Pages

Tampilkan postingan dengan label meraih sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meraih sukses. Tampilkan semua postingan

21 September 2014

Memiliki Strategi untuk Meraih Sukses

 


Apa yang Anda lakukan untuk meraih kesuksesan yang gilang-gemilang? Saya yakin, Anda akan membuat strategi-strategi yang jitu untuk meraih impian Anda.

Tontowi dan Liliyana Natzir berjaya di All England dengan merebut gelar ganda campuran kejuaraan bulutangkis. Piala kali ini untuk ketiga kali, setelah mereka merebutnya tahun 2012 dan 2013 lalu. Ganda campuran Nomor 2 di dunia ini berhasil menaklukkan peringkat pertama dunia, yaitu Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China.

Selain hattrick di All England, Tontowi/Liliyana juga mencetak hattrick di turnamen India Open Super Series 2011, 2012 dan 2013 serta turnamen Macau Open Grand Prix Gold tahun 2010, 2011 dan 2012.

Tentang kemenangan ini, Liliyana berkata, “Pastinya senang dan bangga bisa hat-trick di All England. Ini tidak mudah. All England adalah turnamen bergengsi dan bersejarah. Tiga gelar berturut-turut di All England adalah hasil yang luar biasa.”

Pasangan ini mempersembahkan sesuatu yang sangat berharga bagi bangsa dan Negara. Mereka berjuang habis-habisan demi sebuah prestasi yang membanggakan bangsa ini. Tantowi Ahmad berkata, “"Saya tidak bisa berkata-kata, yang pasti kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak seperti pelatih, rekan-rekan ganda campuran di pelatnas, orangtua dan keluarga.”

Tontowi/Liliyana tampil memukau pada partai final itu. Pasangan rangking dua dunia ini langsung bermain menekan dari awal pertandingan. Tentang hal ini, Liliyana berkata, “Kami langsung in dari awal game pertama. Sehingga lawan tidak bisa mengembangkan permainan. Biasanya kami kalau bertemu Zhang/Zhao sering berakhir rubber game. Tetapi dua kali bertemu di final All England, kami bisa menang straight game.”

Sahabat, sebuah pujian tentu kita alamatkan kepada Tantowi dan Liliyana. Mereka telah mengorbankan hidup mereka demi meraih prestasi yang tinggi bagi negeri ini. Saat banyak atlet mengalami kesulitan untuk berprestasi, mereka membuktikan kerja keras mereka dengan meraih juara.

Tidak gampang seseorang meraih sukses di bawah tekanan yang besar. Tentu saja orang mesti menyiapkan segala kekuatan dan tenaga untuk meraih kesuksesan itu. Berkorban menjadi satu-satunya pilihan untuk meraih sukses yang gilang-gemilang itu. Tantowi dan Liliyana sudah membuktikan hal ini. Ketika mereka mesti berkorban, mereka meraih kesuksesan. Padahal mereka mesti menghadapi sejumlah pemain yang juga hebat.

Sayang, banyak orang merasa bahwa sukses itu diraih dengan bermalas-malasan. Banyak orang bermimpi untuk hidup damai dan tenteram, namun mereka tidak mengusahakannya. Akibatnya, yang didapat justru sebaliknya. Yang didapat adalah percekcokan yang terus-menerus terjadi.

Orang beriman mesti berani meninggalkan mimpi-mimpi indahnya tentang kehidupan yang lebih baik. Orang beriman menggantinya dengan perjuangan keras dalam membangun hidup yang lebih baik. Hanya dengan usaha keras, orang meraih kesuksesan dalam hidup.

Mari kita brani berkorban untuk meraih hidup yang lebih baik. Dengan demikian, hidup ini memiliki makna yang mendalam. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1151

13 September 2014

Berjuang Tanpa Kenal Lelah demi Meraih Sukses



Apa yang akan Anda lakukan, ketika perjuangan hidup Anda terasa hampa? Anda putus asa? Atau Anda tetap berjuang untuk keluar dari kehampaan hidup Anda?

Para pebulutangkis Indonesia menutup pagelaran All England Super Series Premier 2014, pada Minggu (9/3), di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris, dengan merebut gelar juara. Trofi di kejuaraan tertua dan bergengsi di dunia itu datang dari Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Unggulan pertama ganda putra itu menaklukkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, 21-19, 21-19.

