Pages

25 Agustus 2014

Menggunakan Inspirasi bagi Hidup Kita

 

Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda berhadapan dengan inspirasi yang ada di sekitar Anda? Anda biarkan saja, karena Anda merasa tidak mampu menggunakannya? Atau Anda berusaha untuk menggunakannya demi kemajuan diri Anda?

Supermodel asal Australia, Miranda Kerr (30), menjajal dunia baru, yaitu desain perangkat tea set dari porselen. Sebelum ini, Kerr telah mempunyai produk perawatan kulit Kora Organics by Miranda Kerr dan menulis buku, Treasure Yourself dan Empower Yourself.

Kerr digandeng perusahaan porselen China dari Inggris, Royal Albert, untuk membuat desain terbaru. Situs royal-albert.co.uk menyebutkan, Kerr memiliki selera yang elegan dan alami untuk citra porselen cantik. Ibaratnya, porselen yang indah seperti saat Kerr jalan di Catwalk dan menikmati teh di sore hari. Koleksi musim semi milik Kerr akan diluncurkan bulan depan.

Perangkat cangkir teh akan dibuat keramik asal China dan mengikuti trend desain terkini. Ibu satu anak ini berkata, “Saya akan mengambil inspirasi dari alam, warna-warna segar di taman, perjalanan keliling dunia, dan kenangan desain Royal Albert milik almarhum nenek saya.”

Tawaran untuk mendesain porselen ini datang tak lama setelah Kerr menjadi model toko pakaian H&M awal bulan ini. Tahun lalu, Kerr meninggalkan Victoria Secret yang telah membesarkan namanya, dengan alasan tak mau terikat dengan satu merek fashion.

Sahabat, ada begitu banyak hal yang menjadi inspirasi bagi hidup kita. Yang penting adalah kita mau menggunakan hal-hal yang ada di sekeliling kita secara kreatif untuk menjadi inspirasi bagi hidup kita. Sayang, banyak orang kurang cerdas untuk hal ini. Banyak orang hanya terpaku memandang hal-hal yang ada di sekeliling mereka. Akibatnya, mereka kehilangan banyak inspirasi yang sebenarnya sangat berguna bagi hidup mereka.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa hal-hal yang ada di sekeliling kita itu mempunyai kekuatan untuk hidup kita. Miranda Kerr telah melakukannya. Miranda Kerr telah menggunakan inspirasi itu sebaik-baiknya untuk mengolah hidupnya. Ia pun berhasil. Ia menimba begitu banyak hal positif bagi dirinya.

Untuk itu, dibutuhkan keterbukaan kita terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Kita mesti berani membuka diri kita, agar inspirasi yang ada itu dapat kita terima untuk kemajuan diri kta. Membuka diri itu tidak mudah. Banyak orang sering memandang sebelah mata hal-hal baik yang ada di sekelilingnya. Sering mereka mencibirkan bibir mereka, seolah-olah hanya mereka yang punya kemampuan untuk berkreasi.

Orang beriman mesti merendahkan diri untuk menimba inspirasi yang ada di sekitarnya. Kalau tidak bisa menggunakan inspirasi yang ada, orang beriman memohon bantuan rahmat Tuhan. Untuk itu, dibutuhkan iman yang mendalam yang memberikan kekuatan bagi perjalanan hidup. Dengan demikian, oranag mampu menemukan sukacita dalam hidupnya.

Mari kita membuka hati kita bagi inspirasi-inspirasi yang ada di sekitar kita. Kita memohon Tuhan agar memberi kita kekuatan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1143

Tekun Menjadikan Hidup Lebih Baik

Setiap pekerjaan atau karya menuntut suatu kesungguhan hati. Ketekunan menjadi sarana untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Anda pernah menyaksikan burung-burung yang sedang membuat sarang untuk meletakkan telur-telur mereka? Bagaimana mereka mengambil satu per satu daun-daun kering, dahan-dahan di pohon atau di tanah?

Burung membuat sarangnya dari ranting, daun atau bahan-bahan lain. Kadang bahan-bahan itu juga diambil dari tempat yang cukup jauh. Tak jarang, karena cuaca buruk atau ulah hewan dan manusia, sarang itu rusak. Tapi mereka akan tetap kembali membangun sarang mereka sampai induk burung bertelur.

