Pages

Tampilkan postingan dengan label kesabaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesabaran. Tampilkan semua postingan

23 Desember 2011

Menumbuhkan Kesabaran dan Kegigihan


Apa modal Anda untuk sukses dalam hidup ini? Harta yang melimpah? Kepandaian otak yang Anda miliki?

Ada seorang yang cacat. Tangan kanannya tidak bisa ia gerakan sejak ia lahir. Kaki kanannya pun pincang. Namun pria ini sangat aktif dengan menggunakan tangan kirinya. Ia belajar bersama anak-anak normal di sekolah. Segala pekerjaan ia lakukan dengan tangan kirinya. Ia tidak minder. Ia melakukan semua pekerjaan rumah dengan baik dan benar. Di sekolah, ia bukan anak yang bodoh. Otaknya encer. Ia sering menduduki rangking pertama dalam kelasnya.

Setelah menyelesaikan semua pendidikan dasar, ia meneruskan ke perguruan tinggi. Di sana ia juga tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Ia lulus dengan pujian. Bukan hanya soal teori. Tetapi ia juga pandai dalam mempraktekkan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah.

Dengan modal sarjana, ia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan yang menjual sabun terkenal. Ia melamar menjadi salesman. Namun kemampuannya diragukan oleh pimpinan perusahaan itu. Awalnya ia diberi pekerjaan di bagian administrasi. Namun lama-kelamaan ia merasa jenuh. Ia merasa bahwa kemampuannya menjadi lebih baik, kalau ia menekuni bagian penjualan.

Setelah mengajukan diri untuk menjadi salesman, ia diterima. Ia mulai berjuang dari rumah ke rumah untuk menjual produk dari perusahaan sabun itu. Dengan kakinya yang timpang dan tangan kanan yang tidak bisa digerakkan, ia berhasil membujuk para pembeli. Ia berhasil. Dua kata yang selalu ia pegang teguh dari sang ibu adalah kesabaran dan kegigihan. Tahun itu, ia menjadi penjual terbaik yang memasarkan produk sabun. Ia mendapat hadiah dari perusahaan.

Sahabat, sering orang lupa bahwa dalam hidup ini orang membutuhkan kesabaran dan kegigihan. Orang mudah meninggalkan pekerjaannya, ketika ada tantangan dan rintangan. Orang merasa dirinya tidak mampu menghadapi rintangan itu. Orang lebih mudah mencari hal-hal yang gampang untuk dikerjakan. Apalagi kalau hal itu mendatangkan banyak uang.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa dalam hidup ini yang kita butuhkan adalah kesabaran dan kegigihan. Meski tubuhnya tidak normal seperti umumnya orang-orang, namun pria itu yakin ia bisa menjalani hidup ini dengan baik. Karena itu, ia mengembangkan kesabaran dan kegigihan. Ia yakin, dua kata ini mampu memberi motivasi bagi dirinya untuk sukses.

Orang beriman mesti memiliki kesabaran dan kegigihan dalam hidupnya. Hanya dengan cara ini, orang mampu menjalani hidup ini dengan baik dan benar. Berbagai godaan sering menjerumuskan manusia pada sikap gegabah dalam hidupnya. Orang tergoda untuk tidak sabar. Orang tergoda untuk cepat-cepat meraih sukses dalam waktu singkat. Akibatnya, banyak hal negatif yang mereka alami dalam hidup ini.

Mari kita tumbuhkan kesabaran dalam hidup kita. Kita bercermin dari Tuhan yang sabar terhadap kita. Kalau kita melihat diri kita yang penuh dengan kelemahan dan dosa ini, kita mesti sadar bahwa Tuhan begitu sabar menantikan kita untuk bertobat. Tuhan ingin kita kembali ke jalan yang benar dengan mengembangkan semangat sabar dan gigih. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ



848

05 Desember 2011

Menumbuhkan Kesabaran


Apa yang akan Anda lakukan ketika hidup ini tampak suram bagi Anda? Anda putus asa? Atau Anda tetap optimis dalam menghadapi situasi seperti ini?

Anda pernah menyaksikan ular yang sedang mengintai mangsanya? Matanya tertuju kepada mangsanya itu. Matanya seolah tidak berkedip. Kalau ada lawan yang mengganggu dirinya, ia akan mengundurkan diri. Ia pura-pura melarikan diri. Tetapi ia tetap fokus pada mangsanya itu. Ia akan kembali kepada mangsanya itu.

Begitu mangsanya lengah, ia akan menyergapnya. Giginya yang tajam itu mencengkeram mangsanya. Racunnya yang mematikan dialirkannya ke dalam tubuh mangsanya. Sementara tubuhnya yang panjang itu melilit mangsanya hingga remuk. Setelah itu, ia mulai melahap mangsanya itu sedikit demi sedikit dengan memasukkannya melalui mulutnya.