Bagi Hendra dan Ahsann gelar itu adalah gelar pertama mereka di All England. Mereka sekaligus mengakhiri 10 tahun paceklik gelar ganda putra di kejuaraan tersebut. Sebelumnya, ganda putra Indonesia yang terakhir menjadi juara di Birmingham adalah Sigit Budiarto dan Candra Wijaya pada 2003.

"Kami senang sekali bisa memenangkan gelar juara All England, tetapi kami tak mau berpuas diri. Masih banyak tugas kami di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” kata Mohamad Ahsan.

Hendra mengaku, mereka sempat tegang saat bermain di final itu. Namun semangat pantang menyerah membuat mereka berhasil mengatasi lawan. “Pasangan Jepang bermain bagus. Mereka memiliki pertahanan yang solid dan tidak gampang mati. Pelatih banyak memberikan masukan kepada kami selama pertandingan final. Mereka mengingatkan kami untuk selalu siap,” tutur Hendra yang seorang Katolik ini.

Untuk merebut gelar itu, pasangan Indonesia itu mesti bekerja keras. Mereka mesti punya strategi yang jitu untuk menaklukan para penantang mereka. “Kami juga punya keyakinan bisa memenangkan gelar ini. Kami sudah berjuang habis-habisan. Kami juga sudah melakukan persiapan selama sebulan lebih,” kata Hendra Setiawan.

Sahabat, perjuangan yang keras pantaslah mendapatkan hasil. Namun perjuangan itu tumbuh melalui suatu proses. Kemenangan tidak tiba-tiba datang. Orang mesti menjalani dalam suatu proses yang berlangsung terus-menerus. Tentu saja dalam perjalanan menuju sukses itu, orang menghadapi berbagai rintangan dan tantangan.

Kisah kesuksesan Hendra dan Ahsan di kejuaran bulutangkis All England memberi kita inspirasi untuk tetap memiliki kesabaran dalam meraih kesuksesan. Sering banyak orang tidak sabar saat berjuang meraih kesuksesan dalam hidup mereka. Akibatnya, mereka mengambil jalan pintas. Mereka tidak mau berjuang dengan usaha yang lebih keras.

Misalnya, mereka pergi ke dukun untuk meramalkan hal-hal yang dirasa akan didapat dengan segera. Mereka mempersembahkan apa yang mereka miliki untuk mendapatkan yang lebih besar lagi. Atau ada yang mumpung punya jabatan lantas menyalahgunakan jabatan itu. Caranya adalah memanipulasi data untuk mendapatkan keuntungan yang banyak.

Tentu saja perbuatan seperti itu hanya memberikan kebahagiaan sesaat. Orang merasa memiliki apa yang diperoleh dengan tidak halal itu. Namun setelah itu hati nurani orang akan selalu terganggu. Ada sesuatu yang selalu mengejarnya dalam perjalanan hidup ini. Orang merasa takut sendiri.

Orang beriman senantiasa berjuang bersama Tuhan. Orang beriman tanpa kenal lelah dalam berusaha keras. Untuk itu, orang mesti berani mempertaruhkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Bekerja tanpa rahmat Tuhan orang tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi hidupnya. Mari kita berjuang bersama Tuhan untuk meraih kesuksesan hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT
1150

14 Juni 2012

Berusaha Bersama Tuhan Menuju Sukses


Apa yang akan Anda lakukan kalau Anda mengalami hidup yang kurang menyenangkan? Anda menyerah begitu saja? Atau Anda berusaha untuk mengatasinya?

Ada seorang bayi wanita lahir normal pada tanggal 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama, Amerika serikat. Tetapi ketika bayi tersebut berusia 19 bulan, dia terserang penyakit misterius yang menyebabkan dia buta dan tuli. Orangtuanya panik dan bingung dengan cacat fisik yang dialami oleh anak mereka. Ketika berusia tujuh tahun, anak tersebut cenderung bertingkah laku liar.

Tetapi sejarah mencacat, anak tersebut kelak menjadi seorang yang terkenal. Dia berhasil memperoleh penghargaan dari beberapa lembaga seperti Honorary University Degrees Women's Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award.

Anak tersebut bernama Helen Adams Keller. Perubahan hidup yang sangat penting dalam diri Helen Keller dapat terjadi karena sikap pengasuhnya bernama: Johanna (Anne) Mansfeld Sullivan Macy. Pengasuh ini begitu setia dan penuh kasih dalam mendidik Helen Keller.

