Pages

10 Juli 2011

Pentingnya Air dan Lingkungan Hidup



Kepedulian terhadap lestarinya lingkungan hidup mesti menjadi bagian dari semangat hidup semua orang. Berbagai cara mesti dilakukan untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan hidup. Semua orang mesti dilibatkan dalam usaha menyelamatkan lingkungan hidup itu. Mengapa? Karena lingkungan hidup itu bukan hanya milik segelintir orang saja. Lingkungan hidup ini milik kita semua.

Apa jadinya kalau lingkungan hidup yang kita diami ini semakin tidak bersahabat dengan kita? Apa jadinya, kalau kita semua hidup di suatu dunia yang gersang? Tentu kita akan mengalami kegelisahan dalam hidup ini. Ketika air menghilang dari bumi kita, misalnya, kita tidak bisa hidup lagi. Ketika pohon-pohon lenyap dari lingkungan kita hidup, misalnya, kita akan mengalami situasi kekeringan.

Karena itu, upaya pelestarian hidup mesti selalu didengung-dengungkan. Band God Bless, misalnya, erpartisipasi dalam konser peduli air Live Earth, Minggu, tanggal 18 April 2010 lalu di Bali. Band rock legendaris yang digawangi Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Abadi Soesman (kibor) dan Yaya Moektio (drum) ini membawakan sejumlah lagu yang sarat pesan sosial dan lingkungan. Lagu-lagu tersebut adalah Biarkan Hijau, Bara Timur dan Anak Adam.

Ia Antono berkata, ”Kami senang bisa berpartisipasi di konser Live Earth. Melalui acara ini, kami berharap masyarakat peduli krisis air yang melanda dunia. Minimal mereka tahu ada persoalan itu.”

Konser itu merupakan salah satu dari acara serupa yang digelar di berbagai tempat di dunia, seperti di Buenos Aires (Argentina), Cape Town (Afrika Selatan), serta Chicago (Amerika Serikat). Konser Live Earth pertama kali digelar di tujuh benua pada tahun 2007 lalu atas prakarsa produser Kevin Wall bekerja sama dengan mantan Wakil Presiden AS Al Gore.

Konser itu diawali dengan lari bersama sejauh enam kilometer sebagai simbol jarak yang harus ditempuh warga di negara krisis air untuk mendapatkan air bersih. Dari konser itu, tergalang dana guna penyediaan air bersih di desa rawan air di Indonesia.

Sahabat, kesadaraan akan pentingnya air dan lingkungan hidup menjadi sangat mendesak saat ini. Mengapa? Karena air menjadi salah satu sumber kehidupan manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa hidup. Para ahli mengatakan bahwa tubuh manusia ini terdiri dari 70 persen air. Artinya, tanpa air manusia akan menjadi kering dan mati.

Namun sering manusia kurang peduli terhadap hadirnya air dalam hidup ini. Manusia begitu terbiasa untuk mencemari air. Manusia mudah sekali menghancurkan hutan-hutan dari mana sumber air itu berasal.

Karena itu, melalui konser air Live Earth itu mudah-mudahan kita semua disadarkan akan pentingnya air bagi kehidupan kita. Mari kita terus-menerus berusaha untuk melestarikan air bagi kebutuhan hidup kita. Dengan demikian, kita menjadi makhluk yang senantiasa peduli terhadap air dan lingkungan hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


725

09 Juli 2011

Jaukan Diri dari Korupsi


Indonesia mendapat cap negeri terkorup di dunia. Tentu saja cap ini membuat telinga kita memerah. Betapa tidak? Korupsi itu suatu tindak pidana merampok uang rakyat. Karena itu, tidaklah sesuai dengan semangat reformasi yang telah dihembuskan oleh para pemimpin negeri ini.

Beberapa tahun lalu presiden negeri ini sudah menyerukan pemberantasan korupsi. Banyak koruptor yang sudah mendekam di penjara. Namun sistim korupsi pun diubah oleh para koruptor yang masih berkeliaran.

Karena itu, apa yang mesti dibuat? Yang mesti dilakukan adalah memberikan penyadaran kepada setiap insan yang hidup di negeri ini. Orang mesti sadar bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap hati nurani. Orang tidak berani mengakui keterbatasan dirinya. Orang memaksakan diri untuk menjadi kaya dalam waktu singkat.

