Pages

05 Maret 2014

Berani Meminta Maaf Atas Kesalahan


Banyak orang tidak gampang meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan. Mengapa? Karena mereka merasa bahwa harga diri mereka akan jatuh, kalau nanti sungguh-sungguh dikethaui bahwa apa yang telah mereka lakukan itu salah. Akibatnya, mereka tetap bertahan pada pandangan dirinya sendiri. Padahal kalau orang berani menyatakan maaf atas kesalahan yang diperbuatnya, tentu situasi menjadi lebih baik. Mungkin hubungan yang kurang baik dapat dijalin kembali.

Mantan pesumo grand champion bernama Asashoryu meminta maaf kepada para mantan koleganya, sebulan setelah ia menyatakan diri pensiun dari olahraga tradisional Jepang tersebut. Asashoryu yang berusia 29 tahun merupakan pesumo asal Mongolia dengan nama asli Dolgorsurengiin Dagvadorj.

Ia berkata, “Saya Asashoryu atau yang pernah bernama itu, merasa menyesal bahwa selain memenangi Piala Kaisar (Jepang), saya juga sering menimbulkan masalah."

Grand champion ini memang beberapa kali terlibat pertikaian dengan otoritas sumo Jepang, terutama mengenai perilakunya. Ia akhirnya diminta mengundurkan diri setelah ketahuan mabuk dan berkelahi di luar sebuah klab malam di Tokyo. Otoritas sumo kemudian meminta dia mengundurkan diri daripada menghadapi ancaman pemecatan.

Ia ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ia berkata, “Saya sangat berterimakasih atas dukungan Anda, sehingga mampu menjadi juara Piala Kaisar sebanyak 25 kali. Saat ini saya sudah berusia 30 tahun dan saya harap saya akan memasuki fase kehidupan baru dengan baik.”

Sahabat, kita hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Kita ini adalah makhluk sosial yang senantiasa memiliki relasi dengan sesama. Apa yang kita buat selalu memiliki dampak terhadap kehidupan bersama itu. Karena itu, ketika kita melakukan suatu kesalahan atau dosa, orang lain pun akan menerima dampaknya. Mereka merasakan akibat dari kesalahan atau dosa kita itu.

Untuk itu, kita diajak untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak negatif perbuatan kita terhadap orang lain. Kalau toh kita telanjur melakukan kesalahan atau dosa, kita diharapkan untuk berani meminta maaf. Hanya dengan cara itu, kehidupan bersama kita menjadi lebih normal lagi. Kita dapat berbagi kebaikan di antara kita. Kita dapat menemukan sukacita dan kebahagiaan dalam hidup ini.

Kisah di atas mau mengajak kita untuk berani dengan tulus hati meminta maaf atas kesalahan yang kita lakaukan. Kita tidak perlu mempertahankan pendapat kita yang jelas-jelas telah mengakibatkan kesulitan dalam hidup orang lain.

Orang yang memiliki niat yang tulus untuk memperbaiki keadaan yang kurang baik akan mendapatkan pahala dalam hidupnya. Mari kita berusaha untuk hidup baik di hadapan Tuhan dan sesama. Dengan demikian, hidup kita menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1065

04 Maret 2014

Berbuat Baik dengan Hati yang Tulus


Setiap orang yang ingin berbuat baik mesti melakukannya dengan hati yang tulus. Kalau tidak, orang akan merasa berbeban berat dalam hidup ini. Orang akan merasa terpaksa dalam melakukan hal-hal yang berguna bagi orang lain.

Ada seorang ibu yang selalu memperhitungkan apa saja yang dilakukannya. Setiap hal yang ia lakukan, ia selalu menilainya dengan uang atau materi. Karena itu, ia tidak mau kehilangan waktu untuk hal-hal yang ia anggap tidak berguna. Baginya, time is money. Ia menolak setiap orang yang mengajaknya untuk terlibat dalam kehidupan masyarakat dan sosial. Apalagi kalau kegiatan-kegiatan itu tidak menguntungkan bagi dirinya secara materi.

Akibatnya, ibu ini tidak pernah diajak oleh teman-temannya untuk berbagai kegiatan yang ada di lingkungannya. Mereka enggan bergaul dengan orang yang mengukur segala sesuatu dengan materi atau uang. Bagi mereka, orang seperti ini hanya menjadi duri dalam daging. Orang seperti ini tidak memiliki kepedulian terhadap sesamanya.