Melalui Anne, pengasuhnya itu, Helen Keller dapat mengenal dunia dan makna kehidupan ini. Akhirnya Helen Keller dapat belajar dan menguasai 4 bahasa, yaitu Perancis, Jerman, Yunani dan Latin lewat huruf Braille. Juga Helen Keller akhirnya berhasil lulus dari Radsliffe College yang merupakan cabang Universitas Harvard untuk kaum wanita dengan predikat “magna cum laude”. Dengan kecakapannya tersebut, Helen Keller dapat mengkomunikasikan berbagai pikiran, dedikasi dan kehidupannya kepada dunia. Kisah hidupnya yang difilmkan berhasil meraih dua piala Oscar.

Sejarah mencatat bahwa seorang wanita bernama Helen Keller dapat berhasil memperoleh berbagai penghargaan yang luar biasa, walaupun dia buta dan tuli.

Sahabat, suatu keberhasilan selalu dilalui dengan usaha keras. Orang tidak bisa mencapai keberhasilan dengan santai-santai saja. Orang mesti merencanakan dengan baik, sehingga orang mampu meraih keberhasilan dalam hidupnya. Untuk itu, dibutuhkan juga ketekunan dalam usaha-usaha itu.

Kisah sukses Helen Keller menjadi suatu contoh betapa usaha yang keras mampu membawa seseorang meraih impiannya. Tentu saja Helen Keller berkali-kali mengalami kegagalan dalam usaha-usahanya. Namun berkat ketekunan itu, ia mampu belajar dengan baik. Ia berhasil menguasai empat bahasa. Ia mampu melewati cacat fisiknya berkat pendampingan yang sangat baik dari pengasuhnya.

Orang beriman adalah orang yang senantiasa bertahan dalam usaha-usahanya untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, orang beriman mesti berjuang bersama Tuhan. Kadang orang beriman lupa akan Tuhan. Orang beriman mau bekerja sendiri tanpa bantuan Tuhan. Tentu saja hal ini akan membuat manusia mengalami kegalauan dalam hidupnya. Manusia akan berjalan tanpa arah.

Karena itu, penyerahan diri kepada Tuhan menjadi hal yang sangat penting dalam hidup manusia. Menyerahkan diri kepada Tuhan berarti manusia mau berusaha bersama Tuhan. Manusia beriman mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Mari kita terus-menerus mengandalkan Tuhan, agar hidup kita menjadi lebih bermakna. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

905

25 Mei 2012

Membuka Diri bagi Sesama untuk Meraih Sukses

Apa yang Anda lakukan untuk meraih sukses dalam hidup Anda? Anda berjuang sendirian? Atau Anda mau membuka diri terhadap sesama Anda untuk meraih sukses itu?

Usianya baru saja menginjak 28 tahun pada 14 Maret 2011. Namun jiwa entrepreneur yang tinggi dan komitmennya pada pengembangan daerah sudah mengantarnya ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Barack Obama. Goris terbang ke negeri Paman Sam bersama pengusaha top Indonesia untuk menghadiri acara Presidential Summit Entrepreneurship 2011.

Ia berkata, “Ada 10 orang yang diundang. Ada Pak Ciputra, Putra Sampoerna dan Sandiaga Uno.”

Aktivitas utama Goris adalah menjalankan perusahaan IT bersama kawan-kawan
almamaternya di ITB, di bawah naungan PT Resultan Nusantara serta Asgar (Asli Garut) Muda. Pusat aktivitas yang berbeda tempat membuatnya bolak balik Jakarta-Garut setiap minggu.

Tentang kesuksesannya, ia berkata, ”Saya bergaul dengan siapa saja. Saya bergaul dengan tukang gorengan, satpam, menteri, dirut BUMN. Bergaul dengan siapa saja. Jadi punya jaringan atau networking yang bagus.”

Kesuksesannya tidak diraihnya secara instan. Hambatan modal yang kerap menjadi dinding orang untuk berusaha diruntuhkannya dengan ide kreatif dan relasi yang luas. Tentang hal ini, ia berkata, ”Yang penting punya ide kreatif. Itu yang kita jual. Lalu saya tawarkan ke orang-orang yang saya kenal sampai ada yang tertarik lalu menjadi investor.”

Di Garut, Goris dan kawan-kawan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pengrajin akar wangi mulai dari pencarian bahan bakar alternatif hingga pemasaran. Mereka juga mencari investor, memanfaatan bahan mentah, memasarkan dan memanfaatkan limbah akar wangi. Usai diambil minyaknya, akar wangi dapat digunakan untuk berbagai macam jenis kerajinan dan souvenir.