Burung itu melakukan dengan penuh ketekunan. Satu per satu mereka menggigit daun-daun kering itu. Lantas mereka membawanya terbang menuju tempat untuk membuat sarang. Ketika ada daun atau dahan kecil yang jatuh, mereka akan kembali lagi untuk mengambilnya.

Kalau kita amati dengan cermat, burung-burung itu tidak lakukan sendirian. Bukan hanya sang betina saja yang lakukan itu. Tetapi si jantan pun membantu si betina untuk mendapatkan daun-daun atau dahan-dahan kecil yang kering itu. Dengan cara begitu, sarang dengan cepat terbangun.

Saat mengeram, ada banyak jenis burung yang mengeram bergantian. Burung Merpati, misalnya, secara bergantian mengerami telur. Mula-mula sang betina mengeram. Lalu sang jantan menggantikannya. Mereka lakukan seperti itu hingga sang telur menetas.

Sahabat, pernahkah Anda belajar dari kesetiaan dan ketekunan burung-burung? Atau Anda malah merasa gengsi Anda turun, kalau belajar dari kebiasaan baik burung-burung itu? Tentu saja Anda akan setuju, kalau nilai-nilai yang baik dari burung-burung itu menjadi inspirasi bagi hidup kita.

Kisah di atas mau menampakkan kepada kita bahwa suatu ketekunan dan kerja sama yang baik akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Suatu karya, apa pun bentuknya, akan berhasil dengan baik, kalau dilakukan dengan kesungguhan hati. Ketekunan menjadi hal yang mendorong orang untuk menuntaskan suatu karya yang sudah dimulai.

Namun orang juga mesti sadar bahwa suatu karya yang baik dibangun dari kerja sama dengan berbagai pihak. Tanpa kerja sama, suatu karya akan mudah mati dan tak berdaya. Dalam kebersamaan itu orang membuka hatinya untuk mengakui keterbatasan dirinya. Orang mesti membutuhkan bantuan dari orang lain untuk melengkapi dirinya.

Orang beriman mesti tekun dalam karya yang ditanganinya, apa pun karya itu. Jangan melihat besar atau kecilnya suatu karya. Suatu karya, sekecil apa pun, akan menjadi besar ketika dikerjakan dengan kesungguhan hati.

Mari kita belajar dari burung-burung di udara yang bahu-membahu membangun hidup. Seorang bijaksana berkata, “Bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan” (Ayub 12:7). Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ
Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1142

Menata Mimpi untuk Menjadi Nyata



Ketika Anda punya mimpi, apa yang semestinya Anda buat? Anda biarkan mimpi Anda berlalu begitu saja? Atau Anda mulai menata mimpi Anda untuk menjadikannya nyata dalam perjalanan hidup Anda?

Bagi Estelita Liana (20), terpilih menjadi putri Pariwisata Indonesia atau runner-up II Putri Indonesia 2014 bak impian menjadi kenyataan. Sejak dulu, dia ingin merasakan menjadi putri dan hanya ingin mengikuti pemilihan Putri Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Lily ini, berkata, “Benar-benar tak menyangka keinginan itu menjadi kenyataan. Pertama kali mengikuti pemilihan di daerah asal saya, DI Yogyakarta, menjadi pemenang pertama dan ikut pemilihan tingkat nasional. Masuk tiga besar pula.”

Setelah terpilih, dia bersama dua pemenang lainnya, Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira dan Putri Indonesia Lingkungan 2014 Elfin Pertiwi Rappa, tinggal bersama di apartemen. Mereka bertugas sebagai putri selama setahun dan mempersiapkan diri untuk kompetisi tingkat Internasional.

Lily yang mahasiswa kedokteran Universitas Gajah Mada ini berkata, “Saya akan mengikuti pemilihan Miss Supranational. Tahun lalu, melalaui Cok Istri Krisnanda Widani, Indonesia meraih runner-up III. Namun, Negara tempat penyelenggaraan saya belum tahu.”

Walau harus cuti kuliah setahun dan jauh dari keluarga, Lily sama sekali tak keberatan. Ia berkata, “Menjadi putri dan menerima konsekuensinya, bagi saya, sungguh menyenangkan. Kesempatan ini tak datang setiap hari dan tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Lagi pula, saya tetap kontak dengan keluarga dan mendapat izin pulang.”