Salah satu kegiatan penyadaran itu dilakukan oleh Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi. Awal April tahun lalu, ia berpidato di depan ratusan anggota Korpri Jawa Timur di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya. Dalam pidatonya, Mahfud membahas habis-habisan soal korupsi di Indonesia.

Ia berkata, ”Saya mengimbau, nikmati saja pekerjaan sebagai PNS (pegawai negeri sipil). Lakukanlah pekerjaan dengan jujur, enggak usah macam-macam.”

Di hadapan para PNS, Mahfud mengatakan, para koruptor sering kali bersembunyi di balik hukum. Mereka menjadikan hukum sebagai sarana untuk menyembunyikan diri dari segala macam tindakan korupsi.

Ia berkata, ”Mereka memang berpegang pada hukum, tetapi tidak pada moral.”

Mahfud menilai, kebiasaan buruk korupsi di Indonesia sudah sedemikian parah. Kondisi ini bukan karena jeleknya hukum, melainkan karena buruknya mental masyarakat. Karena itu, pemberantasan korupsi membutuhkan waktu lama.

Sahabat, perubahan sikap hidup dan moral mesti segera dilakukan oleh setiap insan yang hidup di negeri ini. Mengapa? Karena sikap hidup dan moral manusia Indonesia sudah terkontaminasi oleh korupsi yang terjadi di negeri ini. Korupsi sudah mengakar kuat dalam kehidupan manusia. Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari situasi ini adalah mengubah pola hidup, sikap hidup dan moral.

Sebagai orang beriman, kita tentu prihatin terhadap situasi karut marut yang mencabik bangsa kita dengan skandal korupsi. Namun tidak cukup kita hanya prihatin. Harus ada gerakan dari diri kita untuk memerangi korupsi itu.

Caranya adalah dengan hidup ugahari sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kita tidak memaksakan kehendak untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Kita mesti ingat bahwa kita hidup dalam suatu proses. Mari kita berusaha untuk menjauhkan diri dari korupsi. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


724

08 Juli 2011

Berani Memberi Hidup bagi Sesama




Ia tergolong siswi yang tangguh, cerdas, dan tegas. Betapa tidak? Baru SMA ia sudah menjadi pramusaji di sebuah restoran. Menurut pengakuan gadis berusia 15 tahun ini, ia harus melakukan pekerjaan itu untuk menghidupi keluarganya. Ia datang dari keluarga tidak mampu. Apalagi ayahnya sudah tidak bisa bekerja lagi. Ayahnya mengalami suatu kecelakaan yang menyebabkan kedua kakinya diamputasi.

Ketika pertama kali menyaksikan kondisi ayahnya yang tak berdaya, ia tidak tahan. Ia berbisik kepada ibunya, “Bu, saya yang harus menggantikan peran ayah dalam keluarga kita. Ibu tidak usah kuatir.”

Sang ibu hanya sedih memandangnya. Sebenarnya ia tidak tega menyaksikan anak yang masih kecil itu banting tulang bekerja untuk keluarga. Namun demi kelangsungan hidup keluarga, ia pun rela. Ia masih punya dua orang anak yang mesti ia hidupi. Dua anak itu masih kecil-kecil. Mereka masih butuh pendampingan darinya.

Si sulung mesti berkorban untuk keluarganya. Ia pergi ke kota yang terdekat. Di sana ia mulai bekerja di sebuah restoran. Setiap bulan ia pulang ke rumahnya dengan segepok uang di tangan. Uang itulah menjadi biaya hidup bagi orangtua dan kedua adiknya. Ia merasa bahagia. Ia merasa senang menjalani pekerjaan itu. Hidupnya pun tetap ugahari. Tidak berubah.

Sahabat, kita hidup dalam dunia yang begitu menantang. Tantangan itu bisa saja datang dari orang lain di sekitar kita. Tantangan itu juga datang dari diri kita sendiri. Soalnya adalah bagaimana orang menghadapi tantangan-tantangan itu?

Kalau orang tidak berani menghadapi tantangan, ia akan terpuruk dalam kehidupan ini. Namun kalau ia kuat dan berani menghadapi tantangan, ia akan tegar menjalani kehidupan ini. Ada kreativitas yang akan tumbuh dalam perjalanan hidupnya. Ada cara-cara yang baik yang dapat ditemukan untuk keluar dari persoalan-persoalan hidup.

