Pages

15 Februari 2010

Memperlakukan Sesama dengan Baik



Tiba-tiba saja seekor singa keluar dari kandangnya ketika sedang diadakan sebuah karnaval. Semua orang yang berada di sekitar kandang singa itu langsung lari terbirit-birit. Ibu-ibu menangis histeris ketakutan. Mereka berusaha menyelamatkan anak-anak mereka.

Semua orang berusaha menyelamatkan diri. Namun tiba-tiba muncul seorang anak kecil berjalan menuju singa itu. Ia tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Ibunya berteriak histeris memanggil nama anaknya. Namun anak itu semakin cepat berlari menuju singa, si raja rimba itu.

Begitu dekat singa itu, ia langsung mengelus-elus singa itu. Herannya, singa itu tidak menerkamnya. Malah singa itu menjilat-jilat tangan anak itu. Mereka berdua pun saling memberikan perhatian dengan cara mereka masing-masing. Singa itu tidak hanya menjilat-jilat tangan anak itu. Ia juga menjilat mukanya, punggungnya dan kaki anak itu. Anak itu tertawa gembira mendapat perlakuan yang begitu baik dari singa itu. Sementara ibunya merinding ketakutan.

Tidak lama kemudian singa itu masuk kembali ke kandangnya. Anak itu mengunci kandangnya kembali. Setelah mengelus-elus dahi singa itu, anak itu kembali kepada ibunya yang sedang bercucuran air mata.

Begitu sampai dalam pelukan ibunya, anak itu tertawa gembira. Hari itu ia bisa menaklukan si raja rimba dengan elusan-elusannya. Ibunya bertanya, “Nak, mengapa kamu lakukan itu? Mama sangat cemas melihat tingkahmu. Lain kali mama tidak akan membawamu lagi kalau ada karnaval.”

Sambil tersenyum, anak itu menjawab, “Mama, singa itu sudah terlatih dengan baik oleh pelatihnya. Pasti dia tidak sembarangan menyerang orang. Apalagi kalau dia lihat anak kecil seperti saya. Dia pasti kasihan terhadap saya, mama. Kan tadi saya memperlakukannya dengan baik. Saya tidak marah kepadanya. Saya hanya mengandalkan senyum saya.”

Ibunya terheran-heran mendengar kata-kata anaknya. Senyum anak itu telah menyelamatkan dirinya dari sergapan singa. Apalagi anak itu memperlakukan singa itu dengan baik.

Sering kali orang salah persepsi terhadap orang lain. Orang yang penampilannya seram sering dikira sebagai orang yang ganas pula. Karena itu, orang mesti hati-hati dalam menilai orang lain. Orang yang tampilannya seram itu belum tentu punya sifat yang jelek pula.

Untuk itu, orang mesti berpikir positif terhadap sesama yang ada di sekitarnya. Artinya, orang mesti tidak memiliki praduga-praduga yang bukan-bukan terhadap orang lain. Yang mesti diutamakan adalah menerima kehadiran sesama secara baik. Orang juga mesti memperlakukan sesamanya dengan baik. Dengan demikian tidak terjadi kekacauan dalam hidup ini.

Dalam kisah di atas, anak itu memperlakukan singa itu dengan baik. Ia mengelusnya. Ia melayangkan senyum kepadanya. Perbuatan anak itu membuat singa yang ganas itu luluh.

Mari kita berusaha berbuat baik kepada setiap orang yang kita jumpai dalam hidup ini. Kita singkirkan berpikir negatif tentang orang lain dari pikiran kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

322/323

Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.