Pages

19 Oktober 2009

Tuhan Menjamin Hidup Kita



Ada seorang arsitek yang meninggalkan kehidupan kota. Ia merasa bosan dengan hingar bingar kota. Baginya, kehidupan kota sudah terkontaminasi. Ia menjual seluruh harta miliknya untuk membuat sebuah padepokan di kaki gunung. Di sana ia hidup damai dan tenteram bersama istri dan beberapa anaknya yang masih kecil.

Ia juga membuat beberapa padepokan yang bisa dipakai untuk penginapan. Banyak keluarga yang mendatangi padepokannya untuk menikmati istirahat di akhir pekan. Melihat suasana yang begitu damai dan tenang, banyak keluarga merasakan damai dan bahagia. Hasilnya adalah mereka menjadi semakin giat dalam bekerja. Suasana akhir pekan itu memotivasi mereka untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

Kepada para pengunjung, ia meminta mereka untuk menikmati apa yang disediakan oleh alam di sekitarnya. Ia menganjurkan agar mereka mau makan singkong atau umbi-umbian, makan dengan lauk ikan dari kolam yang ada di padepokan itu. Ia juga mengharapkan mereka mandi air dingin yang ada di sekitar situ.

Namun para pengunjung itu tidak begitu peduli dengan anjurannya. Mereka membawa sendiri makanan dari kota. Mereka membawa bekal makanan yang berlimpah. Arsitek itu berkata, “Anugerah alam sudah begitu banyak. Namun orang masih menjamin dirinya secara berlebihan. Itu kerakusan.”

Apa yang kita kejar dalam hidup ini? Kalau kita jujur, kita akan mengatakan bahwa yang kita kejar dalam hidup ini adalah kebahagiaan. Kita ingin hidup bahagia. Kita ingin memiliki keluarga yang bahagia. Pekerjaan yang kita miliki itu untuk kebahagiaan kita.

Namun banyak orang sering lupa akan tujuan hidup ini. Orang merasa bahwa harta yang banyak itulah jaminan bagi kebahagiaan hidupnya. Karena itu, orang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan. Kawan bisa jadi lawan, karena perebutan harta kekayaan. Bahkan antar saudara pun bisa terjadi permusuhan karena ingin menguasai harta kekayaan.

Kasih tadi mau mengungkapkan ketergantungan hidup manusia itu pada Tuhan yang menciptakan kita. Sebagai orang beriman, ketergantungan kita pada Tuhan mesti selalu menjadi hal utama dalam hidup ini. Penyerahan diri secara total kepada Tuhan akan membawa kita kepada kebahagiaan. Mengapa? Karena Tuhan itu sumber kebahagiaan sejati. Hanya Tuhan yang mampu memberikan kebahagiaan itu kepada kita. Hanya Dia semata yang dapat memelihara hidup kita. Tuhan menjamin hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.



200

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.