Pages

Tampilkan postingan dengan label hidup baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup baik. Tampilkan semua postingan

11 Mei 2010

Berusaha Hidup baik di Hadapan Tuhan






Seorang pelukis keliling berhenti di suatu kota kecil sambil berharap akan memperoleh pekerjaan untuk hari itu. Salah seorang kliennya terkenal sebagai seorang pemabuk di kota itu. Dia kotor. Janggutnya semrawut. Pakaiannya sangat kumal.

Begitu melihat pelukis keliling itu, dia duduk di depan pelukis itu. Dia meminta untuk dilukis sesuai dengan segala gaya yang dia inginkan. Kadang-kadang ia memiringkan kepalanya sambil tersenyum. Kadang-kadang ia berjongkok dan berkacak pinggang. Sementara pelukis itu terus melukisnya.

Setelah jadi, ia menyerahkan lukisan itu kepada pemabuk itu. Setelah beberapa lama mengamati lukisan itu, ia berteriak, “Ini bukan saya!”

Soalnya, hasil lukisan itu sangat berbeda dengan kondisi wajahnya saat itu. Wajah pemabuk di lukisan itu sangat rapih. Karena itu, ia protes. Tidak biasanya ia tampil rapih seperti di lukisan itu.

Pelukis itu berkata kepadanya, “Pak, itu wajah bapak yang sebenarnya. Apa yang bapak ekspresikan selama ini hanyalah pelampiasan dari kondisi hidup bapak.”

Pemabuk itu berkata dengan sangat heran, “Apa? Ini kondisi hidup saya yang seharusnya? Tetapi tidak ada yang mau peduli terhadap hidup saya. Istri saya selalu melecehkan saya. Dia acuh tak acuh terhadap saya.”

Pelukis itu memandang wajah pemabuk itu dalam-dalam. Ia menyaksikan sinar mata yang begitu jujur dari pemabuk itu. Lalu ia berkata, “Kalau bapak ingin orang lain peduli terhadap bapak, bapak semestinya peduli terhadap diri sendiri.”

Pemabuk itu langsung memeluk pelukis itu. Ia menangis sejadi-jadinya. Beberapa saat kemudian, ia berkata, “Saya mau jadi seperti lukisan wajah saya ini.” Ia pun memeluk erat lukisan itu di dadanya.

Banyak persoalan hidup yang kita hadapi semestinya tidak membuat kita frustrasi. Masih ada begitu banyak jalan dan cara bagi kita untuk menghadapi setiap persoalan hidup kita. Frustrasi hanya akan membuat hidup kita semakin suram. Karena itu, orang mesti menghadapi setiap persoalan hidupnya dengan siasat-siasat yang baik.

Sebagai orang beriman, kita mesti tetap berpegang teguh pada iman kita akan Tuhan. Tuhan telah mempercayakan hidup ini kepada kita untuk kita kembangkan. Untuk itu, orang mesti senantiasa mengembangkan hidupnya. Inilah bagian dari iman. Orang yang membiarkan kemampuan dan bakat-bakatnya tidak dikembangkan sebenarnya memiliki iman yang dangkal. Ada sedikit persoalan datang menghadang, dia sudah takut, cemas lalu lari dari hadapan Tuhan.

Mari kita kuatkan hidup kita. Mari kita berserah diri kepada Tuhan dengan hidup baik di hadapanNya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com
374

Bagikan

07 Desember 2009

Tuhan Mau Mengampuni Kesalahan Manusia

Suatu hari seorang pastor terkejut melihat seorang perempuan memasuki rumahnya. Perempuan itu membawa sejumlah pasir yang masih basah oleh air laut. Ia bertanya, “Tahukah pastor apa ini? Tahukah pastor mengapa saya membawa pasir ini ke sini?”

Pastor itu menggelengkan kepalanya. Ia tidak tahu maksudnya. Ia menatap perempuan dengan pasir di tangannya itu dalam bingung dan diam.

Lantas perempuan itu menjawab sendiri pertanyaannya, “Inilah dosa-dosa saya. Dosa-dosa saya tidak terhitung banyaknya seperti pasir di laut. Bagaimana saya bisa memperoleh pengampunan bagi semua dosa saya?”

Setelah tahu maksudnya, pastor itu tersenyum. Lalu ia berkata, “Sekarang, kembalikan pasir-pasir itu ke pantai. Buatlah gundukan. Lalu duduk dan lihatlah bagaimana ombak datang dan mengikis habis gundukan itu perlahan-lahan tapi pasti. Itulah cara kerjanya pengampunan Tuhan. Belas kasihNYa seluas lautan. Menyesalah sungguh-sungguh, maka Tuhan akan mengampuni engkau.”

Perempuan itu terharu mendengar penjelasan pastor. Ternyata belas kasih Tuhan begitu luar biasa. Dia mengampuni dosa umatNya betapa pun banyak dan besarnya dosa manusia itu.

Ada banyak orang yang merasa bahwa Tuhan akan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada orang yang melakukan banyak dosa. Mereka beranggapan bahwa Tuhan itu sebagai seorang hakim yang kejam yang selalu menjebloskan para penjahat ke dalam penjara. Karena itu, orang merasa sangat takut kepada Tuhan. Orang yang berdosa tidak berani dekat dengan Tuhan.

Kisah tadi menunjukkan bahwa anggapan seperti itu tidak benar. Ternyata Tuhan begitu baik. Tuhan lebih suka mengampuni daripada menghukum mereka yang bersalah. Tuhan lebih suka memberikan jalan keluar bagi para pendosa daripada menutup belas kasihanNya terhadap orang yang berdosa. Bagi Tuhan, lebih baik satu orang berdosa yang bertobat daripada seribu orang yang menganggap dirinya baik dan suci.

Namun Tuhan juga menuntut dari setiap orang hati yang mau kembali kepadaNya. Rahmat pengampunan baru memiliki daya guna yang kuat, ketika orang yang berdosa mengungkapkan pertobatannya dalam hidup yang nyata. Pertobatan itu tidak hanya kata-kata di mulut. Pertobatan itu mesti ditunjukkan dalam perbuatan sehari-hari. Nah, kalau ini terjadi, maka pengampunan dari Tuhan dapat terwujud dengan baik.

Mari kita hidup baik di hadapan Tuhan dan sesama. Mari kita saling mengampuni, karena Tuhan senantiasa mengampuni dosa-dosa yang kita perbuat. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

253

Bagikan