Orang mesti melakukan sesuatu dengan setulus hatinya. Orang yang melakukan suatu kebaikan mesti mendasarkan perbuatannya di atas cinta yang mendalam terhadap sesamanya. Dengan demikian, orang akan menemukan kebahagiaan dan damai dalam hidupnya. Orang tidak perlu mengukur kebahagiaan dan damai itu dengan materi atau uang. Ibu yang nahas itu akhirnya tidak punya sahabat untuk bertukar pikiran dan berwawan hati. Ia hidup sendiri. Ia menjadi orang yang kesepian.

Sahabat, apa pun yang kita lakukan semestinya kita lakukan dengan kebaikan hati. Hati yang baik itu mencerminkan orang yang mau terlibat dalam kehidupan sesamanya. Orang memiliki kepedulian terhadap sesamanya. Orang yang mau berjuang bukan hanya untuk keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain.

Memang, tidak mudah melakukan sesuatu dengan kebaikan hati. Hati manusia sering terselubungi egoisme dan kepentingan diri yang berlebihan. Kalau untuk kepentingan diri sendiri, manusia selalu berjuang mati-matian. Manusia tidak peduli akan terhadap berbagai rintangan yang menghadangnya. Yang ia lakukan adalah menyelamatkan dulu dirinya sendiri. Tentu saja hal seperti ini menjadi suatu tantangan tersendiri dalam hidup bersama.

Karena itu, orang mesti berani berkorban bagi kehidupan ini. Orang mesti memiliki hati yang tulus untuk melakukan sesuatu dengan motivasi yang baik. Seorang bijak berkata, “Kalau busur Anda patah dan anak panah terakhir telah dilontarkan, tetaplah membidik.” Kata-kata bijak ini mau mengatakan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan mesti datang dari hati yang tulus. Orang tidak boleh berhenti berbuat baik, ketika ada halangan dan rintangan.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk terus-menerus melakukan perbuatan baik dengan hati yang tulus. Hanya dengan cara ini, kita dapat menemukan sukacita dan bahagia dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **
 


Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1066

03 Maret 2014

Meraih Cita-cita dengan Usaha Keras



Apa yang pernah atau sedang Anda impikan dalam hidup ini? Saya yakin, Anda punya impian untuk menjadi orang yang sukses dalam hidup ini. Namun untuk meraih kesuksesan, Anda tidak bisa hanya santai-santai saja. Anda mesti berusaha keras untuk meraihnya.

Semua dimulai dari impian. Begitulah Frank Slazak ingin menjadi astronot. Ia ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi ia tidak memiliki gelar. Ia bukan seorang pilot. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger.

Dan warga itu adalah seorang guru. Frank Slazak adalah seorang guru. Hari itu juga ia mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari ia berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doanya terkabul. Ia lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padanya.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impiannya semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, ia menunggu dan berdoa lagi. Ia tahu ia semakin dekat pada impiannya. Beberapa waktu kemudian, ia menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian terseleksi menjadi 10.000 orang. Lantas Frank Slazak menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Sayang, ia tidak terpilih. Yang terpilih adalah Christina McAufliffe. Frank Slazak kalah. Impiannya hancur. Ia mengalami depresi. Rasa percaya dirinya lenyap. Amarah menggantikan kebahagiaannya. Ia mempertanyakan semuanya, ”Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?”

Selasa, 28 Januari 1986, ia berkumpul bersama teman-temannya untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, ia menantang impiannya untuk terakhir kali. Ia berkata, ”Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja, agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?”

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaannya dan menghapus semua keraguannya saat Challanger meledak dan menewaskan semua penumpangnya.

Sahabat, suatu kejadian yang sangat tragis hampir saja menimpa Frank Slazak. Ia masih beruntung. Ia tidak berada di dalam pesawat Challenger itu. Impiannya mungkin menjadi kenyataan. Namun hanya sesaat saja. Tentu saja Frank Slazak merasa bersyukur tidak menjadi bagian dari misi luar angkasa itu. Ia boleh mengalami sukacita dalam hidupnya. Ia masih dapat melangsungkan kehidupannya di dunia ini.