Gadis dalam kisah di atas mengatakan kepada kita bahwa tantangan hidup mesti ia jawab. Ia tidak bisa menghadapi kehidupan ini dengan menyerah begitu saja pada keadaannya. Ia mesti bangkit. Ia mesti mengambil alih tanggung jawab. Yang ia pikirkan bukan dirinya sendiri lagi. Yang ia pikirkan adalah keselamatan keluarganya. Karena itu, ia berani berkorban. Ia memberikan dirinya demi cinta yang besar kepada sesamanya. Cinta itu menjadi nyata dalam tindakan. Cinta itu tidak hanya di mulut saja.

Sebagai orang beriman, kita mesti sadar bahwa kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kita juga hidup untuk orang lain. Kita memberikan hidup kita untuk orang lain.

Ketika kita menyatakan kita mencintai sesama kita, yang mesti kita lakukan adalah berbuat baik kepada sesama itu. Kita mesti berani melakukan hal-hal yang berguna bagi kehidupan bersama. Dengan demikian, hidup ini menjadi bermakna bagi sesama. Mari kita berusaha untuk memberi hidup kita bagi kesejahteraan bersama melalui cinta yang nyata. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


723

07 Juli 2011

Sejarah Masa Lalu sebagai Titik Pijak Kemajuan



Banyak orang merasa bahwa sejarah masa lalu hanyalah kenangan yang tidak harus dikenang lagi oleh manusia. Mengapa? Mungkin ada yang merasa sejarah masa lalunya begitu pahit, sehingga ia tidak perlu mengingat-ingat lagi. Karena itu, mengingat sejarah masa lalu hanyalah saat untuk membangkitkan lagi kepahitan masa lalu.

Andara Rainy (24) adalah Putri Pariwisata Indonesia berdecak kagum ketika menyaksikan dari dekat benda-benda pusaka Keraton Kesultanan Ternate. Selama dua hari, Rabu hingga Kamis awal April 2010, ia berada di bumi rempah-rempah itu untuk menghadiri Legu Gam Moloku Kie Raha, pesta rakyat Maluku Utara 2010.

Setelah menyaksikan Sultan Ternate ke-48 Jo Ou Kolano Mudaffar Sjah melepas kirab obor keliling Kota Ternate, Rabu malam, Andara mengelilingi ruang utama keraton yang terletak di lantai II. Ditemani Permaisuri Sultan Ternate Boki Ratu Nita Budi Susanti, ia antusias melihat pajangan pakaian kebesaran dan panji-panji Kesultanan Ternate yang sudah eksis sejak tahun 1500.

Perempuan kelahiran Jakarta 24 tahun lalu ini berkata, ”Saya teringat zaman keemasan kerajaan-kerajaan Nusantara masa lalu. Dulu cuma tahu dari buku-buku pelajaran sejarah, betapa rempah-rempah Ternate diperebutkan Portugis, Spanyol dan Belanda. Sekarang saya sudah berada langsung di keratonnya.”

Ia mengagumi Kesultanan Ternate sebagai simpul budaya Nusantara yang hingga kini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Dalam era globalisasi, ia memandang keraton sebagai salah satu pranata pelestari sistem nilai dan budaya bangsa yang luhur.

Sahabat, usaha mengenang sejarah masa lalu bukanlah suatu cara untuk mengungkit luka lama. Mengenang sejarah masa lalu membantu kita untuk membangun kehidupan kita yang lebih baik. Bagi mereka yang mengalami kepahitan di masa lalu, pengenangan sejarah masa lalu menjadi suatu kesempatan untuk memacu diri untuk lebih maju. Bagi mereka yang mengalami masa lalu sebagai masa yang indah dapat menggunakannya untuk memacu dirinya agar lebih maju.

