang tidak bisa bergerak, karena mesinnya mati. Orang tidak punya hati yang menjadi daya dorong untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yang mesti dilakukan oleh orang beriman adalah memadukan antara pengungkapan iman dan penghayatan iman. Pengungkapan iman menyangkut doa-doa, devosi-devosi, ibadat-ibadat, ziarah-ziarah ke tempat-tempat suci. Sedangkan penghayatan menyangkut cara hidup orang dalam kebersamaan dengan sesama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang koruptor yang rajin berdoa dan beribadat ibarat mobil yang rusak. Terjadi ketidakseimbangan dalam hidupnya. Antara pengungkapan iman dan penghayatan iman tidak menyatu. Tentu saja ini berbahaya bagi hidup bersama. Orang akhirnya bisa menghalalkan segala cara demi meraih keinginan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman adalah orang yang sungguh-sungguh memadukan hidup batiniahnya dengan hidup sosialnya. Dengan demikian, tidak terjadi ketimpangan dalam hidup. Mari kita berusaha untuk menghayati iman yang kita ungkapkan dalam doa-doa dan ibadat-ibadat kita. Dengan demikian, kita dapat menemukan sukacita dan kedamaian dalam hidup. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;836&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-9038812177052466887?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/9038812177052466887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/ketika-iman-dan-perbuatan-bertemu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9038812177052466887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9038812177052466887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/ketika-iman-dan-perbuatan-bertemu.html' title='Ketika Iman dan Perbuatan Bertemu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8388853631669212865</id><published>2011-12-01T13:32:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T13:32:37.966+07:00</updated><title type='text'>Jangan Menyembah Berhala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;         Andaikan di depan mata Anda terhampar satu karung uang seratus ribuan. Uang itu bukan milik Anda. Uang sebanyak itu sitaan dari pihak berwenang atas kasus korupsi. Apa reaksi Anda? Anda mengambilnya dan berusaha memilikinya dengan tidak halal? Atau Anda membiarkannya karena uang itu bukan milik Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu pengalaman yang sangat memilukan hati nabi Musa ketika ia memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Waktu itu, bangsa Israel sedang berada di padang gurung di dekat gunung Sinai. Nabi Musa baru saja menerima Sepuluh Perintah Allah. Ia turun dari gunung Sinai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, hatinya terasa sangat sakit ketika ia menyaksikan bangsa Israel membuat patung lembu dari emas. Mereka kemudian menyembah patung buatan tangan mereka itu. Padahal perintah pertama dari Sepuluh Perintah Allah itu adalah Jangan Menyembah Berhala. Serta merta Nabi Musa melemparkan Sepuluh Perintah Allah ke tanah. Ia merasa malu terhadap Tuhan yang telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir. Ia merasa kecewa terhadap perbuatan jahat bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun orang-orang tidak peduli terhadap apa yang dilakukan oleh nabi Musa. Mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu benar. Mereka menari-nari mengelilingi patung emas itu. Mereka bersorak-sorai memuja patung emas itu. Hati nabi Musa tercabik-cabik. Ia tidak habis pikir, mengapa bangsa Israel tega melupakan Tuhan yang telah begitu mengasihi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Akhirnya, nabi Musa mengambil tindakan tegas. Ia menghukum bangsa itu. Ia meminta Tuhan untuk menghancurkan patung emas buatan tangan manusia itu. Bangsa Israel kemudian disadarkan bahwa hanya Tuhan yang mesti mereka sembah. Hanya Tuhan yang patut mendapatkan tempat di hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sadar atau tidak, banyak dari kita memberhalakan harta kekayaan. Sekarang ini sedang maraknya korupsi. Orang tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Orang tidak puas dengan gaji yang didapatnya dari pekerjaannya. Akibatnya, mereka memberhalakan uang. Mereka rela berkorban demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi kemudian merajalela. Siapa yang susah? Ternyata banyak orang yang mengalami penderitaan akibat dari korupsi itu. Misalnya, seseorang yang makan uang untuk proyek air bersih akan meninggalkan kerugian bagi ribuan masyarakat. Seharusnya masyarakat mendapatkan air bersih untuk kehidupan mereka, tetapi karena proyek tidak selesai-selesai, air bersih tidak ada. Masyarakat mesti keluarkan uang untuk membeli air bersih. Ini namanya menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa manusia mesti menggunakan harta kekayaan itu untuk kebaikan. Harta kekayaan yang digunakan secara salah akan menyebabkan orang jatuh pada penyembahan berhala. Ada banyak hal di sekitar kita  yang dapat kita nikmati. Tetapi hal-hal itu dapat membawa bahaya yang mematikan, apabila kita gunakan dengan tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman bebas menggunakan harta kekayaan, tetapi tidak menjadikannya berhala. Nah, mari kita berusaha untuk hidup baik dengan tidak menyembah berhala. Uang dan materi jangan kita jadikan tuhan dalam hidup ini. Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita dan damai. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;833&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8388853631669212865?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8388853631669212865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/jangan-menyembah-berhala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8388853631669212865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8388853631669212865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/12/jangan-menyembah-berhala.html' title='Jangan Menyembah Berhala'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5660439775465581690</id><published>2011-11-29T20:53:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T20:59:17.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukacita'/><title type='text'>Sukacita karena Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang wanita yang menikah dengan pria yang tidak dicintainya. Ia menikah hanya menuruti keinginan orangtuanya. Suaminya menyuruhnya untuk bangun pukul lima pagi tiap hari, membuatkan sarapan untuknya dan menyajikannya tepat pukul enam. Sang suami mengharapkannya selalu siap melayaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup wanita itu menderita, karena hanya berusaha melayani setiap kebutuhan dan permintaan suaminya. Sampai suatu waktu suaminya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, wanita itu menikah kembali. Kali ini dengan seorang pria yang sangat dicintainya. Suatu hari, ketika sedang membereskan dan membersihkan kertas-kertas kuno, dia menemukan selembar kertas berisi peraturan yang harus dilakukan sebagai istri. Peraturan itu dibuat oleh mendiang suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati-hati, dia membaca peraturan itu. “Bangun pukul lima. Hidangkan pada pukul enam tepat.” Dia terus membaca dan tiba-tiba berhenti serta merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, bukankah apa yang saya lakukan sekarang pun persis dengan apa yang saya lakukan dulu? Mengapa sekarang saya bisa melakukannya dengan sukacita, tanpa merasa terpaksa?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum geli setelah menyadari perjalanan hidupnya. Lantas ia menjawab dalam hatinya, ”Ini karena cinta. Saya lakukan semua ini karena cinta. Saya merasakan sukacita atas apa yang aku lakukan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pernahkah Anda merasa melakukan sesuatu karena terpaksa? Apa hasil yang Anda peroleh? Tentu saja Anda tidak akan mengalami sukacita. Anda tidak merasa bahagia setelah melakukan semua hal yang baik itu. Anda justru merasa tertekan. Anda merasa apa yang telah Anda lakukan itu tidak membuahkan sesuatu bagi hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau Anda melakukan sesuatu dengan semangat yang dilandasi oleh cinta, Anda akan lakukan apa saja demi cinta itu. Tidak perlu diminta, Anda akan lakukan sesuatu untuk orang-orang yang Anda cintai itu. Meski berat pekerjaan itu, Anda akan merasa ringan karena menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu yang kita lakukan demi cinta akan membahagiakan hidup kita. Untuk itu, kita mesti senantiasa menimba kasih dari Tuhan yang adalah sumber cinta. Tuhan memberi tanpa menarik kembali. Tuhan memberi tanpa meminta kita untuk membalasnya. Yang diinginkan Tuhan dari kita adalah kita mencintai sesama kita dengan setulus hati. Bukan dengan terpaksa. Mari kita mengandalkan kasih dalam hidup ini. Dengan demikian, kita mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;832&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5660439775465581690?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5660439775465581690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/sukacita-karena-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5660439775465581690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5660439775465581690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/sukacita-karena-cinta.html' title='Sukacita karena Cinta'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7456671876844623144</id><published>2011-11-27T06:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-27T06:41:43.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menenangkan hati pikiran'/><title type='text'>Menenangkan Hati dan Pikiran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Kisah legenda Tiga Negara, diceritakan bahwa negeri Shu memiliki seorang ahli strategi jenius bernama Kung Ming. Berkali-kali pihak musuh ingin menghancurkan pasukan Shu dan membunuhnya. Tapi berkali-kali mereka gagal meski pihak Shu punya tentara lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu kali Kung Ming dan ratusan tentaranya mendadak dikepung puluhan ribu tentara negeri Wei di kota Hsi Cheng. Hendak memanggil bala bantuan, jelas tidak mungkin. Lari juga sudah terlambat. Nah, apa yang dilakukan Kung Ming? Ternyata dia justru menyuruh prajuritnya membuka keempat pintu gerbang kota lalu membiarkan suasana hening tanpa suara sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kung Ming dan dua pembantunya lalu naik ke loteng kota dan memainkan siter dengan tenangnya. Ketika gerombolan musuh datang, pemandangan dan suasana hening yang aneh itu justru membuat mereka menjadi ragu-ragu bahkan takut. Akhirnya, mereka justru kabur, karena takut diperdaya Kung Ming yang terkenal banyak akalnya. Siasat Kung Ming ini kini terkenal dengan nama Siasat Kota Kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, apa yang terjadi ketika Anda menghadapi suatu persoalan rumit dalam hidup Anda? Banyak dari Anda yang panik, tidak tenang. Banyak dari Anda yang bertindak gegabah. Banyak orang ceroboh. Akibatnya, persoalan yang sebenarnya mudah diselesaikan akhirnya menjadi berlarut-larut. Untuk itu, apa yang diperlukan dari manusia saat menghadapi persoalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sukses Kung Ming mengalahkan musuh meski tak punya kekuatan sama sekali menjadi inspirasi bagi kita. Kekuatannya sebenarnya hanya satu. Ia tetap tenang, sehingga bisa menghasilkan jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya. Ia tidak mudah panik. Ia juga tidak mencampuradukan persoalan rumit yang dihadapinya itu. Satu per satu ia usahakan untuk diselesaikan dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang panik saat menghadapi persoalan, orang tidak akan fokus lagi pada penyelesaian persoalan itu. Akibatnya, masalahnya tidak selesai. Justru masalah tersebut dapat melebar ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita diajak untuk bersikap tenang ketika kita menghadapi suatu persoalan. Usahakan agar persoalan-persoalan itu dihadapi satu per satu. Jangan mencampuradukan persoalan-persoalan. Persoalan yang rumit seperti benang kusut akan terurai dengan mudah, kalau kita menghadapinya dengan penuh ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Juga orang bodoh akan disangka bijak, kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya"&lt;/span&gt; (Amsal 17:28). Mari kita menenangkan hati dan pikiran kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;830&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7456671876844623144?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7456671876844623144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menenangkan-hati-dan-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7456671876844623144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7456671876844623144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menenangkan-hati-dan-pikiran.html' title='Menenangkan Hati dan Pikiran'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5741393668094693110</id><published>2011-11-27T06:31:00.002+07:00</published><updated>2011-11-27T06:40:36.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><title type='text'>Menyiapkan Diri untuk Meraih Sukses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_xgG6BGmsLk/TtF4vkkGPcI/AAAAAAAAAWM/6SwD1RMQcwg/s1600/gorilla-2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 281px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_xgG6BGmsLk/TtF4vkkGPcI/AAAAAAAAAWM/6SwD1RMQcwg/s320/gorilla-2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679453363755171266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, seorang pria mendapati seekor gorila bergelantungan di pohon pekarangan belakang rumahnya. Segera saja, ia menelepon jasa penangkapan binatang buas. Dengan segera juga, seorang pawang gorila datang membawa sebuah tongkat, seekor anjing, borgol dan senapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawang itu berkata kepada pemilik rumah,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ”Dengarkan taktiknya. Saya akan memanjat pohon itu dan memukul gorilanya dengan tongkat sampai dia jatuh. Nah, begitu ia jatuh, anjingku ini sudah dilatih  untuk langsung menggigit organnya. Saat si gorila melindungi diri dengan menyilangkan kedua tangannya di depan, kamu langsung pakaikan borgol ini, ya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik rumah itu menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Oke, mengerti. Tapi buat apa senapan ini?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum kecut, pawang itu berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Oh itu.. Yah, kalau saya jatuh duluan sebelum si gorila, kamu tembak anjingku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kesuksesan dalam hidup setengahnya ditentukan oleh persiapan yang matang. Orang tidak bisa meraih keberhasilan tanpa persiapan yang baik. Orang yang meraih kesuksesan dengan persiapan yang minim hanyalah suatu kebetulan. Itu hanya sekali terjadi. Tidak akan berulang-ulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pencipta sejarah kehidupan manusia biasanya tidak muncul dengan tiba-tiba. Presiden Soekarno sukses membawa kemerdekaan bagi bangsa ini tidak muncul dengan tiba-tiba. Ia telah mempersiapkan diri dengan menuntut ilmu di perguruan tinggi. Ia mengikuti berbagai organisasi. Ia sering ditangkap oleh pihak penjajah saat melakukan suatu gerakan. Ia dibuang di berbagai tempat di negeri ini untuk menjauhkan dirinya dari perjuangan sesama sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses akhirnya ia raih dengan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan asing. Kesuksesan itu ia raih melalui berbagai cara. Ia berjuang untuk itu. Ia mengalami situasi sepi dan sendirian. Namun ia tetap tegar. Ia terus-menerus memupuk keyakinannya bahwa suatu saat nanti bangsa Indonesia akan terbebas dari belenggu penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah Anda lakukan untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini? Anda tidur-tidur saja sambil bermimpi kebahagiaan akan jatuh dari langit-langit rumah Anda? Anda nongkrong saja di depan rumah Anda sambil menyaksikan penjual martabak keliling yang berlepotan keringat menjajakan dagangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kalau Anda ingin sukses dalam hidup ini, Anda mesti mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Tidak ada yang mudah. Yang ada adalah Anda mesti menyiapkan mental Anda sebaik-baiknya untuk masuk ke dalam dunia yang penuh persaingan. Kalau persiapan Anda cukup baik dan matang, tampaknya Anda tidak perlu tunggu waktu lama untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyiapkan diri Anda baik-baik, mari kita mohon kekuatan dari Tuhan. Dengan demikian, Anda tidak hanya berjuang sendiri. Namun Anda sertakan Tuhan dalam perjuangan Anda. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5741393668094693110?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5741393668094693110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menyiapkan-diri-untuk-meraih-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5741393668094693110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5741393668094693110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menyiapkan-diri-untuk-meraih-sukses.html' title='Menyiapkan Diri untuk Meraih Sukses'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_xgG6BGmsLk/TtF4vkkGPcI/AAAAAAAAAWM/6SwD1RMQcwg/s72-c/gorilla-2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7519226885549862824</id><published>2011-11-25T08:45:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T08:46:36.237+07:00</updated><title type='text'>Merasakan Sakitnya Cambukan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita sedang menikmati udara musim panas di Swiss. Suatu hari dia berjalan-jalan. Ketika mendaki sebuah lereng gunung, dia tiba di rumah seorang gembala. Dia menuju pintu dan melongok ke dalam. Dia melihat seorang gembala sedang duduk dikelilingi ternaknya. Di dekatnya terbaring seekor domba. Ketika wanita itu memperhatikan dengan cermat, ia melihat kaki domba itu patah. Hatinya cepat tergerak oleh rasa simpati terhadap domba yang terluka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memandang gembala itu, ia bertanya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Apa yang terjadi dengan domba itu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala itu menjawab,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ”Bu, saya telah mematahkan kakinya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu sangat terkejut mendengar jawaban seperti itu. Wajah wanita itu menyiratkan kengerian dan rasa sakit. Ketika melihat hal itu, gembala itu berkata: “Bu, dari semua domba saya, domba inilah yang paling bandel. Dia tidak pernah mematuhi saya. Dia tidak mau mengikuti arah yang saya tunjukkan. Dia ngelayap ke tempat-tempat curam dan terjal yang membahayakan dirinya. Tidak hanya itu, dia juga membuat domba-domba saya yang lain berserakan. Saya sudah berpengalaman menangani domba nakal semacam ini. Jadi, saya mematahkan kakinya. Hari pertama saya mendekatinya dan memberinya makan, dia mencoba menggigit saya. Saya membiarkan hal ini selama dua hari. Kemudian, saya kembali lagi. Dan sekarang, dia tidak mau memakan makanan yang saya berikan, tetapi juga menjilati tangan saya dan menunjukan sikap penyerahan bahkan kasih sayang. Dan sekarang izinkan saya memberitahu ibu sesuatu. Jika domba itu sudah sehat, dia akan menjadi domba teladan dalam kumpulan ternak saya. Tidak ada domba yang lain yang lebih cepat mendengar suara saya. Tidak ada domba lain yang mengikuti saya begitu dekat selain dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pernahkah Anda merasakan sakitnya dicambuk atau ditampar orang? Tentu saja Anda akan merasa sakit. Anda tidak mau terima perlakuan kasar dari orang lain. Anda manusia yang mesti dilindungi dan dihargai. Mungkin Anda akan marah besar. Anda akan beradu mulut dengan orang yang menampar Anda. Atau Anda akan menyumpahinya habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernahkah Anda mengadakan refleksi atas kejadian seperti itu? Apakah hal seperti itu hanya Anda rasakan sebagai sesuatu yang memalukan Anda? Atau Anda akan berusaha untuk menemukan titik lemah dari hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kisah domba yang kakinya dipatahkan tadi dapat memberi inspirasi kepada kita untuk belajar menemukan hal-hal baik dari perlakuan yang kita rasakan kurang adil. Mungkin kisah tadi dapat membantu kita untuk merefleksikan perjalanan hidup kita. Bukankah kita manusia lemah? Bukankah kita manusia yang mudah jatuh ke dalam kesalahan dan dosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup beriman, kadang-kadang kita rasakan Tuhan mencambuk kita. Mengapa? Karena kita tidak setia kepada Tuhan. Kita mau berjalan sendiri menurut keinginan diri kita. Kita menenggelamkan diri kita di dalam lubang dosa dan kenistaan. Karena itu, kita perlu cambukan. Dengan demikian, kita mampu menyadari tujuan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bijaksana berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak; ‘hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak”&lt;/span&gt; (Ibr. 12:5-6). Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;828&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7519226885549862824?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7519226885549862824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/merasakan-sakitnya-cambukan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7519226885549862824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7519226885549862824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/merasakan-sakitnya-cambukan-tuhan.html' title='Merasakan Sakitnya Cambukan Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2201856016859885631</id><published>2011-11-24T13:24:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T13:28:52.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wakil rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mamon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang'/><title type='text'>Siapa Mencintai Uang Tidak akan Puas dengan Uang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa Mencintai Uang Tidak akan Puas dengan Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang milyarder asal Austria bernama Karl Rabeder, memberikan setiap sen kekayaannya senilai tiga juta Poundsterling atau setara Rp 50 Miliar setelah menyadari kekayaannya tidak membuat dirinya bahagia. Dia menjual villa mewah dengan danaunya serta pemandangan pegunungan Alps senilai Rp 21 Miliar. Dia juga menjual rumah pertanian dari batu serta belasan hektar lahan dengan nilai Rp 10 Miliar. Turut ia jual adalah enam koleksi pesawat terbang layang senilai Rp 6 Miliar dan sebuah mobil mewah senilai Rp. 700 Juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa dia berencana untuk tidak menyisakan apa pun dari kekayaannya, karena bagi dia uang menghalangi datangnya kebahagaian. Ia akan keluar dari rumah mewahnya itu, lalu menyepi ke sebuah rumah sederhana. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin, tetapi ia tidak akan mengambil gaji dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menjual hartanya, Rabaeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas. Ia tidak lagi merasa terbebani. Namun dia mengatakan, ia tidak akan menghakimi orang kaya yang memilih untuk terus menumpuk kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tahun lalu muncul gagasan untuk mengadakan uang aspirasi bagi para anggota DPR. Uang itu akan digunakan untuk membangun rumah di daerah di mana para anggota DPR tersebut mewakili konstituennya. Rumah yang dibangun itu menjadi sekretariat di mana para konstituen akan datang untuk memberikan aspirasi mereka. Spontan saja banyak kalangan mempersoalkan gagasan tersebut. Lebih banyak kritik yang dituai oleh para anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak kalangan, saat ini yang dibutuhkan bukan dana aspirasi. Tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah kinerja para anggota DPR yang sungguh-sungguh peduli terhadap masyarakat. Yang dikuatirkan adalah penyalahgunaan terhadap dana aspirasi yang begitu besar. Jangan-jangan uang tersebut masuk kantong pribadi. Jangan-jangan gagasan tersebut hanyalah cara untuk mengelabui masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas orang pun bertanya, apa motivasi di balik gagasan tersebut? Jawabannya adalah orang ingin membahagiakan diri dengan uang. Orang merasa bahwa kalau mereka memiliki uang yang banyak, mereka akan mengalami sukacita dan damai. Tentu saja pandangan seperti ini tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak kembali kisah Rabeder di atas. Milyarder asal Austria itu justru tidak merasakan kebahagiaan dengan memiliki kekayaan yang berlimpah. Sikapnya pun jelas! Ia melepaskan semua kekayaannya itu, karena tidak membahagiakan dirinya. Ia tidak ingin hidupnya tergantung pada kekayaan itu. Baginya, kekayaan itu mesti dikendalikan oleh dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kebahagiaan itu tidak diukur dari harta kekayaan. Ketenangan hidup itu tidak terletak pada banyaknya uang dan harta yang dimiliki. Tetapi kebahagiaan itu terjadi ketika orang mampu menggunakan harta kekayaan itu demi membahagiakan diri dan sesamanya. Karena itu, ketika harta kekayaan tidak bisa diandalkan untuk mencapai kebahagiaan, harta itu mesti dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membangun sikap yang benar terhadap harta kekayaan yang kita miliki. Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Sang Bijaksana berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya” &lt;/span&gt;(Pengkotbah 5:19). Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;829&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2201856016859885631?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2201856016859885631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/siapa-mencintai-uang-tidak-akan-puas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2201856016859885631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2201856016859885631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/siapa-mencintai-uang-tidak-akan-puas.html' title='Siapa Mencintai Uang Tidak akan Puas dengan Uang'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1783695238436592613</id><published>2011-11-22T08:17:00.000+07:00</published><updated>2011-11-22T08:19:14.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tersentuh'/><title type='text'>Mendidik Hati yang Mudah Tersentuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda berhadapan dengan sesama Anda yang sedang menderita? Anda tergerak hati oleh belas kasihan? Atau Anda biarkan saja, karena Anda tidak punya hubungan apa-apa dengannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja bernama Bagas Yanuarsa (13) ini benar-benar berhati besar. Di tengah teman seusianya yang sibuk bermain dan belajar, dia justru rela menghabiskan waktunya untuk merawat ibunda tercinta, Muniroh (32), yang mengidap penyakit scleroderma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scleroderma adalah penyakit yang konon disebut manusia kayu. Akibat penyakit yang dideritanya ini, Muniroh tidak mampu melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga normal. Muniroh sudah 4 tahun mengidap penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sekeluarga tinggal di Dusun Gales, Desa Sideroje, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bersama sang adik bernama Rizal Dwi Ananto (4), Bagas mau tidak mau harus menggantikan pekerjaan ibunya yang hanya bisa duduk dan berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke sekolah, biasanya Bagas dan Rizal harus mencuci piring, memasak bahkan mencuci pakaian. Sementara sang suami, Supriyanto (36), bekerja sebagai tenaga honorer di Pusat Pengembangan dan Permberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Seni Budaya Yogyakarta, jarang pulang mengingat jarak Yogya dan Magelang yang cukup jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suami saya pulang kadang tiga hari sampai lima hari sekali. Jadi selama ini hanya anak saya yang mengurus saya. Saya merasa kasihan dengan anak saya yang tidak bisa bermain bersama anak-anak lain," kata Muniroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bagas, apa yang dia lakukan saat ini ikhlas untuk ibu tercintanya. Bagas menganggap tugas-tugas ini bagian dari kewajibannya sebagai anak. Meski dia tidak menampik masa kecilnya tidak seindah teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya rela melakukan ini semua. Mau bagaimana lagi, ibu sudah seperti itu. Saya yang merawat ibu, menggantikan baju, memandikan ibu. Semua itu saya lakukan hanya untuk ibu saya tercinta," kata Bagas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kisah-kisah kemanusiaan yang menyayat hati selalu terjadi dalam perjalanan hidup manusia. Ada kisah-kisah heroik yang membuat kita berdecak kagum. Ada kisah-kisah kasih yang mendorong kita untuk membuka hati kita bagi sesama. Ada pula kisah-kisah pengorbanan yang memberi kita motivasi untuk mengulurkan tangan kita bagi sesama yang sedang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Bagas memilukan hati kita. Kita tersentuh oleh pengorbanan yang dilakukan oleh sang anak bagi sang ibu tercinta. Namun kisah pengorbanan Bagas memberi kita suatu semangat untuk berani meninggalkan egoisme kita. Kita mesti berani rela kehilangan hal-hal yang menyenangkan hati kita. Kita rela memberi perhatian bagi orang-orang yang kita cinta dengan hati yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagas melakukan hal ini dengan mulus. Ia tidak perlu berkata kepada ibunya, “I love you mama.” Tetapi ia menunjukkan dalam perbuatan bahwa ia sangat mencintai sang mama tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti kita lakukan untuk orang-orang di sekitar kita yang mengalami duka nestapa dalam hidup ini? Kita biarkan saja mereka terjerembab dalam penderitaan mereka? Atau kita menyingsingkan lengan baju kita untuk membantu mereka agar lepas dari penderitaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman tentu mudah tersentuh hatinya oleh penderitaan sesamanya. Karena itu, mari kita mengorbankan hidup kita bagi sesama yang sedang menderita. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin damai dan indah. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;827&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1783695238436592613?