Sahabat, mimpi bukan sesuatu yang buruk. Mimpi juga bukan sekedar bunga tidur. Namun mimpi dapat menjadi suatu kekuatan dalam meraih cita-cita. Banyak orang sukses di dunia ini merintis kesuksesan mereka dari mimpi. Mimpi itu memberi mereka semangat untuk memperjuangkan usaha-usaha mereka.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani bermimpi untuk hidup kita. Namun mimpi yang satu ini mesti disertai usaha keras. Mimpi yang tidak dibarengi usaha hanya akan menjadi bunga tidur yang segera sirna saat kita terjaga. Estelita Liana berhasil meraih impiannya menjadi putri Pariwisata tentu berkat kerja kerasnya. Ia berani mempertaruhkan hidupnya demi meraih impian yang sejak kecil ia tancapkan dalam dadanya.

Almarhum Marthin Luther King punya mimpi untuk membebaskan bangsanya dari belenggu apartheid. Mimpinya itu kemudian menjadi kenyataan. Orang Amerika berhasil bergandengan tangan meski mereka berbeda warna kulit. Perjuangan Marthin Luther King itu mesti membawa korban bagi dirinya sendiri. Ia ditembak saat hendak keluar dari motel untuk memberikan pidato tentang kesamaan hak.

Nyatalah bagi kita bahwa mimpi yang menjadi kenyataan itu dilalui dengan semangat berjuang. Orang tidak hanya duduk berpangku tangan lalu semuanya serba beres. Tetapi orang mesti berani menderita demi meraih cita-citanya. Estelita Liana tentu telah mengorbankan banyak hal untuk meraih impiannya menjadi Putri Indonesia.

Mari kita tetap bermimpi sambil berusaha untuk meraih impian kita itu. Dengan demikian, kita tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1141

22 Agustus 2014

Tetap Fokus pada Apa yang sedang Dikerjakan



Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda mesti melakukan suatu pekerjaan? Anda fokus pada pekerjaan itu? Atau Anda mudah meninggalkannya?

Penyanyi, pemain film, dan comedian Kemal Palevi (25) belakangan ini memilih untuk fokus pada seni peran dan film layar lebar saja. Dia ingin lebih serius dalam menekuni akting dan menjiwai setiap perannya. Kemal telah menyelesaikan tiga film, tetapi baru dua yang diputar di bioskop-bioskop, yakni Crazy love dan Comic 8.

Vokalis band Three Years Waiting ini mengaku enggan menerima tawaran membintangi belasan Film Televise (FTV), apalagi yang pengambilan gambarnya di luar kota.

Beberapa lalu ketika berada di Yogya, ia berkata, “Saya belum mempersiapkan diri untuk shooting FTV yang persiapannya hanya beberapa hari. Ini berbeda dengan film layar lebar yang didahului dengan berbagai persiapan.”

Adapun pengambilan gambar untuk film terbaru atau film ketiganya itu menurut rencana dilakukan di Jakarta dan Dubai pada Januari lalu. Rupanya pengambilan gambarnya batal dilaksanakan di Dubai. Ia berkata, “Tetapi karena tidak dapat Visa, shooting di Dubai batal hingga seluruh pengambilan gambar dilakukan di Jakarta.”

Tentang kepergiannya ke Ygyakarta, Kemal bercerita, ini berkaitan dengan promosi film Comic 8 yang juga dibintangi beberapa comedian jebolan Stand Up Comedy Indonesia, pelawak senior Indro Warkop, dan Nirina Zubir.

Dalam film itu, Kemal memerankan satu dari delapan pemuda yang menjadi penjahat. Mereka merupakan komplotan perampok bank. Ia berkata, “Saya di Yogya hanya sehari, pagi sampai di Yogya dan malam balik ke Jakarta.”

Sahabat, banyak orang mengandalkan kerja serabutan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Bahkan ada yang mesti bekerja hingga dua puluh jam sehari. Mereka merasa, dengan melakukan pekerjaan seperti itu, mereka akan menggapai hasil yang berlimpah-limpah. Namun sebenarnya tidak demikian. Tubuh manusia memiliki keterbatasan.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Fokus akan membantu kita untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu. Fokus membantu kita untuk menjadi orang-orang yang professional dalam mengerjakan sesuatu. Tidak serabutan. Tidak seperti kutu loncat yang lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Untuk itu, yang dibutuhkan adalah kita berusaha setia pada apa yang sedang kita lakukan. Kesetiaan itu membantu kita untuk fokus pada apa yang sedang kita tekuni. Orang yang mudah meninggalkan pekerjaannya dan memulai suatu pekerjaan yang baru sering mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Fokus juga berarti kita tidak mudah untuk mendua hati. Memang, orang boleh saja memiliki lebih dari satu pekerjaan. Tetapi yang penting adalah orang fokus pada apa yang sedang dilakukan itu. Orang tidak mudah bosan dengan pekerjaannya itu.

