Pages

Tampilkan postingan dengan label kesuksesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesuksesan. Tampilkan semua postingan

04 Agustus 2014

Meraih Kesuksesan dengan Bekerja Ekstra Keras

Apa yang akan Anda lakukan untuk meraih kesuksesan yang gilang-gemilang? Anda hanya bermimpi? Atau Anda berani bekerja ekstra keras?

Anda tentu mengenal Cher, atau paling kurang pernah mendengar namanya adalah penyanyi pop rock terkenal Amerika Serikat. Tahun 1960 hingga 1970, ia terkenal sebagai penyanyi pop rock dan televisi. Namun ia juga seorang pemain film pada era 1980-an. Sejumlah film ia bintangi seperti Silkwood, Mask, The Witches of Eastwick dan Moonstruck.

Anehnya, tahun 1990-an ia mengundurkan diri dari dunia hingar binger film dan musik. Tidak terdengar lagi namanya di blantika musik dunia. Demikian pula di dunia perfilman. Banyak orang bertanya-tanya tentang dirinya. Namun Cher begitu diam. Tidak ada kabar berita tentang dirinya.

Namun tiba-tiba ia muncul lagi di tahun 1999. Ia kembali ke akarnya, yaitu musik. Ia tampil dengan sebuah hit yang menggegerkan dunia. Lagunya adalah Believe. Lagu ini menjadi yang terpopuler dari penyanyi perempuan Amerika yang pernah ada. Lagu Believe berhasil terjual sebanyak 11 juta album. Lagu ini pun menempati tangga lagu nomor satu di 25 negara selama beberapa tahun.

Lebih hebat lagi, tiket untuk tournya selalu terjual habis. Dalam usia 52 tahun, Cher berhasil mengalahkan penyanyi-penyanyi pop terkenal pada waktu itu seperti Jennifer Lopez, Gloria Estefan dan Donna Summer.

Meski namanya semakin popular dengan hit Believe, Cher tetap rendah hati. Ia tidak menyombongkan dirinya. Bahkan ia mengajak para penyanyi muda untuk terus-menerus mengembangkan diri.

Sahabat, menjadi populer dan terkenal menjadi dambaan begitu banyak orang. Di zaman kini, begitu banyak orang ingin menjadi populer. Sayang, banyak dari mereka yang hanya ingin menjadi populer. Mereka kurang mau bekerja keras untuk merebut kepopuleran itu. Mereka hanya mengharapkan durian runtuh.

Kisah penyanyi Cher di atas memberi kita inspirasi untuk selalu bekerja keras dalam meraih popularitas. Cher tidak ragu-ragu untuk bekerja keras. Ia juga fokus dalam kariernya. Dengan demikian, ia mampu melakukan hal-hal yang spektakuler dalam hidupnya. Cher juga berani menarik diri untuk mempersiapkan hal-hal yang membantu dirinya untuk tampil lebih baik dan hebat.

Kita semua ditantang untuk bekerja ekstra keras, kalau kita ingin meraih kesuksesan dalam kehidupan ini. Untuk itu, dibutuhkan keberanian untuk bekerja keras. Orang yang tidak mau bekerja keras, hanya bermimpi dalam bayang-bayang. Bayang-bayang itulah yang menguasai diri manusia.

Orang yang mau sukses dalam hidupnya itu orang yang berani berkorban. Orang berani kehilangan keinginan-keinginannya untuk merebut sesuatu yang lebih besar. Sering keinginan-keinginan rendah menguasai diri manusia. Akibatnya, orang hanya berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan rendah dari dirinya. Orang tidak mau bekerja ekstra keras lagi. Orang berprinsip, yang penting keinginan-keinginan sudah terpenuhi.

Tentu saja prinsip seperti ini bukan prinsip yang baik dari orang beriman. Orang beriman berani mengorbankan kehidupannya demi meraih kesuksesan dalam hidupnya. Orang berani bekerja ekstra untuk merebut hal-hal yang baik bagi kehidupannya.