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1783695238436592613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mendidik-hati-yang-mudah-tersentuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1783695238436592613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1783695238436592613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mendidik-hati-yang-mudah-tersentuh.html' title='Mendidik Hati yang Mudah Tersentuh'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3415735239408389252</id><published>2011-11-21T20:17:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T20:18:31.113+07:00</updated><title type='text'>Kematian Kecil</title><content type='html'>di antara pekik tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak tertunda suatu malapetaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari rintihan pahit getir serakah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghanyut ke kekelaman kelabu ungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau kurenggut patah remuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa tak kau tanggung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tak tega meronta kesakitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawah roda-roda keparat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang jadi omelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang menjilat busa-busa liur keparat ganas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang ditindih gading retak pecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana sekarang wajahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bira nafasmu mencuat meronta dari poros bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merajuk hatiku yang lagi tegar cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjulur lidahmu harapkan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun kian kurenggut citamu di kaki cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga berkeping beterbangan disambar angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pengkhianat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjerumus kematian kecil ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Mei 1982&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3415735239408389252?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3415735239408389252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kematian-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3415735239408389252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3415735239408389252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kematian-kecil.html' title='Kematian Kecil'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8073768287416468348</id><published>2011-11-21T20:17:00.000+07:00</published><updated>2011-11-21T20:18:15.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hal buruk'/><title type='text'>Melepaskan Hal-hal Buruk dari Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang baik? Anda biarkan saja diri Anda terjerumus? Atau Anda berusaha untuk keluar dari situasi seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang terkenal keras kepala. Ia juga tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Suatu hari ia mendatangi seorang tua yang bijaksana. Ia ingin belajar memiliki hati yang lembut seperti orang tua itu. Ia sadar bahwa hanya dengan memiliki hati yang lemah lembut orang akan mengalami hidup yang damai dan sejahtera. Ia ingin meninggalkan sikapnya yang keras kepala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orang tua yang bijaksana itu mengajak pemuda itu berjalan memasuki hutan. Setelah lama berjalan, orang tua itu menghentikan langkahnya. Lalu ia menunjuk sebatang pohon yang kecil. “Cabutlah pohon!” katanya kepada pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu heran memandang orang tua itu. Namun ia segara membungkuk ke arah pohon kecil itu. Hanya dengan dua jari, ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu. Ia tidak butuh banyak tenaga untuk melepaskan pohon kecil itu dari akarnya. Orang tua itu tersenyum menyaksikan pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas orang tua itu mengajak pemuda itu untuk meneruskan perjalanan. Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebatang pohon yang agak besar. Sambil menatap wajah pemuda itu, ia berkata, “Coba, cabut pohon ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menuruti perintah orang tua itu. Namun kali ini, dia menggunakan kedua tangannya. Dengan sekuat tenaga, ia mencabut akar pohon itu. Kali ini pun pemuda itu berhasil melaksanakan permintaan orang tua itu. Ia bangga bahwa ia memiliki kesetiaan kepada orang tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua insan itu meneruskan perjalanan. Tidak berapa lama, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang agak besar dan keras. Sambil melemparkan senyumnya, orang tua itu berkata kepada pemuda itu,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Sekarang, cabutlah pohon ini!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu menggelengkan kepalanya. Pohon itu terlalu besar untuk dilepaskan dari akar-akarnya. “Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldozer,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, semakin besar pohon mengakar ke dalam tanah, sulitlah pohon itu dicabut menggunakan tangan. Meski kita memiliki tenaga yang luar biasa kuat, tetapi mustahil bagi kita untuk melepaskannya. Kita lebih mudah menggunakan parang atau kapak untuk memotong pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa dosa dan kesalahan yang kita lakukan itu semakin sulit kita lepaskan, ketika akar-akarnya semakin dalam membelit jiwa kita. Kebiasaan kita yang baik atau buruk yang sudah kita bangun bertahun-tahun akan sulit kita tinggalkan. Kita akan bawa ke mana pun kita pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kebiasaan itu baik, yang kita tanamkan dalam diri dan sesama adalah hal-hal baik. Kita dapat mempengaruhi sesama kita untuk melakukan hal-hal baik itu. Namun ketika kita lebih menonjolkan hal-hal yang buruk, kita akan mengalami kesulitan untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu. Kita mengalami kesulitan untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik dari dalam diri kita. Mengapa? Karena sudah mengakar dan menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti selalu berusaha untuk melepaskan hal-hal yang buruk sejak awal. Orang butuh waktu dan kesempatan yang baik meninggalkan dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan buruknya itu. Dengan demikian, hidup menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri sendiri dan sesama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8073768287416468348?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8073768287416468348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/melepaskan-hal-hal-buruk-dari-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8073768287416468348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8073768287416468348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/melepaskan-hal-hal-buruk-dari-diri.html' title='Melepaskan Hal-hal Buruk dari Diri'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5130284105521749163</id><published>2011-11-20T11:42:00.002+07:00</published><updated>2011-11-20T11:52:39.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membahagiakan sesama'/><title type='text'>Membahagiakan Sesama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://renunganpagi.blogspot.com/2011/11/minggu-20-november-2011-hari-raya-tuhan.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bacaan Kitab Suci selengkapnya klik disini kunjungi Renungan Pagi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar Anda hari ini? Saya harap Anda mengalami suasana yang menggembirakan, karena Tuhan menyertai Anda hari ini. Anda mesti selalu bersemangat untuk menjalani hari ini, sehingga Anda bisa membagikan kasih Anda kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seorang ibu bekerja seharian penuh. Ia bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan bagi anak-anak dan suaminya. Lantas ia mengepel lantai rumah dan membersihkan kaca-kaca jendela. Meski capek, ia masih bias tersenyum. Ia bersyukur dapat mengabdikan hidupnya bagi sesama yang sangat dicintainya. Baginya, hidup itu suatu pengorbanan. Hidup itu mesti membaktikan hidup bagi sesama. Ia bahagia melakukan hal-hal yang baik bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ia berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kebahagiaan dapat saya rasakan saat saya mampu memberikan hidup saya bagi orang-orang yang terdekat. Mereka mencintai saya. Ini tanda saya mencintai mereka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sahabat, tentu saja setiap kita ingin hidup bahagia. Namun kita juga ingin sesama kita bahagia. Kebahagiaan yang hanya dialami dan dirasakan sendiri hanyalah suatu bentuk pemuasan ego saja. Kita tidak bisa bahagia sendirian. Kita senantiasa berada dalam relasi dengan sesama kita. Karena itu, menjadi suatu tugas bagi kita untuk menyalurkan kebahagiaan itu kepada sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  Nah, kebahagiaan seperti apa yang dikehendaki Tuhan, mari kita dengarkan pengajaran Yesus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu pengajaran-Nya, Yesus bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ada banyak orang yang membutuhkan bantuan dari kita. Mampukah kita mengulurkan tangan kita bagi mereka yang membutuhkan? Mari kita memberi perhatian kepada sesame yang membutuhkan. Dengan demikian, damai dapat menjadi bagian dari hidup manusia. Tuhan memberkati. ** (Frans de Sales, SCJ)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5130284105521749163?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5130284105521749163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membahagiakan-sesama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5130284105521749163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5130284105521749163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membahagiakan-sesama.html' title='Membahagiakan Sesama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6258782677305326889</id><published>2011-11-19T08:07:00.001+07:00</published><updated>2011-11-19T08:11:37.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pegangan hidup'/><title type='text'>Tuhan Itu Satu-satunya Pegangan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari ada sebuah rumah di suatu kota terbakar. Pemiliknya terbangun dari tempat tidurnya. Ia panik menghadapi asap yang mulai memenuhi seluruh ruangan. Dalam kondisi seperti, itu ia ingat ada sebuah lemari dinding yang bisa menyelamatkan dirinya. Ia masuk ke dalamnya. Namun pintu lemari itu tidak bisa dibuka dari dalam. Ia bertahan di dalam lemari dinding itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tetangganya menelpon pemadam kebakaran untuk datang ke tempat kejadian. Tidak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran datang. Mereka berhasil memadamkan api yang mulai membesar. Pada saat bersamaan, mereka membuka pintu di mana pemilik rumah itu berada. Mereka mendengar suara pemilik rumah yang menggedor-gedor pintu lemari dinding dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyawa pemilik rumah itu selamat. Ia bersyukur atas bantuan para petugas pemadam kebakaran. Ia juga bersyukur bahwa ia telah membuat lemari dinding yang kini menyelamatkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kita hidup dalam dunia yang mudah membuat kita terbakar. Terbakar oleh apa? Kita dapat terbakar oleh situasi hidup yang tidak menentu. Ada berbagai godaan yang membuat manusia kehilangan jati dirinya. Orang menjadi salah arah dalam hidupnya. Akibatnya, orang tidak memaknai kehidupan ini. Orang hidup asal hidup saja. Orang tidak punya visi yang jelas dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, orang mesti mempunyai visi dalam hidup ini. Kisah di atas mau mengatakan bahwa orang mesti memiliki pegangan yang pasti dalam hidup ini. Kalau orang tidak punya pegangan hidup, orang akan mengalami kebinasaan ketika godaan-godaan menyerang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang beriman, pegangan hidup kita satu-satunya adalah Tuhan yang hidup dalam keseharian hidup kita. Sering orang beriman kurang menyadari kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Mereka merasa Tuhan tidak tahu perbuatan-perbuatan mereka. Padahal Tuhan tidak jauh dari hati kita. Tuhan hadir bersama langkah-langkah kaki kita. Tuhan hadir dalam kata-kata yang kita ucapkan. Tuhan hadir dalam perbuatan-perbuatan baik dan jahat yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti menggantungkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Hanya dengan cara demikian, orang mengalami kebahagiaan dalam hidupnya. Orang mengalami Tuhan yang begitu peduli terhadap hidupnya. Untuk itu, kita mesti mengarahkan hidup kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;826&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6258782677305326889?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6258782677305326889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/tuhan-itu-satu-satunya-pegangan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6258782677305326889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6258782677305326889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/tuhan-itu-satu-satunya-pegangan-hidup.html' title='Tuhan Itu Satu-satunya Pegangan Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7074327565521599893</id><published>2011-11-18T12:40:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T12:46:54.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijaksanaan'/><title type='text'>Kita Butuh Kebijaksanaan bagi Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ketika William McKinley (1843-1901), Presiden Amerika Serikat ke-25, diambil sumpahnya sebagai presiden, dia mengucapkan kalimat ini: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Beri saya kebijaksanaan dan pengetahuan, sehingga saya bisa memimpin bangsa ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William McKinley hidup dari tahun 1843 hingga 1901. Dalam usia yang tidak terlalu tua itu ia menjadi salah seorang presiden yang cukup sukses. Meskipun dia memperoleh penghormatan tertinggi, dia sangat sadar akan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Dia juga sadar bahwa dia memerlukan pertolongan Ilahi. Dia merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang terbatas yang senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan. Ia terus-menerus memohon kebijaksanaan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara pelantikan, Pastor W.V. Morrison dari New England, yang menjadi guru McKinley ketika masih kanak-kanak, mengunjungi presiden itu. Ketika berpamitan Morrison berkata, “Engkau memiliki tanggung jawab besar yang diletakkan di atas pundakmu. Tetapi kasih dan kepercayaan bangsa Amerika ada di belakangmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Saya berharap memperoleh simpati dan doa darimu dan semua orang kudus,” j&lt;/span&gt;awab Presiden McKinley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang punya pengetahuan yang luas. Namun belum tentu mereka punya kebijaksaan dalam hidup. Akibatnya, banyak orang hanya menggunakan ilmu dan pengetahuannya untuk menjalani hidup ini. Banyak kekeliruan dilakukan oleh orang-orang seperti ini. Kekacauan dalam hidup bersama bisa terjadi. Kekalutan dapat menghantui hidup manusia. Ketika terjadi krisis dalam hidup, orang seperti ini akan mudah menyerah. Pengetahuan yang luas belum mampu membantu orang dalam menyelesaikan krisis hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dibutuhkan kebijaksanaan. Orang yang bijaksana mendekati suatu persoalan tidak hanya dari satu sisi saja. Orang bijaksana akan menghadapi persoalan-persoalan hidup dari berbagai sudut pandang. Kadang-kadang keputusan yang mereka buat tampak tidak populer. Tetapi keputusan yang mereka buat itu sangat berguna dalam kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana kebijaksanaan itu diperoleh? William McKinley berdoa kepada Tuhan untuk memohon kebijaksanaan. Artinya, kebijaksanaan itu berasal dari Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Tentang kebijaksanaan, Bob Jones berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Kebijaksanaan adalah kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengatasi keadaan darurat dengan sukses. Manusia dapat memperoleh pengetahuan, tetapi kebijaksanaan berasal dari Allah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mohon kebijaksanaan dari Tuhan, agar kita selalu diberi kekuatan untuk menjalani hidup ini. Seorang nabi berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Dan orang-orang bijaksana  akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang pada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”&lt;/span&gt; (Dan. 12:3). Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;825&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7074327565521599893?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7074327565521599893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kita-butuh-kebijaksanaan-bagi-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7074327565521599893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7074327565521599893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kita-butuh-kebijaksanaan-bagi-hidup.html' title='Kita Butuh Kebijaksanaan bagi Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2095979866244132240</id><published>2011-11-16T21:18:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T21:31:18.382+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebaikan'/><title type='text'>Mengandalkan Kebaikan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya pergi ke pasar 16 Ilir Palembang. Saya bertemu dengan banyak kuli yang sedang menarik gerobak. Beban yang mereka tarik bermacam-macam jenisnya. Ada yang sangat berat, tetapi ada juga yang sangat ringan. Di tempat yang ramai itu mereka mesti trampil menarik gerobak. Kalau tidak, gerobak mereka akan ngadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya melihat dua orang penarik gerobak yang sedang berhenti. Barang yang mereka tarik itu ternyata terlalu berat. Keringat deras mengucur membasahi tubuh mereka. Selain karena berat, mereka juga mengalami macet. Dalam kondisi seperti itu, seorang berpakaian bersih dan rapi datang menolong kedua orang kuli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kagum melihat orang itu. Tidak banyak kata-kata, ia membantu dua kuli itu untuk keluar dari kemacetan. Hasilnya, dua kuli itu dapat menarik gerobak mereka meninggalkan keramaian. Sedang orang yang membantu itu meninggalkan mereka tanpa perlu dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ternyata masih ada orang yang punya hati mulia dalam dunia yang serba maju sekarang ini. Ada orang yang tidak peduli terhadap dirinya sendiri. Begitu ada sesamanya yang mengalami kesulitan dalam hidup, mereka langsung turun tangan. Mereka membantu dengan ikhlas hati, tanpa perlu diberi penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan hati itu membantu orang lain menemukan sukacita dalam hidupnya. Kebahagiaan itu juga diperoleh melalui hati yang tergerak oleh belas kasihan. Nah, masihkah kita menemukan orang yang mudah tergerak hatinya untuk kebahagiaan sesamanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap masih ada begitu banyak orang yang mau peduli terhadap sesamanya. Orang seperti ini akan menemukan dalam hidupnya bahwa hidup ini memiliki makna yang begitu dalam dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak gampang orang memiliki hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan. Lebih gampang menemukan orang yang cuek terhadap situasi di sekitarnya. Lebih gampang menjumpai orang yang acuh tak acuh terhadap sesamanya. Orang tega membiarkan sesamanya mengalami penderitaan dalam hidupnya. Banyak orang lebih mudah mencari aman bagi diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijaksana berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.”&lt;/span&gt; Artinya, orang yang baik hati itu mesti menampakkan kebaikannya dalam hidup yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kebaikan hati, Frederick W. Faber berkata&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, “Kebaikan hati telah mempertobatkan lebih banyak orang berdosa ketimbang semangat, kefasihan lidah, dan kepandaian.” &lt;/span&gt;Artinya, orang yang mengandalkan kebaikan hati itu membuka hatinya lebar-lebar bagi kebahagiaan sesamanya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sakes, SCJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2095979866244132240?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2095979866244132240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mengandalkan-kebaikan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2095979866244132240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2095979866244132240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mengandalkan-kebaikan-hati.html' title='Mengandalkan Kebaikan Hati'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5164467701519543515</id><published>2011-11-16T10:29:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T10:29:00.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha'/><title type='text'>Meraih Sukses melalui Usaha Keras</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang senator Amerika Serikat, yang dihormati dan dikagumi karena pengetahuan, kebijaksanaan, dan pengertian yang dimilikinya ditanya,  “Senator, Anda tidak pernah kuliah. Bagaimana Anda bisa menjadi pakar di bidang masalah nasional dan internasional? Di mana  Anda belajar begitu banyak hal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya sangat sederhana dan langsung pada sasaran. “Saya membuat peraturan ketika masih berusia delapan belas tahun bahwa dalam satu hari saya harus membaca paling sedikit dua jam. Di atas kereta api, di hotel, di ruang tunggu, saya harus membaca majalah, ringkasan berita, laporan politik, buku-buku yang baik, puisi, dan Kitab Suci,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanya itu terkagum-kagum mendengar jawaban sang senator.  “Cobalah anak muda. Dengan cara itu, engkau akan menjadi orang yang berpendidikan,” kata Senator itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang bermimpi menjadi orang hebat dan pintar. Banyak orang bercita-cita setinggi langit dan menguasai dunia. Namun cita-cita itu sering hanya tinggal cita-cita. Mengapa? Karena orang tidak membekali diri dengan kerja keras. Cita-cita yang tidak dibarengi dengan usaha yang nyata hanyalah mimpi di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah senator tadi memberi inspirasi bagi kita, agar kita berani membuat target dalam hidup kita. Kalau kita ingin maju dan meraih cita-cita yang kita canangkan, kita mesti berani berkorban. Kita mesti menyadari bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, orang mesti mulai merancang hidupnya. Orang mesti merancang strategi-strategi yang jitu untuk meraih sukses dalam hidup. Sukses itu diraih melalui butiran-butiran keringat yang mengucur untuk kebahagiaan diri dan sesama. Adakalanya ada butiran-butiran air mata yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mau sukses itu juga berani menahan rasa sakit. Setelah semua derita dan kerja keras itu berlalu, orang mengalami sukacita. Orang mengalami hidup ini begitu bermakna. Hidup ini menjadi suatu kenangan yang tak akan pernah dilupakan. Hidup ini menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Inilah panggilan setiap orang beriman, yaitu membawa sukacita bagi sesamanya melalui usaha-usaha kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berusaha untuk terus-menerus meraih sukses dengan berani mengorbankan hidup kita. Dengan demikian, kita dapat mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;823&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5164467701519543515?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5164467701519543515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/meraih-sukses-melalui-usaha-keras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5164467701519543515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5164467701519543515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/meraih-sukses-melalui-usaha-keras.html' title='Meraih Sukses melalui Usaha Keras'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6959053293689922093</id><published>2011-11-15T10:29:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T10:29:44.455+07:00</updated><title type='text'>Potret Wajah Itu</title><content type='html'>Pukul tujuh itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpotret sebuah wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyentrik matanya melototi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bira nafasnya terhembus rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pukul delapan dua puluh menit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlelap aku dalam rindunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dia berbisik lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sugesti yang terhempas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguished Member of International Society of Poets in Washington DC, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Juni 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6959053293689922093?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6959053293689922093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/potret-wajah-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6959053293689922093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6959053293689922093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/potret-wajah-itu.html' title='Potret Wajah Itu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2024864541060352618</id><published>2011-11-15T10:27:00.000+07:00</published><updated>2011-11-15T10:28:38.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melakukan sesuatu'/><title type='text'>Segera Mulai Lakukan Sesuatu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda punya masalah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan? Mengapa Anda punya masalah? Ada banyak alasan tentunya. Namun satu hal yang mesti Anda perhatikan adalah Anda mesti berani mulai untuk menyelesaikan masalah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun seorang petani tua terpaksa membajak di sekeliling sebuah batu besar di salah satu petak sawahnya. Batu itu telah mematahkan beberapa mata bajak dan sebuah cangkul miliknya. Semakin hari, batu itu makin menyusahkan petani itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, setelah mata bajaknya kembali patah dan teringat akan berbagai kesulitan yang telah ditimbulkan batu itu, akhirnya ia memutuskan melakukan sesuatu. Ia menancapkan linggis ke dasar batu itu. Betapa terkejutnya dia karena ternyata tebal batu itu hanya sekitar 30 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan palu besar, batu itu pun dihancurkannya. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, petani itu tersenyum. Ia malu pada dirinya sendiri. “Seharusnya saya dapat mengatasi batu ini sejak pertama kali saya temukan batu ini. Kalau itu terjadi, saya tidak perlu bersusah-susah sampai bertahun-tahun,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sahabat, banyak orang suka menunda-nunda untuk melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi hidupnya dan sesamanya. Akibatnya, mereka sering mengalami kesulitan dalam hidup ini. Beban semakin berat, karena tumpukan pekerjaan atau masalah yang tidak pernah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kita tidak perlu menunda-nunda untuk menyelesaikan suatu masalah. Kalau kita menunda, bayarannya akan lebih besar. Resiko yang diakibatkannya itu akan lebih besar. Petani itu telah membuang banyak waktu, pikiran dan alat-alat pertaniannya. Ia tidak berani mengambil langkah sejak awal. Ia menunda-nunda. Ketika ia berani mengambil tindakan, ternyata ia menemukan kemudahan dalam menyeleksaikan persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tragedi kehidupan terjadi adalah bukan karena hidup berakhir sedemikian cepat, tetapi karena kita menunggu demikian lama untuk memulainya,” kata seorang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul! Kita tidak akan pernah tahu, kalau kita tidak pernah memulai. Kalau kita tidak pernah memulai, lalu kapan kita akan menyelesaikan, apalagi menikmatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka yang ada di kaki kita akan segera sembuh, kalau kita segera mengobatinya. Tetapi kalau kita biarkan saja dengan mengatakan nanti juga sembuh, kita mesti siap-siap untuk menderita lebih lama. Keadaan tidak selalu baik. Orang yang menunda bertindak sampai semua faktor mendukung, sebenarnya tidak akan mengerjakan apa pun. Penundaan tidak akan pernah menyelesaikan suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman senantiasa punya iman dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Karena itu, orang mesti berani mengambil tindakan yang cepat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau suatu masalah yang dihadapi. Dengan demikian, orang tidak perlu menimbun pekerjaan atau masalah dalam hidupnya. “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai” kata seorang bijak (Pkh. 11:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini. Jangan sampai bahwa pada akhirnya yang datang hanyalah penyesalan tiada akhir. Anda tidak perlu menunggu berhasil untuk melakukan sesuatu, sebab Anda tidak akan berhasil, jika tidak mulai melakukan sesuatu. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2024864541060352618?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2024864541060352618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/segera-mulai-lakukan-sesuatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2024864541060352618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2024864541060352618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/segera-mulai-lakukan-sesuatu.html' title='Segera Mulai Lakukan Sesuatu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5010936225090826470</id><published>2011-11-14T17:57:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T17:59:18.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peduli'/><title type='text'>Berlatih Diri untuk Senantiasa Peduli</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di New York, seorang tukang pos ditembak oleh seorang penembak jitu. Ia tidak boleh lama-lama berada di dalam lobi. Ia disuruh keluar dari lobi sebuah bangunan, karena darahnya mengotori karpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Oklahoma, seorang perempuan melahirkan di trotoar. Para pejalan kaki memalingkan mukanya. Seorang sopir taksi melihat ke arahnya, kemudian menancap gas mobilnya. Sebuah hotel di dekatnya menolak meminjaminya selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dayton, Ohio, selusin orang melihat seorang perempuan mengalami kecelakaan. Mobilnya masuk Sungai Miami. Mereka melihat kejadian itu dengan acuh tak acuh, ketika perempuan itu memanjat atap mobilnya dan berteriak bahwa dia tidak dapat berenang. Tak lama kemudian, perempuan itu mati tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, begitu banyak kejadian seperti kisah-kisah di atas ini terjadi di sekitar kita. Banyak yang peduli terhadap korban-korban kecelakaan atau kriminal. Mereka membawa korban-korban tersebut ke rumah sakit terdekat. Mereka memberikan pertolongan. Mereka mengulurkan tangan bagi para korban tersebut. Banyak dari para korban itu mengalami kedamaian dalam sisa-sisa hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita juga menemukan kisah-kisah mengenaskan seperti kisah-kisah tadi. Begitu banyak gelandangan dibiarkan terlunta-lunta. Mereka kemudian menghembuskan nafas dalam sunyi senyap dunia. Tiada tangan yang mau mengulur bagi mereka. Tiada sapaan mesra bagi mereka. Bahkan banyak orang menjauhi mereka. Banyak orang merasa takut terhadap kehadiran mereka. Karena itu, dibuat aturan-aturan untuk menyingkirkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mengapa situasi seperti ini mesti terjadi? Situasi seperti ini terjadi karena disposisi batin manusia. Orang kurang punya hati yang terbuka untuk sesamanya. Orang melihat sesamanya sebagai pengganggu kehidupan. Orang merasa bahwa kehadiran sesamanya bukan sebagai rahmat bagi diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti menyadari bahwa ketidakpedulian terhadap sesama merupakan salah satu bentuk dosa. Sang bijaksana berkata, “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak 4:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dante Alighieri bahkan lebih keras lagi berkata, “Tempat yang paling pantas di neraka disediakan bagi mereka yang pada saat krisis moral tidak melakukan apa-apa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian terhadap sesama itu mendatangkan rahmat keselamatan bagi sesama. Kalau kita peduli terhadap sesama yang membutuhkan bantuan kita, kita menyelamatkannya dari kebinasaan. Kita memberi sesama itu kesempatan untuk melanjutkan hidupnya. Ketika kita berani mengulurkan tangan bagi sesama yang menderita, kita memberikan sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berlatih terus-menerus untuk memiliki kepedulian terhadap sesama kita. Dengan demikian, semakin banyak rahmat yang kita alirkan kepada sesama kita. Banyak sesama kita yang mengalami damai dan sukacita dalam hidup. