Pages

10 Oktober 2009

Mengolah Harta untuk Kebahagiaan Hidup

Di sebuah keluarga terjadi keributan antara dua orang anak. Anak pertama sangat suka akan anjing. Ia memiliki tiga ekor anjing kecil dari berbagai ras yang berbeda. Ia memeliharanya dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Waktu luangnya ia habiskan untuk ketiga anjing ini. Bahkan uang saku yang diberikan oleh orangtuanya habis untuk membeli makanan bagi ketiga anjingnya.

Kalau ada anggota keluarga yang mengganggu anjing-anjingnya, ia menjadi sangat marah. Ia akan membela mati-matian ketiga anjingnya. Bahkan bisa terjadi perang mulut.

Sementara anak kedua tidak suka memelihara binatang. Waktu-waktu luangnya ia gunakan untuk memelihara tanaman di halaman rumahnya. Ia begitu perhatian terhadap tanaman-tanaman itu. Ia punya koleksi tanaman-tanaman yang mahal dari berbagai jenis tanaman.

Suatu hari, anjing-anjing milik kakaknya menggunakan bunga-bunga di halaman rumah itu sebagai teman main. Banyak bunga yang rusak. Sang kakak membiarkan saja anjing-anjing itu menggigit bunga-bunga yang mahal dan indah itu. Tidak lama kemudian datang sang adik yang menendangi anjing-anjing itu satu per satu. Ia marah melihat tanamannya dirusak. Sang kakak tidak bisa menerima perlakukan adiknya terhadap anjing-anjingnya. Mereka pun bertengkar. Keributan besar terjadi di antara mereka. Mereka hampir saja berkelahi. Untung, sang ibu datang melerai dan mendamaikan keduanya.

Harta dunia yang kita miliki bisa menjadi pemicu perpecahan. Keributan bisa terjadi gara-gara apa yang kita senangi dirusak oleh orang lain. Emosi kita bisa meluap-luap, kalau barang yang begitu berharga dan kita cintai hilang atau rusak. Bisa saja kita tidak bisa tidur berhari-hari hanya memikirkan barang-barang berharga yang hilang atau rusak oleh keteledoran kita.

Kita memang membutuhkan harta atau barang-barang untuk kelanjutan hidup kita. Tidak ada orang yang dapat hidup di dunia ini secara baik, kalau ia tidak memiliki uang atau barang-barang. Karena itu, kita pasti ingin tetap menjaga baik-baik harta kekayaan yang kita miliki.

Namun cinta yang berlebihan terhadap harta kekayaan dapat membawa bencana dalam hidup kita. Kalau kita terlalu terikat pada apa yang kita miliki akan membiarkan barang-barang itu menguasai diri kita. Padahal semestinya kitalah yang menguasai barang-barang atau harta kekayaan itu.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk menggunakan harta kekayaan itu untuk membangun persaudaraan dan damai. Orang beriman itu sadar bahwa harta kekayaan itu hanyalah sarana untuk kelangsungan hidupnya. Harta kekayaan itu bukan tujuan dari hidup ini. Tujuan utama hidup kita adalah mengalami kebahagiaan dan damai dengan sarana harta yang kita miliki. Percuma kita memiliki harta kekayaan, tetapi hidup kita tidak bahagia. Percuma kita bekerja mati-matian untuk mengumpulkan harta, tetapi hidup kita selalu dikejar-kejar oleh ketakutan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.


193

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.