Pages

Tampilkan postingan dengan label air kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air kehidupan. Tampilkan semua postingan

31 Juli 2011

Hidup Ini Milik Tuhan


Suatu hari ada seorang yang baik dan sangat jujur jatuh sakit. Penyakit yang diderita itu pun mengancam nyawanya. Ia menderita sakit kanker. Waktu memeriksakan diri, dokter mengatakan bahwa kanker yang dideritanya sudah mencapai stadium empat. Orang baik itu sangat terkejut. Para anggota keluarganya pun tidak percaya akan hal itu. Selama ini ia tampak baik-baik saja. Ia jarang jatuh sakit. Baru sekali ini ia sakit dan langsung parah.

Banyak sahabatnya pun tidak percaya akan hal ini. Mereka merasa bahwa tidak mungkin Tuhan memberikan hukuman yang begitu kejam terhadap dirinya. Namun dokter tidak membohongi orang baik itu. Ia sudah menelitinya dengan sangat cermat. Kesimpulannya adalah orang baik dan jujur itu menderita kanker ganas. Bahkan obat-obat yang ia berikan tidak mempan. Orang baik itu hanya bisa membaringkan diri di tempat tidur. Lima bulan kemudian orang baik dan jujur itu menghembuskan nafas terakhirnya. Sungguh tragis!

Para anggota keluarganya tidak mudah menerima kenyataan itu. Namun selama perawatan, orang baik itu berusaha untuk menerima kenyataan yang ada. Ia tidak bisa menolaknya. Bahkan ia berusaha untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ia yakin, penyakit hanya mampu membunuh tubuh manusiawinya. Namun penyakit yang ganas itu tidak mampu membunuh jiwanya.

Karena itu, ketika ada sahabatnya yang bertanya, mengapa Tuhan membiarkan orang baik menderita, ia menjawab, ‘Hidup ini milik Tuhan. Hidup ini bukan milik saya. Tuhan mau buat apa terhadap hidup saya ini, itu terserah Tuhan.’

Sahabat, apa yang terjadi seandainya Anda yang mengalami penderitaan seperti yang dialami orang baik dalam kisah tadi? Rasanya Anda akan memberontak. Anda akan menolak penderitaan yang terjadi atas diri Anda. Mengapa? Karena Anda akan merasa bahwa Tuhan itu tidak adil terhadap Anda. Anda masih ingin hidup untuk waktu yang lama. Tetapi kenapa Tuhan begitu cepat mengambil Anda dari dunia ini.

Sikap orang baik dalam kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa Tuhan tidak menghukum manusia. Penderitaan yang dialami oleh manusia itu melulu karena sifat keinsanan kita. Yang diinginkan oleh Tuhan bagi manusia adalah keselamatan. Untuk itu, Tuhan telah memberikan kasihNya kepada manusia. Melalui orang-orang yang ada di sekitar kita, Tuhan menunjukkan kasih setiaNya itu. Tuhan tetap peduli terhadap kehidupan manusia. Tuhan tidak meninggalkan manusia berjuang sendiri.

Dalam penderitaan itu, Tuhan tetap hadir. Tuhan tidak meninggalkan manusia berjuang sendirian melawan sakitnya. Tuhan memberikan semangat kepada setiap orang yang sedang menderita dengan harapan akan kehidupan abadi. Karena itu, orang beriman mesti memiliki fighting spirit atau semangat juang.

Dalam semangat juang itu, manusia memiliki harapan untuk terbebas dari penderitaan. Dalam semangat juang itu, manusia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Mengapa? Karena hidup ini milik Tuhan. Kapan Tuhan mau mengambil hidup ini dari kita, Dia akan mengambilnya. Itu hak Dia, karena Dia yang menganugerahkan hidup ini kepada kita.

Mari kita menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam kuasa Tuhan. Dengan demikian, hidup kita semakin memiliki makna. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

743

27 Mei 2011

Menyadari Pentingnya Air bagi Kehidupan



Pete Wentz bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bekerja membangun kesadaran akan pentingnya penyediaan air minum yang layak bagi anak-anak di seluruh dunia. Roker, yang juga ayah seorang anak ini, dipilih sebagai juru bicara nasional untuk ”2010 Unicef Tap Project”, kampanye yang mendorong orang-orang untuk berdonasi minimal 1 dollar AS selama World Water Week, 21-27 Maret 2010. Uang hasil penggalangan dana akan diserahkan kepada yayasan air Unicef.

Wentz tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Pria berusia 30 tahun ini berkata, ”Ini sungguh sebuah kehormatan. Menjadi juru bicara nasional untuk Tap Project dan mendukung upaya penyediaan air bersih bagi anak-anak di negara dunia ketiga.”

Tergeraknya Wentz untuk terlibat dalam proyek ini berdasarkan kenyataan bahwa kurangnya air bersih telah membunuh ribuan anak balita setiap hari. Tentang hal ini, pria yang pernah muncul di serial televisi CSI ini berkata, ”Air terkadang dianggap sebagai hal biasa bagi kami warga Amerika. Kenyataannya, kekurangan air bersih dan minimnya akses air minum telah membunuh 4.100 anak di bawah usia lima tahun setiap hari. Sebagai seorang ayah, aku menjadi sangat peduli terhadap kebutuhan anak-anak.”

Ia mengatakan bahwa pada saat-saat darurat, seperti saat gempa Haiti, air bersih menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu, Wentz terlibat dalam kampanye pengadaan air bersih bagi kehidupan.

Sahabat, kita semua tahu bahwa air sangat penting bagi kehidupan manusia. Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi hidup manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa hidup. Manusia akan mengalami berbagai kesulitan, kalau air tidak mencukupi hidup ini.

Karena itu, manusia mesti selalu menyadari pentingnya air bagi hidupnya. Mungkin sekarang ini di musim hujan ini, kita belum begitu peduli terhadap hadirnya air. Kita masih menganggap remeh tentang air. Namun ketika musim kemarau tiba, banyak orang mulai menyadari pentingnya air. Tentu saja sikap seperti ini bukan sikap yang baik. Orang mesti selalu menyadari pentingnya air bersih dalam hidup sehari-hari. Air yang bersih akan memberikan jaminan kehidupan bagi manusia. Air yang bersih membantu manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Sebagai orang beriman, kita mesti selalu mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah memberikan air kepada kita. Tuhan sungguh tahu akan kebutuhan hidup kita. Tuhan menjamin hidup kita dengan memberi kita air bersih yang berguna untuk kelangsungan hidup kita. Mari kita gunakan air yang ada sebaik-baiknya untuk hidup kita. Dengan demikian, kita selalu menyadari pentingnya air bagi hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


686