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;KOMSOS Keuskupan Agung Palembang&lt;br /&gt;822&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5010936225090826470?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5010936225090826470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/berlatih-diri-untuk-senantiasa-peduli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5010936225090826470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5010936225090826470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/berlatih-diri-untuk-senantiasa-peduli.html' title='Berlatih Diri untuk Senantiasa Peduli'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-792369790145233729</id><published>2011-11-13T17:55:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T17:56:35.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebenaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tawaran'/><title type='text'>Hati-hati Terhadap Tawaran-tawaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Ketika kembali dari Eropa, Dwight David Eisenhower (1890-1961), Presiden Amerika Serikat ke-34, berbicara kepada wartawan: “Seluruh dunia lapar akan kedamaian. Para pakar militer memberi tahu kemungkinan terjadinya perang nuklir yang mengerikan pada masa mendatang. Bencana akan menimpa umat manusia sebagai konsekuensinya. Hal ini merupakan rencana yang amat disukai iblis saat dia dengan terampil memintal jaringannya di seluruh dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Eisenhower, setiap negara yang dapat melaksanakan kedamaian, dapat mengendalikan dunia. Iblis akan memiliki seorang manusia super yang dapat melakukan hal itu. Dia akan menguasai dunia dengan bakat dan kemampuannya, sehingga dunia yang terkagum-kagum akan bertanya, “Siapa yang  mampu berperang dengannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kekuatiran Eisenhower itu juga menjadi kekuatiran manusia zaman sekarang. Ada banyak ketimpangan dalam hidup manusia. Manusia di zaman sekarang terancam hidupnya oleh berbagai dekadensi. Ada dekadensi moral dengan munculnya seks bebas, korupsi dan nepotisme. Ada dekadensi dalam kehidupan bersama. Orang semakin mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Egoisme dan kepentingan kelompok bertumbuh menjadi semakin kuat. Akibatnya, orang hanya peduli terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul juga kelompok-kelompok yang anti agama yang menyebar ke dalam kehidupan bermasyarakat. Yang mereka bawa tampaknya baik-baik saja. Yang mereka bawa itu mudah meninabobokan manusia. Mereka berusaha untuk membahagiakan manusia dengan ajaran-ajaran yang mereka bawa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik itu semua, mereka punya misi tertentu untuk menguasai kehidupan manusia. Mereka punya misi tertentu untuk menjauhkan manusia dari Tuhan. Dengan berbagai cara, mereka mengajak manusia untuk mengandalkan diri sendiri. Banyak orang akan tersesat jalannya. Agama yang selama ini mengajarkan kebaikan dan kebenaran akan ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa jadinya kalau situasi seperti ini menimpa diri kita? Tentu saja kita akan merasa terombang-ambing. Nilai-nilai moral yang kita junjung tinggi selama ini akan lenyap begitu saja. Tidak akan bernilai banyak lagi bagi kita. Nilai-nilai itu menjadi hampa dalam hidup kita. Persaudaraan dan persahabatan yang kita bangun selama ini akan lenyap begitu saja. Seolah-olah menguap tanpa bekas. Lantas apa yang menjadi pegangan hidup kita? Kita akan bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita perlu hati-hati terhadap berbagai tawaran yang datang kepada kita. Kita mesti seleksi setiap tawaran yang kita peroleh itu. Kalau tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan kehidupan yang kita anut selama ini, kita mesti singkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih bermakna. Tuhan tidak menjadi pemain cadangan dalam hidup kita. Namun Tuhan sungguh-sungguh menjadi satu-satunya pedoman hidup kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan yang indah untuk memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;821&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-792369790145233729?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/792369790145233729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/hati-hati-terhadap-tawaran-tawaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/792369790145233729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/792369790145233729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/hati-hati-terhadap-tawaran-tawaran.html' title='Hati-hati Terhadap Tawaran-tawaran'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5302544157672028252</id><published>2011-11-11T11:36:00.001+07:00</published><updated>2011-11-11T11:36:44.583+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Potret</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mendung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan angin sepoi pagi menerpa bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kutatap sebuah potret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berderap melunasi akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dia tersenyum kepadaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa yang mesti didamba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tercecer dari keningnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dia terus berderap maju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kali ini dia menyapaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan kumemadu canda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengidungkan kata ceria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan apa yang dikata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;juga kataku berpadu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets in Washington DC, USA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;31 Mei 1984&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5302544157672028252?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5302544157672028252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/sebuah-potret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5302544157672028252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5302544157672028252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/sebuah-potret.html' title='Sebuah Potret'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1984475088003645435</id><published>2011-11-11T11:11:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T11:35:57.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fleksibel'/><title type='text'>Hidup Fleksibel demi Kebahagiaan Bersama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda punya persoalan dengan penerapan peraturan yang Anda buat untuk kehidupan bersama? Mengapa hal itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria masuk ke sebuah bank untuk melakukan sebuah transaksi. Sang teller minta maaf sambil menjelaskan bahwa transaksi itu tidak dapat dilakukan karena petugas yang bersangkutan sedang berhalangan. Pria itu pun siap-siap pergi sambil meminta teller tersebut memvalidasi resi parkirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan tegas sang teller mengatakan bahwa kebijakan bank mereka tidak mengizinkan validasi parkir, kalau nasabah tidak bertransaksi. Pria ini mohon dispensi, karena toh ia bermaksud melakukan transaksi dan petugasnya sendiri yang berhalangan. Meski demikian, sang teller tetap bersikeras sambil berkata bahwa ini sudah kebijakan dari bank yang tidak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesal terhadap kebijakan yang demikian kaku, pria itu melakukan transaksi. Caranya adalah dia menarik seluruh dananya yang ada di bank itu sebesar US$ 1.5 juta! Teller ini tidak tahu bahwa pria tersebut adalah John Acres, pimpinan puncak IBM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, bank tersebut kehilangan nasabah yang sangat besar dan penting hanya karena menerapkan kebijakan yang sangat kaku. Memang, setiap perusahaan harus memiliki aturan-aturan yang jelas, namun bukan berarti harus kehilangan fleksibilitas dalam penerapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setiap aturan diterapkan dengan cara yang sedemikian kaku, aturan-aturan itu tidak akan menjadikan perusahaan tersebut tambah maju. Justru sebaliknya, perusahaan tersebut kehilangan peluang atau kesempatan yang sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sudah berapa banyak kesempatan baik yang lepas dari tangan Anda hanya karena Anda bersikap kaku dalam hidup? Tentu saja sudah banyak kesempatan baik yang hilang. Anda mungkin tidak bisa menghitungnya. Yang Anda alami kemudian adalah Anda menyesali sikap yang telah Anda lakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas menunjukkan kepada kita betapa suatu aturan yang kaku menjadi bumerang bagi diri sendiri. Suatu aturan yang ketat dan kaku kurang efektif dalam membangun kehidupan bersama. Karena itu, peraturan seperti ini mesti dikoreksi. Peraturan seperti ini mesti dirombak ulang, agar dapat menjadi acuan dalam kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti bersikap fleksibel dalam hidup ini. Peraturan boleh ada untuk membangun kehidupan bersama, tetapi orang mesti berusaha untuk menemukan cara-cara yang baik dalam menerapkan peraturan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda seorang pemimpin, Anda mesti memberikan aturan main yang jelas bagi kelompok Anda. Namun pada saat yang sama, Anda harus memiliki sikap lentur dalam menerapkan aturan tersebut. Mengapa? Karena kita menghadapi orang-orang yang beragam dengan kepribadian yang beragam. Persoalan-persoalan yang dihadapi pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah peraturan yang tegas, terapkanlah dengan fleksibel. Dengan demikian, peraturan yang Anda buat bisa memiliki nilai manfaat. Tidak menghambat kemajuan Anda sendiri, tapi memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan hidup bersama. Mari kita tingkatkan hidup yang berkualitas dengan berlaku fleksibel. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1984475088003645435?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1984475088003645435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/hidup-fleksibel-demi-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1984475088003645435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1984475088003645435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/hidup-fleksibel-demi-kebahagiaan.html' title='Hidup Fleksibel demi Kebahagiaan Bersama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7765950764158202694</id><published>2011-11-11T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T09:25:00.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kualitas hidup'/><title type='text'>Meraih Kualitas Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda ingin punya kualitas hidup yang lebih baik? Apa yang Anda lakukan untuk memiliki kualitas yang lebih baik itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan oleh kehadiran kopi luwak. Kopi khas Indonesia ini tidak hanya terkenal di dalam negeri. Tetapi kopi luwak mengharum ke seluruh penjuru dunia. Kopi luwak pun melegenda di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat kopi luwak sedemikian dahsyat dan membangunkan mata semua orang yang tertidur? Kedahsyatan kopi luwak terletak pada citarasanya. Hal ini membuat kopi luwak melangit harganya. Harganya begitu mahal. Di pasaran dunia harganya bisa sampai 300 hingga 600 USD per kilogram atau 5 dolar secangkir. Hal ini membuat kopi luwak lebih mahal dari kopi mana pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, kopi ini juga mahal dan terkenal karena keunikannya. Kopi ini diperoleh dari buah-buah kopi biasa yang dimakan luwak atau musang lalu dikeluarkan lewat kotorannya. Rupanya, luwak punya insting yang sangat luar biasa dalam mengenali kualitas buah kopi. Luwak hanya mau makan kopi yang berkualitas. Sedemikian hebat pilihan luwak itu hingga bahkan manusia menghargai ampasnya dengan begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, setiap orang ingin punya kualitas dalam kehidupannya. Setiap orang ingin hidup ini sungguh-sungguh bermakna. Tidak ada orang yang ingin mati sia-sia. Tidak ada orang yang ingin hidupnya berakhir begitu saja tanpa makna. Orang ingin hidup ini sungguh-sungguh memiliki makna yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kualitas hidup itu sungguh-sungguh penting bagi kehidupan manusia. Untuk itu, manusia mesti memperjuangkannya. Kualitas hidup yang sejati itu tidak bisa ditawar-tawar. Hidup yang berkualitas tinggi memiliki nilai yang tinggi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang punya kualitas tinggi dalam hidupnya akan menjadi cermin bagi hidup banyak orang. Orang-orang akan datang kepadanya untuk meminta berbagai nasihat dan pertimbangan. Orang-orang tidak enggan untuk mendapatkan berbagai hal baik dari dirinya. Mengapa? Karena biasanya orang punya kualitas yang tinggi dalam hidupnya selalu menampilkan kesederhanaan. Kerendahan hati menjadi bagian dari diri orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti berusaha memiliki kualitas khusus yang membedakan dirinya dengan orang-orang biasa. Orang beriman seperti ini hidupnya selalu ditandai dengan saling berbagi. Kepeduliannya terhadap hidup sesama menjadi suatu ukuran kualitas yang baik itu. Orang seperti ini biasanya punya keringanan tangan dalam membantu sesama. Orang seperti ini tidak jemu-jemu memberikan diri bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ada banyak tantangan dalam membangun kualitas yang tinggi dalam hidup ini. Namun orang mesti memandang tantangan itu sebagai kesempatan untuk memurnikan motivasi hidupnya. Tantangan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup itu. Ibarat emas yang mesti disepuh dalam bara api yang menyala-nyala, kualitas hidup mesti selalu diuji dalam hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berusaha untuk membangun hidup yang berkualitas. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin bermakna. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7765950764158202694?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7765950764158202694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/meraih-kualitas-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7765950764158202694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7765950764158202694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/meraih-kualitas-hidup.html' title='Meraih Kualitas Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1010258065616951587</id><published>2011-11-10T09:23:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T09:25:40.810+07:00</updated><title type='text'>Antrian Jiwa-jiwa di Pintu Surga</title><content type='html'>Di pintu itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perhentian manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari ziarah hidup di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk peroleh bahagia selama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan pintu surga itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah menunggu jiwa-jiwa penat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menyeberangi sempit titian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ingin bersua yang dicari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan pintu surga itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa-jiwa bertangis duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sia segala ziarah hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak yang antri terputus harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan terhalang dosa dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan pintu surga itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada jiwa tersenyum ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah bersanding yang dicari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses segala ziarah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah berbuat yang diperintah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets in Whasington DC, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1010258065616951587?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1010258065616951587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/antrian-jiwa-jiwa-di-pintu-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1010258065616951587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1010258065616951587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/antrian-jiwa-jiwa-di-pintu-surga.html' title='Antrian Jiwa-jiwa di Pintu Surga'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4369171959647520793</id><published>2011-11-10T09:22:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T09:23:41.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keangkuhan'/><title type='text'>Menjauhkan Hidup dari Keangkuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari terakhir kemerdekaan Prancis, seorang prajurit menulis sepucuk surat ke rumahnya, “Kami telah melihat begitu banyak hal yang aneh terjadi di medan perang. Baru-baru ini, kami melihat sejumlah besar prajurit Jerman yang melompat-lompat dan menari-nari, karena menyangka akan dipenjara! Kadang-kadang seorang serdadu Nazi Jerman dibawa masuk dengan tampang kejam, keras, dan ganas. Salah satu dari orang fanatik ini suatu hari dibawa masuk dalam keadaaan luka parah. Dia memerlukan transfusi darah dan dokter mengatakan hal itu kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah ini darah Inggris?” tanya Serdadu Jerman itu kepada dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, darah Inggris yang baik. Jika engkau menolak transfusi, engkau akan mati,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan angkuh, serdadu Nazi Jerman itu berkata, “Kalau begitu, saya lebih baik mati,” jawab dokter itu sambil menatap wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, jenazahnya dibawa keluar untuk dimakamkan. Tidak mengherankan, jika orang-orang Inggris berteriak di pintu, ’Betapa bodohnya orang itu!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, keangkuhan dapat membawa malapetaka bagi kehidupan. Kesombongan dapat membuat orang kehilangan segala-galanya. Gengsi itu mahal harganya. Demi gengsi, orang rela kehilangan dirinya sendiri. Benarkah hal seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, orang yang bijaksana tidak akan mengandalkan keangkuhan. Orang yang mau sukses dalam hidupnya menghindari kesombongan. Orang yang ingin maju dalam hidupnya akan membiarkan gengsi lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberi inspirasi bagi hidup kita. Orang mesti memiliki sikap rendah hati dalam hidupnya. Orang tidak boleh membiarkan dirinya digerogoti oleh kesombongan. Mengapa? Karena keangkuhan atau kesombongan menutup diri orang terhadap sesamanya. Serdadu Nazi Jerman itu menutup hatinya terhadap kebaikan sesamanya. Karena itu, hidupnya menjadi sia-sia. Hidupnya tidak berarti bagi sesamanya. Ia mengakhiri hidupnya secara tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CH Spurgeon menasihatkan kita agar kita jangan angkuh karena ras, wajah, rumah atau harta. Mengapa? Karena keangkuhan atau kesombongan menyingkirkan sesama. Harta yang banyak dapat menjadi penghalang kemajuan dalam hidup bersama. Orang hanya mau menerima sesamanya karena hartanya yang banyak. Ketika harta itu lenyap, orang tidak lagi menerima sesamanya. Persaudaraan menghilang dari kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti mengutamakan kerendahan hati. Orang beriman mengutamakan hati yang terbuka lebar bagi sesamanya. Sang kebijaksanaan berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaan pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” &lt;/span&gt;(Mzm. 40:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berusaha untuk hidup baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Dengan demikian, kita boleh mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan senantiasa peduli terhadap orang yang dengan rendah hati datang kepadanya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;820&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4369171959647520793?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4369171959647520793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menjauhkan-hidup-dari-keangkuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4369171959647520793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4369171959647520793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menjauhkan-hidup-dari-keangkuhan.html' title='Menjauhkan Hidup dari Keangkuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6853771266612212012</id><published>2011-11-08T12:06:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T12:08:26.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepedulian'/><title type='text'>Membuka Hati untuk Memupuk Kepedulian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang gadis kecil diminta untuk menghafal ayat yang berbunyi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”.&lt;/span&gt; Anak itu harus maju ke atas panggung dan mengucapkan apa yang telah dihafalnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah berada di panggung, anak itu mulai berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Biarkan….” &lt;/span&gt;Namun dia berhenti. Dia tidak sanggup meneruskan kalimatnya. Dia demam panggung. Grogi. Itulah pertama kali baginya berdiri di atas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa takut. Dia tidak ingin ditertawakan oleh penonton. Ia pun berusaha lagi. Ia berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Biarkan anak-anak itu…..” &lt;/span&gt;Dia terdiam. Gadis itu masih demam panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat ke kiri dan ke kanan. Dari depannya, ratusan penonton bertepuk tangan memberikan dukungan kepadanya. Akhirnya dengan usaha keras, gadis itu berhasil mengucapkan ayat-ayat itu, meskipun tidak persis. Ia berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Yesus mau kita semua datang kepada-Nya dan jangan seorang pun mencoba menghalang-halangi kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Semua penonton terbengong-bengong dibuatnya. Pasalnya, ia mengajak semua orang untuk datang kepada Yesus. Padahal banyak penonton di hadapannya tidak hidup sesuai dengan keinginan Tuhan. Mereka lebih banyak melaksanakan kehendak pribadi mereka. Mereka tidak peduli terhadap sesamanya yang menderita. Hari itu, gadis kecil itu telah membuat mereka punya kepedulian terhadap sesama. Hasilnya, beberapa bulan kemudian para penonton itu mulai berubah sikap. Mereka menjadi orang-orang yang peduli terhadap sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, sering orang menganggap remeh anak-anak kecil. Kata-kata anak-anak kecil sering tidak dihiraukan. Padahal kata-kata mereka juga punya makna yang memberikan semangat dan daya dorong bagi perubahan hidup. Kisah di atas merupakan salah satu contoh tentang kuatnya kata-kata yang mampu mengubah cara hidup. Meskipun gadis kecil itu tidak hafal kata-kata Yesus kata demi kata, dia dapat menangkap intisari ucapan Yesus dengan tepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Anak itu tentu saja mendatangkan sukacita bagi hidup sesamanya. Banyak orang kemudian memiliki kepedulian terhadap sesamanya. Banyak orang hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri. Banyak orang mulai peduli terhadap kehendak Tuhan dalam hidup mereka. Sang bijaksana berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Anak-anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya”&lt;/span&gt; (Ams. 10:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Untuk mencapai kebijaksanaan yang mendatangkan sukacita, orang mesti belajar untuk menerima sesamanya dalam hidupnya. Orang mesti belajar dari Yesus yang menerima semua orang yang datang kepada-Nya. Yesus tidak peduli siapa yang datang kepada-Nya. Ia mau menerima mereka semua. Mengapa? Karena Yesus mengasihi semua orang. Yesus mau agar semua orang mengalami sukacita dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita memupuk sikap menerima semua orang dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang-orang yang memiliki keterbukaan hati kepada semua orang. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;819&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6853771266612212012?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6853771266612212012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-hati-untuk-memupuk-kepedulian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6853771266612212012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6853771266612212012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-hati-untuk-memupuk-kepedulian.html' title='Membuka Hati untuk Memupuk Kepedulian'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1635387769615586461</id><published>2011-11-06T06:14:00.001+07:00</published><updated>2011-11-06T06:14:56.169+07:00</updated><title type='text'>Kudengar Jeritan Itu</title><content type='html'>Kudengar jeritan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari arah rimbun pepohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah terbantai manusia jahanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang diperbuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak bercacat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jeritan itu mengerang-erang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harapkan semilir kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat hidup sedetik lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak berbelas orang yang lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets Whasington DC, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1635387769615586461?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1635387769615586461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kudengar-jeritan-itu_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1635387769615586461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1635387769615586461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kudengar-jeritan-itu_06.html' title='Kudengar Jeritan Itu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8325939288702596829</id><published>2011-11-06T06:13:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T06:14:33.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekuatan Tuhan'/><title type='text'>Membuka Diri bagi Kekuatan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       Pernahkah Anda mengalami kesendirian dalam hidup ini? Anda merasa Tuhan tidak peduli terhadap duka nestapa yang Anda alami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak kecil sering dibawa oleh ayahnya ke tempat ibadat. Di sana ia biasa belajar berdoa dengan khusyuk. Ayahnya pun sering memberitahu dirinya bahwa Tuhan begitu baik terhadap dirinya. Bahkan kasih Tuhan kepadanya tak pernah mengenal batas. Anak itu yakin akan penjelasan ayahnya. Ia semakin percaya dan menaruh pengharapan pada Tuhan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anak itu belum puas saat ayahnya memberi penjelasan bahwa Tuhan begitu besar. Soalnya adalah ia belum pernah melihat Tuhan. Ia membayangkan Tuhan sebesar gajah yang pernah ia lihat di kebun binatang. Atau Tuhan sebesar batu besar yang ada di belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa, seberapa besar sih Tuhan itu?” tanya anak itu suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kan sudah ayah jelaskan tentang Tuhan yang besar. Nah, jawaban yang benar adalah tergantung seberapa besar kamu menyediakan tempat untuk Tuhan,” kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu terkejut mendengar kata-kata ayahnya. Baginya, Tuhan yang besar itu tidak mungkin menempati dirinya yang begitu kecil. Lantas ia berkata, “Ayah, setiap hari saya siapkan tempat untuk Tuhan dalam hati saya. Saya merasakan begitu damai. Saya yakin, Tuhan hadir dalam hati saya yang kecil ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering kita menyangsikan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Apalagi di saat-saat kita mengalami duka nestapa. Kita merasa Tuhan tidak lagi peduli terhadap kita. Tuhan menjauh dari hidup kita. Kita merasa berjuang sendirian. Kita merasa tidak punya pegangan hidup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Kisah tadi memberi kita peneguhan bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam diri kita yang kecil. Tuhan tidak pernah beranjak dari diri kita. Mengapa? Karena Tuhan mengasihi kita. Pada hakekatnya Tuhan itu kasih. Dia ingin melimpahkan kasih setianya kepada kita. Dia ingin agar manusia tidak mengalami duka nestapa dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya adalah manusia kurang berani membuka hatinya kepada Tuhan. Manusia mau berjuang sendiri. Manusia menutup diri terhadap kehadiran Tuhan dalam dirinya. Akibatnya, manusia merasa berjuang sendirian. Manusia merasa ditinggalkan oleh Tuhan.  Manusia akhirnya terlunta-lunta dalam perjalanan hidupnya. Manusia mengalami duka nestapa hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman adalah orang yang senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan. Orang beriman tidak membiarkan dirinya dikuasai egoisme dirinya. Karena itu, kita mesti terus-menerus membuka hati kita kepada Tuhan. Kita arahkan segenap kekuatan kita kepada Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Dengan demikian, kita mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8325939288702596829?