Mari kita berusaha untuk selalu fokuss pada apa yang sedang kita kerjakan. Dengan demikian, kita menunjukkan kesetiaan kita kepada apa yang sedang kita kerjakan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

20 Agustus 2014

Menyesuaikan Diri dengan Situasi yang Ada

 
Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda berhadapan dengan situasi yang berada dalam lingkungan hidup Anda? Apakah Anda akan memaksakan kehendak Anda? Atau Anda berusaha untuk menyesuaikan kehendak Anda dengan situasi yang ada?

Aktris asal Inggris, Felicity Jones (30), butuh waktu dua jam untuk memadupadankan kostum yang cocok untuk dipakai dalam film The Invisible Woman. Film yang menceritakan perjalanan penulis Charles Dickens (Ralph Fiennes) ini masuk menjadi salah satu nomine penghargaan Piala Oskar 2014 untuk kategori Kostum Desain.

Jones memerankan artis muda, Nelly Ternan, yang menjalin hubungan dengan Dickens. Dia mengatakan, selalu memperhatikan desain kostum yang dikenakannya selama proses pembuatan film.

Saat premire film di Kensington Odeon di London, ia berkata, “Untuk memakai kostum itu dibutuhkan waktu berjam-jam. Desainer kostum Michael O’Connor yang dinominasikan mendapat Piala Oscar memang sangat fenomenal. Dia sangat detail dalam menyiapkan kostum para pemain.”

Film drama ini berlatar belakang tahun 1870-an. Bintang Film Like Crazy ini mengisahkan, “Saya memakai lima rangkap rok, kerangka rok besar, baru dipasangkan rok yang paling luar dan mantel. Saya seperti mau jatuh waktu mengenakan gaun itu, tentu saja sangat memalukan. Untungnya, kostum tidak rusak.”

Itu baru cerita tentang kostum. Beda lagi dengan tantangan berakting sebagai perempuan muda dengan karakter kuat. Jones mengatakan, salah satu tantangannya adalah menangkap karakter Nelly yang tak biasa.

Sahabat, setiap pekerjaan memiliki tuntutan sendiri-sendiri. Orang yang mau berhasil mesti masuk ke dalam tuntutan-tuntutan itu. Kalau tidak mau, orang tidak bisa menjadi bagian dari suatu pekerjaan. Ia akan gagal. Ia tidak mampu menyesuaikan diri dengan suatu pekerjaan.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk berani berhadapan dengan sesuatu yang baru dan sulit. Felicity Jones tentu saja tidak hanya begitu saja memakai pakaian yang mesti ia kenakan. Tentu ia berusaha untuk menyatu dengan kisah dalam film yang akan ia bintangi. Ia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Ia tidak memaksakan kehendaknya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mesti menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana kita tinggal. Kita tidak bisas memaksakan kehendak kita terjadi dalam kehidupan bersama. Kalau kehendak kita itu tidak sesuai dengan kehendak umum tentu akan mengalami bentukan. Akan terjadi kekacauan dalam hidup bersama.

Menyesuaikan diri dengan situasi yang ada di sekitar kita tidak berarti kita mengalah begitu saja. Namun hal ini mau mengatakan bahwa kita tetap membawa nilai-nilai yang baik ke dalam hidup bersama. Nilai-nilai yang baik itu kita kemas sedemikian rupa, sehingga tidak berbenturan dengan kepentingan umum.

Untuk itu, yang dibutuhkan adalah usaha terus-menerus untuk beradabtadi dengan lingkungan sekitar di mana kita hidup. Dengan demikian, hidup bersama menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1139

19 Agustus 2014

Membantu Anak-anak Mengembangkan Bakat

 
Apa yang akan Anda lakukan terhadap bakat atau kemampuan yang ada dalam diri anak-anak Anda? Anda biarkan saja bakat-bakat itu bertumbuh secara alamiah? Atau Anda membantu mereka untuk mengembangkan bakat-bakat mereka?

