Pages

Tampilkan postingan dengan label mutu hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mutu hidup. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Usaha untuk Memiliki Hidup yang Bermutu





Seorang pemuda ingin memiliki hidup yang lebih bermutu. Ia ingin agar hidup ini ia jalani dengan lebih baik. Tidak hanya berhembus begitu saja seperti angin. Untuk itu, ia membaca berbagai buku yang berbicara tentang hidup yang bermutu. Dari berbagai sumber itu, ia menemukan bahwa hidup yang bermutu itu dibutuhkan suatu usaha yang keras. Orang harus berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang lebih bermutu.

Soalnya bagi pemuda itu adalah ia ingin meraih hidup yang bermutu dengan tidak perlu kerja keras. Baginya, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dengan cara pintas. Tidak harus melalui proses yang berbelit-belit. Ia ingin mutu hidup itu ia capai tidak dengan kerja keras.

Ia merasa yakin akan pandangannya itu. Namun kemudian ia menemukan berbagai persoalan dalam hidupnya. Hidup yang bermutu yang ia dambakan ternyata tidak ia peroleh. Ia menjadi frustrasi. Ia menjadi orang yang sering bingung dengan dirinya sendiri. Setiap pilihan untuk melangkahkan kaki meraih hidup yang bermutu selalu gagal.

Sahabat, sering orang merasa bahwa hidup yang bermutu itu gampang untuk diraih. Menurut mereka, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dalam waktu singkat. Ternyata tidak! Hidup yang bermutu itu mesti dikembangkan sejak dini. Sejak seseorang terlahir ke dalam dunia ini. Seseorang mesti dibimbing untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya. Berbagai usaha mesti dilakukan untuk menuntun seseorang menemukan hidup yang bermutu.

Hidup yang bermutu itu dicapai dengan usaha terus-menerus sepanjang hidup. Usaha untuk memiliki hidup yang bermutu itu tidak pernah berhenti. Orang yang menghentikan usahanya untuk memiliki hidup yang bermutu akan menemukan banyak kesulitan dalam hidupnya. Mengapa? Karena hidup yang bermutu itu selalu berproses dalam hidup ini.

Ada berbagai rintangan yang mesti dilewati. Ada perjalanan jatuh dan bangun dalam usaha untuk memiliki hidup yang bermutu. Orang yang tidak berhasil menghadapi rintangan hidup akan mengalami berbagai persoalan. Orang yang putus asa dan tetap terpuruk dalam pengalaman jatuh tidak akan memiliki hidup yang bermutu.

Karena itu, orang beriman mesti menyadari betul bahwa hidup yang bermutu itu mesti diraih dalam ketekunan hidup. Tidak dapat dicapai dengan jalan pintas. Hidup yang bermutu itu juga dicapai melalaui hal-hal kecil dan sederhana. Orang tidak perlu bermimpi untuk memiliki hidup yang bermutu setelah melakukan hal-hal besar. Orang mesti berani menerjang berbagai rintangan untuk memiliki hidup yang bermakna. Orang mesti berani bangun lagi setelah jatuh terpuruk.

Mari kita berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang bermutu dalam hidup ini. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih damai dan sukacita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


719

10 Mei 2011

Meningkatkan Mutu Hidup dan Pelayanan


Krispy Kreme membuat 2,7 miliar donat dalam setahun. Pada tahun 2003, perusahaan ini mendapat julukan "merek terhangat di Amerika." Di tahun 2000, sahamnya meningkat empat kali lipat. Seluruh jaringannya menghasilkan miliaran dolar per tahun dari lebih 300 gerainya.

Scott Livengood, CEO Krispy Kreme, berkata, ”Produk kami tidak menyolok dan perusahaannya juga tidak baru. Kami berdiri sejak tahun 1937 dan citra mereknya sebenarnya cenderung kuno.”

Lalu apa yang bisa kita pelajari hingga mereka bisa mengubah donat menjadi bisnis miliaran dollar? Menurut Stan Parker, Wakil Direktur senior Krispy Kreme, rahasianya adalah perusahaannya menomorsatukan kesegaran sebagai ciri khasnya. Donatnya selalu dalam keadaan hangat, ketika disajikan pada konsumen.

Namun, sebenarnya bukan hanya itu. Satu hal lain yang menonjol dari Krispy Kreme adalah kegiatan amalnya pada masyarakat. Salah satu contoh adalah perusahaan menjual donat dengan setengah harga kepada golongan masyarakat tertentu. Dari situ mereka bisa menjual kembali dengan harga penuh. Perusahaan juga sering memberikan donat gratis kepada stasiun TV, surat kabar dan stasiun radio sebelum memasuki pasar.

Hingga kini, di Amerika nama Krispy Kreme begitu lekat di benak masyarakat. Ketulusan Krispy Kreme dalam beramal pada akhirnya membuat mereka menuai hasil manis. Citra sebagai donat yang selalu tersaji hangat ditambah dengan kesan yang melekat di hati masyarakat dengan gerakan amalnya.

Sahabat, sekarang ini banyak orang mengeluh tentang pelayanan yang kurang baik dari lembaga-lembaga tertentu. Mengapa dikeluhkan? Karena pelayanan yang baik itu dambaan setiap orang. Orang ingin dilayani dengan baik. Karena itu, orang ingin agar sesuatu yang disajikan itu dilakukan dengan hati yang tulus.

Kisah sukses Krispy Kreme tadi mau mengatakan kepada kita bahwa pelayanan yang baik itu mesti senantiasa dipertahankan. Hasil dari suatu pelayanan yang baik akan muncul kemudian. Ketika orang tidak mengeluhkan sistim pelayanan yang diberikan, orang akan menggunakannya dengan baik. Bahkan orang akan mempromosikan produk tersebut kepada semakin banyak orang.

Kecenderungan kita di negeri ini adalah kita sering lupa untuk tetap setia melayani orang lain. Sebuah rumah makan, misalnya, mesti senantiasa mempertahankan mutu makanannya dan pelayanannya. Yang sering kita temukan adalah begitu usaha sudah tumbuh subur, orang merasa tidak perlu lagi meningkatkan mutu dan pelayanan. Akibatnya, usaha seperti ini sering gulung tikar. Konsumen tidak lagi mau menggunakannya.

Orang beriman mesti senantiasa meningkatkan mutu hidupnya. Orang beriman mesti tidak mudah terpancing oleh layanan instan yang memudahkan orang untuk lupa meningkatkan mutu hidup dan pelayanannya. Orang yang senantiasa meningkatkan mutu hidup dan pelayanannya akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

676