Pages

Tampilkan postingan dengan label Tuhan andalan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan andalan hidup. Tampilkan semua postingan

14 Januari 2014

Tuhanlah Andalan Hidup Kita

Di kala Anda tertimpa susah dan derita dalam hidup ini, apa yang Anda lakukan? Anda mengandalkan diri Anda sendiri? Atau Anda meminta bantuan dari dukun? Tentu saja orang beriman mengandalkan Tuhan dalam saat-saat seperti itu. Tuhan menjadi pegangan hidupnya.

Ada seorang pengusaha yang tertimpa masalah. Selain usahanya gagal dan bangkrut, ia sendiri terkena penyakit serius. Waktu itu, kedua anaknya masih duduk di bangku SMP dan SMA. Padahal mereka masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah mereka.

Masalah lain datang pula menghadangnya. Sang istri yang selalu ia andalkan ternyata terpincut oleh lelaki lain. Ia pergi dengan lelaki mantan pacarnya dulu. Hati pengusaha itu seolah-olah hancur lebur. Namun ia berusaha untuk tabah. Ia menyerahkan seluruh persoalan itu kepada Tuhan.

Suatu hari, ia mendatangi seorang pastor. Ia menceritakan semua persoalan yang dihadapinya. Harapannya, ia dapat diberi solusi yang cespleng. Ternyata harapannya meleset. Pastor itu malahan meminta pengusaha itu untuk membantu anak-anak panti asuhan. Ia menuruti permintaan pastor itu.

Sebelum pulang ke rumahnya, pastor itu memberi nasihat, ”Saya harap, Anda mulai rajin beribadat. Persembahkanlah derita dan keluargamu kepada Tuhan. Hanya dengan cara itu, kamu akan dapat menyelesaikan semua masalahmu.”

Pengusaha itu agak bingung. Namun ia menuruti seluruh nasihat pastor itu. Bertahun-tahun kemudian, kedua anaknya berhasil meraih gelar sarjana. Ia sendiri menemukan kebahagiaan hidupnya, meski tanpa sang istri yang mendampinginya. Usahanya kembali pulih.

Ia berkata, ”Sekarang saya tidak mau kehilangan Tuhan lagi. Ternyata Tuhan begitu baik kepada saya. Tuhan tidak pernah meninggalkan saya berjuang sendiri mengatasi persoalan-persoalan hidup saya.”

Sahabat, kesetiaan kepada Tuhan mesti selalu dibangun dalam perjalanan hidup manusia. Hal ini menunjukkan bahwa kita manusia adalah makhluk yang tidak berdaya tanpa bantuan dari Tuhan. Kita hanya dapat berhasil, kalau kita bekerja bersama Tuhan. Kita dapat meraih cita-cita kita dengan sukses, kalau kita tidak melupakan Tuhan yang bekerja di dalam diri kita.

Namun sering orang yang sudah berhasil lupa akan Tuhan. Mereka seperti kacang lupa kulit. Lupa dari mana mereka berasal. Lupa dari mana sumber kesuksesan itu. Karena itu, orang seperti ini bertumbuh dalam keangkuhan hatinya. Ia merasa ia sendiri dapat mengatasi semua persoalan hidupnya. Usahanya sendiri saja yang mampu membawa dia kepada kesuksesan.

Akibatnya, orang menjadi sombong. Orang lupa akan asal usulnya. Orang lupa bahwa manusia itu hanyalah makhluk yang tidak berdaya. Manusia dapat menjadi berdaya berkat penyelenggaraan Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu memberi kebahagiaan bagi hidupnya. Hanya Tuhan yang mampu membimbing dan memberikan kekuatan kepadanya dalam perjalanan hidup manusia.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam hidup ini. Tuhan yang mahabaik itu akan selalu setia kepada kita. Tuhan selalu mau repot dengan hidup kita. Karena itu, janganlah bosan-bosan melibatkan Tuhan dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1019

26 September 2013

Tuhan Itu Andalan Hidup Manusia

Apa yang terjadi, ketika hidup Anda tanpa disertai oleh Tuhan? Saya yakin, Anda akan mengalami kecemasa ndalam hidup ini. Tema permenungan kita malam ini adalah Tuhan Itu Andalan Hidup Manusia.