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8325939288702596829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-diri-bagi-kekuatan-tuhan_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8325939288702596829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8325939288702596829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-diri-bagi-kekuatan-tuhan_06.html' title='Membuka Diri bagi Kekuatan Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4030141208801507914</id><published>2011-11-06T06:12:00.000+07:00</published><updated>2011-11-06T06:13:17.207+07:00</updated><title type='text'>Kautambat Batinmu</title><content type='html'>Antara tangis dan keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tergurat segumpal kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau dan aku lagi bersanding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dekat rimbun pepohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau mengikat kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kupelihara kata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sanubari kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini kembali kautambat batinmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets Whasington DC, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4030141208801507914?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4030141208801507914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kautambat-batinmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4030141208801507914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4030141208801507914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kautambat-batinmu.html' title='Kautambat Batinmu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6814948545132369461</id><published>2011-11-06T06:00:00.001+07:00</published><updated>2011-11-06T06:00:49.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejahatan'/><title type='text'>Jangan Balas Kejahatan dengan Kejahatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana sikap Anda terhadap orang yang kurang baik terhadap Anda? Anda ikut-ikutan bersikap kurang baik pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya dan seorang teman berbelanja di salah satu supermarket di kota Palembang. Setelah mengambil barang-barang yang kami butuhkan, kami menuju kasir untuk membayar. Kami memegang nota pembayaran masing-masing di tangan. Yang kami jumpai adalah seorang kasir yang saat itu berwajah seram. Ia tampak sedang punya masalah. Entah masalah apa, yang penting dia sedang kurang begitu bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kasir itu melayani kami dengan kurang begitu baik. Tiada seutas senyum pun menghiasi wajahnya. Wajahnya cemberut. Teman saya merasa jengkel terhadap pelayanan yang tidak bersahabat itu. Ia menendang-nendang kaki saya, seolah mendesak agar kami segera pergi dari hadapan kasir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, saya merasa tidak ada persoalan dengan wajah kasir itu. Saya menikmati saja pelayanan seperti itu. Toh, bagi saya yang penting saya bayar apa yang saya beli lalu saya segera pergi. Teman saya itu malah merasa saya tidak waras menyaksikan pelayanan yang buruk dari kasir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian kami pun pergi dengan barang-barang belanjaan kami. “Mengapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu? Kamu kan lihat wajahnya yang cemberut seperti itu. Masak kamu malah meladeni dia dengan senyum segala?” tanya teman itu kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum, saya menjawab, “Mengapa saya harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Biarin saja dia cemberut. Saya tidak perlu terpengaruh oleh sikapnya itu. Dia punya kebebasan untuk bersikap seperti apa terhadap kita. Kamu boleh marah terhadapnya, tetapi tidak bisa melarangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering kita menghendaki agar orang lain sama seperti kita dalam segala hal. Namun keinginan kita itu tidak mungkin terjadi. Mengapa? Karena setiap orang punya keunikan. Kita tidak pernah dilahirkan sama. Kita dilahirkan berbeda. Bahkan anak kembar pun tidak sama dalam tindak tanduk mereka. Karena itu, yang mesti kita lakukan adalah kita menghargai tingkah laku sesama kita. Kita sendiri mesti tetap bertahan dalam perbuatan baik yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa melakukan suatu tindakan baik tidak tergantung dari tindakan orang lain terhadap kita. Orang boleh bersikap kurang jujur dan adil terhadap kita. Namun kita mesti tetap bertahan pada perbuatan baik kita kepada sesama. Hanya dengan cara seperti ini kita melestarikan cinta kasih yang telah kita perjuangkan selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita membalas kejahatan dengan kejahatan. Mengapa? Karena akan terjadi hidup yang tidak menyenangkan. Kita akan menemukan suatu situasi hidup yang tidak membahagiakan. Perbuatan kasih yang kita tampilkan dalam hidup ini akan membantu kita untuk bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Karena itu, mari kita hidup dalam kasih Tuhan. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk menumbuhkan hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6814948545132369461?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6814948545132369461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/jangan-balas-kejahatan-dengan-kejahatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6814948545132369461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6814948545132369461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/jangan-balas-kejahatan-dengan-kejahatan.html' title='Jangan Balas Kejahatan dengan Kejahatan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2597575888781222611</id><published>2011-11-04T09:13:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T09:14:13.585+07:00</updated><title type='text'>Kudengar jeritan itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kudengar jeritan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari arah rimbun pepohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah terbantai manusia jahanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang diperbuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak bercacat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jeritan itu mengerang-erang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harapkan semilir kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat hidup sedetik lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak berbelas orang yang lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets Washington DC, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2597575888781222611?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2597575888781222611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kudengar-jeritan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2597575888781222611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2597575888781222611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kudengar-jeritan-itu.html' title='Kudengar jeritan itu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-109565432507992506</id><published>2011-11-04T09:11:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T09:12:22.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekuatan Tuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuka diri'/><title type='text'>Membuka Diri bagi Kekuatan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   Pernahkah Anda mengalami kesendirian dalam hidup ini? Anda merasa Tuhan tidak peduli terhadap duka nestapa yang Anda alami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak kecil sering dibawa oleh ayahnya ke tempat ibadat. Di sana ia biasa belajar berdoa dengan khusyuk. Ayahnya pun sering memberitahu dirinya bahwa Tuhan begitu baik terhadap dirinya. Bahkan kasih Tuhan kepadanya tak pernah mengenal batas. Anak itu yakin akan penjelasan ayahnya. Ia semakin percaya dan menaruh pengharapan pada Tuhan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anak itu belum puas saat ayahnya memberi penjelasan bahwa Tuhan begitu besar. Soalnya adalah ia belum pernah melihat Tuhan. Ia membayangkan Tuhan sebesar gajah yang pernah ia lihat di kebun binatang. Atau Tuhan sebesar batu besar yang ada di belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa, seberapa besar sih Tuhan itu?” tanya anak itu suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kan sudah ayah jelaskan tentang Tuhan yang besar. Nah, jawaban yang benar adalah tergantung seberapa besar kamu menyediakan tempat untuk Tuhan,” kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu terkejut mendengar kata-kata ayahnya. Baginya, Tuhan yang besar itu tidak mungkin menempati dirinya yang begitu kecil. Lantas ia berkata, “Ayah, setiap hari saya siapkan tempat untuk Tuhan dalam hati saya. Saya merasakan begitu damai. Saya yakin, Tuhan hadir dalam hati saya yang kecil ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering kita menyangsikan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Apalagi di saat-saat kita mengalami duka nestapa. Kita merasa Tuhan tidak lagi peduli terhadap kita. Tuhan menjauh dari hidup kita. Kita merasa berjuang sendirian. Kita merasa tidak punya pegangan hidup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Kisah tadi memberi kita peneguhan bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam diri kita yang kecil. Tuhan tidak pernah beranjak dari diri kita. Mengapa? Karena Tuhan mengasihi kita. Pada hakekatnya Tuhan itu kasih. Dia ingin melimpahkan kasih setianya kepada kita. Dia ingin agar manusia tidak mengalami duka nestapa dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya adalah manusia kurang berani membuka hatinya kepada Tuhan. Manusia mau berjuang sendiri. Manusia menutup diri terhadap kehadiran Tuhan dalam dirinya. Akibatnya, manusia merasa berjuang sendirian. Manusia merasa ditinggalkan oleh Tuhan.  Manusia akhirnya terlunta-lunta dalam perjalanan hidupnya. Manusia mengalami duka nestapa hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman adalah orang yang senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan. Orang beriman tidak membiarkan dirinya dikuasai egoisme dirinya. Karena itu, kita mesti terus-menerus membuka hati kita kepada Tuhan. Kita arahkan segenap kekuatan kita kepada Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Dengan demikian, kita mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-109565432507992506?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/109565432507992506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-diri-bagi-kekuatan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/109565432507992506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/109565432507992506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membuka-diri-bagi-kekuatan-tuhan.html' title='Membuka Diri bagi Kekuatan Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4520161204644433977</id><published>2011-11-04T09:09:00.001+07:00</published><updated>2011-11-04T09:10:45.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemarahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesama'/><title type='text'>Menahan Kemarahan demi Kebaikan Semua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu siang seorang pemuda kelelahan. Baru saja ia marah-marah terhadap anak buahnya yang melakukan kesalahan. Kepada seorang teman dekatnya, ia berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Saya kesal dengan semua ini. Mengapa mereka tidak melakukan apa yang saya instruksikan? Mengapa mereka kerjakan apa yang mereka inginkan? Dan itu salah. Saya lelah dengan semua ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang punya usaha bengkel itu merasa jengkel terhadap para karyawannya. Ia menyimpan kekesalannya itu dalam hatinya. Akibatnya, ia tidak bisa melakukan apa yang menjadi tugas-tugasnya. Hari itu ia banyak kehilangan keuntungan. Seharusnya banyak penghasilan ia peroleh pada hari itu. Akibat kemarahannya itu, ia banyak kehilangan pelanggan. Ia mesti bangkit lagi. Ia mesti berusaha untuk mengembalikan lagi para pelanggannya. Mereka lari ke bengkel lain, karena kesalahan para karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pemuda itu menyadari bahwa tenggelam dalam kemarahan tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Ia akan kehilangan semakin banyak keuntungan. Karena itu, ia mengumpulkan semua karyawannya. Ia memberikan pengarahan kepada mereka. Ia memberikan pelatihan untuk mereka, sehingga mereka dapat memperbaiki kesalahan. Dengan cara itu, dalam waktu singkat ia dapat mengembalikan lagi para pelanggannya. Suatu sukses kemudian ia raih dalam usahanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, amarah atau kemarahan melemahkan manusia. Amarah membuat orang rugi dalam setiap usaha yang dilakukannya. Ketika Anda punya usaha yang sedang bertumbuh, Anda dianjurkan untuk mengekang kemarahan Anda. Mengapa? Karena kemarahan dapat menghilangkan kemajuan usaha Anda. Energi Anda terpusat pada diri Anda sendiri yang tidak ingin disepelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah biasanya berhubungan erat dengan egoisme seseorang. Mengapa seseorang itu marah? Benjamin Franklin mengatakan bahwa amarah tidak pernah terjadi tanpa alasan, tetapi jarang oleh alasan yang baik. Artinya, kemarahan atau amarah itu lebih didominasi oleh alasan yang kurang baik. Orang gampang marah, karena orang tidak mau dirinya disepelekan. Orang gampang marah, karena orang merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan yang lebih. Kalau ada orang yang kemampuannya lebih dari dirinya, ia akan marah. Ia tidak mau terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengalaman hidup sehari-hari, orang bebal lebih gampang dikuasai amarah. Mengapa? Karena orang bebal tidak punya banyak akal untuk menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Ia punya keterbatasan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, orang bebal sering merasa diri serba tahu. Akibatnya, orang bebal biasanya merasa gampang tersaingi oleh orang lain. Sang Kebijaksanaan mengatakan bahwa orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, orang beriman mesti selalu berusaha untuk menahan amarahnya. Orang beriman mesti menjadi orang yang bijak dalam hidup ini dengan mengarahkan dirinya kepada kebaikan. Kalau kita mampu menahan amarah dalam hidup ini, kita akan meraih sukses dalam perjalanan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menahan diri dari rasa marah. Kita berusaha untuk menahan diri, agar kita memperoleh rahmat Tuhan yang berlimpah-limpah. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;818&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4520161204644433977?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4520161204644433977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menahan-kemarahan-demi-kebaikan-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4520161204644433977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4520161204644433977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menahan-kemarahan-demi-kebaikan-semua.html' title='Menahan Kemarahan demi Kebaikan Semua'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2574382983288081269</id><published>2011-11-03T10:45:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T10:46:06.880+07:00</updated><title type='text'>Kisah Paduan</title><content type='html'>Di seberang sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kesunyian Groto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ribuan burung berkicau-kicauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beradu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintakah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika tak ada paduan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serangkaian lebah bergemuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelma...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengejutkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari menjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendekat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan lebah pada burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengisah awal cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burung turut menimba butiran cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpeluk padu dalam keheningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ (Distinguised Member of International Society of Poets Washington DC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Mei 1981&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2574382983288081269?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2574382983288081269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kisah-paduan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2574382983288081269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2574382983288081269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/kisah-paduan.html' title='Kisah Paduan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2785704689946543052</id><published>2011-11-03T10:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T10:45:22.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekuatiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Membantu Kita Lepas dari Kekuatiran</title><content type='html'>Kekuatiran sering dialami manusia dalam hidup ini. Soalnya, mengapa manusia merasa kuatir? Ada berbagai alasan. Bagaimana manusia mengatasi kekuatiran dalam hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelajar sedang kuatir akan nilai-nilai ulangan kenaikan kelas. Ia merasa kurang tenang. Pasalnya, ia sudah berusaha sedemikian rupa mengerjakan soal-soal ulangan, tetapi ia kurang yakin kebenarannya. Beberapa hari ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia selalu terbangun pada jam dua pagi. Padahal biasanya ia tidur pulas mulai jam sepuluh malam hingga jam lima pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pelajar itu resah, jangan-jangan ia tidak bisa mendapatkan nilai yang tertinggi untuk pelajaran-pelajaran favoritnya. Sang ibu pun menangkap suasana batin anaknya. Ia berusaha untuk menenangkan anaknya. Ia berusaha meyakinkan dia bahwa apa yang ia risaukan hanyalah bayang-bayang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             “Mama, saya sungguh-sungguh yakin ada soal-soal ujian untuk pelajaran-pelajaran saya tidak bisa saya kerjakan dengan baik. Ibu mendukung saya, tetapi bagaimana kalau hal itu benar-benar terjadi?” kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sang ibu membawa anaknya dalam doa. Ia berharap, sang anak dapat menenangkan diri. Ia mendoakannya agar apa yang dirisaukan anaknya tidak perlu terjadi. Beberapa hari kemudian, sang anak tampak tenang. Ia bisa membantu ibunya menjaga toko. Ia bisa memusatkan pikiran dan perhatiannya pada hal-hal yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sahabat, kecemasan atau kekuatiran sering menimpa manusia. Pertanyaannya adalah mengapa manusia cemas atau kuatir? Jawabannya tentu saja banyak. Ada berbagai alasan bagi seseorang untuk merasa cemas atau kuatir. Di saat orang berada dalam situasi seperti ini, orang akan melakukan hal-hal yang membantu dirinya untuk menenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sang ibu dalam kisah di atas mengambil salah satu langkah yang terbaik dari berbagai nasihat bagi orang yang sedang berada dalam kekuatiran. Ia membawa anaknya dalam doa-doanya. Ia mempersembahkan situasi yang dihadapi anaknya dalam doa-doanya. Ia yakin, Tuhan akan selalu mendengarkan doa-doanya. Bagi ibu itu, doa menjadi penawar terbaik bagi anaknya yang sedang resah dan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tentu saja orang beriman memilik cara-cara untuk keluar dari kecemasan atau kekuatiran. Orang beriman tidak bekerja sendirian. Orang beriman senantiasa bekerja bersama Tuhan. Mengapa? Karena orang beriman yakin bahwa setiap inchi dari hidupnya selalu disertai Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan dirinya sedetik pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Untuk itu, yang dibutuhkan adalah sikap penyerahan yang mendalam kepada Tuhan. Orang berima itu orang yang tidak mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Orang beriman itu mengandalkan kekuatan Tuhan yang meraja dalam dirinya. Karena itu, mari kita serahkan hidup kita kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan yang memimpin perjalanan hidup kita. Dengan demikian, hidup menjadi semakin indah. Hidup ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2785704689946543052?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2785704689946543052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/doa-membantu-kita-lepas-dari-kekuatiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2785704689946543052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2785704689946543052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/doa-membantu-kita-lepas-dari-kekuatiran.html' title='Doa Membantu Kita Lepas dari Kekuatiran'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3925888037513081760</id><published>2011-11-03T10:39:00.001+07:00</published><updated>2011-11-03T10:42:16.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendengarkan firman Tuhan'/><title type='text'>Membaca dan Mendengarkan Firman Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jacob de Shazer pergi ke Jepang sebagai anak buah Jimmy Doolittle, pada tanggal 18 April 1942, dia adalah seorang ateis. Dia ditangkap dan dipenjarakan oleh orang Jepang. Dia melihat dua orang temannya ditembak oleh dua regu tembak. Dia juga melihat temannya yang lain mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berbulan-bulan, dia merenungkan pertanyaan mengapa orang-orang Jepang membencinya dan mengapa dia membenci mereka. Dia mulai mengingat kembali beberapa hal yang pernah didengarnya tentang kekristenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berani, dia bertanya kepada petugas penjara, apakah mereka dapat mengusahakan sebuah Alkitab baginya. Mula-mula mereka tertawa terbahak-bahak dan menganggapnya bergurau. Kemudian mereka memperingatkannya, agar ia tidak mengganggu mereka. Tetapi ia terus meminta Alkitab, padahal ia seorang ateis. Seseorang yang tidak percaya adanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Mei 1944, seorang penjaga membawakannya sebuah Alkitab. Penjaga itu melemparkan Alkitab itu kepadanya dan berkata, “Engkau boleh meminjamnya selama tiga minggu. Tiga minggu lagi saya akan mengambilnya kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai ucapannya, tiga minggu kemudian penjaga itu mengambil Alkitab itu dan de Shazer tidak pernah melihatnya lagi. Pada tahun 1948, de Shazer, istrinya dan bayi laki-lakinya kembali ke Jepang sebagai misionaris. Semua ini disebabkan karena Alkitab yang dipinjam dari seorang penjaga Jepang selama tiga minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Immanuel Kant, seorang filsuf, mengatakan bahwa Alkitab adalah mata air semua kebenaran yang tidak pernah habis. Keberadaan Alkitab merupakan berkat terbesar yang pernah dialami manusia. Tentu saja sumber kebenaran itu telah mengubah hidup seorang ateis menjadi seorang yang percaya akan keberadaaan Tuhan dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengingatkan kita bahwa Alkitab atau Kitab Suci dari agama mana pun memiliki sumber kebenaran yang tak pernah habis ditimba. Orang beriman mesti membaca atau mendengarkan firman Tuhan yang sudah ditulis di dalam Kitab Suci itu. Dengan demikian, orang sungguh-sungguh mengerti kehendak Tuhan bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, bagi manusia zaman sekarang adalah apakah manusia masih memiliki semangat untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan? Bukahkah mata dan telinga manusia sudah begitu banyak disibukkan oleh berbagai hal? Mata manusia kini tersilau oleh berbagai materi, sehingga tidak mampu lagi membaca firman Tuhan. Akibatnya, Kitab Suci yang begitu sakral hanya tergeletak di ruang tamu diselimuti debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini telinga manusia lebih banyak diisi oleh hiruk pikuk dunia. Tidak ada tempat lagi bagi firman Tuhan dalam telinga manusia. Akibatnya, manusia hanya mendengarkan keinginannya sendiri. Manusia menuruti kehendak egoismenya sendiri. Hasilnya, banyak dukacita yang mesti ditanggung oleh manusia. Mengapa? Karena ternyata kehendak dirinya sendiri tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, kita mesti menyediakan mata dan telinga kita bagi firman Tuhan. Kita baca dan renungan firman Tuhan. Kita dengarkan baik-baik kehendak Tuhan bagi hidup kita. Tentu saja Tuhan selalu berkehendak baik bagi kita. Tuhan selalu menginginkan damai dan sukacita bagi hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;817&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3925888037513081760?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3925888037513081760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membaca-dan-mendengarkan-firman-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3925888037513081760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3925888037513081760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/membaca-dan-mendengarkan-firman-tuhan.html' title='Membaca dan Mendengarkan Firman Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2189268156323474640</id><published>2011-11-02T08:08:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T08:09:08.144+07:00</updated><title type='text'>Nenek Itu Masih Tersenyum</title><content type='html'>Di tepian sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duduk seorang nenek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia berkisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenang memori tahun-tahun silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernahkah ada cinta yang lampus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau terbawa arus sungai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini dia bukan sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangis sang bayi, cucunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merajuk cintanya yang hampir sirna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dia sadar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintanya belum terbawa arus sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seutas senyum tersungging di wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2189268156323474640?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2189268156323474640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/nenek-itu-masih-tersenyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2189268156323474640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2189268156323474640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/nenek-itu-masih-tersenyum.html' title='Nenek Itu Masih Tersenyum'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8063371289046459566</id><published>2011-11-02T08:05:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T08:07:47.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memberi'/><title type='text'>Memberi dengan Hati yang Tulus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Pernahkah Anda memberi hidup Anda kepada sesama Anda? Tentu saja Anda pernah melakukan pemberian seperti ini. Namun yang mesti Anda lakukan adalah Anda mesti memberi dengan segenap hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;           Ada seorang anak yang sangat pelit. Apa yang dimilikinya tidak boleh diambil oleh orang lain, bahkan adiknya sendiri pun tidak boleh menyentuhnya. Kalau ia sedang makan sesuatu, ia tidak peduli adiknya yang berada di hadapannya sambil menadahkan tangan. Ia biarkan saja adiknya meminta kepadanya makanan tersebut. Ia akan masukkan semuanya ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Anak ini kemudian tumbuh dalam kesendirian. Dua adik dan satu kakaknya kurang peduli terhadap dirinya. Mereka dengan enteng saling berbagi. Mereka dengan mudah saling memberi. Ketika mereka memiliki sesuatu yang berharga, mereka akan berbagi bertiga. Sedangkan saudara mereka yang kikir itu tidak diberi bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Dalam perjalanan waktu, anak yang kikir itu lebih banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya. Usaha-usahanya seringkali tersendat. Ia menjadi orang yang kurang sejahtera dibandingkan tiga saudaranya yang lain. Akibatnya, ia banyak mengeluh. Namun keluhan-keluhannya itu tidak menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya. Ia semakin terpuruk dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sementara tiga saudaranya menikmati hidup yang sejahtera. Usaha-usaha mereka berhasil dengan begitu baik. Mereka tidak perlu mengeluh dalam hidup. Mereka juga siap membantu saudara mereka yang kikir itu, kalau ia meminta bantuan dari mereka. Namun soalnya adalah saudara yang kikir itu merasa gengsinya akan turun kalau ia meminta bantuan dari saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sahabat, semakin banyak orang memberi, semakin banyak orang mendapatkan kembali hal-hal yang baik. Tentu saja pemberian seperti ini dilakukan dengan sepenuh hati. Bukan dengan terpaksa. Orang memberi dengan setulus hati. Orang memberi tanpa suatu keinginan untuk mendapatkan kembali apa yang diberikan itu dalam jumlah yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kisah di atas mau mengatakan kepada kita untuk tetap memiliki semangat untuk memberi. Sering kita mengalami kesulitan untuk memberi. Mengapa? Karena kita merasa bahwa kita tidak punya apa-apa, mengapa kita mesti memberi? Atau kita merasa apa yang kita punyai itu tidak bernilai apa-apa. Jadi untuk apa kita memberi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Tentu saja pandangan memberi seperti ini sangat materialistis. Kita tunggu sampai kita punya sesuatu yang berharga dulu baru kita mau memberi. Padahal kita bisa memberi hal-hal lain yang tidak seharusnya barang-barang yang kita punyai. Kita dapat memberi diri kita. Kita dapat menyediakan waktu dan kemampuan kita untuk kemajuan diri sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kita dapat memberi teladan hidup kepada sesama kita. Teladan hidup yang baik akan mampu membangkitkan semangat hidup bagi sesama kita. Ini yang lebih berharga daripada kita mesti memberi sesuatu yang bersifat materi. Mari kita hidupkan semangat untuk memberi dari apa yang kita punyai. Kita beri pengalaman-pengalaman hidup kita bagi sesama kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin bermanfaat dalam hidup bersama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8063371289046459566?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8063371289046459566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/memberi-dengan-hati-yang-tulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8063371289046459566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8063371289046459566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/memberi-dengan-hati-yang-tulus.html' title='Memberi dengan Hati yang Tulus'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5449833596167454451</id><published>2011-11-02T08:03:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T08:05:00.