Pages

Tampilkan postingan dengan label nilai kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nilai kehidupan. Tampilkan semua postingan

27 Agustus 2010

Persahabatan yang Memperkaya Nilai-nilai Kehidupa

Seorang pemuda berusia 20 tahun itu tampak sendirian di tengah keramaian pesta kaum muda. Ia duduk di pojok ruangan. Tiada yang menemani. Hanya sebotol minuman ringan dan sepiring makanan kecil. Wajahnya tampak murung. Ia tidak bergairah. Padahal kaum muda yang berpesta malam itu berjingkrak-jingkrak. Mereka tertawa. Mereka bernyanyi beria-ria. Tiada yang murung.

Pemuda itu tetap duduk di pojok ruangan itu. Padahal beberapa kaum muda mengajaknya untuk melantai bersama. Ia menolak. Ia memilih untuk menyendiri. Ia lagi tidak enak badan.

Belakangan baru ketahuan bahwa pemuda itu memang tidak punya teman. Ia tidak punya sahabat yang bisa diajaknya untuk ngobrol. Karena itu, tidak ada teman yang dapat ia bagikan perasaan hatinya. Suka dan duka ia miliki sendiri. Ia tidak mengalami betapa kayanya persahabatan yang baik. Ia terpuruk dalam kesendiriannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena pemuda itu tidak mau membuka dirinya bagi persahabatan. Pemuda itu ingin hidup sendirian dan menyendiri.

Ketika ditanya, dia berkata, “Saya ingin hidup sendiri. Saya tidak ingin mengganggu orang lain. Saya juga tidak ingin diganggu.”

Membangun persahabatan dengan orang lain itu bukan untuk mengganggu ketenangan orang lain. Membangun persahabatan itu merupakan hakekat kehidupan manusia. Tidak ada orang yang diciptakan untuk dirinya sendiri. Setiap orang diciptakan untuk orang lain. Manusia itu makhluk sosial yang mesti membangun kehidupan bersama dengan orang lain.

Seorang bijak mengatakan bahwa manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari sahabat. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman, tetapi menyia-nyiakannya. Artinya, membangun persahabatan itu adalah suatu keharusan. Namun persahabatan itu mesti mampu memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Tidak hanya untuk satu pihak saja.

Persahabatan adalah bagian dari hidup manusia. Persahabatan itu memperkaya hidup manusia. Hanya dengan membangun persahabatan orang akan menemukan makna hidupnya sendiri. Hidup seseorang baru memiliki arti yang lebih dalam, ketika ia mampu hidup bersama orang lain.

Melalui persahabatan itu orang dapat membagikan hidupnya kepada orang lain. Orang dapat berbagi kebahagiaan yang menguatkan sesamanya. Orang dapat juga mensharingkan pengalaman hidupnya kepada orang lain. Dengan demikian, hidup ini semakin memiliki nilai-nilai yang berguna untuk kehidupan.

Sebagai orang beriman, dorongan kita untuk membangun persahabatan adalah kasih Tuhan yang senantiasa menyertai kita. Tuhan sendiri menghendaki kita hidup bersahabat dengan semua orang. Persahabatan itu mesti membangun pesaudaraan dan cinta kasih yang mendalam. Mari kita membangun persahabatan yang baik dan benar untuk kehidupan yang lebih baik. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

483

03 Agustus 2009

Menumbuhkan Nilai-nilai Kehidupan




Ada seorang anak laki-laki hidup dengan bibinya, sejak orangtuanya meninggal. Bibinya adalah satu-satunya saudari dari ibunya. Karena dia tidak menikah dan tidak mempunyai anak, si bibi memanjakan anak itu.

Pada suatu hari anak itu mencuri sebuah buku di toko. Pemilik toko itu marah dan melaporkan hal itu kepada si bibi. Akan tetapi si bibi tidak menghardik anak laki-laki itu. Ia hanya tersenyum mendengar laporan itu dan bahkan memberinya permen.

Sampai waktunya anak itu tumbuh menjadi dewasa. Dia menjadi pencuri terkenal. Akhirnya ia ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung. Orang banyak berkumpul di sekitar tiang gantungan ketika tali dipasang pada lehernya. Tiba-tiba seorang wanita menyibak kerumunan orang banyak, maju menjumpai si terhukum. Wanita itu adalah bibi yang telah membesarkan dia. Ia naik ke atas panggung, meratap sambil merangkul orang terhukum itu.

Tetapi orang terhukum itu berpaling dan menggigit telinga si bibi. Dengan jeritan menahan sakit wanita itu pergi. Orang banyak marah atas perlakuan yang mengejutkan dari orang terhukum itu. Akan tetapi orang terhukum itu segera memberi isyarat kepada orang banyak supaya diam. Lalu dia menjelaskan, "Wanita itu adalah penyebab semua ini. Jika saat aku kecil dia menghardik kesukaanku mencuri, aku tidak perlu menghadapi kematian hari ini."

Kisah di atas memang sebuah tragedi yang hitam dalam hidup manusia. Suatu kemanjaan dibalas dengan kekejaman. Namun kita tidak bisa begitu saja menyalahkan salah satu pihak. Ini kesalahan dari sebuah proses pendidikan.

Ada proses pendidikan yang sangat efektif bagi kehidupan manusia. Namun ada proses pendidikan yang menjerumuskan manusia. Dalam hal ini orang punya kebebasan untuk memilih proses pendidikan yang efektif bagi pertumbuhan manusia. Namun hal yang paling penting dalam pendidikan adalah menanamkan nilai-nilai yang baik bagi kehidupan. Artinya, nilai-nilai kasih dan kesetiaan yang wajar. Bukan kasih yang egois yang membawa manusia terjerumus ke dalam kegelapan hidup.

Proses pendidikan yang baik itu memberikan rangsangan kepada mereka yang sedang berada dalam proses itu. Tujuannya agar mereka secara kreatif menerima dan mengembangkan nilai-nilai yang diberikan. Ada kalanya ada teguran ketika ada pelanggaran terhadap nilai-nilai yang diberikan. Bahkan bisa juga ada hukuman yang diberikan kepada mereka. Tentu tujuannya bukan untuk mematikan kreativitas mereka. Tetap tujuannya agar mereka bertumbuh dan berkembang secara baik.

Setiap orang beriman dipanggil untuk senantiasa menumbuhkan nilai-nilai yang baik dalam proses pendidikan manusia secara utuh. Karena itu, mari kita berusaha untuk menghidupi nilai-nilai yang baik itu. Dengan demikian, kita dapat bertumbuh dan berkembang dalam kasih dan kesetiaan satu terhadap yang lain. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.(114)