Karena itu, orang mesti melihat sejarah masa lalu sebagai suatu peristiwa yang membantu hidupnya menjadi lebih baik. Mengenal sejarah kehidupan manusia dapat membantu manusia untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Untuk itu, orang mesti berani menerima masa lalunya entah baik atau buruk. Langkah selanjutnya adalah mengolah masa lalu itu menjadi suatu kekuatan untuk pengembangan dirinya.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa mengenal sejarah masa lalu menjadi suatu unsur yang penting dalam hidup ini. Mengenal sejarah masa lalu itu menumbuhkan cinta yang semakin besar terhadap kehidupan. Ternyata ada perjuangan yang begitu besar dalam meraih kesuksesan hidup.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tidak menutup-nutupi sejarah masa lalu kita. Sejarah masa lalu itu kita terima dengan sukacita, sehingga menjadi dasar bagi kita untuk memperjuangkan kehidupan ini. Mari kita berusaha untuk menerima sejarah masa lalu kita untuk kita jadikan titik pijak bagi kemajuan dan kesuksesan hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


722

06 Juli 2011

Hidup Ini Anugerah Cuma-cuma


Awal April tahun lalu diberitakan hilangnya seorang anak cacat bernama Paulette Gebara Farah di kota Meksiko. Lenyapnya anak berusia emnpat tahun ini menjadi pembicaraan banyak orang di seluruh kota. Orang membicarakan peristiwa itu di jalan-jalan, restoran. Media massa di negeri itu memberitakan peristiwa menyedihkan itu. Bahkan jejaring sosial pun ikut sibuk membicarakan hilangnya anak yang tidak bisa bicara dan berjalan itu.

Gadis cilik itu tinggal bersama orangtuanya di sebuah apartemen mewah. Ibu gadis cilik yang seorang pengacara itu mengalami penderitaan atas peristiwa itu. Ia memasang poster di berbagai tempat. Ia memohon agar kalau ada orang yang menemukan putrinya segera mengembalikannya.

Ia berkata, ”Satu-satunya yang saya inginkan adalah mendapatkan anak saya kembali. Dia bocah khusus yang memerlukan orangtuanya, yang tak bisa bertahan sendiri. Dia mempunyai keluarga yang sangat mencintainya dan mau memberikan nyawa mereka untuknya.”

Namun para penyelidik polisi menemukan sesuatu yang aneh. Setelah menyelidiki seluruh isi apartemen itu, polisi menemukan jenazah anak itu terbungkus seprei dan terjepit di antara kasur dan tempat tidur. Masyarakat sangat marah mendengar berita itu. Pihak polisi menduga bahwa orangtua anak itu berusaha melenyapkan anak mereka yang cacat itu.

Sahabat, kehidupan manusia adalah segala-galanya. Karena itu, kehidupan itu tidak boleh dilenyapkan. Seorang anak cacat yang membutuhkan bantuan mesti diberi bantuan untuk mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya. Anak-anak seperti ini mesti mendapat dukungan yang khusus. Mereka mesti diperhatikan secara istimewa, karena mereka adalah buah hati dari orangtua sendiri.

Karena itu, orang akan marah begitu mengetahui kehidupan itu disepelekan. Kehidupan yang begitu berharga itu tidak boleh dilenyapkan. Martabat manusia mesti dijunjung tinggi. Ketika martabat manusia itu tidak dijunjung tinggi, yang ada hanyalah penodaan terhadap kehidupan itu sendiri.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa ada penolakan terhadap kehidupan manusia. Mengapa orang sampai hati menolak kehidupan? Karena orang tidak mau repot mengurus kekurangan yang ada dalam dirinya. Orang mau lepas tangan. Orang mau menikmati hidup ini hanya untuk diri sendiri.

Karena itu, mereka merasa bahwa hidup ini hanya untuk mereka sendiri. Akibatnya, kehidupan orang lain tidak dipikirkan. Atau kehidupan orang lain dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk meraih kenikmatan dalam hidup.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hidup ini. Mengapa? Karena hidup ini adalah anugerah. Tuhan memberi kita hidup ini dengan cuma-cuma. Tuhan menghendaki agar kita memperjuangkan hidup ini dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama. Dengan demikian, hidup ini menjadi sesuatu yang berguna. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


721

Berani Mengambil Keputusan untuk Hidup


Seorang gadis sedang bingung. Apa yang mesti ia lakukan antara mengikuti kehendak orangtua atau mengikuti suara hatinya. Kehendak orangtua terhadap dirinya adalah ia harus menerima lamaran dari seorang pria yang bukan menjadi pilihannya. Sedangkan suara hatinya berkata lain. Ia tidak mau menerima lamaran pria yang tidak dicintainya. Ia ingin agar urusan cinta itu menjadi urusan pribadinya. Bukan urusan orangtuanya. Apalagi dalam memilih seorang kekasih.

