Pages

Tampilkan postingan dengan label perdamaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perdamaian. Tampilkan semua postingan

24 Februari 2014

Cara-cara yang Kreatif untuk Perdamaian

 

Berbagai usaha dilakukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Suatu dunia yang damai yang didambakan oleh semua orang mesti menjadi andalan bagi manusia.

Clint Eastwood, sutradara dan aktor tua ini, membidani sebuah film berjudul Invictus. Film ini berdasarkan kisah nyata almarhum Nelson Mandela, pejuang anti apartheid Afrika Selatan.

Nelson Mandela berusaha menciptakan suatu dunia yang damai. Soalnya adalah ia menghadapi diskriminasi dari kaum kulit putih di negerinya. Usaha untuk menyatukan kedua belah pihak, yaitu kaum kulit putih dan kaum kulit hitam sering terganjal. Karena itu, Nelson Mandela yang kreatif itu mencoba menggunakan olahraga Rugby. Olahraga ini sangat populer di Afrika Selatan.

Nelson Mandela membangun sebuah relasi yang khusus dengan Francois Piennar, kapten tim rugby yang berkulit putih. Usaha ini cukup berhasil. Persahabatan keduanya menumbuhkan usaha-usaha untuk menyatukan kedua ras yang berbeda warna kulit itu. Kita tahu, Nelson Mandela kemudian berhasil membebaskan bangsa Afrika Selatan dari sistem apartheid.

Tentang cara pendekatan ini, Clint Eastwood berkata, “Pendekatan politik yang dipilih Mandela sungguh menarik. Ia memakai olahraga untuk menyampaikan misi rekonsiliasi (antarwarga berbeda warna kulit) di negerinya. Mandela itu salah seorang sosok populer dan kreatif di dunia ini.”

Sahabat, ketulusan hati almarhum Nelson Mandela untuk membangun jembatan perdamaian itu sungguh-sungguh membuahkan hasil. Rekonsiliasi yang dulu hanya dalam impian banyak warga kulit hitam Afrika Selatan itu kemudian menjadi kenyataan. Cita-cita untuk mempersatukan pandangan dan sikap yang sangat berbeda itu terwujud. Sistem apartheid runtuh. Yang muncul adalah suatu situasi hidup yang saling berdampingan. Mereka saling berbagi hidup. Mereka dapat bekerja sama untuk membangun suatu kehidupan yang lebih baik.

Kisah di atas mau mengatakan bahwa ada banyak cara untuk menciptakan damai dalam kehidupan bersama. Yang penting adalah orang mau membuka hatinya untuk berdialog dengan sesamanya. Yang penting adalah orang tidak merendahkan martabat manusia. Nilai-nilai kemanusiaan mesti dijunjung tinggi, agar dalam kehidupan ini tidak ada sesama yang diinjak hak-haknya.

Orang beriman adalah orang yang senantiasa memiliki kreatifitas dalam usaha untuk membangun perdamaian. Ketika terjadi perselisihan, orang beriman mesti segera berusaha mendamaikannya. Ketika terjadi kebekuan dalam kehidupan bersama, orang mesti berusaha untuk mencairkan situasi.

Dengan demikian, suasana yang damai senantiasa tercipta dalam hidup ini. Mari kita mencari cara-cara yang kreatif untuk membangun suatu dunia yang damai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1057

27 April 2011

Cara-cara yang Kreatif untuk Perdamaian


Berbagai usaha dilakukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Suatu dunia yang damai yang didambakan oleh semua orang mesti menjadi andalan bagi manusia. Beberapa waktu lalu, Clint Eastwood, sutradara dan aktor tua ini membidani sebuah film berjudul Invictus. Film ini berdasarkan kisah nyata Nelson Mandela, pejuang anti apartheid Afrika Selatan.

Nelson Mandela berusaha menciptakan suatu dunia yang damai. Soalnya adalah ia menghadapi diskriminasi dari kaum kulit putih di negerinya. Usaha untuk menyatukan kedua belah pihak, yaitu kaum kulit putih dan kaum kulit hitam sering terganjal. Karena itu, Nelson Mandela yang kreatif itu mencoba menggunakan olahraga Rugby. Olahraga ini sangat populer di Afrika Selatan.

Nelson Mandela membangun sebuah relasi yang khusus dengan Francois Piennar, kapten tim rugby yang berkulit putih. Usaha ini cukup berhasil. Persahabatan keduanya menumbuhkan usaha-usaha untuk menyatukan kedua ras yang berbeda warna kulit itu. Kita tahu, Nelson Mandela kemudian berhasil membebaskan bangsa Afrika Selatan dari sistim apartheid.

Tentang cara pendekatan ini, Clint Eastwood berkata, “Pendekatan politik yang dipilih Mandela sungguh menarik. Ia memakai olahraga untuk menyampaikan misi rekonsiliasi (antarwarga berbeda warna kulit) di negerinya. Mandela itu salah seorang sosok populer dan kreatif di dunia ini.”