Tak berhenti sampai di situ, bersama dengan Asgar Muda, Goris juga aktif di bidang pendidikan berupa pemberian beasiswa ke keluarga tak mampu dan membidani lahirnya koperasi BMT. Tak hanya di Garut, bungsu dari 5 bersaudara ini sudah menularkan visinya ke daerah-daerah lain.

Tentang pengembangan usahanya, Goris berkata, “Ada juga sekarang sudah berjalan di Wonosobo dan Magetan. Kita yakin yang bisa membangun suatu daerah adalah putra daerah itu sendiri.”

Sahabat, sukses itu tidak datang tiba-tiba. Sukses tidak seperti bintang yang jatuh dari langit. Artinya, sukses itu mesti diperjuangkan. Sukses itu mesti dilalui dengan keringat dan mungkin kadang-kadang dengan airmata. Orang yang berani berjuang akan meraih sukses.

Kisah Goris Mustaqin tadi menjadi salah satu contoh bagi kita semua. Ia mesti berjuang menghadapi berbagai rintangan untuk meraih kesuksesan dalam usahanya. Memang, ia tidak menceritakan berbagai kesulitan yang dihadapinya. Namun setiap usaha yang dijalani tentulah menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan. Untuk menghadapi rintangan-rintangan itu tentu ia mesti kreatif dalam usahanya.

Hal yang menarik adalah suatu kesuksesan itu tidak diraih dengan perjuangan seorang diri. Orang mesti menyadari pentingnya bekerja sama dalam upaya-upaya meraih kesuksesan. Dibutuhkan suatu kerjasama yang baik dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan keberhasilan dalam usaha.

Untuk itu, keberanian membuka diri bagi pihak-pihak lain merupakan suatu keharusan dalam usaha untuk meraih sukses. Mari kita terus-menerus membuka diri terhadap sesama kita. Dengan demikian, kita dapat meraih sukses dalam usaha-usaha kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

894

29 Desember 2010

Meraih Sukses dengan Hal-hal Kecil


Ada seorang gadis yang ingin meraih cita-citanya yang tinggi. Ia ingin menjadi seorang astronot yang bisa mengitari ruang angkasa. Untuk itu, ia menyiapkan diri dengan belajar. Langkah yang ia tempuh adalah langsung belajar prinsip-prinsip hidup di ruang angkasa. Para instrukturnya heran terhadap ulah gadis itu. Mereka menyarankan agar dia mempelajari dulu hal-hal dasar tentang teknologi sederhana.

Namun gadis itu menolak. Ia ingin mempelajari hal-hal yang tinggi, karena ia akan mengitari ruang angkasa. Para instrukturnya pun mengalah. Mereka memberi dia ilmu-ilmu ruang angkasa yang sulit dipahami oleh gadis itu. Ia terus berusaha. Namun suatu ketika gadis itu menyerah. Terlalu berat baginya. Ia pun memutuskan untuk tidak meneruskan cita-citanya menjadi seorang astronot.

Dari peristiwa itu gadis itu dapat belajar tentang pentingnya memulai sesuatu dari yang kecil dulu. Ia tidak bisa meraih sesuatu yang besar secara tiba-tiba. Ia mesti mulai belajar dari hal-hal yang kecil dan mendasar seperti yang disarankan oleh para instrukturnya.

Sahabat, kesuksesan dalam hidup itu dambaan semua orang. Setiap orang ingin mengalami kebahagiaan dan damai melalui sukses yang diraih dalam hidup. Namun banyak orang sering lupa bahwa sukses itu diraih melalui hal-hal kecil yang senantiasa diperjuangkan. Banyak orang ingin sukses yang diraih dalam waktu yang singkat. Akibatnya, terjadi frustrasi dalam hidup ini, karena orang tidak melewati proses membangun kesuksesan itu dari hal-hal kecil.

Karena itu, orang yang ingin sukses dalam hidupnya mesti mulai dari hal-hal kecil. Orang tidak boleh berhenti, ketika mulai membangun kesuksesan itu. Orang mesti bertumbuh dan berkembang untuk mencapai kesuksesan itu. Sesuatu yang kecil yang tetap dijalankan secara terus-menerus akan mengembangkan diri seseorang. Orang mesti memelihara momentum yang telah didapati itu. Dengan demikian, orang dapat meraih cita-cita yang telah dicanangkannya.

Untuk itu, orang mesti hati-hati menerima tawaran demi tawaran yang diberikan secara instan. Orang mesti bertahan pada prinsip bahwa sesuatu yang besar itu dicapai dengan melakukan hal-hal kecil dalam hidup ini. Hal-hal kecil itu dikumpulkan menjadi banyak dan besar. Biasanya kesuksesan yang dicapai dengan cara seperti ini akan tetap bertahan. Tidak akan tergerus oleh pengaruh jaman.

