Pages

04 Juni 2014

Rahmat Tuhan Tercurah dengan Cuma-cuma

Sebesar apa iman Anda kepada Tuhan? Sebesar biji bayem? Atau sebesar gunung Himalaya? Besar atau kecil iman kita, Tuhan selalu memperhitungkannya. Bahkan Tuhan selalu peduli terhadap hidup ciptaanNya.

Saya pernah menerima SMS doa yang sangat mengesankan. Namun, di bawahnya ada catatan. SMS itu harus diteruskan kepada sedikitnya 12 orang barulah berkat Tuhan akan tercurah. Jika tidak, celakalah yang akan dituai. Menyebarnya SMS itu menunjukkan banyak orang meyakini isinya. Soalnya, apa yang “diimani” para pengirim SMS ini? Apakah Tuhan akan mengabulkan doa manusia yang memberikan sogokan sebanyak 12 SMS?

Saya tersenyum membaca SMS doa tersebut. Tanpa pikir panjang, saya langsung menghapus SMS itu. Tidak terjadi apa-apa dengan kondisi fisik saya. Saya sehat-sehat saja. Paling tidak hingga sekarang saya belum mengalami celaka. Dalam hati saya berpikir, Tuhan tidak mengindahkan sogok dari ciptaan-Nya. Dia tetap mengabulkan doa manusia tanpa syarat apa pun.

Suatu hari, seorang teman juga mendapatkan SMS yang sama. Ia segera mengirim 12 SMS kepada teman-temannya. Ia mengaku bahwa ia takut setengah mati, kalau akan mendapatkan celaka. Ia menjadi sangat kuatir akan hidupnya. Meski sudah mengirim 12 SMS, ia masih merasa cemas akan hidup ini.

Sahabat, doa seseorang memang harus didasari oleh iman. Namun iman yang bebas. Orang tidak boleh terpaksa berdoa kepada Tuhan untuk menghindari celaka. Orang mesti yakin bahwa doa-doanya akan didengarkan oleh Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan itu pengasih dan penyayang. Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya tanpa menuntut balasan dari ciptaan-Nya itu.

Kisah di atas menjadi contoh bagi kita untuk tetap percaya kepada Tuhan. Rahmat Tuhan tercurah kepada setiap ciptaan-Nya dengan cuma-cuma. Rahmat itu diberikan kepada manusia secara gratis demi keselamatan umat manusia. Demi keselamatan itu, Tuhan senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Tuhan tidak membiarkan kita manusia berjuang sendirian. Tuhan selalu ingin mendampingi perjalanan hidup manusia.

Orang beriman mesti senantiasa memupuk keyakinan bahwa Tuhan selalu memberikan rahmat-Nya kepada manusia. Tuhan tidak pernah mencederai manusia. Meski dosa manusia merah laksana saga, Tuhan tetap mengampuninya. Tuhan bahkan selalu mencari dan menemukan ciptaan-Nya yang meninggalkan diri-Nya.

Karena itu, orang beriman mesti senantiasa datang kepada Tuhan. Kita mesti menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya. Bagi kita, tidak ada kekuatan lain yang menjadi andalan hidup kita. Hanya Tuhan yang menjadi andalan hidup orang beriman. Tuhan menjadi sumber hidup orang yang beriman teguh kepada-Nya.

Mari kita memberikan hidup kita kepada Tuhan. Melalui doa-doa kita, kita mengungkapkan kerinduan kita kepada Tuhan. Jangan kita cemas akan hidup ini, karena Tuhan senantiasa menyertai kita. Tuhan peduli terhadap setiap langkah hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

1100

1 komentar:

TemanPLN mengatakan...

saya cukup terkesan dengan isi yang disampaikan dan praktisnya juga dapat dilihat namun kalau bisa dalam renungan ini disertakan ayat alkitab yang menjadi dasar dari renungannya.
makasih

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.