Setiap orang punya impian untuk memiliki hidup yang bahagia. Setiap orang ingin agar impiannya itu tercapai. Ia boleh meraih impiannya. Namun orang juga mesti sadar bahwa apa yang telah diraihnya itu mesti dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Karena itu, orang mesti berusaha untuk tetap setia pada impian yang telah diraihnya itu. Setiap resiko mesti berani ditanggungnya.

Kisah tadi memberi inspirasi bagi kita bahwa sebuah cita-cita dapat diraih dalam hidup ini. Mimpi yang terus-menerus dikobarkan akan memacu seseorang untuk bekerja keras tanpa lelah untuk meraih mimpinya itu. Ketika mimpi itu tidak bisa diraih secara penuh, orang pun tidak perlu merasa frustrasi. Masih ada jalan lain yang dapat dilewati. Masih ada kesempatan lain yang dapat dilakukan untuk meraih cita-cita itu.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa berusaha meraih cita-cita kita. Kita mesti setia pada komitmen yang telah kita pancangkan. Dengan demikian, kita dapat meraih cita-cita sebagai sarana untuk menemukan kebahagiaan dalam hidup. Tuhan memberkati. **


Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1064

02 Maret 2014

Memusatkan Diri pada Tuhan



Anda butuh waktu berapa lama untuk memusatkan diri pada Tuhan? Saya yakin Anda butuh berhari-hari untuk memusatkan diri pada Tuhan? Mengapa? Karena ada berbagai godaan dan tantangan.

Daniel Levitin adalah seorang ahli saraf yang terkenal. Ia mengemukakan satu hasil penelitiannya yang terkenal. Penelitian itu ia tulis dalam buku berjudul This is Your Brain On Music. Dalam penelitian itu, ia menemukan bahwa untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan menjadi peraih prestasi kelas dunia, entah sebagai seniman, atlet, penulis, musisi, diperlukan latihan setidaknya sebanyak 10.000 Jam.

Artinya, jika kita memakai 3 jam latihan setiap hari, maka setidaknya kita butuh 10 tahun untuk mencapai tahap ahli. Ya, perlu adalah latihan yang sungguh-sungguh dalam jangka waktu yang lama dan berkelanjutan. Seorang ahli tak bisa muncul tiba-tiba, semua butuh proses.

Berapa banyak waktu yang Anda berikan untuk melatih diri dalam bidang yang ingin Anda kuasai? Jangan harap Anda dapat meraih prestasi maksimal, jika Anda tidak punya kedisiplinan dan ketekunan. Untuk itu, Anda mesti punya waktu dan kemauan untuk berlatih terus-menerus. Mungkin waktu pertama kali Anda berlatih, Anda akan mengalami kejenuhan. Anda akan mengalami kesulitan. Namun ketika Anda mencoba dan mencoba mengatasi kejenuhan diri Anda, Anda akan menemukan bahwa latihan itu sangat penting bagi Anda.

Sahabat, menjadi seorang ahli dalam suatu bidang tertentu memang butuh waktu dan kerja keras. Ada berbagai rintangan yang mesti dihadapi. Ada berbagai usaha yang mesti dilakukan untuk meraih kesuksesan dalam hidup itu. Orang yang berani mempertaruhkan waktu dan kerja kerasnya akan meraih sukses yang berlimpah-limpah.

Untuk itu, orang mesti mau menumpahkan perhatiannya pada apa yang ingin diraihnya. Fokus merupakan suatu prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar dalam meraih keahlian itu. Orang yang mudah kehilangan fokus sering bingung akan apa yang mau dilakukannya. Orang seperti ini sering pindah-pindah pekerjaan dan keahlian. Ia tidak bisa menetapkan fokus yang mesti dituju.

Demikian halnya dalam hidup beriman. Orang beriman mesti selalu fokus pada imannya. Orang beriman mesti selalu setia pada iman yang dianutnya. Orang yang plin-plan dalam imannya biasanya orang mudah meninggalkan imannya. Orang yang kurang setia pada iman yang dianutnya.

Karena itu, dalam hidup beriman pun orang beriman mesti senantiasa mengarahkan fokusnya pada Tuhan. Orang beriman tidak boleh begitu mudah meninggalkan Tuhan. Sesibuk apa pun, orang beriman mesti selalu memberi waktu terbaik bagi Tuhan dalam hidupnya. Orang beriman mesti sadar bahwa Tuhanlah yang berkuasa menentukan keberhasilannya.