Sahabat, ketulusan hati Nelson Mandela untuk membangun jembatan perdamaian itu sungguh-sungguh membuahkan hasil. Rekonsiliasi yang dulu hanya dalam impian banyak warga kulit hitam Afrika Selatan itu kemudian terjadi. Cita-cita untuk mempersatukan pandangan dan sikap yang sangat berbeda itu terwujud. Sistim apartheid runtuh. Yang muncul adalah suatu situasi hidup yang saling berdampingan. Mereka saling berbagi hidup. Mereka dapat bekerja sama untuk membangun suatu kehidupan yang lebih baik.

Kisah tadi mau mengatakan bahwa ada banyak cara untuk menciptakan damai dalam kehidupan bersama. Yang penting adalah orang mau membuka hatinya untuk berdialog dengan sesamanya. Yang penting adalah orang tidak merendahkan martabat manusia. Nilai-nilai kemanusiaan mesti dijunjung tinggi, agar dalam kehidupan ini tidak ada sesama yang diinjak hak-haknya.

Orang beriman adalah orang yang senantiasa memiliki kreatifitas dalam usaha untuk membangun perdamaian. Ketika terjadi perselisihan, orang beriman mesti segera berusaha mendamaikannya. Ketika terjadi kebekuan dalam kehidupan bersama, orang mesti berusaha untuk mencairkan situasi.

Dengan demikian, suasana yang damai senantiasa tercipta dalam hidup ini. Mari kita mencari cara-cara yang kreatif untuk membangun suatu dunia yang damai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

Baca juga di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


665

29 April 2010

Menjadi Pelopor Perdamaian





Suatu hari seorang anak kecil berdoa dengan sangat khusyuk di dalam rumah ibadat. Matanya berkaca-kaca. Ia berdoa, “Tuhan, Hatiku sedang galau saat ini. Begitu banyak kekerasan yang terjadi. Banyak teman-temanku yang terkapar mati. Mereka tidak berdosa, Tuhan. Tetapi kenapa mereka menjadi korban kekerasan seperti perang, kekerasan dalam rumah tangga?”

Anak berusia sepuluh tahun ini berdoa demikian, karena setiap hari ia mengikuti berita-berita TV dan membaca surat kabar yang terbit di kotanya. Hatinya terasa perih, ketika ia menyaksikan setiap kekejaman manusia terhadap sesamanya. Betapa tidak, ada anak yang dibunuh oleh orangtuanya seperti sedang sembelih ayam. Ada lagi anak-anak yang mati karena serangan para tentara di Irak atau bom bunuh diri di Pakistan.

“Tuhan, aku takut kalau dunia ini semakin menjadi tempat pembantaian terhadap teman-temanku. Mungkin aku juga dapat menjadi sasaran tangan-tangan yang haus darah. Aku takut, Tuhan,” doa anak itu lagi.

Ketakutan anak itu memang beralasan. Setiap saat kita dapat menyaksikan kekejaman yang terjadi di seantero dunia ini. Seolah-olah dunia ini bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi langkah-langkah manusia. Mengapa semua ini bisa terjadi?

Salah satu sebab terjadinya peristiwa-peristiwa keji itu adalah hati manusia yang egois. Manusia hanya mengutamakan kepentingan diri sendiri. Padahal manusia itu makhluk sosial yang mesti hidup berdampingan secara selaras dengan sesamanya. Melukai hati sesama berarti melukai diri sendiri. Padahal Tuhan selalu mengasihi seluruh ciptaanNya. Ia menghendaki ciptaanNya tidak menderita.

Karena itu, sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, kita semua diajak untuk menghentikan kekerasan dalam bentuk apa pun. Untuk itu, kita mesti mulai dari diri kita sendiri. Kita membuka hati kita untuk kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita. Kita biarkan kasih Tuhan itu bekerja di dalam diri kita. Mengapa demikian? Karena kasih merupakan inti hidup manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa kasih.

Sebagai orang beriman, kita mesti mengandalkan kasih itu bagi hidup kita sehari-hari. Tuhan mengasihi semua orang yang memiliki hasrat baik bagi kehidupan. Untuk itu, kita mulai dari diri kita sendiri. Kita mau mengasihi orang yang dekat dengan kita. Kita mau memberantas kejahatan dan kekerasan yang terjadi di sekitar kita. Dengan demikian, kita dapat menciptakan suatu hidup yang damai dengan semua orang di sekitar kita.

Damai itu akan terjadi kalau kita memiliki niat baik untuk keselamatan seluruh ciptaan Tuhan. Siapkah kita menjadi pelopor-pelopor perdamaian di dunia ini?

Setiap hari kita mengalami begitu banyak hal baik bagi diri kita. Ada begitu banyak perhatian dari orang-orang di sekitar kita bagi hidup kita. Karena itu, kita ingin mensyukurinya. Kita berharap, Tuhan yang mahapengasih dan penyayang itu senantiasa menyertai kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


362
Bagikan