Salah satu personel The Dance Company, yaitu Ibrahim Imran alias Baim (38), dengan sabar memangku putrinya, Sarah Abiela Ibrahim atau Abey (4). Keduanya terlihat akrab dengan baju berwarna senada, yaitu kaus hitam, saat memberikan dukungan kepada para gitaris yang akan menggelar konser amal.

Ia berkata, “Iya nih, saya ngak bisa ikut, makanya sekarang datang untuk memberi dukungan kepada para gitaris. Saya ada acara dengan TDC di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sebenarnya sudah minta pemain pengganti ke manajemen, tapi enggak bisa.”

Beberapa kali Baim meminta Abey berpose saat kamera wartawan mengarah ke arah mereka berdua. Dengan gaya manis, Abey pun berpose seperti model. Suami dari artis Artika Sari Devi ini berkata, “Kayaknya dia meniru emaknya, nih.”

Baim mengakui, dia dan Artika memang tidak mempunyai asisten rumah tangga untuk mengurus anak-anaknya. Jika Baim Bersama Abey, maka Artika mengasuh Dayana Zoelie Ibrahim yang baru berusia 10 bulan di rumah.

Tentang anak-anaknya, Baim berkata, “Saya dan Artika membebaskan anak-anak untuk memilih sendiri apakah menjadi artis atau tidak. Kalau Abey sering ikut-ikutan saya kalau lagi pegang gitar dan nadanya bener pula.”

Sahabat, sering orangtua memaksakan anak-anak mereka untuk mengikuti kehendak mereka. Atau orangtua memaksa anak-anak mengikuti jejak mereka. Tentu saja hal seperti ini menjadi beban bagi perjalanan hidup anak-anak. Anak-anak yang semestinya masih menikmati masa bermain, tetapi harus melakukan hal-hal yang menjadi beban bagi mereka.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Para orangtua mesti memberi ruang dan waktu bagi anak-anak mereka untuk berkembang dengan lebih baik. Memaksakan kehendak kepada anak-anak hanya akan merugikan diri anak-anak itu sendiri. Biarlah anak-anak itu bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Untuk itu, orangtua mesti peka terhadap kemampuan atau talenta yang ada dalam diri anak-anak mereka. Talenta-talenta itu mesti ditemukan, agar anak-anak bertumbuh dan berkembang menuju arah yang lebih baik dan benar. Dengan demikian, mereka memiliki tujuan hidup yang lebih pasti.

Nah, setelah menemukan talenta-talenta yang ada dalam diri anak-anak itu, orangtua mesti memberikan motivasi. Orangtua memberi mereka rangsangan-rangsangan, sehingga talenta yang dimilik anak-anak itu berkembang menjadi lebih baik.

Tentu saja hal ini tidak mudah, karena banyak orangtua merasa bingung dengan talenta yang dimiliki anak-anak mereka. Bahkan ada orangtua yang tidak tahu sesungguhnya bakat atau kemampuan seperti apa yang dimiliki anak-anak mereka. Karena itu, para orangtua mesti berjuang keras untuk menemukan dan kemudian mengembangkan talenta yang ada dalam diri mereka. Dengan demikian, anak-anak memiliki tujuan hidup yang lebih baik. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1138

18 Agustus 2014

Mewujudkan Iman dalam Hidup yang Nyata

 

Apa yang akan Anda lakukan ketika tantangan dan rintangan menghadang Anda? Anda berhenti di tempat atau Anda berani menghadapinya?

Ada seorang perempuan sedang hamil tujuh bulan. Ia tetap bekerja seperti biasa. Ia seorang sopir taksi di Jakarta. Ia sedang mengandung anaknya yang keempat. Demi kelangsungan hidup, perempuan ini mesti bekerja dari jam 4 pagi hingga jam 12 malam. Karena jam kerjanya seperti itu, dia harus tidur di pool, malam libur baru pulang. Suatu pekerjaan yang tidak mudah bagi seorang perempuan yang sedang hamil. Tetapi ia mesti melakukannya demi keluarganya.

Tiga hari ia melakukan pekerjaan itu, satu hari libur. Saat libur itu, ia gunakan kesempatan itu untuk mengurus ketiga anak yang lain yang masih kecil-kecil. Sementara suaminya bekerja sebagai pengawas bangunan. Tuntutan hidup di Ibu Kota memaksa pasangan suami istri itu untuk bekerja. Mereka mesti membagi waktu untuk mengurus ketiga anak mereka.

