Pages

Tampilkan postingan dengan label kekuatiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekuatiran. Tampilkan semua postingan

22 Februari 2014

Melepaskan Diri dari Kekuatiran



Mengapa Anda cemas akan hidup Anda? Saya rasa ada berbagai alasan yang bisa dikemukakan.

Seorang gadis sangat kuatir akan hidupnya. Setiap kali menghadapi saat-saat penting dalam hidupnya, ia merasa kuatir. Ia cemas, apakah ia mampu melewati saat-saat penting itu atau tidak. Karena itu, ia sering tidak berani menghadapi saat-saat penting itu. Kadang-kadang ia menyembunyikan diri di kamar. Atau ia sengaja menghindari saat-saat penting itu.

Akibatnya, gadis itu tumbuh dalam suasana yang tidak kondusif. Tidak menyenangkan. Ia menjadi orang yang kurang berani tampil. Ia lebih memilih untuk berada di belakang layar. Padahal ia punya potensi yang besar. Ia punya bakat yang besar dalam olah vokal dan memainkan alat-alat musik.

Tentang keadaan dirinya itu, gadis itu berkata, ”Saya mesti menerima diri saya apa adanya. Saya tidak bisa mengubah apa yang ada dalam diri saya. Saya pasrah. Saya tidak punya kekuatan apa-apa.”

Kekuatiran itu terus-menerus menggerogoti hidup gadis itu. Orangtuanya sudah berusaha untuk menghilangkan rasa kuatir dalam dirinya. Namun tetap saja gadis itu tidak mampu menghilangkannya. Ia selalu dihantui oleh kekuatiran itu.

Sahabat, kekuatiran merupakan bagian dari hidup manusia. Namun suatu kekuatiran yang berlebihan bisa menjadi suatu penyakit yang menggerogoti hidup manusia itu sendiri. Kekuatiran bisa menjadi seperti penyakit kanker yang terus-menerus menyakiti tubuh. Kalau tidak diobati, ia makin menjadi-jadi. Kalau tidak diusahakan untuk diobati, kekuatiran itu dapat membunuh pertumbuhan hidup manusia.

Karena itu, orang mesti berani mencari tahu sebab musabab kekuatiran itu. Mengapa seseorang sampai pada kekuatiran yang kronis? Apakah ia punya masa lalu yang kurang menyenangkan? Apakah ia mengalami broken-home, sehingga ia selalu dihantui oleh kekuatiran itu?

Keberanian untuk bertanya pada diri sendiri tentang sesuatu yang negatif yang dialami akan sangat membantu orang untuk keluar dari hal tersebut. Keberanian untuk bertanya itu membuktikan bahwa orang ingin keluar dari kesulitan hidupnya. Orang mau mengobati yang sakit yang ada dalam dirinya. Dengan demikian, orang dapat memiliki hidup yang menyenangkan. Orang tidak perlu terbelenggu oleh ilusi-ilusi. Orang tidak perlu terjerumus ke dalam bayangan-bayangan semu.

Sebagai orang beriman, usaha kita mengatasi kekuatiran kita senantiasa bersama Tuhan. Ketika kita dikuasai oleh Tuhan, sebenarnya kita tidak perlu kuatir. Mengapa? Karena Tuhan senantiasa menjadi jaminan hidup kita. Tuhan senantiasa setia kepada kita. Tuhan selalu peduli terhadap kita.

Untuk itu, yang mesti kita lakukan adalah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan membimbing langkah-langkah kaki kita. Kita biarkan Tuhan menguatkan hati kita yang mudah loyo. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1056

03 November 2011

Doa Membantu Kita Lepas dari Kekuatiran

Kekuatiran sering dialami manusia dalam hidup ini. Soalnya, mengapa manusia merasa kuatir? Ada berbagai alasan. Bagaimana manusia mengatasi kekuatiran dalam hidupnya?

Seorang pelajar sedang kuatir akan nilai-nilai ulangan kenaikan kelas. Ia merasa kurang tenang. Pasalnya, ia sudah berusaha sedemikian rupa mengerjakan soal-soal ulangan, tetapi ia kurang yakin kebenarannya. Beberapa hari ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia selalu terbangun pada jam dua pagi. Padahal biasanya ia tidur pulas mulai jam sepuluh malam hingga jam lima pagi.

Pelajar itu resah, jangan-jangan ia tidak bisa mendapatkan nilai yang tertinggi untuk pelajaran-pelajaran favoritnya. Sang ibu pun menangkap suasana batin anaknya. Ia berusaha untuk menenangkan anaknya. Ia berusaha meyakinkan dia bahwa apa yang ia risaukan hanyalah bayang-bayang saja.

“Mama, saya sungguh-sungguh yakin ada soal-soal ujian untuk pelajaran-pelajaran saya tidak bisa saya kerjakan dengan baik. Ibu mendukung saya, tetapi bagaimana kalau hal itu benar-benar terjadi?” kata anak itu.

Sang ibu membawa anaknya dalam doa. Ia berharap, sang anak dapat menenangkan diri. Ia mendoakannya agar apa yang dirisaukan anaknya tidak perlu terjadi. Beberapa hari kemudian, sang anak tampak tenang. Ia bisa membantu ibunya menjaga toko. Ia bisa memusatkan pikiran dan perhatiannya pada hal-hal yang baik dan benar.

