Pages

Tampilkan postingan dengan label melakukan sesuatu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melakukan sesuatu. Tampilkan semua postingan

15 November 2011

Segera Mulai Lakukan Sesuatu

Anda punya masalah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan? Mengapa Anda punya masalah? Ada banyak alasan tentunya. Namun satu hal yang mesti Anda perhatikan adalah Anda mesti berani mulai untuk menyelesaikan masalah Anda.

Selama bertahun-tahun seorang petani tua terpaksa membajak di sekeliling sebuah batu besar di salah satu petak sawahnya. Batu itu telah mematahkan beberapa mata bajak dan sebuah cangkul miliknya. Semakin hari, batu itu makin menyusahkan petani itu.

Suatu hari, setelah mata bajaknya kembali patah dan teringat akan berbagai kesulitan yang telah ditimbulkan batu itu, akhirnya ia memutuskan melakukan sesuatu. Ia menancapkan linggis ke dasar batu itu. Betapa terkejutnya dia karena ternyata tebal batu itu hanya sekitar 30 cm.

Dengan menggunakan palu besar, batu itu pun dihancurkannya. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, petani itu tersenyum. Ia malu pada dirinya sendiri. “Seharusnya saya dapat mengatasi batu ini sejak pertama kali saya temukan batu ini. Kalau itu terjadi, saya tidak perlu bersusah-susah sampai bertahun-tahun,” katanya.

Sahabat, banyak orang suka menunda-nunda untuk melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi hidupnya dan sesamanya. Akibatnya, mereka sering mengalami kesulitan dalam hidup ini. Beban semakin berat, karena tumpukan pekerjaan atau masalah yang tidak pernah diselesaikan.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kita tidak perlu menunda-nunda untuk menyelesaikan suatu masalah. Kalau kita menunda, bayarannya akan lebih besar. Resiko yang diakibatkannya itu akan lebih besar. Petani itu telah membuang banyak waktu, pikiran dan alat-alat pertaniannya. Ia tidak berani mengambil langkah sejak awal. Ia menunda-nunda. Ketika ia berani mengambil tindakan, ternyata ia menemukan kemudahan dalam menyeleksaikan persoalannya.

“Tragedi kehidupan terjadi adalah bukan karena hidup berakhir sedemikian cepat, tetapi karena kita menunggu demikian lama untuk memulainya,” kata seorang bijaksana.

Betul! Kita tidak akan pernah tahu, kalau kita tidak pernah memulai. Kalau kita tidak pernah memulai, lalu kapan kita akan menyelesaikan, apalagi menikmatinya?

Luka yang ada di kaki kita akan segera sembuh, kalau kita segera mengobatinya. Tetapi kalau kita biarkan saja dengan mengatakan nanti juga sembuh, kita mesti siap-siap untuk menderita lebih lama. Keadaan tidak selalu baik. Orang yang menunda bertindak sampai semua faktor mendukung, sebenarnya tidak akan mengerjakan apa pun. Penundaan tidak akan pernah menyelesaikan suatu masalah.

Orang beriman senantiasa punya iman dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Karena itu, orang mesti berani mengambil tindakan yang cepat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau suatu masalah yang dihadapi. Dengan demikian, orang tidak perlu menimbun pekerjaan atau masalah dalam hidupnya. “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai” kata seorang bijak (Pkh. 11:4).

Jangan pernah menunda apa yang seharusnya kita lakukan hari ini. Jangan sampai bahwa pada akhirnya yang datang hanyalah penyesalan tiada akhir. Anda tidak perlu menunggu berhasil untuk melakukan sesuatu, sebab Anda tidak akan berhasil, jika tidak mulai melakukan sesuatu. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

12 September 2010

Melakukan Sesuatu dengan Penuh Perhitungan



Februari 1657 sebuah upacara kecil diadakan di kota Tokyo, Jepang, untuk menolak malapetaka. Dalam upacara kecil itu, seorang pendeta berusaha untuk membakar selembar kimono yang dianggap membawa sial. Pasalnya, kimono tersebut pernah dimiliki oleh tiga gadis yang meninggal dunia sebelum memakainya. Karena itu, kimono tersebut dianggap memiliki kekuatan gaib yang mematikan.

Saat pendeta tersebut membakar kimono gaib itu, tiba-tiba angin berhembus sangat kencang. Api mulai menjalar ke mana-mana. Pertama-tama api tersebut membakar kuil tempat upacara tersebut.

Tidak berhenti di situ. Api tersebut menyebar membakar hampir tiga perempat kota Tokyo. Tercatat 300 kuil terbakar, 500 bangunan, 9000 toko dan 61 jempatan hangus dilalap si jago merah. Korban yang jatuh dalam kebakaran tersebut berjumlah 100 ribu jiwa. Luar biasa. Yang disalahkan adalah kimono yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Padahal sesungguhnya manusia kehilangan kebijaksanaannya. Manusia ceroboh dalam hidupnya.

Hal yang kecil bisa menjadi sesuatu yang menghancurkan kehidupan manusia. Sering orang kurang perhitungan. Asal mau melakukan sesuatu, orang melakukannya dengan gegabah. Orang tidak hati-hati dalam melakukan suatu perbuatan.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa tidak selamanya maksud baik itu akan menghasilkan sesuatu yang baik. Orang mesti membuat banyak perhitungan, ketika ingin melakukan sesuatu. Orang mesti menemukan cara-cara yang efektif, ketika memulai suatu pekerjaan. Tidak asal tubruk sana tubruk sini.

Orang beriman itu orang yang menggunakan akal sehatnya dalam membangun hidupnya. Orang tidak hanya menggunakan perasaan-perasaannya. Orang tidak hanya menggunakan prasangka-prasangka dalam menentukan tujuan hidup dan apa yang mau dilakukannya. Kalau orang dapat mengerjakan hal-hal yang baik dengan perhitungan yang cermat, orang akan menemukan kesuksesan dalam hidupnya.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa melakukan hal-hal yang besar dengan penuh perhitungan. Mengapa? Hanya dengan cara seperti itu, orang akan berhasil dalam hidupnya. Orang tidak akan tertimpa oleh suatu kemalangan dalam hidupnya. Untuk itu, kita mesti membuang setiap tahayul yang mengganggu kehidupan kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

495