Mari kita tetap berusaha untuk setia kepada Tuhan yang kita imani. Dengan demikian, kita dapat menemukan kebahagiaan dan damai dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1063

01 Maret 2014

Meningkatkan Mutu Hidup dan Pelayanan

 
Mutu hidup merupakan hal yang penting dalam hidup manusia. Karena itu, orang mesti berusaha sungguh-sungguh dengan bekerja keras.

Krispy Kreme membuat 2,7 miliar donat dalam setahun. Pada tahun 2003, perusahaan ini mendapat julukan "Merek Terhangat di Amerika." Di tahun 2000, sahamnya meningkat empat kali lipat. Seluruh jaringannya menghasilkan miliaran dolar per tahun dari lebih 300 gerainya.

Scott Livengood, CEO Krispy Kreme, berkata, ”Produk kami tidak menyolok dan perusahaannya juga tidak baru. Kami berdiri sejak tahun 1937 dan citra mereknya sebenarnya cenderung kuno.”

Lalu apa yang bisa kita pelajari hingga mereka bisa mengubah donat menjadi bisnis miliaran dolar? Menurut Stan Parker, Wakil Direktur senior Krispy Kreme, rahasianya adalah perusahaannya menomorsatukan kesegaran sebagai ciri khasnya. Donatnya selalu dalam keadaan hangat, ketika disajikan pada konsumen.

Namun, sebenarnya bukan hanya itu. Satu hal lain yang menonjol dari Krispy Kreme adalah kegiatan amalnya pada masyarakat. Salah satu contoh adalah perusahaan menjual donat dengan setengah harga kepada golongan masyarakat tertentu. Dari situ mereka bisa menjual kembali dengan harga penuh. Perusahaan juga sering memberikan donat gratis kepada stasiun TV, surat kabar dan stasiun radio sebelum memasuki pasar.

Hingga kini, di Amerika nama Krispy Kreme begitu lekat di benak masyarakat. Ketulusan Krispy Kreme dalam beramal pada akhirnya membuat mereka menuai hasil manis. Citra sebagai donat yang selalu tersaji hangat ditambah dengan kesan yang melekat di hati masyarakat dengan gerakan amalnya.

Sahabat, sekarang ini banyak orang mengeluh tentang pelayanan yang kurang baik dari lembaga-lembaga tertentu. Mengapa dikeluhkan? Karena pelayanan yang baik itu dambaan setiap orang. Orang ingin dilayani dengan baik. Karena itu, orang ingin agar sesuatu yang disajikan itu dilakukan dengan hati yang tulus.

Kisah sukses Krispy Kreme tadi mau mengatakan kepada kita bahwa pelayanan yang baik itu mesti senantiasa dipertahankan. Hasil dari suatu pelayanan yang baik akan muncul kemudian. Ketika orang tidak mengeluhkan sistim pelayanan yang diberikan, orang akan menggunakannya dengan baik. Bahkan orang akan mempromosikan produk tersebut kepada semakin banyak orang.

Kecenderungan kita di negeri ini adalah kita sering lupa untuk tetap setia melayani orang lain. Sebuah rumah makan, misalnya, mesti senantiasa mempertahankan mutu makanannya dan pelayanannya. Yang sering kita temukan adalah begitu usaha sudah tumbuh subur, orang merasa tidak perlu lagi meningkatkan mutu dan pelayanan. Akibatnya, usaha seperti ini sering gulung tikar. Konsumen tidak lagi mau menggunakannya.

Orang beriman mesti senantiasa meningkatkan mutu hidupnya. Orang beriman mesti tidak mudah terpancing oleh layanan instan yang memudahkan orang untuk lupa meningkatkan mutu hidup dan pelayanannya. Orang yang senantiasa meningkatkan mutu hidup dan pelayanannya akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1062

28 Februari 2014

Mengolah Kemarahan Menjadi Kemampuan Mencintai




Pernahkah Anda mengolah kemarahan yang ada dalam diri Anda? Atau Anda biarkan saja kemarahan itu bertumbuh dalam diri Anda? Kalau hal terakhir ini Anda lakukan, Anda mesti menyadari diri Anda. Kemarahan Anda bisa menyebabkan orang lain sakit hati.