Untuk itu, orang beriman mesti selalu bekerja ekstra keras untuk meraih sukses yang gilang-gemilang. Namun kesuksesan itu mesti selalu diraih bersama Tuhan. Dengan demikian, kebahagiaan hidup menjadi penuh. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1126

18 Agustus 2011

Mengejar Kesuksesan




Namanya Sichiro Honda. Ia bukan berasal dari keluarga kaya. Ia berasal dari keluarga miskin. Sebenarnya kondisi seperti itu sudah menjadi kesimpulan bahwa ia akan tetap menjadi orang miskin. Apalagi prestasinya di sekolah terhitung sangat rendah. Ia tidak suka membaca. Ia termasuk anak yang nakal dan suka bolos. Akibatnya, hasil ulangannya selalu buruk.

Namun ketika duduk di kelas lima, bakat Soichiro dalam bidang sains mulai terlihat. Bahkan setiap kali pengajarnya memberikan pertanyaan, dengan mudah ia menjawab pertanyaan itu. Sayang, Soichiro hanya mampu menikmati bangku pendidikan hingga sekolah menengah pertama. Namun ia tidak mau menyesali nasibnya itu. Ia lalu memutuskan untuk melamar pekerjaan dan diterima sebagai montir.

Tentang pekerjaannya ini, Soichiro Honda berkata., “Sewaktu saya bekerja sebagai pegawai rendahan (montir), saat itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihidupi seumur hidup saya. Namun di masa-masa setelah itu saya tidak takut lagi menghadapi rintangan apa pun berkat ketabahan saya selama menjdai kacung.”

Ketabahan, ketekunan dan kerja kerasnya itu pun membuahkan hasil. Soichiro menjadi bos industri motor dan mobil Jepang bermerek terkenal ‘Honda’.

Sahabat, kisah sukses Soichiro Honda mungkin satu dari sekian juta keberhasilan manusia. Banyak orang berdecak kagum mendengar kisah sukses Soichiro Honda ini. Bagaimana mungkin seorang montir rendahan bisa menjadi seorang taipan otomotif? Apalagi mereka otomotif yang dimilikinya bukan sembarangan. Namanya sendiri telah ia bubuhkan untuk merek otomotif tersebut, yaitu Honda.

Mungkin banyak orang berpikir bahwa Honda yang sekarang menjadi salah satu kendaraan yang merajai dunia itu tumbuh dari kebesaran. Ternyata tidak. Honda itu tumbuh dari seorang bernama Soichiro. Ia membangunnya dari kerja keras penuh ketekunan dan kesabaran.

Kisah ini mau mengatakan kepada kita bahwa kesuksesan tidak diraih dengan hanya bermimpi. Kesuksesan diraih melalui kerja keras. Orang mesti melewati berbagai macam rintangan dan tantangan untuk meraih sukses. Orang mesti membangun kesuksesan itu dari berkali-kali jatuh dan bangun kembali.

Karena itu, orang mesti berjuang untuk meraih kesuksesan. Orang tidak perlu menunggu kesuksesan itu mendatanginya. Tetapi orang mesti mengejar kesuksesan itu. Caranya adalah dengan bekerja keras dengan penuh ketabahan. Ketika orang mengalami kegagalan dalam usahanya, orang tidak perlu meratapinya. Yang mesti dilakukan adalah orang mesti bangun kembali dengan menganalisa kelemahan-kelemahannya. Orang mesti berusaha menemukan titik-titik kegagalan itu untuk membuat strategi-strategi baru.

Sebagai orang beriman, usaha kita mengejar kesuksesan dan kebahagiaan tentu selalu bersama Tuhan. Kita yakin bahwa Tuhan dapat membantu kita dalam usaha-usaha kita merebut kesuksesan itu. Karena itu, mari kita sertakan Tuhan dalam usaha-usaha kita. Dengan demikian, kebahagiaan menjadi bagian hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

759

11 Desember 2010

Meraih Kesuksesan dengan Kerja Keras

Caroline Wozniacki adalah seorang petenis muda belia berusia 19 tahun berasal dari Denmark. Tahun lalu ia termasuk petenis yang berprestasi tinggi. Banyak kejuaran tenis wanita yang ia ikuti. Hasil dari keikutsertaannya dalam kejuaraan-kejuaraan tenis sepanjang tahun itu adalah ia masuk kelompok delapan besar. Kelompok ini kemudian bertanding di WTA Sony Ericsson Championship 2009 di Doha, Qatar. Selama satu minggu ia harus bertanding. Ia masuk ke semifinal kejuaraan tenis akhir tahun ini.