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menghadirkan Tuhan dalam hidup'/><title type='text'>Menghadirkan Tuhan dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah Anda membaca buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Ancient Mariner&lt;/span&gt;? Kalau Anda pernah membacanya, pasti Anda akan mengatakan bahwa buku ini merupakan salah satu novel dengan imajinasi paling aneh yang pernah dikarang. Apalagi ketika Anda baca pada bagian ketika pelaut kuno itu mewakili mayat semua orang mati yang hidup kembali untuk mengendalikan kapal. Ada mayat yang menarik tali, memegang kemudi, atau membentangkan layar. Betapa anehnya gagasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang mayat sebenarnya bicara tentang situasi sekitar kebisuan. Mayat mewakili kebisuan atau kekuan. Mayat itu tak bergerak. Kaku. Dingin. Kalau orang tidak punya inisiatif sama sekali akan dikatakan seperti mayat. Orang hidup, tetapi tidak punya gairah. Orang kehabisan akal untuk menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau suatu suasana dalam kehidupan bersama mengalami kebekuan, suasana seperti itu mencerminkan sesuatu yang dingin. Relasi menjadi kaku. Tidak bermakna sama sekali. Ada orang-orang yang hidup. Tetapi mereka tidak saling menghidupi. Mereka tidak saling menyapa dengan senyum yang terbuka lebar. Mereka kuatir dengan diri mereka sendiri. Mereka hanya berusaha untuk keselamatan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, mungkin Anda pernah mengalami suasana seperti ini. Anda mungkin merasa aneh, mengapa suasana yang beku justru terjadi dalam hidup Anda. Mengapa suasana yang kurang menyenangkan itu menghantui diri Anda? Anda terus-menerus bertanya. Namun Anda sendiri belum tentu berani untuk memecah kebekuan itu. Anda tidak berani mengubah situasi seperti itu, karena Anda merasa enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang beku dalam hidup kita sering menjadi penghalang bagi kita untuk menghasilkan sesuatu yang berguna. Tidak ada kreativitas. Kalau orang beragama, orang hanya menjalankan agamanya sebagai suatu kewajiban. Yang penting beribadat. Yang penting berdoa ketika harus berdoa. Orang tidak peduli bahwa hidup beragama itu mesti berbuah kebaikan bagi kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang orang seperti ini, Santo Paulus mengatakan bahwa orang seperti ini secara lahiriah menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tugas umat beriman adalah menghidupi iman itu dalam perjalanan hidup sehari-hari. Iman mesti berbuah kebaikan bagi diri sendiri dan sesama. Iman yang sungguh-sungguh hidup itu tidak dijalankan hanya karena kewajiban. Orang beriman mesti berani mengubah situasi yang beku menjadi cair dan enak untuk semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah-buah iman itu mesti tampak dalam perbuatan-perbuatan baik. Orang yang memiliki iman yang sejati itu biasanya mengasihi pula sesamanya. Orang seperti ini biasanya peduli terhadap sesamanya. Orang seperti ini tidak membius sesamanya dengan janji-janji yang muluk-muluk. Orang seperti ini menghadirkan Tuhan yang hidup dalam perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membawa Tuhan yang hidup kepada sesama kita. Kita hadirkan Tuhan yang baik itu kepada sesama kita. Dengan demikian, hidup beriman kita berbuahkan kebaikan dan damai dalam hidup bersama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;816&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5449833596167454451?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5449833596167454451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menghadirkan-tuhan-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5449833596167454451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5449833596167454451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menghadirkan-tuhan-dalam-hidup.html' title='Menghadirkan Tuhan dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3828316872408249988</id><published>2011-11-01T05:36:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T05:36:31.041+07:00</updated><title type='text'>Mega-mega Senja</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mega-mega itu berarak duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengusik hari nan ceria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menyelimuti diriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam gulita senja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terbayang wajah itu dua tahun silam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekenang biasan memori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;telah terluruh mega-mega senja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di kala jarak kian mengembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;24 Mei 1984&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3828316872408249988?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3828316872408249988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mega-mega-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3828316872408249988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3828316872408249988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/mega-mega-senja.html' title='Mega-mega Senja'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7014900443769268328</id><published>2011-11-01T05:35:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T05:39:21.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berdoa'/><title type='text'>Berdoa dengan Segenap Hati dan Tenaga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda merasa doa-doa Anda tidak dikabulkan oleh Tuhan? Anda berhenti berdoa? Anda mengeluh kepada Tuhan? Atau Anda mengerima kenyataan hidup Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, seorang gadis mengikuti ibadat di gereja. Gadis itu merasa sangat terganggu, karena sore itu hujan deras mengguyur bumi. Atap gereja yang terbuat dari aluminium bergemuruh oleh hempasan hujan yang sangat deras. Gadis itu agak resah. Ia ingin berdoa dalam keheningan malam, tetapi kenapa suara gemuruh hujan menghilangkan konsentrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun gadis itu tidak hilang akal. Ia tidak mau berdiam diri begitu saja. Ia ingin berdoa dengan baik dan tenang. Karena itu, ia pergi ke sudut gereja. Ia berdiri sambil menyandarkan tubuh ke dinding gereja. Ia menatap derasnya butiran air hujan yang seolah ditumpahkan dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, ia berdoa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tuhan, kami mau mendengarkan sabda-Mu dalam Perayaan Ekaristi. Tapi bagaimana mungkin dengan keterbatasan pendengaran kami seperti ini, kami bisa mendengar sabda-Mu? Hujan deras ini membuat kami tidak bisa mendengar dengan baik. Tolong Tuhan, Perayaan Ekaristi akan segera dimulai. Biarlah selama Perayaan Ekaristi hujan ini reda, supaya kami bisa mendengarkan sabda-Mu dengan jelas.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa itu ia lantunkan dengan penuh keyakinan dan harapan. Ia percaya, Tuhan akan mendengarkan apa yang ia katakan. Mungkin ini naif, masak suara Tuhan bisa terbendung oleh gemuruh hujan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah, gadis itu masuk gereja, karena waktu hampir menunjukkan jam 17.00 WIB, saatnya Perayaan Ekaristi dimulai. Ketika kaki melewati ambang pintu gereja, ia merasakan suara air yang menghantam aluminium, atap gereja, mulai melembut. Saat Perayaan Ekaristi dimulai, hujan betul-betul reda. Tinggal sisa rintik-rintik kecil yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kekuatan doa membuktikan bahwa manusia semestinya selalu mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Berdoa itu sebenarnya tidak sekedar berkata-kata di hadapan Tuhan dalam keheningan. Tetapi berdoa itu menyerahkan seluruh kepribadian kita. Kita menyerahkan suka duka hidup kita. Kita menyerahkan iman kita kepada Tuhan. Kita mau mengatakan kepada Tuhan bahwa kita hanya bisa melanjutkan hidup ini dengan bantuan Tuhan. Tanpa bantuan Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa doa yang penuh iman membawa orang semakin dekat dengan Tuhan. Berdoa yang tak kunjung putus merupakan panggilan hidup manusia. Mengapa? Karena pada dasarnya manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang kurang yakin akan kebaikan Tuhan. Karena itu, mereka tidak mau berdoa. Atau mereka berdoa hanya pada saat-saat tertentu saja. Atau mereka berdoa karena mereka butuh sesuatu dari Tuhan. Tentu saja sikap seperti ini bukan sikap orang beriman yang baik. Keberadaan kita sebenarnya suatu sikap doa yang terus-menerus. Mengapa? Karena kita adalah milik kepunyaan Tuhan. Hidup kita semestinya selalu terarah kepada Tuhan. Hati yang terarah itu hati yang selalu berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa dengan segenap hati dan tenaga kita. Dengan demikian, Tuhan mendengarkan doa-doa kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7014900443769268328?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7014900443769268328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/berdoa-dengan-segenap-hati-dan-tenaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7014900443769268328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7014900443769268328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/berdoa-dengan-segenap-hati-dan-tenaga.html' title='Berdoa dengan Segenap Hati dan Tenaga'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3192897380849289976</id><published>2011-11-01T05:32:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T05:33:50.009+07:00</updated><title type='text'>Bayang-bayang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pukul duapuluhduaduapuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dia memanggil namaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perlahan dan mesra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lalu lenyap dalam lelap tidurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku terpukau dalam remang gulita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pukul duapuluhtigatigapuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku memanggil namanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kali ini dia tersenyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan kudekap dalam lelap tidurku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah, hanya bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;25 Mei 1984&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3192897380849289976?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3192897380849289976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/bayang-bayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3192897380849289976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3192897380849289976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/bayang-bayang.html' title='Bayang-bayang'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1297337809273298289</id><published>2011-11-01T05:30:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T05:32:32.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apa adanya'/><title type='text'>Menampilkan Diri Apa Adanya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       Banyak orang memoles diri mereka untuk tampil lebih baik. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga ingin memoles diri Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis yang ingin tampil dalam suatu acara yang sangat penting. Ia tidak ingin malu di hadapan orang banyak. Ia ingin dielu-elukan sebagai perempuan tercantik yang akan tampil di pentas. Karena itu, yang ia lakukan adalah ia memoles wajahnya sedemikian rupa. Jerawat-jerawat coba ia hilangkan dari pipinya. Dengan make up yang serba tebal, ia berharap bahwa jerawat-jerawat itu tidak akan tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Untuk sementara, gadis itu berhasil menyembunyikan jerawat-jerawatnya. Ia mampu memukau para pengunjung acara itu. Ia mampu menarik perhatian mereka dengan sangat baik. Tepuk tangan sorak-sorai pun menuju ke arah gadis itu. Ia mendapatkan apa yang ia harapkan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Namun setelah pulang ke rumahnya, gadis itu merenung tentang kebohongan yang telah ia lakukan. Ia menyadari bahwa ia tidak tampil dengan keasliannya. Ia telah mengelabui publik yang menyambutnya dengan sukacita. Ia merasa, kebohongan itu justru menyakiti hatinya. Ia tidak tampil apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Saya telah membiarkan ratusan orang percaya pada apa yang tidak sesungguhnya ada pada diri saya. Saya menyesal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sahabat, manusia memang pandai memoles dirinya. Manusia pandai dalam menampilkan dirinya, meski tampil tidak dengan semestinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi, karena manusia ingin menutupi kekurangan-kekurangannya. Manusia tidak mau orang lain menyaksikan kekurangan-kekurangan yang ada dalam dirinya. Atau bisa jadi manusia tidak ingin mengecewakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kisah di atas mau mengatakan bahwa gadis itu ingin menyenangkan orang lain. Ia tidak ingin orang lain menyaksikan kerut-kerut di pipinya, karena puluhan jerawat yang bercokol di sana. Ia ingin penampilannya tidak membuat orang lain kecewa. Namun ia kemudian kecewa. Ia merasa tidak tampil apa adanya. Ia telah membohongi publik. Tentu saja kesadaran seperti ini penting meski datangnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pernahkah Anda memoles diri Anda? Rasanya kita semua pernah memoles diri kita. Caranya bermacam-macam. Ada yang memotong rambutnya sedemikian rupa sehingga kelihatannya aneh. Ia ingin tampil beda dengan yang lain. Ia tidak ingin menjadi makhluk yang sama dengan orang lain. Lantas orang akan menganggap situasi seperti itu situasi yang nyentrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pertanyaan yang mendasar bagi kita adalah mengapa kita memoles diri kita? Ada banyak alasan. Namun satu hal yang penting adalah kita ingin tampil beda. Kita ingin menunjukkan identitas diri kita. Kita ingin mengatakan kepada orang lain bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Namun tidak berarti kita mesti menyembunyikan identitas kita yang sebenarnya. Semestinya kita tampil apa adanya sebagaimana kita yang sebenarnya. Polesan hanya bisa menipu manusia. Namun sesungguhnya Tuhan melihat hati kita. Tuhan memperhitungkan yang ada di dalam hati manusia. Sebagai orang beriman, kita diajak untuk menampilkan diri apa adanya. Dengan demikian, kita mampu menghadirkan diri sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1297337809273298289?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1297337809273298289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menampilkan-diri-apa-adanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1297337809273298289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1297337809273298289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/11/menampilkan-diri-apa-adanya.html' title='Menampilkan Diri Apa Adanya'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8274856564168968558</id><published>2011-10-31T09:22:00.002+07:00</published><updated>2011-10-31T09:25:16.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membiarkan Tuhan Meringankan Beban Hidup'/><title type='text'>Membiarkan Tuhan Meringankan Beban Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Suatu hari seseorang berhenti di depan gereja Hati Kudus di Jalan Kolonel Atmo Palembang. Ia memandang ke atas gereja. Lantas ia membaca tulisan yang tertera di bagian depan gereja di atas pintu masuk. Bunyi tulisan itu adalah datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih lesu dan berbedan berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Setelah membaca tulisan itu, orang itu tersenyum. Lantas ia menepuk dadanya beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat saya yang lewat di depannya, ia bertanya tentang arti tulisan itu. Ia penasaran. Ia ingin tahu makna di balik tulisan itu. Lalu saya menjelaskan bahwa itu adalah kata-kata Yesus sendiri. Yesus mau mengatakan bahwa Ia datang untuk semua orang. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat tidak perlu putus asa. Mereka boleh datang kepada-Nya untuk mendapatkan kelegaan. Di dalam diri Yesus itu semua orang akan memiliki hidup yang berkelimpahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi siapa saja boleh datang kepada Yesus? Bukankah Dia hanya milik orang kristen?” tanya orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengatakan bahwa Yesus itu milik seluruh dunia. Ia datang untuk menebus dosa manusia. Tidak pandang siapa orang itu. Kalau manusia ingin mengalami sukacita dalam hidup ini, mereka boleh datang kepadaNya. Yesus telah mengorbankan hidupNya untuk kebaikan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, banyak orang mengalami letih lesu dalam hidup mereka. Banyak orang merasakan hidup ini tanpa makna. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena orang menjauhkan diri dari Tuhan. Orang melarikan diri dari Tuhan. Orang lupa bahwa Tuhan itu mahapengasih dan mahapenyayang. Orang lupa bahwa Tuhan dapat mengubah hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan yang dialami oleh manusia dari waktu ke waktu itu merupakan tanda bahwa manusia berpisah dari Tuhan. Manusia tidak melekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu, orang yang ingin mengalami sukacita dalam hidup mesti datang kepada Tuhan. Orang membiarkan dirinya dipenuhi oleh kuasa Tuhan. Orang membiarkan beban dan penderitaan yang ada dalam dirinya diringankan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, orang mesti berani membuka hatinya kepada Tuhan. Orang mesti berani mengungkapkan kekecilannya di hadapan Tuhan. Orang membiarkan Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang itu menguasai dirinya. Hanya dengan cara ini, orang dapat mengalami sukacita dalam hidupnya. Orang mengalami bahwa Tuhan begitu dekat dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita terus-menerus datang kepada Tuhan. Kita mohon agar Tuhan yang mahabaik itu memberikan kelegaan bagi diri kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin bermakna. Hidup ini menjadi suatu kesempatan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;815&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8274856564168968558?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8274856564168968558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membiarkan-tuhan-meringankan-beban.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8274856564168968558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8274856564168968558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membiarkan-tuhan-meringankan-beban.html' title='Membiarkan Tuhan Meringankan Beban Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7193942404691906413</id><published>2011-10-30T05:54:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T05:54:31.814+07:00</updated><title type='text'>Weker itu</title><content type='html'>Weker itu berisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menit ke-22, pukul 03.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kota masih terlelap dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang tua renta mengaduh-aduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggenggam kemelut duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weker itu terus berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pukul 06.00 lewat 6 pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;potret itu berderap maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langkahnya bimbang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah akan menerima sedekah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7193942404691906413?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7193942404691906413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/weker-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7193942404691906413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7193942404691906413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/weker-itu.html' title='Weker itu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6164687991179210089</id><published>2011-10-30T05:49:00.000+07:00</published><updated>2011-10-30T05:54:01.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membangun kesetiaan'/><title type='text'>Membangun Kesetiaan bagi Hidup Bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masihkah Anda punya kesetiaan terhadap sesama Anda? Atau ketika sesama Anda mengalami dukacita dalam hidup ini, Anda meninggalkannya berjuang sendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greyfriars Bobby adalah anjing yang menjadi terkenal setelah tuannya meninggal. John Gray meninggal pada 8 Februari 1858 di Edinburgh, Skotlandia. Ia tidak meninggalkan apa-apa kecuali seekor anjing kecil bernama Bobby. Sehari setelah pemakaman, kurator melihat Bobby berbaring di gundukan tanah segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia segera mengusir anjing kecil itu, tapi keesokan harinya ia kembali. Sekali lagi, kurator mengusirnya, tetapi pada hari ketiga, meskipun dingin dan hujan, Bobby sudah kembali. Akhirnya, kurator kasihan pada anjing miskin itu dan membiarkan dia tinggal. Akhirnya ia kemudian dikenal sebagai Greyfriars Bobby, anjing penjaga yang setia di mana majikannya dimakamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat belas tahun, Bobby tetap setia menjaga dan mengawasi makam pemiliknya. Ia jarang meninggalkan makam tuannya kecuali untuk mengambil makan siang tepat pada pukul satu. Ketika ia meninggal, ia dimakamkan persis di gerbang di Greyfriars Kirkyard. Di batu nisannya tertulis, "Greyfriars Bobby - meninggal 14 Januari 1872 - berusia 16 tahun - Biarlah kesetiaan dan pengabdian menjadi pelajaran bagi kita semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, masihkah kesetiaan kita miliki dalam hidup ini? Masihkah suami istri saling setia untuk membangun keluarga yang bahagia dan damai? Bukankah ada begitu banyak godaan yang mudah menggoyahkan kesetiaan kita? Bukankah masyarakat kita begitu permisif terhadap ketidaksetiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Greyfriars Bobby tadi mau mengajak kita untuk membangun kesetiaan kita terus-menerus satu sama lain. Anjing kecil itu setia menjaga kubur tuannya sampai maut menjemputnya. Ia tidak peduli akan begitu banyaknya tantangan dan aral yang menghadang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita, kesetiaan menjadi suatu kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Namun kesetiaan bukanlah tujuan hidup kita. Kesetiaan menjadi saarana bagi kita untuk meraih hidup yang bahagia dan damai. Setiap orang yang membangun kebersamaan dalam hidup selalu mendambakan hidup yang bahagia dan damai. Untuk itu, orang mesti berusaha untuk menumbuhkan kesetiaan itu dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar kesetiaan orang beriman adalah cinta kasih yang tulus. Sering kita berhadapan dengan cinta kasih yang semu. Cinta yang mengada-ada untuk mengail keuntungan yang sebesar-besarnya bagi diri sendiri. Ini cinta yang egois. Ini cinta yang tidak mengarahkan orang untuk setia. Ini cinta yang membahayakan kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman mesti senantiasa belajar untuk saling setia. Orang beriman mesti berani mencecap buah dari kesetiaan itu bagi hidupnya. Tentu saja buah dari kesetiaan adalah cinta yang tulus bagi sesama. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;815&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6164687991179210089?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6164687991179210089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-kesetiaan-bagi-hidup-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6164687991179210089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6164687991179210089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-kesetiaan-bagi-hidup-bahagia.html' title='Membangun Kesetiaan bagi Hidup Bahagia'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5343536864906665596</id><published>2011-10-29T19:30:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T19:35:01.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesama'/><title type='text'>Jangan Sakiti Sesama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Ada seorang suami yang suka menyakiti istrinya. Ia memukul istrinya. Ia pernah menempeleng istrinya dengan keras. Bahkan ia pernah menghukum istrinya dengan mengikat kedua tangan dan kakinya. Ia menuduh istrinya berselingkuh dengan lelaki lain. Padahal tuduhan itu kemudian tidak terbukti benar. Pernah ia menyiram istrinya dengan air panas. Persoalannya sangat sepele, yaitu istrinya lupa memberi makan anak-anak ayam peliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Istrinya tampak tenang-tenang saja. Ia tidak bisa melawan. Ia hanya bisa pasrah meski penyiksaan demi penyiksaan mesti ia terima. Bibirnya tersenyum, tetapi hatinya menangis pedih perih. Dalam hati ia berdoa agar suaminya meninggalkan kebiasaan menyiksa dirinya. Ia memohon kepada Tuhan, agar Tuhan mengampuni kesalahan-kesalahan suaminya. Ia juga memohon agar suaminya berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu ketika sang istri mengalami sakit di dadanya akibat dari penyiksaan-penyiksaan itu. Ia juga mulai batuk-batuk setiap malam. Ia tidak mampu menahan penyiksaan-penyiksaan itu. Ia muntah darah. Tidak lama kemudian ia menutup matanya untuk selama-lamanya. Ia meninggalkan tiga orang anaknya yang sangat disayanginya. Sedangkan sang suami meratapi kepergian istrinya. Ia menyesal telah melakukan kekerasan terhadap istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, penyesalan selalu datang terlambat. Setelah peristiwa tragis merenggut nyawa, orang baru sadar bahwa semestinya sudah sejak awal orang tidak melakukan kekerasan. Nasi sudah menjadi bubur. Nyawa yang hilang tidak mungkin dibangkitkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya adalah mengapa orang berani menyakiti sesamanya, bahkan orang yang sangat dekat dengannya? Karena orang tidak menyadari bahwa sesamanya itu adalah bagian dari dirinya sendiri. Orang hanya mau menang sendiri. Orang merasa dirinya yang paling benar dan baik. Karena itu, orang boleh menyakiti sesamanya. Padahal tanpa alasan yang jelas pun orang tidak boleh menyakiti sesamanya. Orang punya hak untuk mendapatkan perlindungan dari sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang mesti sadar bahwa setiap kali menyakiti sesama, orang juga melukai dirinya sendiri. Kisah di atas menunjukkan hal ini. Ketika sang istri meninggal, sang suami yang menyiksa istrinya itu mengalami kehilangan. Ia mengalami kesepian dalam hidupnya. Penyesalannya tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiksa sesama itu ibarat orang sedang menendang sebuah tembok. Orang tersebut merasakan sakit di kakinya. Mungkin kakinya terluka. Mungkin kakinya bengkak atau patah. Ia merasakan sendiri sakit itu. Ia melukai dirinya sendiri. Hatinya terluka begitu mendalam. Begitu pula orang yang menyakiti sesamanya, sebenarnya ia menyakiti dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, kita diajak untuk memberikan perhatian kepada sesama kita. Kita tidak boleh menyakiti sesama kita. Untuk itu, kita perlu hindari tindakan yang menyakiti sesama kita. Dengan demikian, sesama kita mengalami sukacita dalam hidupnya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;814&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5343536864906665596?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5343536864906665596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/jangan-sakiti-sesama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5343536864906665596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5343536864906665596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/jangan-sakiti-sesama.html' title='Jangan Sakiti Sesama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-9194616137070107447</id><published>2011-10-27T18:17:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T18:18:10.074+07:00</updated><title type='text'>Gadis Itu Mengusiknya</title><content type='html'>Kicau burung di bawa jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada pagi alunan sepoi bening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membangunkan lelap tidurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyanyikan alunan pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk cepat bersanding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku buka jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia tersenyum riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tertawa ria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ingin kuusik pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kicauan itu berubah kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari mulut seorang gadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang datang mengusiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dia bertanya kepadaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan kita bersanding lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-9194616137070107447?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/9194616137070107447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/gadis-itu-mengusiknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9194616137070107447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/9194616137070107447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/gadis-itu-mengusiknya.html' title='Gadis Itu Mengusiknya'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-4500481653276701316</id><published>2011-10-27T18:15:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T18:17:25.842+07:00</updated><title type='text'>Alunan Merdu</title><content type='html'>Alunan itu tergores dalam benakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendendangkan nyanyian merdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;janji-janji dulu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terucap dalam keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang berubah rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia ingin bersanding lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenang kisah-kisah lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan buat kisah-kisah baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Mei 1984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-4500481653276701316?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/4500481653276701316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/alunan-merdu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4500481653276701316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/4500481653276701316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/alunan-merdu.html' title='Alunan Merdu'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7041498429551703700</id><published>2011-10-26T10:55:00.001+07:00</published><updated>2011-10-26T11:15:00.