Pages

Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman. Tampilkan semua postingan

26 Juli 2011

Kurangi Pemanasan Global, Tanam Pohon


Pemanasan global menjadi keprihatinan banyak orang di dunia ini. Mengapa? Karena pemanasan global itu mengancam kehidupan manusia. Bumi yang semakin panas menyebabkan hidup ini tidak nyaman. Bumi bukan lagi menjadi tempat yang aman bagi hidup manusia.

Hal ini disebabkan oleh penghancuran hutan dan ekosistem yang menjaga bumi ini dari pemanasan global. Hutan tropis yang menyediakan oksigen dalam jumlah yang besar bagi dunia sudah semakin hilang. Burung-burung dan binatang-binatang hutan terus-menerus punah. Padahal kehadiran mereka untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi manusia ini.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena manusia rakus. Manusia mau menguasai seluruh alam ciptaan Tuhan ini. Manusia menebang pohon-pohon yang memadati bumi ini dengan alasan yang sangat suci. Manusia memunahkan binatang-binatang yang menghuni bumi ini. Akibatnya, bumi semakin memanas. Bumi seolah-olah marah terhadap bangsa manusia. Bencana alam silih berganti menimpa kehidupan manusia.

Apa yang harus dibuat oleh manusia untuk mengatasi pemanasan global itu? Pantaskah manusia mencuci tangan terhadap pemanasan global yang menimpa kehidupan ini? Bukankah manusia mesti bertanggungjawab atas pemanasan global ini?

Minggu, tanggal 18 April 2010 lalu, pemain film dan presenter Luna Maya terlibat dalam penanaman pohon di jalan pantai utara di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Mngenakan kaus putih berkerah hijau bertuliskan ”Trees for Life”, ia bersama 40 karyawan PT Djarum menghijaukan tepi jalan itu dengan pohon trembesi (Samanea saman. Luna mengaku prihatin terhadap kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Salah satu upaya memulihkan kondisi tersebut adalah dengan menanam pohon, baik di jalur-jalur lalu lintas padat, kawasan industri, maupun lahan gundul. Ia berkata, ”Jangan lupa, sebisa mungkin pekarangan rumah kita ditanami pohon. Saya menanam mangga dan rambutan di halaman rumah.” Sebagai upaya konkret menghargai lingkungan hidup, Luna juga berusaha menghemat air bersih. Ia memilah-milah antara sampah organik dan anorganik. Pada waktu senggang, dia juga menyempatkan diri menyiram tanamannya. Ia berkata, ”Tanaman itu berguna bagi kehidupan generasi
mendatang.”

Sahabat, melestarikan lingkungan hidup dengan menanam pohon di sekitar kita menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, kita mesti ambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global. Pohon-pohon yang kita tanam itu bukan hanya berguna bagi diri kita sendiri. Namun juga berguna bagi generasi mendatang.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan di mana kita hidup. Lingkungan yang segar dan sehat membantu kita untuk menjalani hidup ini dengan lebih baik. Hutan yang lestari itu membantu bumi ini terbebas dari pemanasan yang terus-menerus. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ

736

03 Juli 2011

Pentingnya Kehadiran Tanah dalam Hidup


Pernahkah Anda menyadari bahwa tanah tempat Anda berpijak begitu penting dalam hidup Anda? Mungkin banyak orang kurang menyadarinya, karena manusia hidup di atas tanah. Setiap hari memijak tanah. Setiap hari bersentuhan dengan tanah. Jadi tidak begitu dirasakan atau disadari kehadirannya. Orang baru menyadari tanah begitu penting dalam hidupnya, ketika tempat tinggalnya atau bidang tanah miliknya diperkarakan orang lain. Orang lalu mulai mempertahankan tanah miliknya dengan berbagai cara. Bahkan kalau toh harus menumpahkan darah, ia rela melakukannya.Rata Penuh

Dalang bertubuh subur, Ki Slamet Gundono (45), tak pernah berhenti mengeksplorasi wayang. Setelah melahirkan wayang buling, wayang nglindur, dan wayang suket, ia pentaskan wayang tanah di Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah, Rabu tanggal 31 Maret 2010 lalu.

Tentang hal ini ia berkata, ”Melalui anasir-anasir yang ada di alam, seperti suket (rumput), api, udara, dan tanah, saya memasuki dunia wayang.”

Dalam wayang tanah, ”panggung”- nya justru di dalam tanah sedalam 1,5 meter dan seluas 25 meter persegi. Di dalam tanah galian itu, Slamet bersama Suprapto Suryodarmo, penari Agus Mbendol, Liling, Waluyo Sastrosukarno, dan Komunitas Wayang Suket berkolaborasi memaknai tanah dalam kehidupan manusia.

Tema yang dia angkat adalah ”Sinta (Jahitan Tanah)”. Sinta adalah titisan Dewi Widowati dan simbol kesuburan tanah. Slamet membuat Sinta dari lempung dan di akhir pentas, lubang tanah galian ditimbun lagi. Sinta dari lempung dan wayang kulit ditancapkan di atasnya dan ibu-ibu petani warga Sikep, Sukolilo, Pati, menanaminya kembali.

Lewat wayang tanah, ia mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, sekaligus besarnya ”kuasa tanah” dalam hidup manusia.

Sahabat, ketika manusia menyadari kehadiran tanah atau alam dalam hidupnya, manusia akan berusaha untuk melestarikannya. Atau paling kurang manusia berusaha untuk menghargai kehadiran tanah itu dalam hidupnya.

Film Water World melukiskan manusia yang kehilangan tanah. Dunia hanya dipenuhi dengan air. Di saat seperti itu, manusia merasakan betapa bergunanya tanah dalam hidupnya. Manusia tidak bisa hidup tanpa tanah.

Manusia lantas mencari daratan atau tanah untuk dapat berpijak. Manusia mencari tanah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Hal ini dilakukan karena manusia sangat membutuhkan tanah untuk melangsungkan hidupnya.

Tuhan telah menciptakan tanah untuk kehidupan manusia. Tuhan memberi kepada manusia kuasa untuk mengelolanya. Namun sering manusia menyalahgunakan kuasa itu dengan membumihanguskan tanah. Manusia kurang puas dengan tanah yang telah dipercayakan kepadanya. Atau manusia mengeksploitasi tanah secara berlebihan untuk kebutuhan dirinya sendiri.

Karena itu, manusia harus sadar bahwa dirinya berasal dari tanah. Tuhan telah menciptakan manusia itu dari tanah. Tuhan telah menyerahkan tanggung jawab untuk melestarikan dan menyelamatkan tanah ke tangan manusia.

Untuk itu, manusia mesti selalu berusaha untuk memelihara tanah. Apa yang dilakukan oleh dalang Ki Slamet Gundono merupakan salah satu cara untuk menyadarkan manusia akan pentingnya tanah bagi hidup manusia. Mari kita berusaha untuk menyadari pentingnya tanah bagi hidup kita. Mengapa? Karena setelah menggunakan tanah untuk kebahagiaan hidup kita, kita akan kembali ke tanah yang sama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

718