Pages

Tampilkan postingan dengan label terang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terang. Tampilkan semua postingan

22 Juni 2012

Menjadi Terang bagi Hidup Bersama

Apa yang akan terjadi kalau dunia sekeliling Anda gelap gulita? Apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja Anda akan menghidupkan lampu yang ada di dekat Anda. Dengan demikian, tidak terjadi lagi kegelapan di sekitar Anda.

Pelita atau lampu bukan sesuatu yang asing dalam hidup kita sehari-hari. Pelita adalah salah satu alat yang penting untuk penerangan pada zaman dulu. Pelita mampu memberi cahaya, jika didukung oleh minyak dan sumbu yang dibakar oleh api. Dalam perkembanganya, alat penerang itu menjadi semakin canggih dengan ditemukannya listrik dan bola lampu. Namun fungsinya tetap sama, yakni memberi terang, menghalau kegelapan.

Pelita sangat akrab dalam kehidupan ini. Pelita berada di gantang atau tempat untuk meletakkan pelita. Apa yang dapat kita pelajari dari pelita bagi hidup ini? Ternyata begitu dekatnya hidup kita dengan pelita. Kedekataan itu membantu kita untuk memahami fungsinya. Yang terpenting adalah kita dapat belajar dari fungsi pelita itu bagi hidup ini.

Mari kita juga belajar dari pelita. Kita selalu membutuhkan pelita yang memberi terang dalam hidup ini. Jika kita melakukan perjalanan pada malam hari, kita membutuhkan pelita sebagai penerang supaya tidak tersesat. Tentu kita juga dapat belajar dari pelita yang menerangi semua orang. Kehadiran kita memberi seberkas cahaya harapan bagi yang dirundung kegelapan masalah hidup ini. Akhirnya masyarakat mampu hidup secara harmonis.

Sahabat, dalam salah satu kotbahnya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di Surga.”

Dari kotbah Yesus itu tampak begitu pentingnya peranan hidup manusia dalam hidup bersama. Kita diajak oleh Yesus untuk menjadi cahaya bagi orang lain. Artinya, kita memberi terang bagi sesama yang masih hidup dalam kegelapan dosa. Kita mengajak mereka untuk kembali kepada Tuhan. Mengapa? Karena hanya Tuhanlah yang menjadi terang sejati bagi hidup kita.

Tentu saja menjadi terang bagi sesama itu tidak gampang. Diri kita sendiri harus dapat menjadi contoh bagi hidup orang lain. Kita mesti berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi nilai-nilai kebaikan dalam hidup sehari-hari. Lantas nilai-nilai itu kita tebarkan bagi hidup sesama kita. Kita dapat menjadi contoh atau teladan dalam hidup bersama.

Kita dipanggil untuk berani menjadi terang bagi masyarakat. Kehadiran orang beriman memberi pencerahan atas situasi kegelapan masyarakat, karena nilai-nilai kemanusiaan yang diabaikan. Kita mempunyai tugas untuk memberi terang bagi yang gelap. Terang itu kita tunjukkan dengan teladan hidup, nasihat, dan peneguhan bagi yang bimbang.

Mari kita memberi terang melalui kata dan perbuatan kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi lebih bermakna. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

912

02 Juli 2010

Menjadi Terang bagi Sesama

Di lautan lepas biasanya terdapat beberapa mercusuar. Fungsi mercusuar adalah menjadi tanda bahwa di tempat tertentu terdapat karang atau tempatnya sangat dangkal, sehingga tidak bisa dilewati oleh kapal besar. Kalau sampai mercusuar itu mati, akibatnya akan sangat fatal bagi kehidupan manusia. Nahkoda kapal tidak bisa membelokkan kapal dari karang. Akibatnya, kapal dapat menabrak karang dan bisa mengalami karam atau tenggelam.

Karena itu, kehadiran mercusuar sangat penting di laut lepas. Fungsinya untuk menyelamatkan nyawa manusia dari kecelakaan. Nahkoda kapal yang melihat mercusuar akan langsung menghindari kapal dari daerah itu. Lampunya yang bersinar terang sangat berguna bagi para nahkoda untuk mengarahkan kapal ke tempat yang aman.

Kita hidup dalam tanda-tanda. Kita membutuhkan tanda-tanda itu untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup kita. Tanda-tanda itu dapat menuntun manusia kepada kebaikan. Karena itu, tanda-tanda dalam hidup kita tidak bisa dianggap remeh. Tanda-tanda itu berguna untuk mengarahkan hidup kita kepada kebaikan.

Dalam salah satu pengajaranNya, Yesus mengatakan kepada para pendengarNya bahwa mereka adalah lampu atau pelita. Lampu itu mesti bernyala terus. Lampu itu mesti ditempatkan di tempat yang tinggi, agar dapat dilihat orang.

Orang beriman itu seperti lampu yang terus-menerus bernyala. Tetapi nyalanya itu berasal dari perbuatan-perbuatan baik yang ditunjukkan dalam hidup sehari-hari. Mengapa? Karena itulah kesaksian hidup orang beriman. Orang beriman mesti selalu memberi kesaksian tentang kebaikan kepada semua orang yang dijumpai.

Dalam hidup ini kita menyaksikan begitu banyak kejahatan terjadi di sekitar kita. Betapa banyak kejahatan yang kita saksikan di layar televisi. Kita juga membaca dalam surat kabar-surat kabar tentang kejahatan yang terjadi setiap hari di seantero dunia ini. Hati kita terasa sakit menyaksikan semua itu. Seolah-olah dunia ini hanya dipenuhi kejahatan. Mengapa kejahatan dapat terjadi dalam hidup manusia? Jawabannya adalah karena manusia lebih mencintai budaya kematian. Manusia membiarkan dirinya dipenuhi oleh kuasa kejahatan itu.

Karena itu, orang beriman mesti mengambil sikap yang lain. Orang beriman mesti berani melawan arus. Caranya adalah dengan menjadi terang bagi sesama. Orang beriman mesti menjadi terang bagi hidup sesamanya. Artinya, orang beriman mau memperjuangkan kehidupan dalam situasi yang nyata. Orang beriman mesti berani menjadi pembawa damai dan sukacita bagi kehidupan. Mari kita berusaha menjadi terang yang bercahaya terus-menerus untuk meredupkan setiap bentuk kejahatan. Tuhan memberkati. **





Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com



426

Bagikan