Seorang ayah bingung menghadapi anak laki-lakinya yang sering marah terhadap semua orang. Suatu kali, sang ayah menemukan cara menghadapi anaknya. Ia memanggil anaknya dan berkata, “Nak, kalau kamu sedang marah ambillah paku dan tancapkan paku itu di pagar belakang rumah kita. Lampiaskan marahmu di sana. Nanti kalau kamu merasa amarahmu terhadap orang itu telah hilang, cabutlah paku yang engkau tancapkan tadi.”

Anak itu melaksanakan apa yang diperintahkan ayahnya. Suatu kali anaknya memanggil ayahnya. Dengan bangga dia berkata, “Ayah, lihatlah ke pagar belakang.”

Ayahnya pun bergegas ke sana. Ia mendapati tidak ada sebatang paku pun yang tertancap di sana. Yang ada hanyalah bekas lubang paku yang dalam, yang memenuhi pagar tersebut.”

Segera ia memanggil anaknya dan berkata, “Nak... lihatlah, sekalipun engkau telah mencabut paku-paku tersebut, namun bekas lubangnya tetap ada. Itu artinya amarah yang engkau lampiaskan ke orang lain, akan tetap meninggalkan lubang yang dalam di hati. Sekalipun engkau telah meminta maaf bahkan melupakan amarahmu, namun bekasnya tetap ada di hati orang lain.”

Sahabat, tentu saja setiap orang pernah marah terhadap sesamanya. Berbagai alasan dapat diungkapkan dari seseorang yang sedang marah. Ada yang marah terhadap orang yang melakukan kesalahan terhadapnya, namun hanya sebentar saja. Tidak lama kemudian ia baik lagi dengan temannya itu.

Ada yang marah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun terhadap orang yang dianggap melakukan kesalahan terhadapnya. Orang seperti ini tidak pernah lupa kesalahan orang lain. Orang seperti ini belum bisa mengolah emosinya. Semestinya hati yang panas itu diolah menjadi dingin dan sejuk. Dengan demikian, kemarahan itu tidak menjadi beban dalam hidup. Bahayanya adalah orang akan mengalami sakit hati. Luka batin akan menjadi bagian hidup orang seperti ini.

Karena itu, kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kita mesti mudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Marah boleh-boleh saja. Namun ketika tiba saatnya, kita mesti mengolah emosi kita menjadi sesuatu yang berguna bagi hidup kita. Emosi yang negatif dapat diolah menjadi kekuatan bagi diri kita untuk maju setapak demi setapak.

Untuk itu, orang mesti berusaha keras untuk mengolah emosi jiwanya yang negatif itu. Orang tidak boleh membiarkan emosi atau kemarahan itu menguasai dirinya. Orang mesti berusaha untuk mengatasinya.

Orang beriman mesti mendekatkan diri kepada Tuhan, ketika kemarahan mendatanginya. Artinya, orang beriman mesti berani meminta bantuan kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan jalan baginya untuk mengolah emosi yang negatif menjadi kemampuan untuk mencintai semua orang. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1060

27 Februari 2014

Dengan Iman yang Teguh, Menghadapi Sakit dan Penyakit




Sakit merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tentu saja setiap orang pernah mengalami sakit yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Namun tidak berarti orang menyerah kalah terhadap sakit dan penyakit yang menyerangnya. Berbagai contoh telah memberikan inspirasi bagi manusia untuk berani melawan sakit dan penyakitnya.

Melanie Subono, misalnya, meski berkali-kali menjalani operasi tumor, mengaku tak pernah bersedih. Menurutnya, hidup yang selama ini dia jalani masih jauh beruntung daripada banyak orang lain yang sekadar untuk makan pun susahnya minta ampun.

Perempuan berusia 37 tahun ini berkata, ”Aku masih beruntung meskipun berkali-kali perutku dioperasi. Aku masih bisa kerja, cari duit, dan menikmati hidup ini.”

Terakhir ia baru menjalani operasi pengangkatan tumor Januari 2010 lalu. Melanie bercerita, tumor yang bersarang di perutnya seberat lima kilogram dengan panjang sekitar 30 centimeter.

Tentang tumor satu ini, penyanyi rock ini berkata, ”Awalnya tumor itu hanya satu sentimeter. Anehnya, dalam waktu tiga hari sudah berkembang menjadi 30 sentimeter. Tumor itu kemudian diteliti para ahli.”

Ia berharap, pengalamannya melawan tumor menjadi inspirasi bagi orang lain, agar tidak menyerah ketika berhadapan dengan penyakit yang sulit disembuhkan.