Namun sial bagi Wozniacki. Ia mesti mengundurkan diri akibat cedera otot perutnya. Ia tidak bisa menyelesaikan pertandingan semifinal itu. Namun cedera yang diderita Wozniacki sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Ia bahkan sempat terjatuh karena keram di pertandingan pertama. Namun, Wozniacki memperlihatkan semangat juang luar biasa. Sambil menangis, dia bangkit dan memenangi laga.

Sayang, hal itu tak bisa diulanginya di semifinal. Tentang kegagalannya di semifinal, ia berkata, ”Kali ini saya bisa tersenyum atau menangis dan saya pilih tersenyum saja. Tak ada lagi yang bisa dilakukan. Saya menjalani tahun yang luar biasa. Saya memakai seluruh tenaga yang saya punya, dan hari ini tak ada lagi yang tersisa.”

Wozniacki mendapat pelajaran yang sangat berharga. Ia berkata, ”Saya sadar bahwa saya seorang pejuang dan tak ada yang mustahil. Saya hanya perlu terus berkembang. Saya akan kembali dan bermain lebih baik lagi.”

Sahabat, perjuangan untuk meraih sukses tidak semudah yang dibayangkan dalam mimpi indah di siang bolong. Kesuksesan itu diraih dengan kerja keras, bahkan dengan berurai air mata. Apalagi sekarang ini dunia kompetisi sering mendominasi hidup manusia. Kesuksesan yang gemilang tidak datang dengan sendirinya. Orang mesti memperjuangkannya dengan keteguhan hati dan imannya.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa perjuangan yang dilalui dengan penuh keyakinan akan mendatangkan kebahagiaan. Meski akhirnya gagal, Wozniacki merasa bergembira. Ia telah mencurahkan seluruh tenaganya untuk suatu kompetisi tingkat tinggi. Kalau toh ia gagal juga, ia menerimanya dengan lapang dada. Apalagi kegagalannya itu karena cedera yang dideritanya.

Orang yang mampu berjuang untuk meraih suatu kesuksesan itu orang yang memiliki iman yang kokoh. Orang yang juga mau berserah diri kepada Tuhan. Orang yang tidak bekerja sendirian, tetapi senantiasa melibatkan Tuhan dalam hidupnya. Karena itu, orang yang hanya ingin meraih kesuksesan dengan bermalas-malasan adalah orang yang tidak mau membiarkan dirinya dikuasi oleh Tuhan. Orang seperti ini ingin berjuang sendiri. Orang seperti ini tidak percaya bahwa Tuhan memiliki kekuatan untuk menemani perjuangan hidupnya.

Sebagai orang beriman, perjuangan kita dalam meraih hidup yang bahagia mesti selalu ditandai dengan kerja keras. Kita tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh kemalasan. Kita membiarkan diri kita dikuasai oleh Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Dengan demikian, rahmat Tuhan senantiasa menyertai perjuangan hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


07 Desember 2010

Kesuksesan Itu Ada di Tangan Anda


Ada seorang gadis yang gagal dalam suatu kompetisi ilmu pengetahuan. Ia sudah mempersiapkan diri dengan baik selama berbulan-bulan. Ia telah mengikuti kursus-kursus di berbagai tempat kursus dengan guru-guru pendamping terbaik. Tetapi begitu ia maju ke kompetisi, ia gagal. Lebih menyakitkan hatinya lagi adalah ia gagal di babak awal. Padahal ia sudah menghabiskan begitu banyak uang dan waktu hanya untuk menyiapkan diri dalam kompetisi tersebut.

Salah satu sumber mengatakan adalah gadis itu kurang kreatif. Ia tampil terlalu teks book. Padahal yang juga sangat diharapkan dari kompetisi itu adalah seorang murid yang berani kreatif dan inovatif. Seorang kompetitor mesti berani mengungkapkan gagasan-gagasan baru. Tidak hanya mengulangi apa yang telah dipelajari di bangku sekolah atau bangku kursus.

