Pages

15 Juni 2014

Hati yang Tergerak oleh Kasih untuk Membantu



Apa yang akan Anda lakukan, ketika Anda menyaksikan sesama Anda mengalami kesulitan dalam karyanya? Anda biarkan dia begitu saja? Atau Anda tergerak hati untuk membantunya?

Melihat ayahnya yang selalu kesulitan saat membuka galon air mineral, dua siswa SMPN 6 Malang ini pun tergerak. Mereka kemudian membuat sebuah alat khusus pembuka galon yang praktis dan aman.

Dua siswa itu bernama Bening Sasmita Adam dan Dimas Fahrizal Ramadhany. Mereka adalah salah satu finalis National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pertengahan November 2013 lalu.

Meski terdengar sederhana, namun alat yang mereka ciptakan sangat berguna. Beberapa orang sudah memesan secara khusus pembuka tutup galon itu, bahkan ada yang dari luar Jawa.

"Dulu kan lihat orangtua saya kalau buka galon itu kesulitan. Lalu saya bicara sama Bening, kita rundingkan baru kepikiran alat ini," kata Dimas.

Keduanya lalu membuat desain alat tersebut. Awalnya mereka melihat cara kerja tang. Kemudian direka sebuah gambar alat yang bisa memutar penutup galon hingga terbuka.

“Jadi cara makainya, alat dimasukkan ke galon, lalu ada lidah plastiknya dimasukkan ke lubang alat itu. Lalu alat ditarik dan diputar, kalau sudah rapi maka tinggal diangkat. Desainnya mirip pembuka kornet,” kata Dimas, menjelaskan.

Untuk prototipe, Dimas dan Bening menggunakan bahan dasar besi. Setelah alat-alatnya terkumpul, lalu mereka menyambungkannya ke tukang las. "Kekurangannya alat ini karena masih berat saja. Kita masih pakai besi. Ke depan mungkin bahannya lebih ringan," tutur Dimas.

Dalam waktu dekat, alat ini akan dipatenkan. Tidak menutup kemungkinan, bakal segera beredar di pasaran hasil kreasi dua anak muda hebat ini.

Sahabat, suatu kreativitas akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Namun betapa banyak orang merasa mengalami kesulitan untuk melakukan kreasi. Mereka selalu mengutarakan berbagai alasan untuk berhenti berkreasi. Padahal panggilan manusia adalah menciptakan sesuatu yang baru bersama Tuhan, Sang Pencipta utama.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa kepekaan terhadap situasi sekitar kita sangat penting dalam kehidupan ini. Kepekaan dua siswa SMP itu memberikan kontribusi bagi kelancaran kerja sang ayah. Tentu saja tidak hanya kontribusi itu. Lebih jauh adalah penemuan keduanya menjadi tanda kasih yang besar bagi keluarga.

Kreativitas juga tumbuh dari kasih yang besar kepada sesama. Kasih bermula dari pengamatan yang dilakukan terus-menerus terhadap kondisi di sekitar kehidupan ini. Orang kemudian tergerak untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi sesamanya. Orang termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih lagi terhadap kehidupaan bersama.

Karena itu, yang dibutuhkan orang beriman dalam hidup ini adalah menumbuhkan motivasi untuk mengasihi sesama dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang kita lakukan itu memiliki dasar yang kuat dalam kasih kita terhadap sesama kita. Dengan demikian, hidup ini semakin membahagiakan bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi bagi semua orang. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.