Orang beriman perlu bertanya diri, ”Ke mana kita akan bergerak? Apa hal kecil yang dapat kita kerjakan sekarang?” Barangkali hal kecil yang dapat dikerjakan sekarang adalah masing-masing dari kita saling memberikan perhatian. Caranya sederhana, yaitu memberikan senyum kepada sesamanya setiap hari. Kalau hal ini dikembangkan dan dipertahankan terus, dunia ini akan menjadi dunia yang aman dan damai bagi semua orang. Dengan demikian, cita-cita untuk hidup bahagia di dunia ini dapat tercapai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


580

07 November 2010

Berjuang Meraih Sukses


Ada seorang anak yang selalu tidak berani tampil ke hadapan umum. Ia selalu menyuruh temannya untuk maju, kalau ada kegiatan yang menuntut suatu kompetisi. Semua soal akan ia kerjakan, yang penting ia tidak maju untuk membawakan jawaban atas soal-soal itu. Biarlah temannya yang mendapat nama, kalau nanti berhasil menjuarai suatu kompetisi. Lama sekali situasi ini berlangsung. Ia mau hidup di balik bayang-bayang orang lain. Sebaliknya, temannya itu juga hidup di balik bayang-bayang dirinya.

Akibatnya, anak ini menjadi kurang percaya diri. Ia tidak mampu mengungkapkan isi hatinya dengan baik kepada orang lain. Padahal ia bukan orang yang bodoh. Ia orang yang pandai. Ia selalu menduduki rangking tertinggi di kelas bahkan di sekolahnya. Memang, ia punya prinsip bahwa yang penting adalah hasil yang baik. Bukan penampilan yang paling penting. Namun tetap saja menampilkan diri di hadapan orang lain merupakan suatu ungkapan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Lama-kelamaan anak ini menjadi orang yang kurang pergaulan. Ia hanya punya teman orang-orang tertentu saja. Akibatnya, ia juga tidak mudah mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan sekolahnya. Ia hanya bisa tinggal di rumah. Ia hanya mampu bergaul dengan teman-teman tertentu saja.

Sahabat, kondisi seperti kisah tadi tentu sesuatu yang kurang baik. Berani tampil di hadapan umum itu bukan untuk menonjolkan kehebatan diri. Itu suatu bentuk pengungkapan penghargaan terhadap diri dan sesama. Orang yang hanya bersembunyi di balik bayang-bayang orang lain hanya akan menghancurkan diri sendiri. Orang seperti ini tidak membuka dirinya lebih luas untuk dunia di sekitarnya. Orang seperti ini lebih mementingkan dirinya sendiri. Egoismenya menguasai pribadinya.

Namun sebaliknya orang yang bersembunyi di balik bayang-bayang orang lain hanya untuk menikmati keberhasilan orang lain juga sesuatu yang kurang baik. Orang seperti ini mengakui ide, jerih payah, karya dan keberhasilan orang lain sebagai miliknya. Ke mana-mana ia membanggakan dirinya. Padahal apa yang diraihnya itu bukan usaha dirinya sendiri, tetapi usaha orang lain.

Kondisi seperti ini merupakan suatu kegagalan dalam hidup. Bahkan ini suatu kekalahan telak bagi integritas seseorang. Semestinya orang dengan tulus mengakui keberhasilan orang lain dengan menghargai dan menghormati apa yang telah mereka raih. Orang mesti dengan tulus menyatakan bahwa keberhasilan itu bukan miliknya. Ini hanyalah sebuah keberhasilan yang semu.

Karena itu, orang mesti mulai meniti keberhasilan dirinya sendiri. Meski hanya setetes, keberhasilan sejati adalah mata air yang terus-menerus memancarkan harapan bagi hidup ini. Untuk itu, orang mesti kreatif dalam hidupnya. Orang tidak bisa hidup di balik bayang-bayang orang lain. Mengapa? Karena apa yang diberikan sebuah bayangan hanyalah kegelapan.

Orang beriman mesti menunjukkan kemampuannya sendiri. Tidak perlu kuatir. Tidak usah berkecil hati, kalau ada kegagalan-kegagalan kecil menimpa diri kita. Kita mesti berusaha untuk meraih kesuksesan bagi hidup kita. Sedikit demi sedikit kita bekerja, lama-lama akan berhasil dengan baik. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 20.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


544