Ular bekerja keras untuk mendapatkan mangsanya. Kalau mangsanya besar, ular akan mengeluarkan ekstra tenaga. Ular berani mengorbankan hidupnya demi mendapatkan makanan. Ia mempertaruhkan nyawanya, karena bisa saja mangsanya yang lebih besar memberikan perlawanan yang hebat. Dengan demikian, ular dapat melanjutkan perjalanan hidupnya.

Ular memang begitu cerdik dalam menangkap mangsanya. Ia begitu sabar dan tenang untuk mencari waktu yang tepat dalam menangkap mangsanya. Hemat tenaga dan sukses, itulah yang terjadi dalam kecerdikannya. Ia sungguh memfungsikan otak atau pikirannya.

Sahabat, setiap orang membutuhkan kesabaran dalam hidup ini. Kesabaran membantu orang untuk tetap bertahan dalam meraih kesuksesan dalam hidupnya. Memang, tidak gampang orang bersabar dalam hidup ini. Orang sering tergoda untuk meraih tujuan hidupnya dengan mudah dan gampang. Orang kurang mau bekerja habis-habisan untuk meraih sesuatu yang lebih baik bagi hidupnya.

Kisah di atas memberi inspirasi untuk berani bersabar dalam setiap pekerjaan yang kita emban. Pekerjaan apa pun akan berhasil dengan baik kalau orang memiliki kesabaran dalam hidupnya. Ular dalam kisah di atas berani mempertaruhkan dirinya untuk berhasil meraih mangsanya. Ia tidak takut akan bahaya yang mengancam dirinya.

Kesabaran sering berkenaan dengan kesetiaan seseorang pada panggilan hidupnya. Tentu saja kesetiaan dalam hal ini kesetiaan yang kreatif. Artinya, orang tidak hanya setia begitu saja pada apa yang sedang dikerjakannya. Namun orang mencari cara-cara untuk lebih kreatif dalam menghasilkan sesuatu yang berguna bagi hidupnya.

Kesetiaan itu tidak menunggu perintah dari luar diri. Namun sikap setia itu mampu membantu orang untuk senantiasa siap sedia melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi hidupnya. Orang yang setia biasanya secara aktif menggunakan pikiran-pikirannya yang cerdas untuk meraih impiannya. Sikap pantang menyerah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup orang yang sabar dan setia pada panggilan hidupnya.

Orang beriman mesti memiliki kesabaran dengan cara setia melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu saja ada banyak tantangan dan rintangan. Namun orang beriman akan melewati semua rintangan itu, ketika ia berserah diri kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih indah dan baik bagi semua orang. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


835

16 Oktober 2011

Menumbuhkan Kesabaran dalam Hidup



Apakah Anda punya kesabaran yang tinggi dalam hidup ini? Kalau Anda mesti menunggu seorang teman yang berjanji untuk menjumpai Anda, namun setelah enam jam ia belum datang juga, apakah Anda masih sabar menunggunya?

Kalau Anda punya kesabaran yang tinggi, Anda akan menunggunya sambil mengerjakan pekerjaan rutin Anda. Namun kalau Anda kurang punya kesabaran, Anda akan meninggalkannya. Anda tidak akan peduli terhadap dirinya. Di sinilah kesabaran dan kesetiaan seseorang diuji.

Banyak orang mengatakan kesabaran itu kekuatan yang menjadikan seseorang tabah, tekun dan berani dalam hidup ini. Tabah mengandung unsur tahan derita, tidak mudah mengeluh. Sakit dan derita dijalani sebagai bagian dari hidup.

Orang yang tekun itu tidak putus asa. Orang yang tekun itu penuh pengharapan, karena yakin bahwa pasti ada jalan untuk mengatasinya. Berbagai persoalan yang dihadapi akan diatasi dengan penuh semangat. Ketekunan membantu seseorang untuk menemukan cara-cara yang brilian dalam mengatasi setiap persoalan hidupnya.

Orang yang berani biasanya orang memiliki kesiapsediaan untuk menghadapi situasi hidupnya. Peristiwa-peristiwa hidup dilalui dengan sukacita, karena berani menghadapinya dengan tenang. Meski ada derita dalam pengalaman hidup, tetapi orang yang berani akan tetap punya optimisme dalam hidupnya. Dengan demikian, orang tetap bertahan dalam hidupnya. Orang tidak mampu digoyahkan oleh berbagai persoalan dan pengalaman pahit hidup ini.