Gadis itu sangat kecewa. Ia memutuskan untuk tidak lagi mengikuti kompetisi-kompetisi untuk mewakili sekolahnya. Ia ingin berdiam diri dulu. Ia ingin belajar menemukan hal-hal baru. Setelah itu, kalau toh keadaan memaksa, ia mau mengikuti kompetisi-kompetisi di bidang ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa hanya ia seorang yang dapat menentukan apakah ia gagal atau sukses dalam suatu kompetisi. Semua yang lain hanyalah sarana bantuan bagi dirinya.

Sahabat, banyak orang berpikir bahwa tingkat kesuksesan seseorang tergantung pada orang lain. Atau juga tergantung pada lingkungan sekitar. Kesuksesan itu ada di tangan orang lain atau lingkungan yang mendukung. Tentu saja pandangan seperti ini tidak seratus persen benar.

Orang mesti sadar bahwa orang tidak bisa meminjam, meminta atau mencuri kesuksesan orang lain. Orang lain hanya mampu memberi inspirasi, mengajar, mendorong seseorang untuk maju meraih sukses. Tetapi sesungguhnya kesuksesan itu tergantung pada diri sendiri. Kesuksesan itu tergantung pada bagaimana orang mampu mengatur hidupnya.

Kalau begitu, kita tidak perlu bantuan orang lain untuk meraih sukses? Tentu saja kita butuh bantuan orang lain untuk kesuksesan kita. Namun mau gagal atau sukses itu kembali kepada diri kita sendiri. Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk meraih sukses itu. Setiap orang punya keinginan sendiri-sendiri untuk menggapai kesuksesan.

Karena itu, orang beriman mesti memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri. Dengan bantuan dari orang-orang sekelilingnya, orang beriman mesti menancapkan tekadnya untuk membangun suatu hidup yang lebih baik. Orang beriman tidak boleh hanya menadahkan tangan meminta bantuan dari orang lain untuk kesuksesannya. Orang beriman mesti bekerja keras untuk meraih kesuksesan itu.

Untuk itu, orang beriman mesti selalu terbuka pada Tuhan yang senantiasa memberikan semangat untuk kehidupannya. Dengan hati yang terbuka itu, orang siap untuk menerima rahmat yang menguatkannya untuk bangkit kembali, ketika mengalami kegagalan dalam hidup. Dengan hati yang terbuka itu, orang mau menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dengan tetap bekerja keras untuk meraih kesuksesan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


564

06 Desember 2010

Gunakan Yang Dimiliki untuk Kesuksesan

Suatu hari seorang teman saya menunjukkan sebuah karya lukis yang sangat indah. Sebuah pemandangan alam pantai di waktu senja. Matahari sedang tenggelam di balik awan di ufuk barat. Bianglala menyertai kepergian sang mentari ke peraduannya. Suasana memukau mata.

Teman saya itu sangat mengagumi karya tersebut. Namun yang dia kagumi bukan pertama-tama sang mentari yang diiring bianglala yang memukau itu. Yang sungguh-sungguh ia kagumi adalah imajinasi sang pelukis. Ia mampu memadukan imajinasinya dengan realitas alam yang nan megah.

Ia berkata, “Yang membuat saya semakin kagum adalah lukisan ini dibuat dengan kaki. Goresan-goresan halus di atas kanvas ini dilakukan oleh kuas yang dijepit oleh dua jari kaki. Bukan oleh tangan manusia. Luar biasa.”

Lukisan itu dibuat oleh seorang yang cacat kedua tangannya. Ia terlahir sebagai manusia normal, kecuali ia tidak punya tangan. Namun ia telah belajar untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya dengan apa yang dimilikinya. Ia menggerakkan seluruh tubuhnya dengan kedua kakinya. Ia mencampur warna-warna dengan kedua kakinya. Ia membawa kanvas ke tepi pantai dan meletakkan di atas pasir-pasir putih dengan kedua kakinya. Lantas imajinasinya mengalir ke kedua kakinya itu. Dari sanalah ia menghasilkan lukisan yang memukau manusia.