Bekerja sebagai sopir taksi, tidak selalu mulus. Suatu ketika ia dirampok oleh penumpangnya. Uang hasil kerja hari itu ludes. Black Berry-nya pun lenyap dirampas oleh penumpangnya itu. Dalam kondisi seperti itu, ia pasrah. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melawan.

“Saya ingat anak-anak saya yang masih kecil-kecil. Kalau saya melawan lalu dibunuh, siapa yang akan memberi mereka makan?” kata ibu itu.

Di waktu yang lain, seorang penumpang mabuk hampir memperkosa dirinya. Untunglah ia cepat-cepat membawa taksinya ke tempat yang ramai. Begitu berhenti, ia langsung berteriak-teriak. Akibatnya, penumpang mabuk itu pun ditangkap polisi. Bagi perempuan itu, inilah tantangan hidup yang nyata. Ia mesti menghadapinya dengan penuh resiko.

Pengorbanan perempuan itu tidak sia-sia. Hasil keringatnya ia gunakan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Anak-anaknya boleh mengalami kasih sayang yang berlimpah. Mereka tidak perlu menderita kelaparan.

“Saya bahagia, meski saya mesti berkorban untuk keluarga saya. Kami hidup rukun dan damai,” katanya.

Sahabat, kebahagiaan itu diperoleh melalui korban. Dalam kehidupan keluarga, suami istri saling berkorban untuk saling memberikan kebahagiaan. Anak-anak akan terjamin hidupnya, ketika suami istri sungguh-sungguh menyadari tugas dan kewajiban mereka. Keluarga seperti ini hidup dalam realitas yang sesungguhnya.

Kisah nyata di atas mau mengatakan kepada kita bahwa korban yang dilakukan dengan penuh cinta kasih akan membawa sukacita dalam hidup. Apa pun yang dilakukan dengan terpaksa hanya menjadi beban dalam hidup ini. Perempuan itu menyadari betul resiko menjadi seorang sopir taksi di kota besar. Namun demi kasih sayangnya kepada keluarga, ia mampu melakukannya dengan penuh sukacita.

Orang beriman mesti berani menampakkan imannya dalam hidup sehari-hari. Iman itu mesti mewujud dalam pengorbanan diri demi kasih sayang yang mendalam kepada sesama yang paling dekat. Korban seperti ini biasanya membawa damai dan sukacita dalam hidup.

Untuk itu, orang beriman mesti berani menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Tantangan dan rintangan itu menjadi motivasi dalam menghayati iman dalam hidup sehari-hari. Hanya dengan berani berkorban, orang akan menemukan jati dirinya yang sesungguhnya dalam hidup yang nyata. Mari kita wujudkan iman dalam hidup sehari-hari dengan mengorbankan hidup kita demi kebahagiaan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1137

16 Agustus 2014

Menahan Diri terhadap Keinginan

Banyak orang lebih suka menuruti keinginan diri mereka. Akibatnya, mereka mengikuti apa saja yang mereka inginkan. Orang tidak bisa menahan diri berhadapan dengan berbagai godaan yang menghadang diri mereka. Tema permenungan kita malam ini adalah Menahan Diri terhadap Keinginan.

Sejak SMP, model dan artis film Laudya Cynthia Bella (25) senang berganti-ganti tas. Misalkan, hari Senin dia memilih tas A, Selasa ia membawa tas B. “Begitu Rabu, saya tidak mau lagi membawa tas A dan B. Harus ganti lagi. Mama saya sampai bingung,” katanya beberapa waktu lalu.

Kebiasaan itu berlanjut hingga kini. Dia senang mengoleksi tas dari berbagai model, warna dan merek. Alhasil, artis yang juga tampil di banyak sinetron ini sering lupa membawa barang penting, seperti dompet dan kartu ATM.

Artis yang tenar lewat sinetron Juragan Jengkol ini berkata, “Ganti tas berarti memindahkan semua barang yang ada ke tas lain. Nah, saat itulah beberapa barang sering ketinggalan.”

Meski sering alpa membawa barang penting, dia tidak kapok sering berganti tas. Bella yang juga tergabung dalam grup vocal Bukan Bintang Biasa ini berkisah, saat membeli tas, biasanya dia memilih warna dan model. “Paling tak tahan kalau ada tas lucu. Aduh…, bawaannya ingin beli lagi,” tandasnya.

