Pages

Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan

20 September 2011

Dunia Ini Bagian dari Diri Kita

Hewan-hewan langka semakin punah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi, karena berbagai faktor. Namun satu faktor yang paling dominan adalah manusia yang berburu hewan-hewan itu untuk kebutuhan diri mereka. Hewan-hewan langka tersebut dibunuh dan dijual untuk kepentingan manusia.

Salah satu hewan yang sering diburu adalah ikan paus. Di banyak tempat di dunia ini banyak orang berburu mamalia yang hidup di laut ini. Salah satu tempat yang menjadi perburuan ikan paus adalah di perairan Norwegia. Orang-orangg Norwegia termasuk orang-orang yang tangguh dalam berburu ikan paus.

Penyanyi asal Inggris, Leona Lewis, merinding saat menyaksikan tayangan yang menunjukkan seekor ikan paus mati perlahan-lahan setelah diburu pemburu paus Norwegia. Ia berkata, ”Tayangan mengerikan yang dirilis WSPA itu menunjukkan, perburuan paus yang dilakukan orang-orang Norwegia adalah hal yang sangat kejam. Itulah mengapa harus dihentikan saat ini juga.”

Karena itu, ia berharap Pemerintah Norwegia bersikap lebih tegas melawan perburuan paus. Penyanyi lagu ”Bleeding Love” ini merupakan anggota organisasi penyayang binatang World Society for the Protection of Animals (WSPA). Ia juga meminta para pemimpin negara-negara Skandinavia menghentikan perburuan sebelum makhluk itu punah.

Bagi Leona Lewis, perbuatan ini bertentangan dengan perilaku bangsa yang modern dan beradab seperti Norwegia. Ia berkata, “Pemerintah Norwegia harus mendengar suara ribuan orang di seluruh dunia, termasuk orang-orang Norwegia yang memprotes perdagangan paus.”

Sahabat, apakah Anda salah seorang yang peduli terhadap hewan-hewan atau tanaman-tanaman yang terancam punah? Atau Anda seorang yang masa bodoh saja, karena hadirnya hewan dan tanaman itu tidak berpengaruh terhadap hidup Anda?

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, Anda semestinya punya kepedulian terhadap hadirnya hewan-hewan atau tanaman-tanaman langka itu. Mereka adalah bagian dari ekosistem di mana kita hidup. Ketika salah satu dari rantai ekosistem itu lenyap, kehidupan kita pun akan terpengaruh. Pemanasan global atau global warming yang terjadi sekarang ini merupakan salah satu bukti manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan hidup.

Kita mesti menyadari kerusakan lingkungan merupakan kerusakan terhadap hidup kita sendiri. Mengapa? Karena kerusakan itu juga mempengaruhi kehidupan kita. Ketika panas menerpa kehidupan kita, kita tidak merasa nyaman. Hidup kita menjadi terganggu. Hidup kita menjadi terancam. Dan bahkan kita juga akan cepat punah dari kehidupan ini.

Karena itu, mari kita menanamkan kesadaran yang mendalam pada diri kita. Dunia yang kita hidupi sekarang ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Ketika kita merusaknya, kita juga merusak diri kita sendiri. Kalau kita memeliharanya sebaik-baiknya, kita juga akan mengalami kebahagiaan dalam hidup ini. Mari kita lestarikan lingkungan hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


783

07 September 2009

Berusaha Melestarikan Lingkungan Hidup

Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh, selama duna minggu (sejak 25 Agustus 2008 lalu) tinggal di hutan Kalimantan. Kedatangannya ke sana untuk mencari ”putri” atau princess yang tidak kalah mencuri perhatian. Siapa princess itu? Tidak lain adalah orangutan yang bernama Princess.

Angie menjalani syuting pembuatan film dokumenter tentang Princess, orangutan yang sukses menyesuaikan diri kembali dengan habitat aslinya di hutan Kalimantan. Banyak orangutan dewasa dibunuh pemburu. Anak-anaknya lalu diselundupkan ke luar hutan dan dijual secara ilegal. Salah satunya Princess.

Bagi Angie yang sejak tahun 2006 didaulat menjadi Duta Besar Orangutan oleh Orangutan Republik Education Initiative, penyelamatan orangutan berarti besar. Tidak hanya berarti menjaga orangutan dari kepunahan, tetapi secara luas juga melestarikan hutan yang menyediakan sumber air bagi kehidupan manusia. Namun, demi Princess ia rela meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta.

”Sekalian untuk penyeimbangan. Jadi, senanglah mau masuk hutan. Siapa tahu bisa menemukan energi yang baru,” kata Angie.

Alam di sekitar kita bukan sekedar hiasan untuk kita pandangi. Namun alam di sekitar kita beserta isinya itu menjadi bagian dari hidup kita. Tanpa alam yang asri dan lestari, manusia akan segera punah. Karena itu, kepedulian terhadap alam sekitar seperti yang dilakukan oleh Angelina Sondakh merupakan sesuatu yang sangat positif.

Menyelamatkan spesies yang ada di sekitar kita berarti kita menyelamatkan diri kita sendiri. Hewan seperti orangutan itu bagian dari kehidupan manusia. Mereka dapat menjadi penyeimbang ekosistem yang baik. Namun seringkali manusia tidak menyadari kehadiran hewan di sekitarnya. Manusia memburu dan menembakinya untuk kepentingan diri sendiri. Akibatnya, terjadi banyak wabah penyakit yang mengganggu manusia itu sendiri.

Sebagai orang beriman, kesadaran akan pentingnya kelestarian alam mesti selalu menjadi bagian yang utama dalam hidup kita. Ekosistem yang rusak itu membawa akibat buruk bagi hidup manusia. Ekosistem yang rusak menghambat proses kehidupan ke arah yang lebih baik. Karena itu, kita mesti lebih memberi makna terhadap pentingnya ekosistem dan lingkungan yang menjadi bagian dari hidup kita itu.

Mari kita terus-menerus berusaha untuk memelihara lingkungan hidup di mana kita berada. Lingkungan yang sejuk dan segar memberi suatu kehidupan yang lebih menjanjikan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

159