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebenaran'/><title type='text'>Mengandalkan Kebenaran dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang anak menceritakan sesuatu yang salah yang dilakukan oleh teman kelasnya. Menurutnya, temannya itu telah nyontek selama ulangan. Ia menceritakan hal itu kepada teman-temannya yang lain. Akibatnya, teman-temannya marah terhadap teman yang disangka nyontek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendatanginya. Mereka meminta, agar  dia mengakui bahwa dia nyontek. Tidak mengerjakan ulangan dengan jujur. Anak itu membela diri. Soalnya adalah ia tidak melakukan hal itu. Ia sudah belajar dengan baik. Ia mengerjakan soal-soal ulangan dengan baik pula. Ia yakin, ia akan memperoleh hasil yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak bisa membuktikan bahwa teman mereka telah nyontek selama ulangan. Mereka tidak apa-apakan dia. Biasanya mereka akan memarahi teman mereka yang kedapatan nyontek waktu ulangan. Kali ini mereka tidak bisa buat apa-apa, karena mereka mendengar cerita dari teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyata teman mereka itu mengatakan suatu kebohongan. Ia ingin merusak nama baik temannya itu. Ia benci terhadap sesamanya itu. Karena itu, ia mengatakan yang tidak benar tentang dirinya. Akibatnya, anak yang berbohong itu kehilangan banyak teman. Ia tidak disukai karena telah menyebarkan berita bohong tentang teman kelasnya. Kebohongan itu ternyata tidak bertahan lama. Ia akan menguap seperti air di samudera yang luas. Hilang tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, mengapa kebohongan mudah digerus oleh zaman? Karena kebohongan tidak punya kekuatan. Kebohongan tidak punya bukti-bukti yang kuat untuk mempertahankan diri. Karena itu, kebohongan sering bertahan untuk waktu yang tidak lama. Cepat lenyap dari hadapan manusia. Nilai kebenarannya tidak ada, sehingga tidak punya kekuatan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kebenaran itu penuh kekuatan. Kebenaran itu kuat seperti angin yang memporakporandakan. Kebenaran mampu menghancurkan tipu muslihat, karena kekuatannya yang dahsyat itu. Ketika orang menceritakan kebohongan, orang kehilangan hubungan dengan kekuatan yaitu kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, orang yang selalu berpegang teguh pada kebenaran selalu mengalami godaan-godaan. Bahkan orang seperti ini dipandang sebagai ancaman bagi orang yang hidupnya dipenuhi dengan kebohongan. Namun orang yang mengandalkan kebenaran mesti bertahan. Tidak boleh menyerah. Tidak boleh tergoda untuk mengikuti jalan orang yang suka berbohong. Orang seperti ini tidak boleh larut dalam tipu muslihat kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, kita mesti senantiasa mengandalkan kebenaran dalam hidup ini. Orang yang berpegang pada kebenaran selalu memperjuangkan kebaikan bersama. Sedangkan orang yang mengandalkan kebohongan hanya memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri. Yang penting dirinya senang dan orang lain mengalami susah dan derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita terus-menerus memperjuangkan kebenaran dalam hidup ini. Dengan demikian, kita berkenan kepada Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;813&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7041498429551703700?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7041498429551703700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mengandalkan-kebenaran-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7041498429551703700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7041498429551703700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mengandalkan-kebenaran-dalam-hidup.html' title='Mengandalkan Kebenaran dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-3290918899517970452</id><published>2011-10-24T09:26:00.001+07:00</published><updated>2011-10-24T09:28:54.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuka hati'/><title type='text'>Membuka Hati bagi Semua Orang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari Yesus sedang mengajar orang banyak di sebuah rumah. Tiba-tiba ibu dan saudara-saudari sepupu Yesus mendatangi Yesus. Mereka sangat ingin menjumpai Yesus. Sudah begitu lama mereka tidak bertemu dengan-Nya, karena selalu berkeliling dari kota dan desa untuk mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Melihat kehadiran ibu dan saudara-saudari sepupu Yesus itu, beberpa orang menyampaikan kepada-Nya. Mereka berkata, ”Guru, ibu dan saudara-saudari-Mu ingin bertemu dengan-Mu. Mereka sangat rindu untuk berjumpa dengan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Yesus tersenyum mendengar hal itu. Lantas ia berpaling kepada semua yang hadir. Ia berkata, ”Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku? Kalian tahu, ibu dan saudara-saudara-Ku adalah semua orang yang mendengarkan pengajaranKu. Semua kamu yang melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari adalah ibu dan saudara-saudara-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pernyataan Yesus itu membingungkan para pendengar-Nya. Bukankah Yesus itu lahir sebagai manusia dari seorang perempuan bernama Maria? Bukankah saudara-saudari sepupu---Nya dikenal oleh banyak orang? Pernyataan Yesus itu menimbulkan pergunjingan di antara orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Namun Yesus mengatakan kepada mereka bahwa kehadiran-Nya di dunia ini bukan hanya untuk orang-orang tertentu saja. Ia hadir bukan hanya untuk keluarga--Nya saja. Ia datang ke dunia untuk semua orang. Ia datang untuk membebaskan dosa seluruh manusia. Tidak peduli mereka berasal dari keluarga besarnya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sahabat, di negeri kita pernah muncul situasi kolusi, korupsi dan nepotisme atau KKN yang begitu kental. Apa yang terjadi ketika KKN menguasai hidup manusia? Yang terjadi adalah politik kekuasaan dan kepentingan untuk sebagian kecil orang saja. Ketika orang hanya memikirkan kebahagiaan dan keselamatan bagi diri sendiri, orang mengeliminasi sesamanya. Orang tidak memikirkan sesamanya secara lebih luas. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana keluarganya lepas dari kungkungan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Padahal manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Artinya, makhluk yang mesti selalu peduli terhsadap sesamanya. Manusia yang tidak hanya menukik ke dalam dirinya sendiri untuk memikirkan kepentingannya sendiri. Egoisme dan nepotisme mesti dijauhkan dari hidup manusia, kalau manusia ingin terlibat dalam hidup bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Namun sering manusia tidak mampu membendung kepentingan dirinya sendiri. Manusia merasa bahwa kalau kepentingan dirinya sendiri sudah terpenuhi, ia akan hidup bahagia. Ternyata tidak demikian. Kepentingan manusia selalu berkaitan dengan kepentingan bersama. Tidak bisa berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Untuk itu, manusia mesti berani melepaskan egoisme yang mengikat dirinya itu. Lantas manusia mesti membuka dirinya untuk menerima dan membantu sesamanya untuk mengalami kebahagiaan dalam hidup. Kisah tadi menjadi pelajaran yang sangat bermakna bagi kita. Yesus menyadari kehadiran-Nya bukan hanya untuk segelintir orang saja. Ia hadir untuk membahagiakan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Mari kita terus-menerus membuka hati kita bagi kehadiran semua orang dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dapat mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;812&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-3290918899517970452?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/3290918899517970452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membuka-hati-bagi-semua-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3290918899517970452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/3290918899517970452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membuka-hati-bagi-semua-orang.html' title='Membuka Hati bagi Semua Orang'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8783474782177147396</id><published>2011-10-23T07:29:00.000+07:00</published><updated>2011-10-23T07:31:33.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta sejati'/><title type='text'>Menumbuhkan Cinta yang Sejati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hidup ini, sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh Anda? Apakah mobil mewah yang bisa membawa Anda ke mana-mana dengan aman dan nyaman? Atau istri cantik atau suami ganteng yang selalu berada di sisi Anda? Atau harta kekayaan yang melimpah yang membuat hati Anda tenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang bapak yang suka gonta-ganti mobil mewah. Ia suka memburu mobil-mobil mewah itu. Ia mengira bahwa setiap kali ia memiliki mobil mewah, hatinya akan tenang. Ternyata tidak! Ia selalu tidak puas dengan setiap mobil mewah yang telah dimilikinya. Ia selalu resah. Ia terus-menerus memburu mobil mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia di zaman sekarang ini? Kalau bukan harta kekayaan dan kemewahan, lalu apa? Seorang bapak selalu resah, karena memiliki istri yang sangat cantik. Mengapa? Ia selalu curiga, jangan-jangan istrinya selingkuh karena disukai banyak kaum pria. Jadi apa yang membuat manusia tenang dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pertanyaan-pertanyaan di atas membawa kita pada suatu refleksi yang mendalam tentang hidup ini. Apa yang paling utama kita butuhkan dalam hidup ini sebenarnya cinta atau kasih sayang. Cinta membuat orang tenang dalam hidupnya. Cinta yang tulus membuat orang berani menjalani hidup ini apa adanya. Semua kekayaan dan kemewahan yang dimiliki hanyalah sarana untuk memiliki cinta yang tulus. Kalau orang tidak mengalami cinta yang tulus berkat harta yang melimpah, orang mesti berpikir ulang tentang harta yang melimpah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang psikolog, untuk dapat sehat secara mental, yang diperlukan seseorang adalah cinta. Orang mesti menyadari lebih dalam manusia hidup dari cinta, hidup oleh cinta dan juga untuk cinta. Viktor Frankl mengatakan bahwa cinta adalah tujuan utama dan tertinggi yang dapat dicapai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya menangkap makna rahasia terbesar yang melingkar dalam syair, dalam pikiran dan keyakinan manusia, yaitu penyelamatan manusia diperoleh lewat cinta dan di dalam cinta,” kata Victor Frankl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Karena itu, yang mesti dilakukan oleh manusia dalam hidup ini adalah menghidupi cinta tanpa syarat. Suatu cinta yang senantiasa mengutamakan kebahagiaan dalam hidup ini. Inilah cinta sejati. Cinta yang merupakan hadiah yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang beriman adalah memberikan cinta yang tulus dan sejati kepada sesamanya, siapa pun mereka. Sering orang memilih-milih siapa yang dapat dicintainya. Namun cinta yang sejati tidak memilih-milih. Erich Fromm, psikolog yang terkenal dengan bukunya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Art of Loving&lt;/span&gt;, menulis tentang cinta tak bersyarat. Menurut Fromm, cinta tak bersyarat berhubungan langsung dengan kerinduan yang paling dalam, bukan hanya kerinduan pada anak, melainkan kepada setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Mari kita tumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam hidup kita. Dengan demikian, kita mampu menciptakan suatu dunia yang lebih baik. Kita mampu mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;811&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8783474782177147396?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8783474782177147396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-cinta-yang-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8783474782177147396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8783474782177147396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-cinta-yang-sejati.html' title='Menumbuhkan Cinta yang Sejati'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7165258788654366108</id><published>2011-10-23T07:26:00.001+07:00</published><updated>2011-10-23T07:28:27.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melaksanakan kehendak Tuhan'/><title type='text'>Mendengarkan dan Melaksanakan Kehendak Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari seorang ibu mengagumi Yesus. Waktu itu, Yesus sedang mengajar tentang mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Selain mengajar, Yesus juga menyembuhkan berbagai penyakit dari orang-orang yang menderita. Tiba-tiba di tengah-tengah kerumunan orang banyak, seorang ibu bangkit berdiri. Jari telunjuknya ditujukan kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ibu itu berkata, ”Berbahagialah ibu yang telah melahirkan dan menyusui Engkau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yesus tersenyum mendengar kata-kata perempuan itu. Lantas Yesus menjawab, ”Lebih berbahagialah orang yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Perempuan itu tersipu-sipu. Ia merasa malu sendiri dengan kata-katanya. Baginya, perempuan yang telah melahirkan dan menyusui Yesus tentu saja seorang yang istimewa. Seorang perempuan yang terhormat. Seorang perempuan yang pantas berbahagia menyaksikan kesuksesan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, ternyata bagi Yesus, yang lebih berbahagia adalah semua orang yang mau memasang telinga untuk mendengarkan kehendak Tuhan. Soalnya adalah apakah di zaman sekarang ini orang mampu menangkap kehendak Tuhan? Bukankah banyak orang lebih suka mendengarkan dirinya sendiri? Bukankah banyak orang selalu mengalami kesulitan untuk mendengarkan orang lain, apalagi mendengarkan kehendak Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tuhan berbicara kepada kita setiap hari. Ini yang mesti kita sadari. Tuhan berbicara melalui tanda-tanda zaman. Tuhan berbicara kepada kita melalui orang-orang yang ada di sekitar kita. Ketika kita salah jalan, Tuhan menegur kita melalui sesama kita. Nah, untuk hal seperti ini kita mengalami kesulitan untuk menerima. Mengapa? Karena kita selalu merasa diri benar. Tidak boleh ada orang yang menegur atau memperingatkan kita, ketika kita berjalan di jalan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tuhan juga menghendaki agar kita melaksanakan keinginan-keinginanNya. Tuhan selalu menginginkan hal-hal yang baik terjadi dalam hidup kita. Tuhan selalu menginginkan kita hidup baik dan benar di hadapanNya. Tuhan tidak mau kita mengalami kesulitan dalam hidup ini. Ini yang semestinya kita yakini dalam perjalanan hidup ini. Kita mesti berjuang terus-menerus untuk melaksanakan kehendak Tuhan bagi hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, kita perlu kesadaran yang dalam untuk mendengarkan kehendak Tuhan bagi diri kita. Kita butuh waktu untuk mendengarkan kehendak Tuhan itu. Kita butuh saat-saat hening untuk membiarkan diri kita dikuasai oleh Tuhan. Dengan demikian, kita mampu mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;810&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7165258788654366108?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7165258788654366108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mendengarkan-dan-melaksanakan-kehendak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7165258788654366108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7165258788654366108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mendengarkan-dan-melaksanakan-kehendak.html' title='Mendengarkan dan Melaksanakan Kehendak Tuhan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1168048447254862430</id><published>2011-10-21T11:18:00.002+07:00</published><updated>2011-10-21T11:23:59.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegembiraan'/><title type='text'>Membawa Kegembiraan kepada Sesama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Sebagian besar dari kita masih ingat pemuda bernama Andres Iniesta. Dialah pahlawan kesebelasan Spanyol pada final Sepakbola Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan. Gol semata wayang yang dicetaknya menjadi penentu sejarah baru di dunia sepakbola: Spanyol menjadi negara kesembilan yang merebut Piala Dunia Sepakbola. Sebelumnya, hanya delapan negara yang bergantian menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun yang lebih penting lagi adalah Andres Iniesta bangkit dari keterpurukannya. Sepanjang musim kompetisi liga Spanyol, ia lebih banyak berada di ruang perawatan terhadap cedera hamstring dan pangkal paha. Ia jarang diturunkan oleh pelatih Barcelona, klub di mana ia bernaung. Namun setelah sembuh, ia pun kembali ke penampilan normalnya. Ia bekerja keras untuk mendapatkan tempat di tim utama kesebelasan Spanyol. Untuk kerja kerasnya itu, ia memberikan hadiah berupa trofi Piala Dunia bagi negeri tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tentang partisipasinya di Piala Dunia, pria berusia 26 tahun ini berkata, “Ketika sampai di Piala Dunia, aku menatapnya dengan penuh hasrat serta ambisi. Aku berharap segalanya berakhir baik dan di samping kekalahan lawan Swiss di laga pertama, kami berhasil bangkit dari itu, pulih dengan baik. Semua tahu akhirnya seperti apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagai seorang pemain, Iniesta mengaku tugasnya adalah menggembirakan para penonton dan penggemarnya. “Untuk membuat banyak orang bahagia adalah sesuatu yang tak ternilai. Inilah yang menuntaskan pekerjaanku. Semampunya membuat banyak orang yang mendukung kita bahagia. Kebahagiaan orang tak ternilai harganya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, sudahkah Anda menghadirkan kegembiraan bagi sesama Anda dalam hidup ini? Atau Anda telah menghadirkan kecemasan dalam diri sesama Anda? Kalau hal terakhir ini yang terjadi, Anda mesti segera mengintrospeksi diri Anda. Mengapa? Karena tugas setiap orang adalah memberikan kegembiraan hidup bagi sesamanya. Tugas kita dalam hidup ini adalah menciptakan suasana sukacita bagi sesama. Ketika kita menciptakan suasana yang menggembirakan sesama, kita memberikan pengharapan bagi sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharapan itu begitu penting dalam hidup ini. Ada orang yang tidak punya pengharapan. Mereka merasa bahwa hidup ini akan segera berakhir. Mereka tidak perlu punya macam-macam pengharapan. Yang penting bagi mereka adalah menjalani hidup ini. Tidak perlu menggantungkan pengharapan setinggi langit. Tentu saja orang seperti ini akan hidup biasa-biasa saja. Tidak ada gejolak dalam hidup mereka. Mereka hanya mencari aman saja. Padahal ada begitu banyak sesamanya yang menantikan sukacita dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memberi kita contoh bagaimana orang mesti berani bekerja keras untuk memberikan kegembiraan bagi sesamanya. Orang yang demikian tidak bisa hidup biasa-biasa saja. Orang seperti ini punya tujuan hidup dan punya cita-cita yang tinggi. Cita-citanya itu tidak bisa dikalahkan oleh berbagai hambatan yang menghadang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mari kita berusaha untuk membawa kegembiraan dan harapan bagi sesama kita. Dengan demikian, hidup ini semakin memiliki makna yang lebih mendalam. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;809&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1168048447254862430?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1168048447254862430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membawa-kegembiraan-kepada-sesama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1168048447254862430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1168048447254862430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membawa-kegembiraan-kepada-sesama.html' title='Membawa Kegembiraan kepada Sesama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-927927474277698248</id><published>2011-10-21T11:18:00.001+07:00</published><updated>2011-10-21T11:23:05.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tuhan andalan kita'/><title type='text'>Tuhan Itu Satu-satunya Andalan Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;          Ada seorang bapak yang menurut istrinya sangat baik hati. Setiap kali istrinya melakukan suatu kesalahan ia selalu memakluminya. Setelah memberi nasihat sekedarnya, bapak itu memaafkan istrinya. Situasi seperti itu memberikan suatu semangat dalam hidup berkeluarga. Sang istri merasa hidup ini menjadi lebih bermakna. Ia dapat melayani keb&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);" class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;utuhan-kebutuhan hidup bersama dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Suatu ketika, sang suami melakukan kesalahan yang berat. Ia tertangkap tangan sedang menjual narkoba. Ia mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia ditahan pihak berwajib. Ia pun kemudian diadili atas perbuatannya itu. Hukuman yang mesti dijalani oleh sang suami sangat berat, yaitu 15 tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Bagi sang istri, situasi seperti itu membuat ia patah semangat. Ia mesti membesarkan anak sematang wayangnya sendirian, sementara suaminya mesti mendekam di penjara. Ia mesti memulai hidup tanpa sang suami yang sangat dicintainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        ”Bagaimana saya bisa menjalani hidup ini tanpa suami saya? Dialah yang selalu membesarkan hati saya setiap kali saya jatuh ke dalam dosa. Apa yang akan terjadi ketika saya jatuh ke dalam dosa? Siapa yang akan membesarkan hati saya? Siapa yang akan memaafkan saya?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Istri itu terus-menerus dihantui oleh situasi tersebut. Namun ia mesti bangkit. Ia mesti memulai hidup baru tanpa sang suami di sisinya setiap hari. Ia masih punya tanggung jawab atas anak yang dilahirkannya. Karena itu, ia pun bangkit. Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia berjuang untuk mengatasi persoalan-persoalan hidupnya. Ia membesarkan dan membahagiakan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sahabat, manusia semestinya tidak terlalu larut dalam kesedihan. Orang boleh saja mengalami penderitaan dalam hidup. Tetapi orang mesti punya keyakinan bahwa masih ada secercah cahaya yang mampu membangkitkan dirinya dari keterpurukan. Cahaya itu adalah iman kepada Tuhan. Ketika orang mampu menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, orang akan mampu bangkit. Orang tidak begitu saja terpuruk dan mati dalam penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kisah di atas mengajak kita untuk tetap bertahan di dalam penderitaan. Kita mesti bangkit. Kita mesti mencari cara-cara terbaik untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup kita. Soalnya adalah mampukah kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita? Bukankah ada orang yang kurang percaya bahwa Tuhan mampu memberi pertolongan bagi dirinya? Bukankah ada orang yang menempatkan Tuhan sebagai pemain cadangan dalam hidupnya? Banyak orang mau datang kepada Tuhan hanya ketika mereka membutuhkannya. Padahal Tuhan selalu siap untuk membantu manusia kapan dan di mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Karena itu, yang dibutuhkan dari hidup manusia adalah sikap penyerahan hidup yang total kepada Tuhan. Artinya, orang mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya penolong dalam hidupnya. Orang mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya penyelamat dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mari kita menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam kuasa Tuhan. Dengan demikian, kita dapat semakin percaya bahwa Tuhan sungguh penolong kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;808&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-927927474277698248?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/927927474277698248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/tuhan-itu-satu-satunya-andalan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/927927474277698248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/927927474277698248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/tuhan-itu-satu-satunya-andalan-kita.html' title='Tuhan Itu Satu-satunya Andalan Kita'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5441348420571553557</id><published>2011-10-20T21:05:00.000+07:00</published><updated>2011-10-20T21:06:45.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lembut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keras'/><title type='text'>Ubah Hati yang Keras dengan Hati yang Lembut Rata Penuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ada seorang pemuda yang terkenal dengan ketegaran hatinya. Ia punya prinsip yang kuat dalam hidupnya. Soalnya, prinsip-prinsip hidupnya itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan bersama. Ia mau hidup dengan caranya sendiri. Misalnya, ia merasa bahwa orang tidak perlu bayar pajak kepada pemerintah. Alasannya adalah pihak pemerintah selalu menyalahgunakan hasil pajak itu. Dalam hal ini ia menjadi orang yang cuek. Ia tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika diberi penjelasan oleh teman-temannya tentang hal ini, ia tidak mau juga mengerti. Ia tetap saja bertahan pada prinsipnya. Ia mau agar semua orang bebas pajak. Pemerintahlah yang seharusnya memfasilitasi masyarakatnya. Pasalnya, pemerintah menguasai semua sektor yang menghasilkan devisa bagi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Akibatnya, ia disingkirkan banyak orang karena prinsip hidupnya yang dianggap aneh. Namun ia tidak peduli. Ia hidup dengan cara pandangnya sendiri. Ia tidak ingin didikte oleh orang lain. Ia punya pilihan dan cara hidup sendiri. Ia tidak ingin orang lain mencampuri urusan dirinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, tampaknya kisah di atas menunjukkan bahwa pemuda itu orang yang tidak gampang bertobat. Meski sudah dijelaskan dan diberi pengertian, ia mau hidup dengan caranya sendiri. Ia tetap bertahan pada prinsip-prinsip hidupnya sendiri yang dirasakannya benar. Ia memang orang yang tegar. Bisa saja bahwa orang seperti ini akan ditinggalkan banyak orang. Orang yang hidup dengannya akan selalu merasa ada yang tidak beres. Tidak ada yang klop berhadapan dengan orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Soalnya, mengapa orang sulit sekali untuk bertobat? Jawabannya adalah manusia selalu menganggap diri benar. Manusia menjalankan apa yang menurut dirinya sendiri baik dan benar. Padahal belum tentu apa yang dipikirkan dan dilakukannya itu benar dan baik bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam hubungannya dengan Tuhan, orang yang sulit bertobat itu merasa tidak membutuhkan Tuhan. Ia merasa bisa melakukan apa saja tanpa bantuan Tuhan. Mungkin dalam pikirannya, kehadiran Tuhan hanyalah mengganggu dirinya. Karena itu, lebih baik ia melaksanakan apa yang menjadi kehendak dirinya sendiri. Ia tidak perlu mendengarkan kehendak Tuhan bagi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang seperti ini menutup diri terhadap kehendak Tuhan bagi dirinya sendiri. Lebih baik ia melaksanakan kehendaknya sendiri daripada melaksanakan kehendak Tuhan. Menurut orang seperti ini, kehendak Tuhan itu tidak jelas. Kehendak Tuhan kurang menyenangkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun Tuhan tetap menaruh kasih kepada orang seperti ini. Tuhan mau agar orang seperti ini juga senantiasa menemukan kebaikanNya dalam hidup sehari-hari. Rahmat Tuhan akan tetap menaungi dirinya. Hingga suatu saat orang seperti ini akan sadar bahwa ia membutuhkan Tuhan bagi perjalanan hidupnya. Ketika ia mengalami kebuntuan dalam hidupnya, ia akan datang kepada Tuhan. Ia akan bersujud di hadapan Tuhan dan mohon ampun atas segala dosa dan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita membuang hati kita yang tegar. Hati yang keras seperti batu kita ubah dengan hati daging yang lemah lembut. Hati yang mudah tersentuh oleh kebaikan Tuhan. Dengan demikian, kita dapat memiliki hidup yang kekal. Kita mampu berjalan bersama Tuhan dalam hidup sehari-hari. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;807&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5441348420571553557?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5441348420571553557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/ubah-hati-yang-keras-dengan-hati-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5441348420571553557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5441348420571553557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/ubah-hati-yang-keras-dengan-hati-yang.html' title='Ubah Hati yang Keras dengan Hati yang Lembut Rata Penuh'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8881867112252533695</id><published>2011-10-16T22:40:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T22:42:22.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesabaran'/><title type='text'>Menumbuhkan Kesabaran dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda punya kesabaran yang tinggi dalam hidup ini? Kalau Anda mesti menunggu seorang teman yang berjanji untuk menjumpai Anda, namun setelah enam jam ia belum datang juga, apakah Anda masih sabar menunggunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda punya kesabaran yang tinggi, Anda akan menunggunya sambil mengerjakan pekerjaan rutin Anda. Namun kalau Anda kurang punya kesabaran, Anda akan meninggalkannya. Anda tidak akan peduli terhadap dirinya. Di sinilah kesabaran dan kesetiaan seseorang diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengatakan kesabaran itu kekuatan yang menjadikan seseorang tabah, tekun dan berani dalam hidup ini. Tabah mengandung unsur tahan derita, tidak mudah mengeluh. Sakit dan derita dijalani sebagai bagian dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tekun itu tidak putus asa. Orang yang tekun itu penuh pengharapan, karena yakin bahwa pasti ada jalan untuk mengatasinya. Berbagai persoalan yang dihadapi akan diatasi dengan penuh semangat. Ketekunan membantu seseorang untuk menemukan cara-cara yang brilian dalam mengatasi setiap persoalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berani biasanya orang memiliki kesiapsediaan untuk menghadapi situasi hidupnya. Peristiwa-peristiwa hidup dilalui dengan sukacita, karena berani menghadapinya dengan tenang. Meski ada derita dalam pengalaman hidup, tetapi orang yang berani akan tetap punya optimisme dalam hidupnya. Dengan demikian, orang tetap bertahan dalam hidupnya. Orang tidak mampu digoyahkan oleh berbagai persoalan dan pengalaman pahit hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tentang kesabaran, Richard Calson berkata, ”Semakin kita sabar, semakin kita dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan semakin memaksa hidup ini persis seperti yang kita kehendaki.” Misalnya, sekarang Anda jatuh sakit, pasti Anda menghendaki cepat sembuh. Dengan berbagai cara, Anda akan mengupayakan kesembuhan itu. Namun kesembuhan butuh proses. Proses berarti butuh waktu. Dan untuk berjalan dalam proses waktu, dibutuhkan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda seorang yang sedang dirawat di rumah sakit, Anda butuh beberapa tahap untuk mencapai kesembuhan. Tahap pertama pemeriksaan fisik secara sistimatis oleh dokter, kemudian tindakan dan pemulihan. Terhadap tahapan-tahapan ini dibutuhkan kesetiaan dari Anda untuk menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran itu seperti tumbuhnya sebatang pohon yang menghasilkan buah untuk dimakan. Untuk dapat menghasilkan buah, pohon tersebut harus melewati proses pertumbuhan yang panjang: tumbuh, bunga, buah. Proses ini butuh waktu yang panjang. Mungkin satu atau dua tahun. Mungkin juga sepuluh atau dua puluh tahun, baru sebatang pohon memberikan buah yang segar bagi hidup manusia. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman itu mesti menumbuhkan kesabaran dalam hidupnya. Kalau berdoa, orang beriman tidak bisa mengharapkan hasil dalam waktu sejenak. Orang mesti sabar menanti jawaban dari Tuhan. Mungkin Tuhan akan menjawab perrmohonan-permohonannya, namun tidak persis seperti yang diharapkan. Memang, Tuhan tidak wajib mengabulkan setiap permohonan kita. Karena itu, kita mesti tetap berharap dengan penuh iman kepada Tuhan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;806&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8881867112252533695?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8881867112252533695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-kesabaran-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8881867112252533695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8881867112252533695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-kesabaran-dalam-hidup.html' title='Menumbuhkan Kesabaran dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8162183106170700693</id><published>2011-10-16T22:39:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T22:40:08.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman hidup'/><title type='text'>Mengalami Tuhan dalam Hidup Sehari-hari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di suatu desa, hiduplah seorang petani dan anaknya. Ayah dan anak ini menanam padi untuk penghidupan mereka. Setelah mencangkul di musim kemarau yang panas, keduanya mulai menanam di musim hujan tiba. Maklum, kebun yang mereka miliki adalah ladang yang hanya bisa ditanami di musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak bekerja tanpa kenal lelah membantu ayahnya. Ia tidak peduli kedua telapak tangannya menjadi tebal. Butir-butir keringat yang ia cucurkan menjadi sumber rezeki bagi keluarganya. Setelah menanami ladang penuh dengan padi, keduanya mulai beristirahat. Mereka menunggu sampai masa penyiangan tiba. Mereka akan membersihkan rumput-rumput yang tumbuh di sela-sela padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa penyiangan selesai, keduanya tetap bekerja dengan memberi pupuk pada batang-batang padi itu. Hingga suatu ketika keduanya menikmati hasil panen yang melimpah dari ladang mereka. Setelah beberapa hari padi-padi itu dipanen, sang anak berkata kepada ayahnya, “Ayah, beri saya waktu untuk istirahat. Saya mau pergi ke kota. Boleh kan sesekali saya menikmati hasil kerja kita?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum mendengar permintaan anaknya. Ia mengerti itulah keinginan setiap pemuda. Mereka bekerja untuk mengumpulkan uang. Setelah itu mereka gunakan untuk berfoya-foya. Mereka butuh kesempatan untuk menikmati hidup. Tidak selamanya orang hanya bekerja dan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ayahnya mengizinkan anaknya itu untuk meninggalkan desa menuju kota. Meski ia tahu bahwa anaknya akan seperti rusa masuk kota, ia tetap membiarkan anaknya pergi. Ia butuh pengalaman. Ia butuh kesempatan untuk mengisi hidupnya dengan pengalaman-pengalaman baru. Apa yang akan terjadi dengan dirinya, sang ayah yakin, anaknya akan mampu bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Orang yang berani bergelut dengan pengalaman akan menemukan bahwa hidup ini memiliki aneka keindahan. Orang berani belajar dari pengalaman-pengalaman itu. Orang mengasah ketrampilan dirinya melalui pengalaman-pengalaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa orang akan menemukan pengalaman baru dalam hidupnya, ketika ia berani melangkahkan kakinya. Pengalaman itu mesti dijalani. Pengalaman tidak datang dengan sendirinya. Ketika pemuda itu berani meninggalkan desanya, ia boleh berharap akan mendapatkan berbagai pengalaman menarik. Pengalaman-pengalaman baru itu akan memperkaya dirinya dalam hidupnya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan pengalaman akan Tuhan. Kita percaya bahwa penyertaan Tuhan kita alami dalam kehidupan kita yang nyata. Mengapa? Karena Tuhan hadir dalam perjalanan hidup kita. Tuhan hadir dalam pengalaman hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang beriman mesti berani mencari Tuhan dalam hidup sehari-hari. Orang beriman mesti berusaha menemukan Tuhan dalam kehidupannya yang nyata. Lantas kalau sudah berjumpa dengan Tuhan, orang mesti berani bertanya tentang kehendak Tuhan bagi dirinya. Hanya dengan cara ini, orang mampu berjalan bersama Tuhan. Orang mampu mengenal kehendak Tuhan bagi hidupnya. Dengan demikian, orang menemukan sukacita dan damai dalam hidupnya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;805&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8162183106170700693?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8162183106170700693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mengalami-tuhan-dalam-hidup-sehari-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8162183106170700693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8162183106170700693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mengalami-tuhan-dalam-hidup-sehari-hari.html' title='Mengalami Tuhan dalam Hidup Sehari-hari'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-51429075088571867</id><published>2011-10-16T22:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T22:39:03.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maaf'/><title type='text'>Selalu Punya Pintu Maaf di Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Seorang gadis merasa kecewa luar biasa terhadap pacarnya. Pasalnya, ia merasa sudah banyak berkorban untuk pacarnya itu. Tetapi pacarnya itu serta merta meninggalkan dirinya. Tanpa alasan yang jelas. Bahkan pacarnya itu sudah punya pacar baru. Hati gadis itu pedih serasa diiris sembilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Gadis itu mengaku bahwa ia sulit melupakan peristiwa pedih itu. Akibatnya, ia merasa sulit untuk mengampuni mantan pacarnya itu. ”Tidak ada pintu maaf di hati saya baginya. Saya merasa sakit. Saya tidak bisa menerima perlakuannya. Saya sadar, saya bukanlah yang tercantik, tetapi saya juga punya hak untuk tidak diperlakukan seperti ini,” kata gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sejak itu, gadis itu tidak percaya terhadap setiap lelaki. Ia menolak semua pemuda yang berusaha mendekatinya. Ia tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya. Ia menutup pintu hatinya rapat-rapat bagi setiap cinta dari kaum lelaki. Ia memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ia tidak mau hidup bersama seorang lelaki pun untuk membangun sebuah keluarga. Baginya, hidup menyendiri lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sayang, gadis itu tetap merasa sulit untuk mengampuni. Pintu pengampunan sudah tidak ada bagi mantan pacarnya itu. Ia hidup dalam situasi penuh curiga. Mengapa hal itu terjadi? Karena ia tidak ingin disakiti. Ia tidak ingin dikecewakan lagi. Baginya, satu kali kecewa itu sudah cukup. Gadis itu akhirnya mengakhiri hidupnya dalam kesendirian dan kekecewaan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, orang yang hidup tanpa cinta kasih itu sebenarnya orang yang telah mati. Ia tidak digerakkan oleh dorongan cinta kasih yang menjadi dasar hidup seorang manusia. Orang seperti ini lebih mementingkan dirinya sendiri. Orang seperti ini tumbuh dalam egosime yang sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal cinta kasih yang normal itu membawa rasa sakit dalam hidup. Cinta kasih yang tulus itu membiarkan dirinya merasa kecewa, karena korbannya dianggap sepele. Cinta kasih yang sesungguhnya itu dibangun di atas butir-butir keringat dan airmata. Ada rasa sakit. Ada korban. Namun orang tidak berhenti pada rasa sakit dan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mesti bangkit dari rasa sakit itu. Orang mesti berani meninggalkan rasa sakit dan kecewa. Caranya adalah dengan berani melupakan perlakuan dari mereka yang menyebabkan hati tersayat-sayat. Caranya adalah dengan mengampuni mereka yang telah menusuk hati kita dengan kata-kata yang tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman itu selalu punya pintu pengampunan bagi sesamanya yang melakukan dosa dan kesalahan terhadap dirinya. Hanya dengan pengampunan itu, orang dapat lepas dari rasa sakit hati. Hanya dengan memberikan maaf yang tulus orang dapat mengobati luka batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan diri terus-menerus didera oleh kekecewaan adalah suatu tindakan kurang bijak. Mengapa? Karena yang mengalami rasa sakit itu adalah diri sendiri. Bukan orang lain. Yang mengalami luka batin itu adalah diri sendiri. Karena itu, dalam ketegaran hati orang mesti memiliki hati yang mudah tersentuh untuk mengampuni sesamanya. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;804&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-51429075088571867?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/51429075088571867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/selalu-punya-pintu-maaf-di-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/51429075088571867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/51429075088571867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/selalu-punya-pintu-maaf-di-hati.html' title='Selalu Punya Pintu Maaf di Hati'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8100657932536063189</id><published>2011-10-11T21:24:00.000+07:00</published><updated>2011-10-11T21:25:25.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persaudaraan'/><title type='text'>Membangun Persaudaraan yang Kuat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah itu tercipta di menit ke-116, ketika tendangan kaki kanan Andres Iniesta menggetarkan jalan gawang Belanda yang dikawal Maarten Stekelenburg. Spanyol pun menjadi juara dunia untuk pertama kali. Para pemain Spanyol menumpahkan kegembiraan itu dengan berbagai cara. Kiper Spanyol, Iker Casillas, menangis sesenggukan begitu wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah kemenangan Spanyol tersebut menjadi suatu peristiwa menyatunya dua kubu yang selama ini berseteru. Sebagian besar pemain inti Spanyol terdiri dari para pemain Barcelona yang dikenal dengan Catalan yang tidak pro-pemerintah. Bertahun-tahun lamanya tim-tim Catalan berseteru dengan tim-tim Madrid yang pro-pemerintah. Bahkan selama ini tim-tim dari Catalan enggan mengenakan seragam tim nasional dan membawa bendera kenegaraan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun peraihan gelar juara dunia sepakbola menjadi saat yang menyatukan kedua pihak yang saling bertikai selama ini. Marcelino Sanchez yang merayakan kemenangan bersama warga Kota Barcelona berkata, “Anda kini akan melihat orang-orang keluar di jalan dengan seragam 'La Roja' atau dengan bendera Spanyol yang biasanya dianggap tabu di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, olahraga ternyata mampu menyatukan perselisihan yang telah terjadi bertahun-tahun. Olahraga yang membawa kegembiraan besar bagi suatu bangsa itu mampu menghilangkan permusuhan di antara anak-anak bangsa negeri itu. Yang mereka alami hanyalah sukacita, karena tim kesebelasannya mampu meraih juara dunia. Suatu impian yang puluh tahun dirindukan kini terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kemenangan mampu membangkitkan semangat untuk bersatu. Nasionalisme yang terpecah belah itu dapat disatukan kembali berkat raihan sebuah trophy bernama Piala Dunia. Sepakbola bukan hanya sebuah olahraga. Sepakbola menjadi sebuah sarana untuk membangun persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, yang diharapkan adalah persaudaraan yang dicapai itu tidak hanya berlangsung sesaat. Persaudaraan itu mesti terus-menerus hadir dalam kehidupan bersama. Untuk itu, orang mesti membangun sikap sportif seperti para pemain sepakbola yang sedang berlaga di atas lapangan hijau. Meski terjadi pelanggaran dari lawan main, tetapi selalu ada pengampunan. Meski pemain yang dilanggar itu mesti tertatih-tatih, karena mengalami cedera, ia tetap memberikan kata maaf bagi yang melanggarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman juga mesti memupuk sportivitas dalam kehidupan bersama. Orang yang mau menang sendiri biasanya akan menciptakan suasana yang kurang enak dalam hidup bersama. Sesamanya akan mengalami suasana tertekan dan takut. Akibatnya, kehidupan bersama menjadi kurang harmonis. Persaudaraan yang didambakan akan berakhir dengan suatu situasi yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, membangun sportivitas yang mendukung persaudaraan merupakan panggilan kita semua. Dengan memiliki persaudaraan, kita dapat membangun hidup kita menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Mari kita terus-menerus membangun persaudaraan dalam hidup kita bersama. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;803&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8100657932536063189?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8100657932536063189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-persaudaraan-yang-kuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8100657932536063189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8100657932536063189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-persaudaraan-yang-kuat.html' title='Membangun Persaudaraan yang Kuat'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2908130312497199909</id><published>2011-10-10T13:50:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T13:51:47.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna hidup'/><title type='text'>Menemukan Makna Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Apakah Anda sungguh yakin, hidup Anda memiliki makna yang mendalam? Atau Anda sering merasa bahwa hidup ini kurang bermakna? Mengapa hidup Anda kurang bermakna? Mungkin Anda tidak menemukan sesuatu yang utama yang menjadi fokus perjuangan Anda. Anda merasa bahwa apa yang Anda lakukan biasa-biasa saja. Datar-datar saja. Karena itu, Anda butuh waktu untuk mengintrospeksi diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Caranya mungkin Anda dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Lily Allen, seorang penyanyi asal Inggris ini. Menyadari bahwa hidupnya tidak bermakna, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia hingar bingar musik untuk sementara. Lantas ia menghabiskan waktunya di sebuah kawasan hutan di Brasil untuk belajar tentang penggundulan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tentang hal ini, ia berkata, ”Selama ini hidupku terasa hampa, karena tidak bermakna. Terkadang aku juga merasa tak punya tujuan. Aku pergi ke Brasil untuk membuat diriku bangga, karena bisa menggunakan ketenaran untuk tujuan positif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menurut pengakuan perempuan berusia 24 tahun ini, ia tidak ingin menunjukkan bahwa ia tahu segala-galanya. Ia ingin memahami beberapa hal yang tidak ia ketahui. Ia berada di Brasil karena ingin belajar dan berusaha menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ternyata Lily Allen tidak hanya belajar tentang penggundulan hutan. Setelah menyaksikan akibat buruk dari pengrusakan hutan, ia mengajar para penggemarnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, sangat penting bagi setiap orang untuk memikirkan dampak perilaku mereka terhadap masa depan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pemilik albumm Alright, Still ini berkata, ”Kita semua harus berusaha mengurangi emisi karbon. Aku juga berusaha, tapi kuakui ini tidak mudah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kita hidup dalam zaman yang kurang begitu peduli terhadap lingkungan hidupnya. Begitu banyak penebangan pohon-pohon tanpa mengadakan aksi penanaman kembali. Akibatnya, banyak gunung mulai gundul karena kehilangan hutan. Satwa-satwa langka pun banyak yang punah. Mereka tidak punya tempat lagi untuk berlindung. Kalau pengrusakan lingkungan tidak dihentikan, bukan tidak mungkin manusia juga akan mengalami kesulitan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, kita butuh kesadaran tentang makna hidup. Kita tidak bisa hidup biasa-biasa saja. Kita mesti mengambil alternatif untuk menjadikan hidup kita ini lebih bermakna bagi kehidupan banyak orang. Untuk itu, kita mesti membuka wawasan pandang kita seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah dilakukan oleh Lily Allen dapat menjadi salah satu contoh bagi kita. Kita mesti memiliki kepedulian terhadap lingkungan di mana kita hidup. Langkah berani mesti kita ambil. Mungkin kita mesti meninggalkan kegiatan-kegiatan rutin kita sehari-hari. Kita ambil waktu untuk merefleksikan makna hidup kita. Mengapa kita hidup? Mau ke mana hidup ini mesti kita bawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya makna hidup yang lebih mendalam dapat kita temukan ketika kita tidak hidup biasa-biasa saja. Tetapi makna hidup itu dapat kita temukan, ketika kita memberi waktu khusus untuk merefleksikan panggilan hidup kita. Mari kita berusaha terus-menerus untuk menemukan dan mengembangkan makna hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;802&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2908130312497199909?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2908130312497199909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menemukan-makna-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2908130312497199909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2908130312497199909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menemukan-makna-hidup.html' title='Menemukan Makna Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-6110382769106209730</id><published>2011-10-09T20:18:00.000+07:00</published><updated>2011-10-09T20:20:06.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bertobat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dosa'/><title type='text'>Berlajar untuk Bertobat dari Dosa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Ada seorang pemuda yang punya hobby bermain catur di internet. Hobby itu membuat pemuda itu sangat ketagihan. Tiada satu hari pun ia lewatkan tanpa bermain catur. Setiap waktu luang ia gunakan untuk bermain catur. Bahkan waktu-waktu kerja ia gunakan juga untuk bermain catur di internet. Hasilnya? Pemuda itu merasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari, pemuda itu menyadari kebiasaan buruknya itu. Ia berusaha untuk melepaskan diri dari ketagihan itu. Namun ia gagal. Ia tetap saja berada di depan komputer untuk bermain catur. Ia berkata, ”Ah, kan hanya sebentar. Tidak lama lagi saya akan berhenti juga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pemuda itu terus-menerus berusaha untuk menghentikan kebiasaan buruknya itu. Ia mengalami jatuh dan bangun. Sambil memberi alasan-alasan yang menyegarkan dirinya, pemuda itu terus berusaha. Apa yang terjadi kemudian? Suatu hari, ia berusaha untuk tidak membuka permainan catur di internet. Kalau ada godaan untuk main catur, ia mengalihkan ke hal-hal lain. Ia tidak mau membuka permainan catur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kali ini ia berhasil. Ia melupakan permainan catur. Ia memusatkan perhatiannya pada pekerjaannya. Keesokan harinya, ia mencoba hal yang sama. Kali ini ia pun berhasil. Hari-hari berikutnya, pemuda itu tidak lagi peduli terhadap permainan catur. Pikirannya terfokus pada pekerjaan-pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sahabat, sering manusia berkelit dan berdalih tentang dosa dan kesalahan yang dilakukannya. Manusia tidak mudah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang telah dirasakan nikmat. Manusia berusaha untuk mempertahankan kenikmatan itu meski sebenarnya kenikmatan yang dialami itu hanyalah semu. Manusia tetap mau tenggelam dalam kenikmatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Namun ternyata orang tidak bisa berlama-lama hidup dalam kenikmatan dosa. Mengapa? Karena kenikmatan dosa itu mengganggu ketenteraman hidup. Orang selalu merasa tidak aman dan nyaman. Dosa menggerogoti kedamaian manusia. Dosa meracuni hidup manusia. Dosa membuat hidup manusia tidak harmonis. Damai sulit tercapai ketika orang hidup di dalam dosa. Mengapa? Karena orang selalu merasa dikejar-kejar oleh dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Akibat dari dosa tidak hanya dialami oleh diri sendiri. Akibat dosa juga dialami oleh sesama, karena perbuatan dosa selalu bersifat sosial. Penderitaan akibat dosa juga dialami oleh orang yang tidak melakukan dosa. Misalnya, dosa korupsi dan manipulasi yang dilakukan seorang pejabat berakibat pada kemiskinan bagi rakyat yang dipimpinnya. Anggaran yang semestinya digunakan untuk kebutuhan masyarakat itu digunakan untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Karena itu, orang mesti berusaha menyadari kedosaannya. Caranya adalah dengan berefleksi diri. Ada saatnya orang mesti menukik ke dalam dirinya sendiri. Orang mesti berani mempertanyakan dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan demikian, orang mampu berubah dan bertobat. Artinya, orang membuka dirinya untuk rahmat Tuhan yang hadir dalam hidupnya. Bertobat yang sesungguhnya adalah menerima Tuhan dalam hidup sehari-hari. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;801&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-6110382769106209730?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/6110382769106209730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berlajar-untuk-bertobat-dari-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6110382769106209730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/6110382769106209730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berlajar-untuk-bertobat-dari-dosa.html' title='Berlajar untuk Bertobat dari Dosa'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8981112857032144181</id><published>2011-10-09T20:16:00.000+07:00</published><updated>2011-10-09T20:18:29.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='relasi'/><title type='text'>Membangun Relasi yang Lebih Dalam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Seorang ibu menceritakan pengalaman pahitnya dalam hidup berkeluarga. Ia sering disiksa oleh suaminya. Ia sering ditinggal pergi oleh suaminya berbulan-bulan. Bahkan suaminya itu telah menjalin kasih dengan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hati ibu itu terasa hancur. Ia merasa seolah-olah sudah jatuh ditimpa tangga pula. Hidup terasa berat baginya. Padahal, ia menikah dengan suaminya itu untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup. Ia ingin mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dari segi materi, ibu itu tidak berkekurangan. Ia punya usaha sendiri yang sungguh-sungguh mendatangkan banyak keuntungan. Ia tidak perlu kuatir akan masa depan tiga orang anaknya. Ia mampu menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi. Ia mampu membimbing anak-anaknya untuk memiliki masa depan yang cerah. Satu hal kekurangan dalam hidupnya, yaitu ketidakharmonisannya dengan sang suami. Kalau suaminya berada di rumah, mereka selalu bertengkar. Tidak ada damai di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ibu itu berkata, ”Yang membuat saya bertahan adalah anak-anak saya. Mereka begitu mencintai saya. Mereka mau berbagi dengan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun suatu hari tumbuh pula rasa sesal dalam diri ibu itu. Ia menyesal, mengapa suaminya pergi meninggalkannya berbulan-bulan. Mengapa ia selalu melihat segi negatif dalam diri suaminya? Ibu itu tidak hanya berhenti pada rasa sesal. Ia berusaha untuk mengembalikan suaminya ke sisinya. Untuk itu, ia mesti mengubah sikap-sikapnya. Ia mau melihat segi-segi positif yang ada dalam diri suaminya. Ia mengakui bahwa ketidakharmonisan yang terjadi selama ini juga buah dari kesalahan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Usaha itu berhasil. Setelah lama berpisah, sang suami kembali ke sisinya. Mereka pun hidup bahagia sebagai suami istri. Derita yang lama dialami oleh ibu itu pun berakhir dengan sukacita dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, banyak pasangan suami istri di zaman sekarang mengalami kekeringan hidup rohani. Mereka punya banyak masalah dalam hidup. Ada yang berhasil menemukan solusi atas persoalan-persoalan mereka. Namun ada juga yang hidup di bawah tekanan, karena persoalan-persoalan yang tidak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pertanyaannya, mengapa pasangan suami istri mengalami kekeringan hidup rohani? Salah satu jawabannya adalah relasi mereka kurang mendalam. Mereka kurang saling mengenal. Pengenalan mereka hanya di kulit luar saja. Akibatnya, mereka mudah tersulut di saat ada persoalan yang menghadang kehidupan berkeluarga mereka. Mereka kurang punya dasar yang kokoh untuk meneruskan perjalanan hidup mereka sebagai suami istri. Banyak pasangan suami istri akhirnya memutuskan untuk berpisah. Sayang, memang. Tetapi itulah kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, apa yang mesti dibuat untuk mempertahankan hidup sebagai suami istri? Yang pertama-tama mesti dibuat adalah berusaha untuk mengenal pasangan masing-masing. Tentu saja hal ini menjadi tantangan yang tidak ringan. Seseorang mesti mengenal betul isi hati pasangannya. Orang mengatakan, dalamnya laut dapat diduga. Tetapi dalamnya hati siapa yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun berkat bantuan rahmat Tuhan, orang beriman mampu mengenal pasangannya dengan baik. Untuk itu, orang mesti berani menyerahkan hidupnya dan pasangannya ke dalam kuasa Tuhan. Orang beriman membiarkan Tuhan mengintervensi hidupnya. Dengan demikian, hidup ini menjadi indah dan membahagiakan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;800&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8981112857032144181?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8981112857032144181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-relasi-yang-lebih-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8981112857032144181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8981112857032144181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/membangun-relasi-yang-lebih-dalam.html' title='Membangun Relasi yang Lebih Dalam'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-5596132614981523161</id><published>2011-10-09T20:12:00.001+07:00</published><updated>2011-10-09T20:16:45.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perubahan'/><title type='text'>Berusaha Menerima Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang pemudi yang selalu merasa tidak percaya diri. Ia merasa tidak dicintai. Ia merasa ditolak oleh orang lain. Hal itu karena ia merasa bahwa sekarang ia menjadi orang yang jelek. Dulu tubuhnya langsing, tetapi sekarang menjadi besar tidak berbentuk. Dulu wajah dan kulitnya halus, namun sekarang menjadi hitam, kasar, dan kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan negatifnya terus berkembang. Akibatanya, ia gelisah. Ia merasa resah dan tidak nyaman dengan tubuhnya sendiri. Karena itu, dengan bermacam-macam cara dan sarana, ia memanipulasi penampilannya. Tujuannya untuk bisa menambah rasa percaya diri. Padahal sebenarnya tidak mengubah apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ditempuh itu menunjukan bahwa ia telah menolak tubuhnya sendiri. Artinya ia juga membenci dirinya sendiri, karena tidak berani menerima perubahan atau kenyataan. Sampai pada suatu ketika gadis itu mengalami stress berat. Ia jatuh sakit, karena tidak sanggup menerima dan menghadapi perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sahabatnya datang mengunjunginya. Sahabatnya itu tampak ceria. Sikap dan perilakunya dewasa. Tutur katanya menunjukkan kepribadian yang matang. Meski secara fisik sudah berubah, namun sahabatnya telah menerima perubahan. Ia menerima kenyataan bahwa dengan bertambahnya usia atau faktor-faktor lain, setiap orang akan mengalami perubahan secara alami. Sahabatnya mengimbangi perubahan fisik itu dengan berbagai kegiatan positif yang mengembangkan kematangan pribadi dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran sahabatnya itu menyadarkan gadis itu terhadap segala kecemasan yang dialaminya. Ia belajar dari sahabatnya. Akhirnya, ia berani menerima perubahan, sehingga hidupnya menjadi ringan dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, hidup kita ini selalu berubah. Kemarin kita mengalami perasaan yang berbeda dengan sekarang ini. Mungkin kemarin kita merasa sedih, takut, kuatir. Namun sekarang kita merasa ada semangat dan suasana yang baru. Kemarin rasanya tubuh ini tidak dapat bergerak sedikit pun, tetapi saat ini ada suatu perubahan. Kita sudah menggerakkan badan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ternyata perubahan itu membawa dinamika yang indah. Perubahan itu membantu kita untuk mengenal secara lebih dalam siapa diri kita ini. Apakah kita tumbuh menjadi lebih dewasa atau kita tetap saja kekanak-kanakan? Kalau kita tidak merasa bahwa tidak ada perubahan dalam diri kita, kita akan mudah cemas. Bahkan kita akan mengalami stress dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena itu, langkah yang mesti kita lakukan adalah menerima kenyataan diri kita. Kita adalah makhluk yang terus-menerus berubah. Perubahan itu senantiasa menuju kebaikan. Untuk itu, kita mesti mensyukuri perubahan itu. Dengan demikian, kita dapat mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Hidup ini menjadi suatu rahmat dari Tuhan sendiri. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;799&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-5596132614981523161?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/5596132614981523161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berusaha-menerima-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5596132614981523161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/5596132614981523161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berusaha-menerima-perubahan.html' title='Berusaha Menerima Perubahan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2284902544905339102</id><published>2011-10-06T08:02:00.002+07:00</published><updated>2011-10-06T08:17:33.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arah hidup'/><title type='text'>Tuhan adalah Arah Hidup Manusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Apakah Anda pernah kesasar? Saya rasa semua orang pernah kesasar. Ada seorang teman saya yang sering kesasar. Padahal ia sudah berkali-kali lewat jalan yang sama. Bahkan pulang ke rumah pun beberapa kali ia nyasar. Akibatnya, banyak waktu ia buang untuk mencari jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika ditanya alasannya, teman saya ini selalu mengatakan bahwa ia lupa jalan. Pengalaman lupa itu sering menyengsarakan dirinya. Ia sering cemas ketika mengadakan suatu perjalanan. Kalau sampai ia nyasar lagi, ia merasa sakit hati. Ia memarahi dirinya sendiri. Ia kesal terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena seringnya nyasar, teman saya itu membeli peta kota-kota di Indonesia. Ia berusaha untuk mempelajarinya. Ia berusaha untuk menghafal jalan-jalan di kota-kota tersebut. Di dalam kendaraannya, ia memiliki berbagai peta. Menurutnya, dengan cara itu ia dapat mengatasi kebiasaan nyasarnya itu. Hebatnya, ia berhasil. Ia tidak perlu menghabiskan banyak waktu lagi untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tentang keberhasilannya ini, ia berkata, ”Saya berusaha menghafal jalan-jalan dan alamat-alamat. Tetapi saya tidak hanya lihat peta. Saya juga berusaha untuk menandai tempat-tempat yang saya lewati itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kita hidup dalam dunia yang sering tidak punya arah yang pasti. Kita jadi bingung. Kita harus memutuskan untuk memilih arah hidup kita, agar kita tidak nyasar ke arah yang salah. Kita tidak ingin sesat dalam hidup kita. Kita tidak ingin hidup ini berakhir sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita mesti mengatur cara hidup kita. Kita tidak bisa hidup seenaknya saja. Orang yang hidupnya tidak teratur biasanya tidak punya tujuan hidup yang terarah. Orang seperti ini biasanya plin-plan. Sebaliknya, hidup yang teratur akan membantu hidup kita menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu pengajaran-Nya, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Bagi orang yang beriman kepada Yesus, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan abadi. Tidak ada jalan lain. Melalui Yesus itu manusia beriman melintasi perjalanannya di dunia ini menuju keselamatan yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus tidak hanya memberikan pernyataan bahwa dirinya jalan, kebenaran dan kehidupan. Ia sendiri rela mengorbankan hidupnya bagi manusia. Ia sendiri wafat di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ia mengajarkan kebenaran kepada manusia. Kebenaran itu ialah bahwa Tuhan senantiasa mengasihi manusia. Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia berjuang sendiri di dunia ini. Untuk itu, manusia mesti selalu mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Hanya dengan cara demikian, manusia tidak akan mengalami salah jalan. Manusia akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, kalau tetap berpegang teguh pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, bantulah kami untuk senantiasa berpegang teguh pada iman kami akan Dikau. Dengan demikian, kami mengalami kasih setia-Mu. Kami tidak perlu salah jalan untuk mengalami damai dan sukacita di dalam Engkau. Amin. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;798&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2284902544905339102?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2284902544905339102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/tuhan-adalah-arah-hidup-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2284902544905339102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2284902544905339102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/tuhan-adalah-arah-hidup-manusia.html' title='Tuhan adalah Arah Hidup Manusia'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2862536045724688709</id><published>2011-10-05T09:49:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T09:59:59.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanda-tanda zaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesama'/><title type='text'>Mampu Menangkap Tanda-tanda Zaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ada seorang pemuda yang sangat peduli terhadap sesamanya. Ia menjadi sukarelawan untuk mengajar anak-anak usia sekolah di kampungnya. Di kampung itu tidak ada sekolah. Ia membuka ruang tamu rumahnya yang kecil itu menjadi sekolah. Namun tidak ada guru yang mau mengajar anak-anak itu. Padahal anak-anak itu sudah saatnya untuk menempuh pendidikan dasar. Pemuda itu prihatin. Ia tidak tega melihat anak-anak itu tumbuh tanpa pendidikan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Selain tidak ada guru yang mau mengajar, kendala lain adalah ia sendiri tidak lulus Sekolah Dasar. Ia putus sekolah saat duduk di kelas empat SD. Hal ini menjadi salah satu penghalang bagi dirinya. Namun pemuda itu tetap punya tekad baja. Ia tidak mau menyerah. Ia mulai belajar sendiri matapelajaran-matapelajaran dasar. Ia juga mencari buku-buku untuk menjadi bahan bacaan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah pemuda itu merasa mampu mengajar, ia mengumpulkan anak-anak usia sekolah itu di rumahnya. Ia mulai mengajar mereka. Ia memanfaatkan kemampuan yang ada pada dirinya untuk mengajar anak-anak itu. Ruang tamu rumahnya itu ia sulap menjadi sebuah kelas. Meski sempit, anak-anak usia sekolah itu tampak sangat bersemangat. Mereka boleh mendapatkan pendidikan dalam masa pertumbuhan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Suatu hari, kepala kampung berkunjung ke rumah pemuda itu. Ia kagum terhadap ide yang dikerjakan oleh pemuda itu. ”Apa yang mendorong Anda melakuan semua  ini?” tanya kepala kampung itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         ”Saya kasihan melihat anak-anak di kampung ini tidak bersekolah. Mereka mesti mendapatkan pendidikan yang memadai. Mereka tidak boleh dibiarkan tumbuh tanpa pendidikan,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, masih banyak anak negeri ini yang belum mendapatkan pendidikan yang baik. Keterbelakangan menjadi salah satu sebab terjadinya hal seperti ini. Namun ada hal lain yang menjadi penyebab, yaitu kerelaan dari sesama untuk membantu anak-anak negeri ini mendapatkan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah kerelaan pemuda di atas menjadi salah satu contoh betapa kerelaan berkorban menjadi salah satu daya dorong dalam memulai suatu tindakan. Orang tidak hanya prihatin terhadap situasi yang ada. Tetapi orang berani menyerahkan diri untuk membantu sesamanya. Orang berani mempertaruhkan hidupnya untuk sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah yang disebut dengan cinta. Cinta menuntut korban. Cinta menuntut orang mampu membaca tanda-tanda zaman. Pemuda dalam kisah di atas mampu membaca tanda-tanda zaman. Ia mencintai anak-anak di kampungnya. Ia ingin agar masa depan mereka punya tujuan dan arah. Tidak hanya berhenti di kampung terbelakang. Tidak hanya digerus oleh kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak ingin anak-anak itu tumbuh seperti dirinya yang tidak punya pendidikan yang baik. Karena itu, ia berani mengorbakan dirinya. Dalam keterbatasannya, ia menjadi sahabat bagi mereka. Ia menemani perjalanan anak-anak itu meraih masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagai orang beriman, kita diajak untuk mampu membaca tanda-tanda zaman. Artinya, kita mesti mampu menemukan kebutuhan-kebutuhan sesama yang ada di sekitar kita. Kita berusaha memenuhi kebutuhan sesama itu dengan rela berkorban dengan penuh kasih. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;797&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2862536045724688709?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2862536045724688709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mampu-menangkap-tanda-tanda-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2862536045724688709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2862536045724688709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/mampu-menangkap-tanda-tanda-zaman.html' title='Mampu Menangkap Tanda-tanda Zaman'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-2712200147865873744</id><published>2011-10-04T05:39:00.001+07:00</published><updated>2011-10-04T05:42:42.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berkorban'/><title type='text'>Berkorban Tanpa Pamrih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari saya harus menjemput seorang teman di bandara. Ia datang pada siang hari. Namun ia mengalami penundaan penerbangan. Lama saya harus menunggu teman saya itu. Waktu menunggu itu saya gunakan untuk jalan-jalan di sekitar bandara. Saya juga mampir di kafe untuk minum dan makan. Lama saya duduk di sana. Pesawat tidak datang-datang juga. Akhirnya saya putuskan untuk pulang. Soalnya, saya ada acara pada malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di tengah perjalanan, teman saya itu menelpon bahwa dia sudah mendarat. Ia minta saya untuk menjemputnya. Pasalnya, baru pertama kali itu ia ke Kota Palembang. Ia takut tersesat. Ia takut nyasar. Ia juga mengatakan bahwa ia belum makan sejak pagi. Jadi ia ingin mampir ke rumah makan untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya langsung balik kanan. Saya kembali ke bandara. Saya mesti menjemput teman saya itu. Saya tidak ingin mengecewakan teman saya itu. Apalagi sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu. Itulah saatnya kami saling bertemu untuk bercerita tentang pengalaman kami masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sampai di bandara, teman saya itu sudah keluar ke pelataran bandara. Ia mencari-cari saya. Ia tampak agak cemas. Tiba-tiba saya muncul dari belakang. Saya menepuk punggungnya. Ia sangat terkejut. Lantas begitu melihat saya, ia langsung memeluk saya. Ia sangat bergembira. Ia tidak perlu cemas lagi. Ia telah menemukan sahabatnya yang sudah lama tidak berjumpa. Kegembiraan menjadi bagian dari hidupnya malam itu. Ia menemukan bahwa hidup ini semakin bermakna, ketika ada orang yang mau berkorban untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kita hidup dalam dunia yang banyak perhitungan. Orang berhitung tentang berapa jumlah uang yang mesti mereka peroleh dari suatu pekerjaan. Orang berhitung tentang keuntungan yang mereka peroleh setelah membantu sesamanya. Orang ingin agar apa yang dikorbankannya memperoleh kembali gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tentu saja situasi seperti ini sering membuat relasi antarsesama menjadi renggang. Orang terlalu memperhitungkan korban yang telah dikeluarkannya. Orang memiliki pamrih yang begitu besar terhadap sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, sejauh mana peranan iman dalam kehidupan sehari-hari? Apakah iman hanya berperan untuk diri sendiri? Bukankah iman mesti hidup dalam kehidupan yang nyata dengan berani berkorban tanpa pamrih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagai orang beriman, kita mesti berani mengorbankan hidup kita bagi kebahagiaan sesama. Korban itu mesti dilakukan tanpa pamrih. Hanya dengan cara ini, kita dapat membahagiakan sesama. Kita yang berani berkorban itu pun akan menemukan sukacita dan bahagia dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang yang berkorban secara semu akan menemukan hidup ini menjemukan. Hidup ini kurang bermakna. Hidup ini tidak membahagiakan. Hidup ini tidak indah bagi dirinya. Orang seperti ini akan mudah frustrasi dan stress. Mengapa? Karena orang tidak menemukan makna yang terdalam dari hidup ini. Mari kita berani mengorbakan hidup kita bagi kebahagiaan sesama tanpa menghitung untung atau rugi. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;796&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-2712200147865873744?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/2712200147865873744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berkorban-tanpa-pamrih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2712200147865873744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/2712200147865873744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/berkorban-tanpa-pamrih.html' title='Berkorban Tanpa Pamrih'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8624619440722325126</id><published>2011-10-04T04:52:00.000+07:00</published><updated>2011-10-04T04:53:35.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepercayaan'/><title type='text'>Memberi Kepercayaan pada Sesama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari saya pulang ke kota asal saya, Maumere, Flores. Dari Denpasar, saya naik pesawat menuju Maumere. Selama dua jam lebih pesawat menjelajah udara kepulauan Sunda kecil menuju timur. Sore itu, udara kurang begitu cerah. Ada awan hitam yang menyelimuti bumi. Pilot mengumumkan bahwa kota Maumere sedang diterpa hujan deras. Namun pilot mengatakan bahwa pesawat akan mendarat dengan mulus. Tidak ada hambatan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Perlahan namun pasti, pilot mengarahkan pesawat menuju landasan. Dari arah laut Flores, pilot tidak bisa langsung menurunkan pesawatnya, karena ada pohon-pohon lontar. Tambahan pula hujan yang masih turun membuat pilot kurang begitu melihat dengan jelas landasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dia lakukan adalah mendaratkan pesawat itu begitu saja. Akibatnya, pesawat itu melompat-lompat beberapa kali. Semua penumpang berteriak. Ada yang menundukkan kepala di antara kedua kaki. Ada yang menarik nafas panjang-panjang. Roda pesawat terus bergulir menuju ujung landasan. Makin lama semakin pelan. Pilot berhasil menghentikan pesawat itu sebelum rodanya melewati landasan. Beberapa penumpang memberikan tepuk tangan meriah atas keberhasilan pilot menyelamatkan pesawat dan penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah pesawat benar-benar berhenti, pilot keluar dari tempat kemudi. Ia tersenyum kepada para penumpang. Ia mengangkat jempolnya ke arah penumpang. Itu tandanya pesawat dan semua penumpang selamat. ”Terima kasih Anda telah mempercayai saya. Tanpa kepercayaan Anda, saya belum tentu berhasil mendaratkan pesawat ini dalam kondisi jelek seperti ini,” kata pilot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kepercayaan yang kita berikan kepada seseorang akan memacu orang itu untuk melakukan hal-hal yang baik dan besar. Orang mendapatkan tambahan motivasi. Orang mendapatkan dukungan dari sesamanya. Karena itu, kita diajak untuk senantiasa memberikan dukungan kepada sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pilot itu sungguh-sungguh bermanfaat. Ia punya tanggung jawab untuk menyelamatkan pesawat dan semua isinya. Selain memang itulah tanggung jawab seorang pilot, tetapi kepercayaan yang diberikan itu menambah semangat dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orang beriman tidak harus diberi semangat tambahan, ketika melakukan kebaikan bagi sesama. Secara kodrati, orang beriman itu dengan sendirinya melakukan hal-hal baik bagi sesamanya. Mengapa? Karena itulah panggilan hidup manusia. Berbuat baik sebanyak-banyaknya bagi sesamanya. Dengan demikian, sukacita dan damai hadir dalam hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dibutuhkan kreatifitas dalam menjalani hidup ini. Orang tidak bisa hanya menunggu untuk melakukan sesuatu. Seperti pilot yang menyelamatkan para penumpang itu. Dia tentu tidak hanya mengikuti arus saja. Tetapi dia butuh kreatifitas untuk mendaratkan pesawat dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita terus-menerus berusaha untuk menaruh harapan pada Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menemukan damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;795&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8624619440722325126?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8624619440722325126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/memberi-kepercayaan-pada-sesama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8624619440722325126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8624619440722325126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/memberi-kepercayaan-pada-sesama.html' title='Memberi Kepercayaan pada Sesama'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-929938551330976561</id><published>2011-10-02T19:48:00.001+07:00</published><updated>2011-10-02T19:49:59.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cermat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selamat'/><title type='text'>Menumbuhkan Kecermatan dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Akhir tahun 1999 yang lalu saya berada di kota Timika, Papua. Suatu sore, di tempat saya tinggal didatangi seorang pilot asal Belanda. Ia sudah fasih berbahasa Indonesia. Istrinya adalah seorang Indonesia asal Solo. Sudah lima tahun ia menerbangkan pesawat-pesawat twin otter milik AMA atau Asociation Mission Aviation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, ia tidak bisa melanjutkan perjalanannya menuju Biak. Bersama pesawatnya, ia sudah berada di ketinggian. Namun dari kejauhan ia melihat awan hitam yang sangat pekat. Ia kembali ke bandara intenasional Moses Kilangin Timika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Saya tidak mungkin melanjutkan perjalanan. Langit sangat gelap. Di depan saya ada begitu banyak gunung yang tinggi. Saya tidak mau ambil resiko. Jadi saya kembali ke Timika,” kata pilot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pilot itu bisa mengambil keputusan seperti itu, karena ia sudah berpengalaman menerbangkan pesawat-pesawat kecil. Ia tahu daerah mana yang membahayakan dirinya. Ia mengerti betul ada berapa rintangan yang ada di hadapannya. Keputusan yang dia ambil bukan hanya untuk keselamatan dirinya sendiri. Tetapi keputusan itu demi keselamatan orang lain, yaitu para penumpang dan orang-orang yang mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pilot itu berani mengalah demi kebaikan. Itulah tindakan heroik yang telah dibuatnya. Tindakan heroik itu bukan hanya berani mengorbankan hidup. Tetapi juga dalam hal-hal yang membawa keselamatan bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, sering kita menyaksikan ada orang yang bertindak begitu berani. Atau sebenarnya adalah tindakan yang gegabah. Orang mau membuktikan bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang sangat sulit. Padahal mereka tidak punya ketrampilan untuk itu. Akibatnya, kecelakaan yang justru mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi, karena orang ingin dipuji. Orang ingin mendapatkan pengakuan dari pihak lain. Berapa banyak nyawa kaum remaja yang mesti melayang karena kebut-kebutan di jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kita tidak boleh gegabah dalam hidup ini. Kita mesti memperhitungkan segala sesuatu yang akan kita lakukan untuk hidup kita. Mengapa? Karena keputusan yang kita ambil untuk melakukan sesuatu itu bukan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri. Keputusan itu juga untuk banyak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari keputusan gegabah yang kita ambil dapat berakibat bagi orang lain. Karena itu, suatu keputusan mesti diambil dengan cara yang secermat-cermatnya. Jangan asal buat keputusan yang hanya untuk menyenangkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kita hidup dalam dunia di mana pujian sangat dikejar oleh manusia. Banyak orang mengejar pujian untuk sesuatu yang sangat sepele. Misalnya, orang berani terjun dari tebing yang tinggi hanya untuk dikatakan ia orang yang hebat dan pemberani. Ini sesuatu yang sepele, namun membahayakan nyawa. Namun orang mau melakukan itu. Bukankah ini suatu kebodohan? Bukankah yang menderita adalah dia sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagai orang beriman, kita mesti cermat dalam hidup ini. Apa yang kita lakukan itu tidak hanya berakibat pada diri kita sendiri. Tetapi juga berakibat pada orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;794&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-929938551330976561?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/929938551330976561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-kecermatan-dalam-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/929938551330976561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/929938551330976561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-kecermatan-dalam-hidup.html' title='Menumbuhkan Kecermatan dalam Hidup'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-8480331463580762258</id><published>2011-10-01T09:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T09:23:45.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Menumbuhkan Iman agar Menjadi Kokoh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Suatu kali saya bepergian dari kota Milwaukee, Wisconsin, ke Lexington, Kentucky, Amerika Serikat. Pesawat yang saya tumpangi transit di kota Detroit, Michigan. Saya harus naik pesawat yang lain untuk sampai di kota Lexington. Sekitar satu jam saya menunggu pesawat yang akan mengangkut saya dan penumpang lain menuju kota Lexington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Begitu diumumkan nomor penerbangan yang akan kami gunakan, saya langsung menuju ke pesawat. Melihat pesawatnya, saya heran. Kok kami akan diterbangkan dengan pesawat kecil? Tambahan lagi pesawat tersebut dikendalikann seorang pilot yang masih muda. Tidak ada pramugari atau pramugara yang menyertai penerbangan itu. Begitu semua penumpang masuk, pilot sendiri yang menutup pintu pesawat. Lantas ia membagi-bagikan makanan kecil dan minuman kepada para penumpang yang berjumlah 12 orang. Beberapa saat kemudian, pilot menuju ruang kemudi. Pesawat pun take off.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Selama perjalanan saya berdoa, ”Tuhan, apakah Engkau mau kami semua hilang di belantara Amerika ini? Apa yang Engkau inginkan dari kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya menjadi ragu dengan keselamatan kami. Seorang penumpang yang duduk di sebelah saya tahu apa yang saya rasakan. Ia tersenyum memandang saya. ”Anda tidak perlu takut. Pesawat kecil ini sudah terlatih untuk menjelajah daerah ini. Pilotnya masih muda. Tetapi dia sangat berpengalaman. Jadi, tenanglah,” kata orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya tidak begitu percaya dengan kata-katanya. ”Anda boleh saja berkata begitu. Tetapi kalau ada apa-apa dengan pesawat ini, kita akan terjun bebas. Tidak ada yang selamat,” jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumpang itu tersenyum menyaksikan ketidakpercayaan saya. Setelah setengah jam penerbangan, pesawat kecil itu mendarat dengan mulus. Tidak ada benturan keras di landasan pacu. Ternyata pesawat kecil dan pilot yang masih muda itu bisa dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kadang-kadang hati kita kecut menyaksikan sesuatu yang tampaknya tidak punya kekuatan. Kita tidak percaya bahwa sesuatu yang kecil itu juga punya kekuatan yang besar. Kita cenderung menganggap remeh sesuatu yang kecil itu. Padahal seperti kisah pengalaman tadi, sesuatu yang kecil itu mempunya kekuatan yang luar biasa. Pesawat yang kecil itu ternyata mampu membawa kami sampai tujuan. Tidak ada gangguan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berhadapan dengan sesuatu yang kecil yang tampaknya kurang berarti, kita tidak boleh memvonis begitu saja. Kita mesti beri kesempatan bagi yang kecil dan kurang berdaya untuk bertumbuh. Dengan demikian, yang kecil itu dapat mengembangkan diri semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman yang kita miliki pun awalnya sesuatu yang kecil. Ketika kita pertama kali mengenal Tuhan, mungkin kita kurang begitu yakin bahwa Tuhan mampu menolong kita. Kita ragu-ragu, apakah Tuhan dapat membantu kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita. Namun lama-kelamaan, ketika kita sungguh-sungguh menumbuhkan iman yang kecil itu, kita menjadi orang yang percaya. Kita semakin membangun kesetiaan kepada Tuhan yang kita imani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bangun dan tumbuhkan iman kita yang kecil. Dengan demikian, kita semakin memiliki kesetiaan kepada Tuhan yang kita imani. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-8480331463580762258?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/8480331463580762258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-iman-agar-menjadi-kokoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8480331463580762258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/8480331463580762258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/10/menumbuhkan-iman-agar-menjadi-kokoh.html' title='Menumbuhkan Iman agar Menjadi Kokoh'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-1358987150451544981</id><published>2011-09-29T12:16:00.000+07:00</published><updated>2011-09-29T12:17:01.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebaikan'/><title type='text'>Mengejar dan Menghidupi Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;           Ada seorang guru bijaksana yang mengajarkan kepada murid-muridnya untuk senantiasa mencari yang baik. Murid-muridnya tidak boleh mengejar yang jahat dalam hidup mereka. Guru itu memberi alasan bahwa hidup dalam kebaikan itu membuahkan hal-hal yang indah. Sukacita akan dialami dalam hidup manusia. Kebahagiaan yang menjadi tujuan hidup manusia itu bukan hanya dalam angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sedangkan mengejar yang jahat hanya menaruh hidup di ujung bahaya. Hidup orang hanya dipenuhi dengan kebencian, iri hati dan kecenderungan untuk melakukan hal-hal jahat. Pikiran orang yang mengejar kejahatan itu hanya tertuju pada menghancurkan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Guru bijaksana itu berkata kepada murid-muridnya, “Cintailah yang baik. Hiduplah baik dengan semua orang. Yang harus ada dalam diri Anda adalah mengasihi semua orang tanpa memandang siapa mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menurut murid-muridnya, ajaran seperti ini tidak gampang. Masih ada begitu banyak kecenderungan dalam diri mereka untuk membenci sesamanya. Mereka masih iri terhadap sesamanya yang melakukan hal-hal yang baik. Tentang hal ini, guru bijaksana itu berkata, “Kalau kamu melihat ada orang yang baik, jangan kamu menaruh iri atau benci. Tetapi kamu harus menerimanya dengan baik. Kamu harus belajar dari orang itu, bagaimana dia bisa melakukan kebaikan bagi sesamanya. Dengan cara itu, kamu mampu melakukan hal-hal yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sahabat, kita hidup dalam dunia yang sering ngotot-ngototan. Banyak dari kita yang tidak mau orang lain melebihi kita dalam berbuat baik. Kita cenderung iri hati. Kita cenderung menyisihkan sesama yang melakukan kebaikan itu. Tentu saja hal ini mesti kita buang jauh-jauh. Mengapa? Karena hanya dalam kebaikan itu kita mampu memperjuangkan hidup ini. Hanya dalam suasana kasih dan persaudaraan kita mampu membawa hidup kita dan sesama menuju kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kisah pengajaran guru bijaksana tadi menjadi suatu inspirasi bagi kita untuk senantiasa mengutamakan kebaikan dalam hidup ini. Mencari dan menumbuhkan kebaikan dalam hidup kita lebih beruntung. Kita bebas dari konflik-konflik. Kita tidak perlu menempatkan hidup kita di ujung kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Untuk itu, kita mesti terus-menerus belajar untuk mengejar kebaikan dalam hidup kita. Artinya, dengan hidup dalam kebaikan itu, kita mau agar hidup ini menjadi lebih baik dan menyenangkan. Kita ingin membawa diri kita dan sesama kita menuju kebahagiaan yang menjadi dambaan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita mengejar kebaikan dalam hidup ini. Dengan demikian, kasih senantiasa tumbuh dan menjadi andalan hidup kita. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;792&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-1358987150451544981?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/1358987150451544981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/09/mengejar-dan-menghidupi-kebaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1358987150451544981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/1358987150451544981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/09/mengejar-dan-menghidupi-kebaikan.html' title='Mengejar dan Menghidupi Kebaikan'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7251290735294377988.post-7341351789847312715</id><published>2011-09-28T21:48:00.001+07:00</published><updated>2011-09-28T21:54:00.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='miskin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaya'/><title type='text'>Harta Kekayaan Bukan Tujuan Hidup Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Dalam masyarakat tradisional sering muncul pikiran-pikiran tahayul ketika seseorang menderita sakit. Orang yang sakit dikatakan sebagai orang yang kerasukan roh jahat. Lalu muncul berbagai kisah tentang roh-roh jahat itu. Misalnya, dikisahkan tentang roh yang bergentayangan. Akibatnya, orang semakin takut. Orang merasa bahwa dirinya selalu dikuasai oleh roh jahat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pengobatan bagi orang yang dikatakan kerasukan roh jahat itu pun dilakukan secara tradisional. Si sakit dibawa ke dukun yang dikenal ampuh mengusir roh-roh jahat dari diri seseorang. Dengan jampi-jampinya, dukun itu mengobati si sakit. Kadang-kadang si sakit dibentur-benturkan. Hasilnya? Si sakit tetap sakit. Ia tidak sembuh. Bahkan mungkin semakin mengalami penderitaan akibat depresi yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya adalah pernahkah orang melihat atau bersentuhan dengan roh-roh itu? Tentu saja orang akan mengatakan bahwa roh-roh itu tidakk kelihatan. Namanya saja roh. Tentu saja tidak bisa dilihat apalagi disentuh. Orang yang percaya akan adanya roh-roh itu akan mempertahankan pandangan mereka dengan berbagai argumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhadapan dengan situasi seperti ini, orang beriman mesti buat apa? Tentu saja orang beriman mesti menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Meskipun Tuhan juga tidak bisa dilihat dan disentuh, namun kasih Tuhan senantiasa hidup. Kasih Tuhan itu dapat dirasakan dalam hidup sehari-hari. Mengapa? Karena hakekat Tuhan adalah mengasihi manusia. Kasih itu menemani perjalanan hidup manusia. Kasih itu menumbuhkan iman yang semakin mendalam kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kita hidup dalam dunia yang mengandalkan keduniawian. Banyak orang mencari, mengejar dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Mereka bangun rumah yang besar-besar. Mereka membeli mobil dengan harga yang mahal. Mereka berpikir bahwa dengan begitu mereka akan mengalami kedamaian dalam hidup ini. Akibatnya, harta kekayaan itu yang mereka andalkan. Harta kekayaan itu menjadi roh-roh baru di zaman modern ini. Harta kekayaan itu terus-menerus menghantui diri mereka untuk terus-menerus mengejar dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja situasi seperti ini akan mengganggu hidup manusia beriman. Terjadi konflik batin. Manusia mesti bertarung dengan dirinya, apakah mau mengandalkan harta kekayaannya atau mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beriman, kita mesti sadar bahwa harta kekayaan itu bukan segala-galanya. Harta kekayaan itu sarana untuk mencapai hidup yang bahagia. Harta kekayaan itu benda yang dapat binasa. Ketika orang tidak mengalami kebahagiaan dalam hidup karena harta kekayaan, orang mesti meninggalkannya. Orang mesti berpegang teguh pada imannya akan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita memperlakukan harta kekayaan bukan sebagai tujuan hidup kita. Kita andalkan Tuhan sebagai tujuann terakhir dari perjalanan hidup kita. Dengan demikian, hidup ini memberi kita kebahagiaan. Tuhan memberkati. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans de Sales, SCJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;791&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7251290735294377988-7341351789847312715?l=inspirasi-renunganpagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/feeds/7341351789847312715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/09/harta-kekayaan-bukan-tujuan-hidup-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7341351789847312715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7251290735294377988/posts/default/7341351789847312715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com/2011/09/harta-kekayaan-bukan-tujuan-hidup-kita.html' title='Harta Kekayaan Bukan Tujuan Hidup Kita'/><author><name>rich</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00036547366184255361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='34' height='8' src='http://4.bp.blogspot.com/_fDJMG6kRVWE/TBhMxPBhySI/AAAAAAAAAAY/yPzMXm7ismM/S220/renunganpagihijau.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