Kirsty Collier yang mengalami kelainan jantung. Dokter kemudian memutuskan untuk memotong sepertiga jantungnya yang ternyata bisa tumbuh kembali. Jantung bocah itu tumbuh menggantikan sepertiga jantungnya yang diangkat tanpa harus menjalani transplantasi. Yang luar biasa, Kirsty menjalani pengangkatan sepertiga jantungnya saat berumur 4 bulan. Bayi itu kuat menjalani operasi yang berat itu.

Berbagai hal mengkuatirkan telah disampaikan dokter kepada orangtua Kirsty. Namun siapa nyana, ternyata bocah itu tumbuh sehat. Bahkan setelah 10 tahun berlalu, tak ada gangguan berarti pada kesehatannya. Yang terkejut justru para dokter, ketika suatu ketika melakukan cek up pada tubuh Kirsty. Ternyata jantung bocah ini telahberukuran normal.

Belasan tahun lalu, Kirsty yang berusia 4 bulan divonis tak panjang umurnya karena menderita penyakit jantung parah. Kondisi jantungnya tidak sempurna. Pembuluh bilik kiri jantung yang seharusnya mengalirkan darah ke otot jantung, terhubung dengan pembuluh paru-paru tidak ke aorta. Akibatnya, organ itu kekurangan oksigen dan akhirnya membesar.

Makin hari kondisi Kristy bertambah kritis. Dokter yang menanganinya, Stephen Westaby, mengambil tindakan medis dengan mengangkat sepertiga bagian jantung yang rusak dan tak berfungsi normal di Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford , Inggris. Ketika itu, ditemukan kerusakan fungsi jantung yang sangat parah. Cara-cara biasa sudah tak mungkin lagi kecuali operasi dan pengangkatan.

Tak disangka, Kirsty tumbuh layaknya anak normal. Ia tidak tampak sebagai orang yang sedang menanggung penyakit gawat. Belasan tahun berlalu, Kirsty masih baik-baik saja. Ia tampak sehat dan mampu beraktivitas layaknya mereka yang normal. Alangkah kagetnya dokter begitu memeriksa kondisi Kirsty. Jantungnya kembali ke ukuran normal. Organ pemompa darah itu ternyata tumbuh sendiri dan menutupi sepertiga bagian yang dulu dipotong tanpa harus melewati proses transplantasi. Vonis mati untuk Kirsty langsung menguap. Dia terbebas dari penyakit yang merongrong hidupnya.
 
Dokter Westaby berkata, “Kami merasa tak ada harapan sama sekali. Saya tak pernah mengira itu akan bekerja.”
 
Sahabat, banyak hal yang tampak mustahil dalam kehidupan ini. Namun bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil. Selalu saja ada jalan. Selalu saja ada cara untuk menanggulangi berbagai persoalan yang dihadapi. Yang penting adalah orang mau bekerja sama dengan Tuhan dalam kehidupan ini.

Kisah tadi memberi kitakekuatan bahwa kecemasan terhadap hidup sebenarnya tidak perlu terjadi. Mengapa? Karena Tuhan menyelenggarakan hidup kita ini. Ketika orang berani memberikan hidup kepada Tuhan, orang akan mengalami damai dalam hidupnya. Tuhan menumbuhkan hidup ini. Tuhan menuntun manusia menuju hidup yang lebih baik.

Karena itu, orangberiman mesti berani memberikan hidupnya kepada Tuhan. Orang beriman mesti yakin bahwa Tuhan menjamin kehidupan ini. Apa pun yang akan terjadi pada kehidupan ini, manusia akan mesti mengarahkan hidupnya kepada Tuhan.

Memang, tidak mudah manusia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan. Selalu saja ada gangguan atau godaan untuk meninggalkan Tuhan. Ada saja hal-hal yang menggoda manusia untuk berjalansendiri tanpa bantuan Tuhan. Akibatnya, manusia mengalami kekeringan dalam hidupnya. Meski berlimpah harta kekayaan, tetapi manusia tidak mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya. Manusia selalu merasa kurang dalam kehidupan ini.

Karena itu, manusia mesti selalu kembali kepada Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan adalah sumber kehidupan manusia. Tuhan telah memberi hidup ini bagi manusia, agar manusia menatanya menjadi lebih baik. Mari kita senantiasa mendekatkan hidup kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan sesama. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales SCJ