Sahabat, banyak orang sering salah berpikir. Banyak orang berpikir bahwa orang hanya dapat hidup dengan normal kalau orang memiliki organ-organ tubuh yang normal. Orang berpikir bahwa orang yang tidak memiliki organ tubuh yang normal akan mengalami rintangan-rintangan dalam hidup.

Tetapi banyak orang yang normal sering salah menggunakan kenormalannya. Ketika mereka merasa tidak bisa melakukan sesuatu, mereka hanya diam membisu. Tidak ada jalan lain bagi mereka. Mereka menjadi tidak aktif. Mereka hanya berharap pada bantuan dari orang lain. Tidak ada kreativitas yang mereka kerjakan.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa cacat bukanlah halangan bagi seseorang untuk meraih sukses dalam hidup ini. Cacat tidak boleh membiarkan orang terpuruk dalam duka nestapanya. Justru orang mesti mencari cara-cara untuk mengatasi keterbatasan dirinya. Orang tidak boleh duduk diam saja tanpa kreativitas.

Karena itu, kalau Anda tidak bisa meraih sesuatu dengan tangan Anda, raihlah dengan kaki Anda. Anda mesti bergerak menuju tujuan yang ingin Anda gapai. Anda tidak boleh duduk sambil meringis meminta bantuan orang lain. Kreatiflah, maka Anda akan dapat meraih cita-cita Anda.

Untuk itu, orang mesti menggunakan seluruh pikirannya, imajinasinya dan semangatnya. Jangan biarkan hal-hal ini tumpul dan tak berguna. Gunakanlah unsur-unsur ini untuk kemajuan diri Anda. Orang beriman mesti memiliki semangat untuk mengembangkan dirinya. Jangan hanya memandang sesuatu dari satu perspektif. Ada banyak sudut pandang yang bisa Anda pakai untuk meraih cita-cita Anda. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ
563

30 November 2010

Meraih Kesuksesan melalui Kerja Keras

John Grisham adalah seorang penulis buku-buku novel terkenal Amerika. Buku-bukunya seperti The Firm, The Client dan Pelican Brief bahkan menjadi buku-buku best seller di dunia. Ketiga buku itu pernah difilmkan dengan menampilkan bintang-bintang film tenar.

John Grisham mulai menulis buku pertamanya pada sebuah notes kecil yang dibawanya ke mana saja ia pergi. Buku itu dikerjakannya satu atau dua halaman dalam satu hari. Namun akhirnya demi menyelesaikan bukunya, ia rela melepaskan pekerjaannya di bidang hukum. Ia berkata, ”Saya meneruskan menulis buku itu sekalipun saat menderita flu, saat bertamasya dan sering kehilangan waktu tidur.”

Namun kerja keras John Grisham tidak cuma pada saat menulis. Saat buku pertamanya selesai, buku itu dikirimkannya kepada beberapa penerbit untuk dipublikasikan. Berapa kali buku pertamanya itu ditolak oleh para penerbit? Dua puluh lima kali buku pertamanya ditolak oleh para penerbit. Namun ia tidak putus asa. Ia terus bekerja menulis buku.

Kerja kerasnya itu membuahkan hasil, ketika buku-bukunya menjadi buku-buku yang disukai oleh masyarakat. Mereka membaca pikiran-pikirannya. Mereka mencerna ide-idenya. Mereka menginternalisasi ide-ide John Grisham bagi hidup mereka. Sungguh, sesuatu yang luar biasa. Buku-buku itu telah mengobati kerinduan jiwa untuk semakin dekat satu sama lain.

Sahabat, bekerja keras untuk sesuatu yang bernilai tinggi merupakan suatu keutamaan dalam hidup ini. Seorang ibu yang sangat mencintai bayinya yang baru dilahirkannya akan memusatkan perhatiannya pada buah hatinya itu. Ia mengorbankan seluruh hidupnya, segenap hatinya demi si buah hati. Seluruh waktunya tercurah untuk kekasih jiwanya itu. Mengapa? Karena hidupnya ia persembahkan untuk orang yang baru dilahirkan itu. Ia telah merawatnya dengan penuh kasih sayang, ketika masih berada di dalam rahimnya. Karena itu, ia pun memberikan perhatian yang sungguh-sungguh besar bagi bayinya itu.

