Pages

15 Februari 2010

Memberi Semangat kepada Orang Lain

Di suatu Tahun Baru, seorang milyoner menghadapi suatu tragedi yang mengerikan. Milyoner yang bangga karena tidak pernah memberi tips bagi setiap pelayanan itu kehilangan kepala akuntannya. Akuntannya itu bunuh diri dengan minum racun maut. Padahal selama tiga puluh tahun bekerja dengan milyoner itu, tidak ada masalah antara mereka. Laporan keuangan selalu ia buat dengan sangat baik. Tidak ada keanehan apa-apa pada laporan keuangan itu.

Bahkan laporan keuangan itu teratur secara sangat rapi dan sempurna. Akuntan itu seorang yang sangat jujur. Ia tidak pernah membuat rekayasa-rekayasa dalam membuat laporan keuangan. Ia juga seorang yang sangat pendiam. Satu-satunya surat yang ditinggalkan akuntan itu hanyalah surat pendek yang ditujukan kepada milyoner itu.

Isi suratnya adalah “Selama tiga puluh tahun bekerja, saya tidak pernah mendapat dorongan semangat satu kata pun. Saya bosan!”

Setelah membaca surat singkat itu, milyoner itu sangat terkejut. Ternyata apa yang ia perlihatkan selama ini tidak selalu menyenangkan semua pegawainya.

Memberikan motivasi kepada orang lain itu sangat berguna. Orang akan melihat sesuatu yang memberi semangat itu sebagai suatu kekuatan dalam usaha-usaha mengembangkan diri. Ada orang mengatakan bahwa salah satu yang membentuk keahlian seseorang itu adalah adanya motivasi dari luar diri. Motivasi yang diberikan oleh seorang pemimpin itu ternyata memberikan kekuatan dalam diri seseorang untuk mengembangkan keahliannya.

Kisah di atas menunjukkan bahwa seorang yang ahli itu masih membutuhkan semangat dari pemimpinnya. Ada berbagai bentuk semangat yang bisa diberikan. Misalnya, pujian atau ucapan terima kasih atas apa yang telah dibuat. Atau bisa juga dalam bentuk hadiah atas suatu prestasi yang telah ditunjukkan.

Bentuk-bentuk semangat ini diberikan tanpa biaya yang tinggi. Tetapi orang yang menerima penghargaan itu akan sangat bergembira. Ia merasa bahwa apa yang ia buat itu membahagiakan orang lain. Apa yang ia lakukan itu ternyata berkenan di hati pemimpinnya. Dalam kondisi seperti ini semangat untuk bekerja akan semakin kuat. Semangat untuk meningkatkan kemampuannya akan dikembangkan terus-menerus tanpa diperintah oleh orang lain.

Sering kali kita menganggap remeh pujian yang kita berikan kepada orang lain. Atau kita menganggap biasa ucapan terima kasih yang kita tujukan kepada orang lain. Namun pujian atau terima kasih itu sangat bernilai bagi yang menerima. Karena itu, baiklah kita senantiasa memberi pujian dan ucapan terima kasih kepada mereka yang bekerja dengan kita siapa pun mereka. Kalau Anda punya pembantu yang baik, berilah pujian kepadanya setelah ia melakukan pekerjaannya dengan baik. Ucapkanlah terima kasih untuknya. Hal-hal ini akan membantunya untuk meningkatkan kinerjanya dalam pekerjaannya.

Sebagai orang beriman, mari kita saling memberi semangat agar hidup ini semakin bermakna. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

323


Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.