Pages

11 November 2011

Hidup Fleksibel demi Kebahagiaan Bersama

Anda punya persoalan dengan penerapan peraturan yang Anda buat untuk kehidupan bersama? Mengapa hal itu bisa terjadi?

Seorang pria masuk ke sebuah bank untuk melakukan sebuah transaksi. Sang teller minta maaf sambil menjelaskan bahwa transaksi itu tidak dapat dilakukan karena petugas yang bersangkutan sedang berhalangan. Pria itu pun siap-siap pergi sambil meminta teller tersebut memvalidasi resi parkirnya.

Namun dengan tegas sang teller mengatakan bahwa kebijakan bank mereka tidak mengizinkan validasi parkir, kalau nasabah tidak bertransaksi. Pria ini mohon dispensi, karena toh ia bermaksud melakukan transaksi dan petugasnya sendiri yang berhalangan. Meski demikian, sang teller tetap bersikeras sambil berkata bahwa ini sudah kebijakan dari bank yang tidak bisa diganggu gugat.

Kesal terhadap kebijakan yang demikian kaku, pria itu melakukan transaksi. Caranya adalah dia menarik seluruh dananya yang ada di bank itu sebesar US$ 1.5 juta! Teller ini tidak tahu bahwa pria tersebut adalah John Acres, pimpinan puncak IBM!

Akibatnya, bank tersebut kehilangan nasabah yang sangat besar dan penting hanya karena menerapkan kebijakan yang sangat kaku. Memang, setiap perusahaan harus memiliki aturan-aturan yang jelas, namun bukan berarti harus kehilangan fleksibilitas dalam penerapannya.

Jika setiap aturan diterapkan dengan cara yang sedemikian kaku, aturan-aturan itu tidak akan menjadikan perusahaan tersebut tambah maju. Justru sebaliknya, perusahaan tersebut kehilangan peluang atau kesempatan yang sangat berarti.

Sahabat, sudah berapa banyak kesempatan baik yang lepas dari tangan Anda hanya karena Anda bersikap kaku dalam hidup? Tentu saja sudah banyak kesempatan baik yang hilang. Anda mungkin tidak bisa menghitungnya. Yang Anda alami kemudian adalah Anda menyesali sikap yang telah Anda lakukan itu.

Kisah di atas menunjukkan kepada kita betapa suatu aturan yang kaku menjadi bumerang bagi diri sendiri. Suatu aturan yang ketat dan kaku kurang efektif dalam membangun kehidupan bersama. Karena itu, peraturan seperti ini mesti dikoreksi. Peraturan seperti ini mesti dirombak ulang, agar dapat menjadi acuan dalam kehidupan bersama.

Orang beriman mesti bersikap fleksibel dalam hidup ini. Peraturan boleh ada untuk membangun kehidupan bersama, tetapi orang mesti berusaha untuk menemukan cara-cara yang baik dalam menerapkan peraturan itu.

Kalau Anda seorang pemimpin, Anda mesti memberikan aturan main yang jelas bagi kelompok Anda. Namun pada saat yang sama, Anda harus memiliki sikap lentur dalam menerapkan aturan tersebut. Mengapa? Karena kita menghadapi orang-orang yang beragam dengan kepribadian yang beragam. Persoalan-persoalan yang dihadapi pun beragam.

Buatlah peraturan yang tegas, terapkanlah dengan fleksibel. Dengan demikian, peraturan yang Anda buat bisa memiliki nilai manfaat. Tidak menghambat kemajuan Anda sendiri, tapi memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan hidup bersama. Mari kita tingkatkan hidup yang berkualitas dengan berlaku fleksibel. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.