Karena itu, terjadi keguncangan dalam diri gadis itu. Ia seorang yang setia kepada orangtuanya. Ia mengalami dilema. Mana yang mesti ia dahulukan. Apakah kehendak orangtuanya atau suara hatinya sendiri. Ia merasa, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit. Memilih salah satu berarti ia mesti mengorbankan yang lain. Ini yang sulit ia lakukan. Ia tidak ingin kehilangan orangtuanya. Ia ingin tetap membaktikan dirinya kepada orangtuanya. Namun ia juga tidak ingin kehilangan dirinya sendiri. Ia ingin memiliki kebebasan dalam hidupnya.

Apa yang kemudian gadis itu putuskan? Ia tidak mengambil keputusan apa-apa. Ia membiarkan semuanya berlalu. Ketika ditanya oleh orangtuanya, ia tidak mau memberikan pendapat. Ia juga tidak mau menyerahkan keputusan pada orangtuanya. Ia membiarkan persoalan itu tetap mengambang.

Sahabat, dalam hidup ini manusia memiliki kesempatan-kesempatan untuk memutuskan sesuatu. Banyak orang mengalami kesulitan untuk membuat keputusan yang tepat bagi hidupnya. Mengapa? Ada berbagai aspek yang mesti dipertimbangkan. Ada berbagai hal yang harus dilakukan untuk membuat keputusan yang sangat penting bagi hidup.

Namun orang juga mesti punya sikap yang jernih dalam membuat suatu keputusan atas hidupnya. Orang mesti mendahulukan suara hatinya yang murni. Orang mesti berani mengambil langkah, apa pun resiko yang akan dihadapi. Banyak orang tidak berani mengambil keputusan, karena takut menanggung resiko. Orang enggan untuk bertanggungjawab atas keputusan yang diambilnya.

Untuk itu, orang membiarkan suatu persoalan tetap mengambang. Tentu saja hal ini kurang baik bagi kehidupan. Mengapa? Karena suatu persoalan yang tidak segera diselesaikan akan menjadi duri dalam daging. Persoalan itu dapat terus-menerus menghantui hidup seseorang.

Karena itu, orang beriman mesti berani membuat keputusan atas hidupnya. Caranya adalah dengan mempertimbangkan antara suara hatinya yang jernih dengan hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Akan ada resiko bila orang mengambil suatu keputusan. Namun orang beriman mesti berani menanggung resiko atas apa yang diputuskannya.

Mari kita berusaha untuk mengambil keputusan atas hidup kita. Orang beriman tentu saja menyertakan Tuhan dalam mengambil suatu keputusan. Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


720

04 Juli 2011

Usaha untuk Memiliki Hidup yang Bermutu





Seorang pemuda ingin memiliki hidup yang lebih bermutu. Ia ingin agar hidup ini ia jalani dengan lebih baik. Tidak hanya berhembus begitu saja seperti angin. Untuk itu, ia membaca berbagai buku yang berbicara tentang hidup yang bermutu. Dari berbagai sumber itu, ia menemukan bahwa hidup yang bermutu itu dibutuhkan suatu usaha yang keras. Orang harus berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang lebih bermutu.

Soalnya bagi pemuda itu adalah ia ingin meraih hidup yang bermutu dengan tidak perlu kerja keras. Baginya, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dengan cara pintas. Tidak harus melalui proses yang berbelit-belit. Ia ingin mutu hidup itu ia capai tidak dengan kerja keras.

Ia merasa yakin akan pandangannya itu. Namun kemudian ia menemukan berbagai persoalan dalam hidupnya. Hidup yang bermutu yang ia dambakan ternyata tidak ia peroleh. Ia menjadi frustrasi. Ia menjadi orang yang sering bingung dengan dirinya sendiri. Setiap pilihan untuk melangkahkan kaki meraih hidup yang bermutu selalu gagal.

Sahabat, sering orang merasa bahwa hidup yang bermutu itu gampang untuk diraih. Menurut mereka, hidup yang bermutu itu dapat dicapai dalam waktu singkat. Ternyata tidak! Hidup yang bermutu itu mesti dikembangkan sejak dini. Sejak seseorang terlahir ke dalam dunia ini. Seseorang mesti dibimbing untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya. Berbagai usaha mesti dilakukan untuk menuntun seseorang menemukan hidup yang bermutu.

