Pages

Tampilkan postingan dengan label kritis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kritis. Tampilkan semua postingan

16 November 2013

Kritis untuk Hidup Lebih Baik

 
Apa yang terjadi ketika Anda mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan? Pasti Anda akan mengalami ketidakseimbangan dalam hidup ini.

Artis Sienna Miller (30) kuatir dengan berbagai macam obat yang diresepkan dokter di Los Angeles, Amerika Serikat. Dia merasa mendapat resep obat dengan kadar zat adiktif yang tinggi untuk membunuh rasa sakit, yang tidak dibutuhkan oleh dirinya.

Kepada majalah Vogue, Miller mengatakan, semua orang di Los Angeles kecanduan obat-obatan karena sering diresepkan dokter. Bahkan, beberapa artis terkenal yang kecanduan obat penghilang rasa sakit, seperti Steven Tyler dan Gerard Butler, harus masuk ke tempat rehabilitasi.

”Aku sudah diberi resep obat Vicodin, dikatakan untuk menghilangkan rasa sakit. Padahal, aku benar-benar tidak membutuhkannya. Ini benar-benar resep heroin yang bisa membuat kecanduan,” kata Sienna.

Sahabat, setiap orang tentu ingin sehat. Tidak ada orang yang ingin sakit. Ketika orang mengalami sakit, orang cepat-cepat pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Orang kemudian diberi obat sesuai dengan penyakitnya. Namun orang juga mesti kritis berkenaan dengan obat yang diberikan kepadanya. Orang tidak bisa begitu saja mengkonsumsi obat-obat dengan dosis tinggi.

Pengalaman Artis Sienna Miller menjadi contoh bagi kita untuk tetap hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan. Ia kritis. Ia mampu membaca situasi dirinya. Ia juga belajar dari pengalaman-pengalaman orang-orang lain. Yang ia jaga adalah keselamatan dirinya. Ia sungguh-sungguh mencintai kehidupan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mesti kritis. Mengapa? Karena pengetahuan kita yang terbatas dapat memicu kita untuk mengikuti apa saja resep obat yang diberikan kepada kita. Kita mengkonsumsinya tanpa memikirkan dampak negatif dari obat-obat kimia itu. Setiap obat kimia memiliki efek samping. Bisa saja efek samping itu bereaksi dalam waktu yang singkat. Tetapi bisa saja bereaksi dalam waktu yang panjang.

Yang kita inginkan adalah kita mempertahankan hidup ini selama mungkin. Tuhan telah memberi kita kesempatan untuk hidup. Karena itu, kita ingin menjalani hidup ini dengan baik dan sehat. Sikap kritis dalam mengkonsumsi obat-obatan menjadi hal yang penting bagi kita. Hanya dengan hidup sehat, kita mampu mengarahkan hidup ini untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Mari kita perjuangkan hidup ini. Dengan demikian, hidup ini memiliki makna yang mendalam. Kita boleh mengalami damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Majalah FIAT

981

08 Agustus 2011

Cermat dan Kritis terhadap Tawaran si Jahat


Ada seorang pemuda yang membenci dirinya sendiri. Pasalnya, ia merasa hidupnya tidak pantas. Ia mengaku selalu jatuh ke dalam dosa yang berat. Ia sudah berjuang habis-habisan untuk melawan dosa-dosanya itu. Namun ia merasa tidak mampu. Sebelum tidur malam, ia sudah berjanji untukk tidak lagi melakukan dosa keesokan harinya. Namun ia masih melakukan dosa yang mengganggu pikirannya.

Karena itu, pemuda itu merasa lebih baik ia mengakhiri hidupnya. Ia merasa tidak kuat menghadapi godaan-godaan. Ia ingin hidup suci, tetapi godaan-godaan untuk melakukan dosa selalu menghantui dirinya. Ia ingin hubungannya dengan Tuhan dan sesama selalu harmonis. Namun yang ia jumpai adalah ia semakin jauh dari Tuhan. Dosa-dosa yang ia lakukan itu membuat relasinya dengan Tuhan dan sesama selalu buruk.

Keputusannya adalah ia membenci dirinya sendiri. Ia merasa bahwa hasrat dirinya untuk melakukan dosa selalu mengalahkan kehendak baiknya. Namun suatu ketika ia disadarkan oleh seorang yang suci. Orang suci itu mengatakan kepadanya bahwa ia tidak perlu membenci dirinya sendiri. Justru ketika ia membenci dirinya itu, ia akan gagal dalam usaha untuk keluar dari dosa-dosanya. Yang mesti ia lakukan adalah menciptakan situasi untuk mencintai dirinya sendiri.

Sahabat, kita hidup dalam dunia yang menggoda kita untuk mengikuti kemauan-kemauan si jahat. Si jahat selalu menawarkan hal-hal yang seolah-olah baik untuk diri kita. Si jahat menawarkan orang untuk meraih kekayaan dalam waktu yang singkat dengan cara yang tidak halal. Si jahat selalu berusaha membuka mata kita untuk menerima dan menghidupi tawarannya. Kalau kita tidak cermat dan kritis, kita dengan gampang akan mengikutinya.

Karena itu, seorang beriman dituntut memiliki hati nurani yang jernih. Artinya, orang beriman selalu cermat dan kritis ketika berhadapan dengan suatu godaan. Orang beriman tidak mudah menyerah terhadap setiap bentuk godaan dari si jahat. Mengapa? Karena apa yang ditawarkan si jahat itu hanya bersifat semu. Apa yang ditawarkan oleh si jahat itu hanya memberikan kebahagiaan sesaat saja. Yang ditawarkan si jahat itu hanya akan menghancurkan hidup kita.

Kita saksikan begitu banyak orang menderita, karena mengikuti tawaran-tawaran si jahat. Orang yang mau menjadi kaya dalam waktu yang singkat kemudian merampok harta kekayaan orang lain dengan kasar. Bahkan orang mengorbankan hidup sesamanya hanya demi kekayaan.

Atau ada orang yang merampas uang rakyat dengan tindakan korupsi. Tindakan korupsi itu dosa yang selalu menghantui dirinya. Akibatnya, ia tidak tenang dalam hidupnya. Ia berusaha untuk menghindar, namun tidak bisa. Sampai suatu saat ia dihadapkan ke pengadilan atas tindakan korupsi itu. Ia akan mengalami hidup yang menderita, kalau ia divonis bersalah. Si jahat telah membawa dirinya kepada kehancuran.

Karena itu, mari kita cermat dan kritis terhadap tawaran-tawaran si jahat. Dengan demikian, hidup kita menjadi damai dan tenteram. Kita dapat bersukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales, SCJ


752