Sahabat, kecemasan atau kekuatiran sering menimpa manusia. Pertanyaannya adalah mengapa manusia cemas atau kuatir? Jawabannya tentu saja banyak. Ada berbagai alasan bagi seseorang untuk merasa cemas atau kuatir. Di saat orang berada dalam situasi seperti ini, orang akan melakukan hal-hal yang membantu dirinya untuk menenangkan diri.

Sang ibu dalam kisah di atas mengambil salah satu langkah yang terbaik dari berbagai nasihat bagi orang yang sedang berada dalam kekuatiran. Ia membawa anaknya dalam doa-doanya. Ia mempersembahkan situasi yang dihadapi anaknya dalam doa-doanya. Ia yakin, Tuhan akan selalu mendengarkan doa-doanya. Bagi ibu itu, doa menjadi penawar terbaik bagi anaknya yang sedang resah dan gelisah.

Tentu saja orang beriman memilik cara-cara untuk keluar dari kecemasan atau kekuatiran. Orang beriman tidak bekerja sendirian. Orang beriman senantiasa bekerja bersama Tuhan. Mengapa? Karena orang beriman yakin bahwa setiap inchi dari hidupnya selalu disertai Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan dirinya sedetik pun.

Untuk itu, yang dibutuhkan adalah sikap penyerahan yang mendalam kepada Tuhan. Orang berima itu orang yang tidak mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Orang beriman itu mengandalkan kekuatan Tuhan yang meraja dalam dirinya. Karena itu, mari kita serahkan hidup kita kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan yang memimpin perjalanan hidup kita. Dengan demikian, hidup menjadi semakin indah. Hidup ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

26 April 2011

Melepaskan Diri dari Kekuatiran

Seorang gadis sangat kuatir akan hidupnya. Setiap kali menghadapi saat-saat penting dalam hidupnya, ia merasa kuatir. Ia cemas, apakah ia mampu melewati saat-saat penting itu atau tidak. Karena itu, ia sering tidak berani menghadapi saat-saat penting itu. Kadang-kadang ia menyembunyikan diri di kamar. Atau ia sengaja menghindari saat-saat penting itu.

Akibatnya, gadis itu tumbuh dalam suasana yang tidak kondusif. Tidak menyenangkan. Ia menjadi orang yang kurang berani tampil. Ia lebih memilih untuk berada di belakang layar. Padahal ia punya potensi yang besar. Ia punya bakat yang besar dalam olah vokal dan memainkan alat-alat musik.

Tentang keadaan dirinya itu, gadis itu berkata, ”Saya mesti menerima diri saya apa adanya. Saya tidak bisa mengubah apa yang ada dalam diri saya. Saya pasrah. Saya tidak punya kekuatan apa-apa.”

Kekuatiran itu terus-menerus menggerogoti hidup gadis itu. Orangtuanya sudah berusaha untuk menghilangkan rasa kuatir dalam dirinya. Namun tetap saja gadis itu tidak mampu menghilangkannya. Ia selalu dihantui oleh kekuatiran itu.

Sahabat, kekuatiran merupakan bagian dari hidup manusia. Namun suatu kekuatiran yang berlebihan bisa menjadi suatu penyakit yang menggerogoti hidup manusia itu sendiri. Kekuatiran bisa menjadi seperti penyakit kanker yang terus-menerus menyakiti tubuh. Kalau tidak diobati, ia makin menjadi-jadi. Kalau tidak diusahakan untuk diobati, kekuatiran itu dapat membunuh pertumbuhan hidup manusia.

Karena itu, orang mesti berani mencari tahu sebab musabab kekuatiran itu. Mengapa seseorang sampai pada kekuatiran yang kronis? Apakah ia punya masa lalu yang kurang menyenangkan? Apakah ia mengalami broken-home, sehingga ia selalu dihantui oleh kekuatiran itu?

Keberanian untuk bertanya pada diri sendiri tentang sesuatu yang negatif yang dialami akan sangat membantu orang untuk keluar dari hal tersebut. Keberanian untuk bertanya itu membuktikan bahwa orang ingin keluar dari kesulitan hidupnya. Orang mau mengobati yang sakit yang ada dalam dirinya. Dengan demikian, orang dapat memiliki hidup yang menyenangkan. Orang tidak perlu terbelenggu oleh ilusi-ilusi. Orang tidak perlu terjerumus ke dalam bayangan-bayangan semu.

Sebagai orang beriman, usaha kita mengatasi kekuatiran kita senantiasa bersama Tuhan. Ketika kita dikuasai oleh Tuhan, sebenarnya kita tidak perlu kuatir. Mengapa? Karena Tuhan senantiasa menjadi jaminan hidup kita. Tuhan senantiasa setia kepada kita. Tuhan selalu peduli terhadap kita.

Untuk itu, yang mesti kita lakukan adalah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan membimbing langkah-langkah kaki kita. Kita biarkan Tuhan menguatkan hati kita yang mudah loyo. Tuhan memberkati. **

SELAMAT PASKAH


Frans de Sales, SCJ

Baca juga di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com