Sahabat, tentang kesabaran, Richard Calson berkata, ”Semakin kita sabar, semakin kita dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan semakin memaksa hidup ini persis seperti yang kita kehendaki.” Misalnya, sekarang Anda jatuh sakit, pasti Anda menghendaki cepat sembuh. Dengan berbagai cara, Anda akan mengupayakan kesembuhan itu. Namun kesembuhan butuh proses. Proses berarti butuh waktu. Dan untuk berjalan dalam proses waktu, dibutuhkan kesabaran.

Kalau Anda seorang yang sedang dirawat di rumah sakit, Anda butuh beberapa tahap untuk mencapai kesembuhan. Tahap pertama pemeriksaan fisik secara sistimatis oleh dokter, kemudian tindakan dan pemulihan. Terhadap tahapan-tahapan ini dibutuhkan kesetiaan dari Anda untuk menjalaninya.

Kesabaran itu seperti tumbuhnya sebatang pohon yang menghasilkan buah untuk dimakan. Untuk dapat menghasilkan buah, pohon tersebut harus melewati proses pertumbuhan yang panjang: tumbuh, bunga, buah. Proses ini butuh waktu yang panjang. Mungkin satu atau dua tahun. Mungkin juga sepuluh atau dua puluh tahun, baru sebatang pohon memberikan buah yang segar bagi hidup manusia. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran.

Orang beriman itu mesti menumbuhkan kesabaran dalam hidupnya. Kalau berdoa, orang beriman tidak bisa mengharapkan hasil dalam waktu sejenak. Orang mesti sabar menanti jawaban dari Tuhan. Mungkin Tuhan akan menjawab perrmohonan-permohonannya, namun tidak persis seperti yang diharapkan. Memang, Tuhan tidak wajib mengabulkan setiap permohonan kita. Karena itu, kita mesti tetap berharap dengan penuh iman kepada Tuhan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


806

29 September 2009

Berusaha Menjadi Sabar di Hadapan Tuhan



Suatu hari seorang pemuda masuk ke rumah makan dan duduk di kursi yang disediakan di sana. Beberapa saat kemudian, datanglah seorang pelayan dengan daftar menu makanan restoran itu dan secarik kertas. Tujuannya agar pemuda itu menuliskan pesanan makanannya di atas kertas itu. Tetapi pemuda itu tidak menulis apa-apa. Ia hanya berkata, “Tolonglah agar segera dibuatkan makanan yang enak untukku. Saya sangat lapar.”

Pelayan itu menjadi heran. Lalu ia berkata, “Anda harus menuliskan dahulu di atas kertas ini makanan apa yang hendak Anda pesan. Setelah itu makanan itu dibuat oleh juru masak di dapur. Anda boleh lihat di daftar menu hari ini. Ada nasi rames, nasi uduk, soto ayam, bakmi goreng, capcay, tekwan dan mpek-mpek.”

Pemuda itu menjadi tidak sabar. Dengan marah ia berkata, “Aku tidak peduli. Pokoknya aku minta makanan secepatnya.”

Ada banyak orang yang kurang sabar dalam hidupnya. Bahkan ketika mereka memohon pertolongan dari Tuhan pun mesti cepat-cepat dikabulkan. Pikir mereka, tidak ada waktu lagi untuk menunggu lebih lama. Maka mereka sering memaksakan kehendak kepada Tuhan. Doa mereka harus segera terlaksana dalam hidup mereka.

Pertanyaannya, apakah sikap seperti ini menunjukkan sikap hati seorang yang beriman kepada Tuhan? Orang yang beriman itu orang yang sabar. Orang beriman itu orang yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan. Dalam berdoa, orang beriman itu membiarkan Tuhan mengabulkan doa-doanya atau tidak. Pengabulan doa itu ada di tangan Tuhan. Yang penting bagi seorang beriman adalah ia berdoa kepada Tuhan dengan penuh pengharapan.

Doa yang manjur itu terjadi di kala orang mengarahkan doa-doanya kepada Tuhan. Maksudnya jelas bagi hidupnya. Orang yang tidak macam-macam. Orang yang tidak menggerutu dalam doanya akan mendapatkan pengabulan doa dari Tuhan. Doa dengan penuh iman itu membawa kebahagiaan bagi hidup.

Karena itu, sebagai orang beriman kita diajak untuk senantiasa menyerahkan setiap permohonan kita kepada Tuhan. Kita biarkan Tuhan yang mahapengasih dan penyayang itu mengabulkan permohonan kita. Tuhan yang punya hak untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan doa-doa kita.

Mari kita berusaha untuk bersabar dalam doa-doa kita. Kita percayakan seluruh hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Biarlah Tuhan yang mengabulkan setiap doa permohonan kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

182