Hidup yang bermutu itu dicapai dengan usaha terus-menerus sepanjang hidup. Usaha untuk memiliki hidup yang bermutu itu tidak pernah berhenti. Orang yang menghentikan usahanya untuk memiliki hidup yang bermutu akan menemukan banyak kesulitan dalam hidupnya. Mengapa? Karena hidup yang bermutu itu selalu berproses dalam hidup ini.

Ada berbagai rintangan yang mesti dilewati. Ada perjalanan jatuh dan bangun dalam usaha untuk memiliki hidup yang bermutu. Orang yang tidak berhasil menghadapi rintangan hidup akan mengalami berbagai persoalan. Orang yang putus asa dan tetap terpuruk dalam pengalaman jatuh tidak akan memiliki hidup yang bermutu.

Karena itu, orang beriman mesti menyadari betul bahwa hidup yang bermutu itu mesti diraih dalam ketekunan hidup. Tidak dapat dicapai dengan jalan pintas. Hidup yang bermutu itu juga dicapai melalaui hal-hal kecil dan sederhana. Orang tidak perlu bermimpi untuk memiliki hidup yang bermutu setelah melakukan hal-hal besar. Orang mesti berani menerjang berbagai rintangan untuk memiliki hidup yang bermakna. Orang mesti berani bangun lagi setelah jatuh terpuruk.

Mari kita berusaha terus-menerus untuk memiliki hidup yang bermutu dalam hidup ini. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih damai dan sukacita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


719

03 Juli 2011

Pentingnya Kehadiran Tanah dalam Hidup


Pernahkah Anda menyadari bahwa tanah tempat Anda berpijak begitu penting dalam hidup Anda? Mungkin banyak orang kurang menyadarinya, karena manusia hidup di atas tanah. Setiap hari memijak tanah. Setiap hari bersentuhan dengan tanah. Jadi tidak begitu dirasakan atau disadari kehadirannya. Orang baru menyadari tanah begitu penting dalam hidupnya, ketika tempat tinggalnya atau bidang tanah miliknya diperkarakan orang lain. Orang lalu mulai mempertahankan tanah miliknya dengan berbagai cara. Bahkan kalau toh harus menumpahkan darah, ia rela melakukannya.Rata Penuh

Dalang bertubuh subur, Ki Slamet Gundono (45), tak pernah berhenti mengeksplorasi wayang. Setelah melahirkan wayang buling, wayang nglindur, dan wayang suket, ia pentaskan wayang tanah di Padepokan Lemah Putih, Solo, Jawa Tengah, Rabu tanggal 31 Maret 2010 lalu.

Tentang hal ini ia berkata, ”Melalui anasir-anasir yang ada di alam, seperti suket (rumput), api, udara, dan tanah, saya memasuki dunia wayang.”

Dalam wayang tanah, ”panggung”- nya justru di dalam tanah sedalam 1,5 meter dan seluas 25 meter persegi. Di dalam tanah galian itu, Slamet bersama Suprapto Suryodarmo, penari Agus Mbendol, Liling, Waluyo Sastrosukarno, dan Komunitas Wayang Suket berkolaborasi memaknai tanah dalam kehidupan manusia.

Tema yang dia angkat adalah ”Sinta (Jahitan Tanah)”. Sinta adalah titisan Dewi Widowati dan simbol kesuburan tanah. Slamet membuat Sinta dari lempung dan di akhir pentas, lubang tanah galian ditimbun lagi. Sinta dari lempung dan wayang kulit ditancapkan di atasnya dan ibu-ibu petani warga Sikep, Sukolilo, Pati, menanaminya kembali.

Lewat wayang tanah, ia mengingatkan bahwa manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, sekaligus besarnya ”kuasa tanah” dalam hidup manusia.

Sahabat, ketika manusia menyadari kehadiran tanah atau alam dalam hidupnya, manusia akan berusaha untuk melestarikannya. Atau paling kurang manusia berusaha untuk menghargai kehadiran tanah itu dalam hidupnya.

Film Water World melukiskan manusia yang kehilangan tanah. Dunia hanya dipenuhi dengan air. Di saat seperti itu, manusia merasakan betapa bergunanya tanah dalam hidupnya. Manusia tidak bisa hidup tanpa tanah.

