Pages

Tampilkan postingan dengan label fokus tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fokus tugas. Tampilkan semua postingan

22 Agustus 2014

Tetap Fokus pada Apa yang sedang Dikerjakan



Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda mesti melakukan suatu pekerjaan? Anda fokus pada pekerjaan itu? Atau Anda mudah meninggalkannya?

Penyanyi, pemain film, dan comedian Kemal Palevi (25) belakangan ini memilih untuk fokus pada seni peran dan film layar lebar saja. Dia ingin lebih serius dalam menekuni akting dan menjiwai setiap perannya. Kemal telah menyelesaikan tiga film, tetapi baru dua yang diputar di bioskop-bioskop, yakni Crazy love dan Comic 8.

Vokalis band Three Years Waiting ini mengaku enggan menerima tawaran membintangi belasan Film Televise (FTV), apalagi yang pengambilan gambarnya di luar kota.

Beberapa lalu ketika berada di Yogya, ia berkata, “Saya belum mempersiapkan diri untuk shooting FTV yang persiapannya hanya beberapa hari. Ini berbeda dengan film layar lebar yang didahului dengan berbagai persiapan.”

Adapun pengambilan gambar untuk film terbaru atau film ketiganya itu menurut rencana dilakukan di Jakarta dan Dubai pada Januari lalu. Rupanya pengambilan gambarnya batal dilaksanakan di Dubai. Ia berkata, “Tetapi karena tidak dapat Visa, shooting di Dubai batal hingga seluruh pengambilan gambar dilakukan di Jakarta.”

Tentang kepergiannya ke Ygyakarta, Kemal bercerita, ini berkaitan dengan promosi film Comic 8 yang juga dibintangi beberapa comedian jebolan Stand Up Comedy Indonesia, pelawak senior Indro Warkop, dan Nirina Zubir.

Dalam film itu, Kemal memerankan satu dari delapan pemuda yang menjadi penjahat. Mereka merupakan komplotan perampok bank. Ia berkata, “Saya di Yogya hanya sehari, pagi sampai di Yogya dan malam balik ke Jakarta.”

Sahabat, banyak orang mengandalkan kerja serabutan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Bahkan ada yang mesti bekerja hingga dua puluh jam sehari. Mereka merasa, dengan melakukan pekerjaan seperti itu, mereka akan menggapai hasil yang berlimpah-limpah. Namun sebenarnya tidak demikian. Tubuh manusia memiliki keterbatasan.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Fokus akan membantu kita untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu. Fokus membantu kita untuk menjadi orang-orang yang professional dalam mengerjakan sesuatu. Tidak serabutan. Tidak seperti kutu loncat yang lompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Untuk itu, yang dibutuhkan adalah kita berusaha setia pada apa yang sedang kita lakukan. Kesetiaan itu membantu kita untuk fokus pada apa yang sedang kita tekuni. Orang yang mudah meninggalkan pekerjaannya dan memulai suatu pekerjaan yang baru sering mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Fokus juga berarti kita tidak mudah untuk mendua hati. Memang, orang boleh saja memiliki lebih dari satu pekerjaan. Tetapi yang penting adalah orang fokus pada apa yang sedang dilakukan itu. Orang tidak mudah bosan dengan pekerjaannya itu.

Mari kita berusaha untuk selalu fokuss pada apa yang sedang kita kerjakan. Dengan demikian, kita menunjukkan kesetiaan kita kepada apa yang sedang kita kerjakan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

30 September 2010

Belajar untuk Fokus pada Tugas





Suatu hari seorang majikan menghukum bawahannya. Soalnya adalah bawahannya tidak melaksanakan tugasnya dengan cermat. Sudah berkali-kali ia memberi tahu bawahannya itu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun tetap saja bawahannya itu tidak dapat melaksanakannya. Padahal tugas yang harus dilaksanakannya termasuk tugas yang sangat penting.

Karena itu, sang majikan menjadi bingung. Sang majikan terpaksa mengambil tindakan dengan menghukum bawahannya itu. Tujuannya agar bawahannya dapat mengarahkan perhatiannya pada tugasnya. Ia mesti fokus pada pekerjaannya. Tidak boleh lagi melakukan kesalahan untuk suatu pekerjaan yang sangat penting.

Hasilnya? Setelah menjalani hukuman itu, bawahan itu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia lebih bertanggung jawab atas apa yang menjadi tugasnya. Ia lebih fokus pada pekerjaannya. Hatinya tidak lagi tertuju pada hal-hal lain. Ia bertumbuh menjadi bawahan yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas tugas-tugasnya. Yang senang bukan hanya majikannya. Namun ternyata ia juga menemukan kebahagiaan dalam melaksanakan tugasnya.

Sahabat, banyak orang kurang fokus pada tugas dan pekerjaannya. Akibatnya, pekerjaan dapat terbengkalai. Pekerjaan yang semestinya diselesaikan dalam waktu yang singkat, akhirnya mesti diselesaikan dalam waktu yang panjang dan lama. Orang akhirnya tergesa-gesa menyelesaikannya. Hasilnya tidak maksimal.

Apa yang mesti dilakukan? Mungkin kita mesti menghukum diri kita sendiri. Dengan demikian, kita dapat memusatkan perhatian kita pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.

Soalnya adalah banyak orang ingin memanjakan dirinya. Padahal mereka selalu menginginkan hasil yang maksimal dalam pekerjaan mereka. Mereka ingin sukses dalam hidup mereka. Karena itu, orang mesti berani mempertarungkan segala kemampuannya untuk meraih keinginannya. Termasuk berani memberikan hukuman atas dirinya.

Sebagai orang beriman, kita mesti berusaha untuk fokus pada apa yang kita lakukan. Mengapa? Karena pekerjaan yang kita miliki itu pemberian dari Tuhan. Hidup kita ini dipenuhi dengan rahmat demi rahmat yang mesti menjadi bagian yang memberi semangat bagi hidup kita. Kalau kita tidak menyadari bahwa apa yang kita miliki itu pemberian dari Tuhan, kita akan kurang menghargainya.

Karena itu, mari kita belajar untuk terus-menerus memusatkan perhatian kita pada tugas-tugas kita. Kalau kita melaksanakannya dengan baik, kita akan diberi tanggung jawab yang lebih besar. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

514