Hanya saja, sekarang dia lebih mampu menahan diri untuk tidak selalu membeli tas baru. Bella yang juga bintang iklan ini berkata, “Sudah tobat, saya. Mungkin karena saya lebih dewasa sekarang, sehingga lebih bisa menahan hawa nafsu belanja tas.”

Sahabat, godaan selalu datang setiap saat kepada kita. Banyak orang tidak tahan berhadapan dengan godaan-godaan. Mereka akhirnya terjerumus ke dalam godaan-godaan itu. Akibatnya, dalam hidup ini mereka hanya menuruti godaan-godaan itu. Mereka tidak bisa mengelak lagi ketika berhadapan dengan godaan-godaan itu.

Kisah di atas memberi kita contoh untuk mampu mengendalikan diri kita dari godaan-godaan. Bella sadar bahwa kalau ia menuruti godaan untuk memiliki berbagai jenis tas, ia bisa tergantung terus-menerus pada keinginannya itu. Karena itu, ia mesti mengambil langkah untuk menghentikannya. Caranya adalah dengan menahan diri terhadap godaan itu. Ia berhasil mengendalikan keinginan dirinya.

Memang, tidak gampang orang mengendalikan kecenderungan dirinya. Banyak orang lebih suka menuruti keinginan hatinya. Mengapa? Karena keinginan hati itu terasa enak dan indah. Orang merasakan kenikmatan yang begitu dalam. Namun sebenarnya semua kenikmatan itu semu.

Orang beriman mesti berani keluar dari keinginan-keinginan semu. Orang beriman mesti mengejar kenikmatan yang tahan zaman, yaitu kenikmatan berada dalam kuasa dan naungan Tuhan. Ini tidak mudah, karena orang mesti mencari dan menemukan kehendak Tuhan bagi hidupnya. Banyak orang bingung tentang hal ini. Akibatnya, mereka lebih suka memilih yang mudah bagi hidup mereka. Mereka memilih untuk mengingkuti keinginan diri mereka.

Karena itu, kita mesti membuka hati kita bagi Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menemukan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1136

Demi Keselamatan Lingkungan, Ubah Gaya Hidup

 

Apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang terjadi secara massif di negeri ini? Anda cuek saja? Atau Anda mau berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dengan mengubah gaya hidup Anda?

Kampanye cinta lingkungan yang paling sering dilakukan Miss Earth 2013 Nita Sofiani (21) adalah hemat penggunaan kantong plastik. Setiap kali berbelanja, Nita akan menolak tas plastik dengan tegas. Untuk itulah, ke mana pun pergi, dia akan selalu membawa tas kain yang bisa dipakai berkali-kali.

Tentang kebiasaannya ini, ia berkata, “Aku mengajak orang lain untuk memakai tas ramah lingkungan saat berbelanja. Di media sosial, aku gencar mensosialisasikan tas ramah lingkungan. Kalau belanja, aku langsung menolak tas plastik dan mengeluarkan tasku. Dari situ kan, aku bisa memberikan contoh kepada orang lain,” kata Nita.

Sejak meraih gelar Miss Earth 2013, Nita juga gencar mengampanyekan cinta lingkungan ke sejumlah daerah. Nita yang pernah meraih gelar Miss Jabar 2011 ini berkata, “Kemarin baru pulang dari Kupang bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, pernah ke Pulau Tanjung Sauh (Kepulauan Riau) untuk melihat konservasi air, konservasi yang luar biasa.”

Akhir tahun lalu, Nita meraih tujuh penghargaan di ajang Miss Earth International yang di selenggarakan di Filipina. Beberapa penghargaan itu di antaranya Miss Friendship, Bronze Medal untuk kategori terbaik dan Top Best Talent.

Sahabat, bencana alam di musim penghujan ini sedang melanda negeri tercinta ini. Sampai-sampai ada stasiun TV yang memberi nama Negeri Bencana saat menyiarkan bencana-bencana yang sedang terjadi di negeri ini. Soalnya, mengapa mesti ada bencana? Tentu saja hal ini tidak lepas dari kebiasaan manusia dalam memperlakukan lingkungan hidup di mana mereka tinggal.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk berani ambil jalan berlawanan dengan kebiasaan salah dari banyak orang. Nita Sofiani berani memberi contoh dengan membatasi diri menggunakan bahan plastik yang mengganggu lingkungan hidup. Ia menyadari bahwa bahan plastik tidak hancur di dalam tanah. Mengurangi penggunaan plastiks berarti memberi kesempatan kepada tanah untuk memperbaiki dirinya. Lingkungan hidup di sekitar pun akan menjadi lebih baik.