Manusia lantas mencari daratan atau tanah untuk dapat berpijak. Manusia mencari tanah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Hal ini dilakukan karena manusia sangat membutuhkan tanah untuk melangsungkan hidupnya.

Tuhan telah menciptakan tanah untuk kehidupan manusia. Tuhan memberi kepada manusia kuasa untuk mengelolanya. Namun sering manusia menyalahgunakan kuasa itu dengan membumihanguskan tanah. Manusia kurang puas dengan tanah yang telah dipercayakan kepadanya. Atau manusia mengeksploitasi tanah secara berlebihan untuk kebutuhan dirinya sendiri.

Karena itu, manusia harus sadar bahwa dirinya berasal dari tanah. Tuhan telah menciptakan manusia itu dari tanah. Tuhan telah menyerahkan tanggung jawab untuk melestarikan dan menyelamatkan tanah ke tangan manusia.

Untuk itu, manusia mesti selalu berusaha untuk memelihara tanah. Apa yang dilakukan oleh dalang Ki Slamet Gundono merupakan salah satu cara untuk menyadarkan manusia akan pentingnya tanah bagi hidup manusia. Mari kita berusaha untuk menyadari pentingnya tanah bagi hidup kita. Mengapa? Karena setelah menggunakan tanah untuk kebahagiaan hidup kita, kita akan kembali ke tanah yang sama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

718

02 Juli 2011

Belajar Terus-menerus untuk Tumbuhkan Iman


Keinginan untuk belajar terus-menerus merupakan bagian dari manusia yang hidup. Hal ini menandakan bahwa orang masih terus ingin maju dan berkembang. Orang yang berhenti belajar itu orang yang tidak mau maju. Orang yang juga takut gagal dalam hidupnya. Orang yang takut terhadap diri sendiri. Karena itu, belajar terus-menerus menjadi keharusan bagi orang yang ingin bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya.

Penyanyi dan aktris Miley Cyrus, misalnya. Walau sudah punya nama besar, terutama di kalangan remaja, pemain film yang berusia 17 tahun ini mengaku masih tidak puas menyaksikan aktingnya di film terbarunya The Last Song (2010). Ia bahkan berterus terang setelah melihat film itu dia benar-benar membutuhkan panduan atau kelas akting.

Ia berkata, ”Saya memang tidak pernah ambil pelajaran akting atau sejenisnya sebelumnya. Tetapi bukan berarti saya tak membutuhkannya. Ketika saya melihat film saya di bioskop, saya langsung memutuskan akan belajar lagi soal akting.”

Cyrus merupakan ikon remaja yang sukses mewujudkan cita-citanya menjadi pemain film dan menyanyi. Ia dibesarkan Disney melalui serial televisi Hannah Montana. Ia mendapat banyak kesempatan mengembangkan kariernya di dunia hiburan.

Ia mengaku punya banyak keinginan yang mau ia wujudkan. Bintang High School Musical ini berkata, ”Terus terang, di bidang akting layar lebar saya terlalu banyak keinginan. Saya seakan-akan ingin mencoba semuanya. Suatu hari, saya bilang kepada ibu saya kalau saya ingin bermain film action, tapi di hari lain saya ingin bermain di film komedi. Saya ingin fokus di salah satunya.”

Sahabat, manusia hadir di dunia ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung perjalanan hidupnya. Untuk itu, manusia mesti mau belajar. Manusia mesti mau belajar banyak hal untuk membekali perjalanan hidupnya. Tidak bisa manusia hanya duduk-duduk lantas dapat maju dan berkembang. Manusia mesti menyadari bahwa melalui kegiatan belajar terus-menerus itu manusia dapat membangun hidupnya menjadi lebih baik.

Seorang tukang jahit, misalnya, akan belajar terus-menerus dari mode-mode yang sedang ngetrend di zaman ini. Kalau ia berhenti belajar, ia akan ketinggalan zaman. Ia tidak dapat menjadi seorang penjahit yang laris manis dibanjiri para pelanggan. Ia mesti berani belajar dan berinovasi untuk memajukan dirinya dalam dunia mode. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena begitu cepatnya berkembang mode di zaman kini.