Orang yang tidak mau bekerja keras di dalam hidupnya akan gampang dirundung keputusasaan. Ia tidak dapat bertahan, ketika ada aral yang melintang. Ia akan gampang hanyut oleh badai kehidupan yang menerjang dirinya. Mengapa? Karena orang yang tidak mau bekerja itu tidak mau berkorban. Tidak menginginkan sesuatu hilang dari dirinya. Ia ingin tetap menggenggam erat korban yang seharusnya ia lepaskan dari dirinya sendiri.

Kisah John Grisham tadi mau mengatakan kepada kita bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras dan korban. Karena itu, orang beriman yang ingin berhasil dalam hidupnya mesti berani bekerja keras. Ia mesti berani mengorbankan dirinya bagi sesama. Dengan demikian, keputusasaan tidak gampang merundung dirinya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


560

21 November 2010

Tidak Ada Jalan Pintas untuk Sukses


Seorang remaja terpesona oleh kehebatan seorang super star. Ia berdecak kagum begitu super star itu menyanyikan lagu-lagunya dengan sangat indah dan menawan. Hati remaja itu tergugah untuk menjadi seperti super star itu. Ia ingin menjadi penyanyi kaliber dunia. Ia ingin menjadi seorang yang tenar dan dikenal oleh orang sejagat. Tetapi bagaimana?

Salah satu jalan yang ia tempuh adalah mencontoh gaya super star tersebut. Tetapi setiap kali ia mau berlatih, ia menemui banyak rintangan. Ia mengurungkan niatnya untuk berlatih menyanyi. Baginya, menjadi seorang super star itu terlalu berat. Biarlah ia menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Suatu ketika ia mempunyai kesempatan untuk berjumpa dengan super star pujaannya. Ia gunakan kesempatan itu untuk berdialog dengan super star tersebut. Ia bertanya, ”Bagaimana Anda menjadi seorang yang terkenal?”

Sambil tersenyum, super star itu menjawab, ”Adik, saya menjadi super star tidak tiba-tiba. Saya belajar bertahun-tahun. Saya berlatih menyanyi lima belas jam dalam satu hari. Pelatih saya selalu memberi saya motivasi untuk terus berlatih di kala saya merasa capek. Tidak ada kata menyerah. Saya harus bisa melakukannya.”

Remaja itu semakin kagum terhadap idolanya itu. Ternyata menjadi seorang super star itu tidak segampang yang dibayangkan. Orang mesti berjuang untuk meraih sukses itu. Kadang-kadang orang mesti mengalami jatuh terpuruk. Tetapi orang mesti bangkit lagi, kalau ingin meraih sukses yang gilang gemilang.

Sahabat, banyak orang sering terkecoh oleh keberhasilan seseorang. Mereka mengira keberhasilan itu diraih dengan mudah, tanpa kerja keras. Ternyata tidak demikian. Di balik kekeberhasilan itu selalu ada jalan panjang yang memuat catatan perjuangan dan pengorbanan. Keringat dan kecapekan. Jatuh dan bangun mesti dilewati untuk meraih keberhasilan itu.

Kisah tadi mengatakan kepada kita bahwa tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan. Kalau mau menjadi orang yang tenar atau super star orang mesti mengorbankan banyak waktu dan engerinya untuk berlatih dan berlatih. Orang tidak bisa berpangku tangan saja lalu mengharapkan kesuksesan mendatangi dirinya.

Karena itu, orang mesti berusaha terus-menerus, kalau ingin meraih kesuksesan itu. Orang mesti berani untuk mengorbankan diri dan seluruh hidupnya untuk kesuksesan itu. Kesuksesan seperti ini akan tahan lama. Tidak lekang oleh kemajuan jaman. Mengapa? Karena orang meraihnya melalui jerih payahnya sendiri. Orang tidak meraihnya melalui cara-cara yang instan.

Sebagai orang beriman, kita mesti terus-menerus berjuang untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini. Tuhan telah memberi kita potensi-potensi untuk kita kembangkan menjadi sesuatu yang berguna bagi kemajuan diri kita. Untuk itu, mari kita berusaha, agar kita tetap setia pada apa yang telah pilih untuk hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


552