Pages

04 Februari 2014

Membangun Kebahagiaan dari Lubuk Hati

 
Sering orang mengalami kegalauan dalam hidup ini. Kegalauan itu membuat mereka tidak mengalami kebahagiaan dalam hidup ini. Karena itu, mereka berusaha untuk mencari dan menemukan kebahagiaan itu. Ada berbagai macam cara.

Ada seorang pemuda yang sedang mencari kebahagiaan. Ia berusaha untuk mendaki sebuah gunung. Menurutnya, kebahagiaan itu terletak di atas gunung. Ketika ia memandang keindahan dari atas gunung, saat itulah kebahagiaan itu meluputi dirinya. Karena itu, suatu hari pemuda itu mendaki sebuah gunung yang tinggi. Ia membawa bekal secukupnya untuk beberapa hari. Ia ingin tinggal di sana dan menikmati kebahagiaan itu.

Setelah semuanya siap, ia mendaki gunung itu sendirian. Ia merasakan semilir angin yang berhembus menambah nikmatnya pendakian. Gunung yang tinggi itu ia dapat daki dalam beberapa jam. Tidak ada tantangan yang berarti bagi dirinya. Ia hanya memantapkan hatinya untuk menemukan kebahagiaan yang terletak di puncak gunung itu. Karenanya, ia sungguh-sungguh menikmati pendakian itu.

Setelah tiba di atas puncak gunung itu, ia mulai memandang keindahan dari atas gunung itu. Namun tidak seperti apa yang dibayangkannya. Ternyata dari atas puncak gunung itu ia merasakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Ia merasa bahwa kebahagiaan yang ingin ia temukan di gunung itu justru tidak ia temukan. Ia merasa tertipu. Ia merasa sedih. Ternyata ia tidak lebih bahagia daripada berada di bawah kaki gunung itu. Meski demikian, ia tetap berada di gunung itu seorang diri untuk beberapa saat. Ia tetap ingin berusaha menemukan kebahagiaan dirinya.

Dalam perjalanan turun dari gunung itu ia baru sadar bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam batinnya. Kebahagiaan itu sebenarnya dapat ia temukan di dalam hatinya. Tidak perlu ia jauh-jauh mencari kebahagiaan itu di atas gunung yang sunyi senyap itu.

Sahabat, banyak orang merasa bahwa kebahagiaan itu mesti ditemukan di luar dirinya. Karena itu, orang berusaha untuk mencari dan menemukan kebahagiaan itu di luar dirinya. Orang kurang sadar bahwa sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Yang semestinya dilakukan adalah orang berusaha untuk menemukan kebahagiaan itu di dalam dirinya. Orang mesti sadar bahwa di lubuk hatinyalah orang dapat membangun kebahagiaan bagi hidupnya.

Karena itu, orang mesti masuk ke dalam batinya sendiri. Orang mesti berusaha untuk mengenali hal-hal inti yang ada di dalam batinnya. Orang tidak perlu melarikan diri dari hatinya sendiri untuk menemukan kebahagiaan di luar dirinya. Untuk itu, dibutuhkan suatu refleksi yang mendalam. Suatu kesempatan mesti diciptakan, agar orang dapat menemukan bahwa di dalam dirinya itu ada kebahagiaan.

Ketika orang mencari kebahagiaan di luar dirinya sendiri biasanya orang sering mengalami kegalauan dalam hidupnya. Orang akan mencoba untuk menemukan sesuatu di luar dirinya yang menjadi jaminan kebahagiaan dirinya. Padahal ketika orang berusaha menemukan hal-hal di luar dirinya, biasanya hal-hal itu bersifat sementara. Uang yang banyak yang ditemukan di luar diri itu tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Harta yang berlimpah-limpah hanya menambah keresahan dalam diri orang.

Untuk itu, manusia mesti kembali ke kedalaman batinnya. Dengan demikian, kebahagiaan sejati mulai dirancang dari sana. Kebahagiaan sejati mulai ditemukan dan dikembangkan di sana. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1044

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.