Karena itu, yang dibutuhkan adalah tekad dan ketekunan. Orang yang hanya belajar setengah-setengah juga tidak akan berhasil dengan baik. Kisah di atas mengatakan kepada kita bahwa suatu prestasi dapat diraih berkat kerja keras dan belajar terus-menerus. Ketekunan membantu seseorang mampu meraih apa yang diinginkannya.

Sebagai orang beriman, kita diharapkan untuk terus-menerus belajar mendalami iman kita kepada Tuhan. Banyak orang jatuh ke dalam godaan-godaan, karena berhenti mendalami imannya. Orang begitu mudah puas dengan iman tipis yang dimilikinya. Akibatnya, ketika persoalan-persoalan datang menimpanya, ia meninggalkan Tuhan yang diimaninya itu. Ia memilih untuk mengandalkan kekuatan-kekuatan gaib.

Untuk itu, mari kita belajar terus-menerus mendalami iman kita. Dengan demikian, kita dapat bertumbuh dan berkembang untuk meraih sukacita dan damai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

717

01 Juli 2011

Mampu Memiliki Impian yang Realistis



Setiap orang punya impian untuk hidup yang lebih baik dan sejahtera. Karena itu, orang berusaha mati-matian untuk meraih impiannya itu. Orang bekerja keras hanya untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Berbagai cara dilakukan, agar impian yang dimiliki dapat tercapai.

Pembawa acara, pemain sinetron, dan pelawak Okky Lukman bisa selalu tampil lucu dan ramai. Tak heran perempuan berusia 26 tahun ini dipilih untuk mengawal Idola Cilik, acara pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak, di stasiun televisi RCTI.

Untuk acara itu, dia harus bisa ngemong anak-anak. Ini jelas memerlukan keterampilan dan kesabaran. Semua kerja keras Okky mengawal Idola Cilik membawa hasil. Tahun lalu, dia terpilih menjadi Presenter Talent Show Terfavorit Panasonic Gobel Awards (PGA) 2010. Ia menyisihkan pembawa acara Ivan Gunawan, Eko Patrio, Ruben Onsu, dan Adi Nugroho.

Tentang kesuksesannya, ia berkata, ”Aku tak terlalu berharap saat datang ke acara pemberian penghargaan ini. Sainganku berat, mereka punya kelebihan masing- masing.”

Saat naik ke panggung menerima penghargaan itu, ia didampingi sang ibu. Penghargaan itu merupakan impian yang telah lama ia pendam. Kali ini ia meraih impiannya. Tentang penghaargaan itu, ia berkata, ”Penghargaan ini untuk ibuku, untuk keluargaku. Penghargaan ini membuatku terpacu untuk meningkatkan kualitas agar semakin baik.”

Impian Okky yang lain adalah menyelesaikan kuliah di program pascasarjana kelas eksekutif Hukum Pidana Universitas Padjadjaran. Karena itu, ia agak mengerem kegiatannya sebagai pembawa acara. Ia berkata, ”Impianku yang lain banyak banget, tetapi aku ingin S2-ku ini selesai dulu.”

Sahabat, banyak hal diimpikan oleh manusia untuk kebahagiaan hidupnya. Tentu saja impian-impian itu sah-sah saja. Namun impian itu mesti menjadi sarana untuk memacu diri seseorang dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Impian tidak boleh membuat orang takut untuk menjalani hidup ini. Mengapa? Ketika orang dibebani oleh berbagai impian bisa saja orang menjadi takut. Orang tidak berani melangkahkan kaki untuk terus berusaha.

Tentu saja situasi seperti itu tidak boleh terjadi dalam hidup manusia. Impian-impian yang digantungkan setinggi langit itu mesti menjadi motivasi bagi seseorang untuk kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya. Untuk itu, orang juga mesti hati-hati dalam menciptakan impian dalam dirinya. Orang mesti realistis. Orang mesti memimpikan sesuatu yang dapat diraih dalam hidupnya.

Karena itu, orang mesti mendengarkan suara hatinya. Suara hati yang jernih akan membantu seseorang dalam memiliki impian-impian. Kisah Okky dapat membantu kita untuk berusaha meraih impian kita tahap demi tahap. Hanya dengan cara seperti itu suatu impian yang indah dapat kita raih dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk tetap menciptakan impian-impian yang mampu memberi kita motivasi untuk meraih damai dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


716