Sering banyak orang tidak sadar akan hal ini. Banyak orang merasa cuek terhadap keselamatan lingkungan hidup. Baru ketika terjadi bencana alam orang mulai sadar akan ketidaknyaman hidup yang dialaminya. Namun meski begitu, orang tidak segera sadar akan situasi hidupnya. Orang tetap membuang sampah. Orang tetap menggunakan bahan-bahan dari plastik untuk kebutuhan hidupnya.

Yang dibutuhkan adalah kesadaran yang lebih tinggi akan kerusakan lingkungan hidup. Orang mesti membiasakan dirinya untuk menyelamatkan lingkungan hidup. Bukankah lingkungan hidup adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia? Mari kita mengubah gaya hidup kita dengan lebih mencintai lingkungan hidup. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1135

Menimba Semangat Baru dari Tuhan


 
Setiap orang membutuhkan semangat baru untuk meneruskan perjalanan hidupnya di dunia ini. Namun sering manusia berjuang sendiri untuk mencari dan menemukan semangat baru itu.

Aktris dan penyanyi Lea Michele (27) menikmati liburan Natal 2013 lalu setelah satu tahun penuh disibukan dengan berbagai kegiatan. Akhir-akhir ini, Michele gencar mempromosikan single terbarunya, “Cannonball”.

Tahun ini menjadi saat yang paling berat bagi Michele, karena kehilangan kekasih, Cory Monteith, yang tinggal di Vancouver, Kanada. “Setelah melewati pekan yang menakjubkan, kini saatnya mengisi kembali tenaga yang mulai habis, relaks, dan menghirup udara segar,” katanya.

Pada Natal yang lalu, Michele merayakannya bersama keluarganya di Los Angeles, Amerika Serikat. Aktris yang mengawali karirnya di panggung Broadway ini memuji orangtuanya yang menghibur saat dia kehilangan kekasih. Untuk itulah dia bertekad untuk memiliki semangat baru di tahun 2014.

“Ibu memberikan saya nasihat, ada satu kekuatan yang datang bersama kesedihan, suatu saat saya pasti menemukanya,” tutur Michele.

Setelah Liburan, Michele menyelesaikan persiapan peluncuran album perdananya, berjudul Louder. Album ini diluncurkan pada Maret 2014. Dia merasakan, kuatir dengan respons penggemarnya yang mengenal dirinya sebagai Rachel Berry dalam film Glee.

Ia berkata, “Meski kuatir. Saya tetap bersemangat. Selama ini, saya memerankan Rachel Berry, sehingga pengalaman bernyanyi ini sungguh menakjubkan. Biarkan semua orang tahu Michele yang sebenarnya.”

Sahabat, setiap orang memerlukan semangat baru bagi hidup ini. Ketika orang mengalami kelelahan dalam hidupnya, orang membutuhkan semangat baru. Tujuannya untuk mengalirkan energi ke dalam dirinya, agar tetap memiliki semangat untuk memperjuangkan hidup ini.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mencari cara-cara baru dalam mengatasi kehidupan kita yang kadang-kadang membosankan. Tentu saja tidak mudah, karena dibutuhkan kreativitas dalam menemukan semangat baru bagi hidup. Orang yang mampu menciptakan kreasi-kreasi baru akan selalu menemukan semangat baru bagi hidupnya.

Orang beriman menemukan semangat baru itu di dalam Tuhan. Tuhan mengalirkan rahmatNya kepada manusia. Tuhan memenuhi hidup manusia dengan semangat baru itu. Dengan demikian, manusia menemukan hidupnya selalu segar bersama Tuhan.

Persoalannya adalah manusia sering mau mencari dan menemukan sendiri semangat baru itu. Manusia merasa bahwa dirinya mampu menciptakan semangat baru itu. Padahal sebenarnya tidak mungkin manusia berusaha sendiri. Manusia mesti berjuang bersama Tuhan untuk menemukan semangat baru bagi hidupnya.

Mari kita mencari dan menemukan semangat baru bersama dengan Tuhan. Dengan demikian, hidup kita selalu diperbarui. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1134