Pages

12 Mei 2013

Membangun Tekad atas Dasar Kasih


 Apa yang akan Anda lakukan, bila semangat hidup Anda kian meredup? Tentu saja ada banyak cara untuk mengatasinya. Untuk itu, Anda tentu memiliki banyak strategi untuk menghadapinya.

Suatu hari seorang pemuda memutuskan untuk mengunjungi neneknya yang tinggal di sebuah desa yang jauh. Ia mesti naik bus menuju kota. Ia sendiri tidak tahu kota itu berada. Pasalnya, ia belum pernah melakukan perjalanan ke kota tersebut. Ia juga belum pernah mengunjungi desa neneknya. Ia lahir di kota yang lain. Sejak lahir, ia belum pernah ke desa sang nenek. Bahkan ia hanya melihat neneknya dari foto mamanya.

Namun pemuda itu tidak putus asa. Ia mencoba untuk melakukan perjalanan itu. Memang, awalnya ia agak pesimis. Namun ia membuat komitmen untuk mencoba melakukan perjalanan yang jauh dan melelahkan itu. Bermodal alamat dan rute perjalanan yang diberikan sang mama, pemuda itu menyatukan tekadnya untuk mengunjungi nenek.

Rute pertama menuju kota yang terdekat dengan desa nenek itu berjalan dengan baik. Ia cukup duduk tenang di atas bus non AC hingga sampai tujuan. Begitu tiba di kota tersebut, ia langsung mencari angkutan untuk menuju desa di mana sang nenek tinggal. Kali ini ia tidak mudah menemukannya. Ia mesti menunggu agak lama. Namun kesabaran yang sering menjadi ciri khasnya membantu dirinya untukk mendapatkan kendaraan.

Benar! Ia mendapatkan sebuah kendaraan yang baik yang mengantar dirinya menuju rumah sang nenek. Ia boleh menikmati alam pedesaan yang indah. Udara yang bersih belum tercemar polusi kendaraan menjadi bagian yang menyegarkan dirinya. Ia boleh berjumpa dengan nenek. Ia bisa berbicara dari hati ke hari dengan sang nenek. Dambaan untuk berjumpa dengan sosok sang nenek akan menjadi kenyataan. Semua itu berkat tekad membara yang senantiasa hidup di dalam dirinya.

Hari-hari berada di desa sang nenek menjadi suatu kesempatan yang membahagiakan dirinya. Menumpahkan seluruh kerinduannya buat sang nenek. Ia boleh menatap mata sang nenek yang sangat mirip dengan mata mamanya. Pemuda itu menemukan sukacita hidup selama beberapa hari bersama sang nenek.

Sahabat, banyak orang ingin merasakan damai dan sukacita dalam hidup mereka. Namun sering mereka kecewa. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mereka kurang punya tekad. Mereka kehilangan determinasi. Mereka kurang punya semangat untuk meraih damai dan sukacita dalam hidup mereka. Akibatnya, kekecewaan yang justru tumbuh dalam hidup mereka.

Kisah pemuda yang sukses berjumpa dengan sang nenek tadi menunjukkan kepada kita bahwa tekad dan komitmen mampu mengalahkan segalanya. Kelelahan dalam menempuh perjalanan jauh tidak ia rasakan. Mengapa? Karena tujuan utamanya adalah mengungkapkan kasihnya kepada sang nenek. Kasih itu mengalahkan segala-galanya. Tekad yang didasarkan atas kasih itu membuahkan hasil yang gemilang. Ia mengalami sukacita dan damai bersama sang nenek.

Dalam hidup sehari-hari, kita juga berjumpa dengan berbagai persoalan hidup. Kita mengalami betapa tidak mudahnya hidup ini. Apakah kita memutuskan untuk tetap berada di tempat? Atau kita mencari cara-cara untuk keluar dari persoalan-persoalan hidup ini?

Untuk itu, kita butuh tekad dan komitmen. Tekad itu mesti terus-menerus kita tumbuhkan dalam perjalanan hidup kita. Tentu saja tekad itu tidak hanya sekedar tekad. Tetap tekad yang didasarkan atas kasih setia kepada hidup ini. Sedangkan komitmen yang kuat mesti mewarnai hidup ini. Dengan demikian, kita mampu memberikan yang terbaik bagi hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.