Pages

Tampilkan postingan dengan label kualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kualitas. Tampilkan semua postingan

09 Februari 2012

Meraih Kualitas Hidup melalui Usaha Keras

Anda ingin sukses dalam hidup Anda? Apa yang Anda lakukan? Anda diam saja di tempat tanpa usaha dan latihan? Atau Anda mulai berusaha menemukan berbagai cara untuk meraih kesuksesan itu?

Seorang pemain biola, yang diakui oleh dunia internasional, percaya bahwa fokus dan latihan dengan disiplin adalah kunci kualitas penampilannya. Sekalipun dalam padatnya jadwal bermain untuk 90 konser per tahun, ia masih sempat latihan rata-rata 5 sampai 6 jam sehari.

Begitulah hidup seorang pemain biola terkenal bernama Midori. Tentang kehidupan sehari-harinya, Midori berkata, “Saya latihan untuk pekerjaan saya. Saya latihan setiap hari...”

Meski bermain biola dengan lihai, Midori tetap rendah hati. Ia terus-menerus berlatih untuk mendapatkan ketrampilan yang sungguh-sungguh punya kualitas tinggi bagi kehidupannya. Baginya, kualitas itu hanya dapat dicapai melalui latihan yang keras dan terus-menerus.

Hasilnya adalah ia menjadi seorang pemain biola terkemuka di dunia. Ia mendapatkan order untuk konser per bulan lebih dari tujuh kali. Tentu saja ini suatu pencapaian yang sangat spektakular. Namun ia tetap memilih untuk tidak mendiamkan tangannya usai melakoni konser-konser besar. Setelah mengadakan konser, ia kembali berlatih setiap hari selama lima hingga enam jam. Luar biasa.

Sahabat, Anda ingin sukses dalam hidup Anda? Anda ingin hidup Anda lebih berkualitas? Tidak ada jalan lain, kecuali berlatih dan berlatih. Anda dituntut untuk melakukan latihan yang terus-menerus untuk mendapatkan kualitas yang tinggi dalam kehidupan Anda.

Kisah Midori di atas mencengankan kita. Ia mampu melayani 90 konser dalam satu tahun. Ia berhasil melakukannya dengan baik dalam kualitas yang tinggi, karena ia mau berlatih. Ia mau mengorbankan banyak waktu dalam kehidupannya untuk meraih kualitas yang tinggi dalam bermain biola. Ia ingin mengejar kesempurnaan itu dengan berlatih dan berlatih.

Banyak orang ingin memiliki hidup yang penuh kualitas. Banyak orang ingin meraih impian-impian mereka. Namun banyak pula dari mereka yang jatuh, karena mereka ingin meraihnya dalam waktu yang singkat. Mereka ingin mencapai kualitas hidup yang baik dengan malas-malasan saja. Tentu saja ini hal tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada keberhasilan yang dilalui tanpa pengorbanan.

Sama seperti seorang musisi yang mengejar kesempurnaan dalam permainan musik dengan berlatih keras, kita juga mesti berani berkorban untuk meraih impian-impian kita. Artinya, ketika kita hanya mau bermalas-malasan, kita tidak akan mampu meraih hidup yang lebih berkualitas.

Kalau kita hanya ingin meraih cita-cita kita dalam waktu yang singkat, jangan harap kita mampu meraihnya. Tiada keberhasilan yang diraih tanpa pengorbanan. Mari kita berusaha untuk terus-menerus berlatih, agar kita mampu meraih hidup yang penuh kualitas. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


869

13 Desember 2011

Menumbuhkan Kualitas melalui Ketekunan

Sebelum tahun 2007, hanya sedikit orang yang mengenal Jon Favreau. Walaupun memiliki keahlian dalam menulis pidato semasa kuliah di College of Holy Cross di Massachusetts, Amerika Serikat, namanya justru meroket ketika ia masuk sebagai tim kampanye Barack Obama. Ia menjadi ketua tim perumus pidato-pidato Barack Obama. Usianya yang masih sekitar 20-an tahun ketika itu membawa Favs tercatat dalam sejarah Amerika Serikat sebagai penulis pidato pelantikan presiden AS termuda.

Jon Favreau menghabiskan waktu selama dua bulan, 16 jam sehari, untuk menyusun dan merangkai kata-kata pidato Obama. Tidaklah mengherankan apabila sang Presiden selalu memukau pada setiap penampilannya di hadapan jutaan bahkan ratusan juta rakyatnya. Semua tak lain dan tak bukan berkat buah kejeniusan anak muda ini.

Tentu saja pencapaian seperti ini tidak diraih Jon Favreau begitu saja. Ia mesti bekerja keras. Ia mesti mengorbankan saat-saat senggang untuk bersantai ria dengan sahabat-sahabatnya. Ia mengaku, banyak waktu istirahatnya ia gunakan untuk merancang pidato-pidato bagi presiden Amerika Serikat itu.

Sahabat, kualitas karya seseorang tidak dicapai dalam waktu yang singkat. Orang juga tidak melewatinya dengan santai-santai saja. Tetapi suatu kualitas karya diraih dengan banyak korban. Korban itu bisa waktu. Korban itu bisa tenaga yang begitu banyak dicurahkan untuk suatu karya yang spektakuler.

Untuk meraih kualitas yang baik dalam suatu karya orang membutuhkan ketekunan. Orang juga perlu kesabaran dalam membangun kualitas karya. Kalau orang tidak sabar, orang akan mudah putus asa saat menghadapi benturan demi benturan. Kalau orang tidak tekun, orang akan lari dari satu karya ke karya yang lain saat menghadapi tantangan dan rintangan.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kita punya kesempatan yang sama untuk meraih kualitas karya-karya kita. Yang penting adalah kita tekun dan sabar dalam usaha-usaha kita untuk mengasah karya-karya kita. Ketekunan telah membawa Jon Favreau dikenal banyak orang. Kualitas karyanya memukau jutaan orang. Ia tidak bekerja asal-asalan. Ia bekerja dengan penuh kesungguhan hati.

Sering banyak orang mudah menyerah begitu ada tantangan yang menghadang usaha-usaha mereka. Atau mereka lari dari satu karya ke karya yang lain. Akibatnya, mereka kurang fokus. Mereka memulai suatu karya dari awal lagi. Akibatnya, karya-karya mereka kurang punya kualitas.

Emas murni yang berkualitas tinggi diperoleh melalui proses yang butuh ketekunan dan kesabaran. Orang yang mau cepat-cepat menciptakan emas yang murni biasanya akan kecewa. Orang tidak akan memiliki kualitas sempurna dari emas yang diinginkannya.
Orang beriman mesti membangun ketekunan dan kesabaran untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu, orang mesti berani mempertaruhkan hidupnya. Orang mesti fokus pada karya yang sedang dilakukannya. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin baik. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ

842