Sahabat, perjuangan tanpa kenal lelah untuk melawan penyakit yang diderita mesti menjadi bagian dari hidup kita. Banyak orang mudah menyerah kalah terhadap penyakit. Mereka pasrah. Mereka membiarkan saja diri mereka digerogoti penyakit. Padahal berbagai cara dapat ditempuh untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Kisah Melanie Subono dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk senantiasa berusaha menghadapi sakit dan penyakit yang menyerang kita. Untuk itu, kita mesti punya keyakinan bahwa setiap penyakit dapat dilawan. Kemampuan dan keyakinan ini mesti ditanam erat-erat dalam diri kita. Dengan demikian, kita tidak hanya pasrah ketika diserang oleh penyakit.

Orang beriman itu orang yang tidak begitu saja menyerah kalah pada penyakit. Orang beriman mesti berani berjuang untuk mengalahkan penyakit yang dideritanya. Tentu saja usaha-usaha itu mesti dilandasi oleh iman akan Tuhan yang mahapengasih dan penyayang. Tuhan senantiasa menyertai manusia. Tuhan telah memberikan kemampuan kepada manusia untuk menggunakan berbagai cara dalam mengatasi penyakitnya.

Karena itu, mari kita berusaha terus-menerus untuk menghadapi sakit dan penyakit yang kita derita. Kita berjuang bersama Tuhan. Sambil berjuang, kita pasrahkan hidup kita kepada Tuhan. Dengan demikian, iman kita semakin diperteguh. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1061

26 Februari 2014

Melepaskan Belenggu dengan Kreativitas




Kreativitas akan mudah membantu orang untuk sukses dalam hidupnya. Dengan kreasi demi kreasi yang diciptakan itu, orang akan menemukan bahwa hidup ini memiliki makna yang mendalam.

Berkat kreativitas itu, Alicia Keys menawarkan sesuatu yang berbeda dalam album terbarunya. Beberapa tahun lalu, Alicia Keys meluncurkan album terbarunya berjudul The Element of Freedom dengan cita rasa kreatif. Kreativitas ia tekankan untuk mengatakan kepada dunia bahwa manusia yang hidup mesti kreatif. Tidak boleh manusia hanya terpaku pada hal-hal lama yang mudah ketinggalan.

Penyanyi kelahiran New York ini berkata, ”Ini album yang berbeda untukku. Aku tipe orang yang selalu ingin mencoba hal-hal baru dengan semua hal kreatif yang bisa kulakukan. Aku tak ingin merasa terbelenggu. Itulah mengapa albumku kuberi judul The Element of Freedom. Aku merasa mendapat pencerahan dari setiap lagu.”

Sahabat, kita hidup dalam dunia yang semakin berkembang maju. Berbagai kemudahan ditawarkan kepada manusia. Hidup manusia dibuat lebih enak. Akibatnya, manusia tergoda untuk selalu dininabobokan. Manusia kurang ditantang untuk berkreasi lebih dalam lagi.

Padahal kerativitas sangat dibutuhkan dalam hidup ini. Orang yang kreatif akan dengan mudah menjalani hidup ini. Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa hanya dengan kreativitas itu orang dapat maju dalam hidupnya. Orang tidak terbelenggu oleh keterbatasan-keterbatasannya. Dengan kreasi yang dibuatnya, orang mampu melewati batas-batas yang membelenggunya.

Soalnya adalah apakah manusia sungguh-sungguh mau menciptakan sesuatu yang berguna bagi hidupnya dan bagi sesamanya? Apakah orang berani melangkah lebih jauh untuk kesejahteraan hidupnya? Sering orang hidup seperti katak di bawah tempurung. Dunianya sempit. Dunianya hanyalah sebatas tempurung itu. Akibatnya, ketika orang mengalami kesulitan-kesulitan dalam hidupnya, orang mudah menyerah. Orang tidak berani melangkahkan kaki lebih jauh lagi.

Karena itu, orang beriman mesti berani keluar dari dirinya sendiri. Caranya adalah dengan berkreasi. Menciptakan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan sesamanya. Dengan demikian, hidup ini menjadi sesuatu yang lebih indah. Hidup ini menjadi lebih berguna bagi diri dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1059

25 Februari 2014

Menemukan Makna Hidup dalam Keseharian




Sebuah lagu memiliki peranan yang bermakna bagi hidup manusia. Syair-syair sebuah lagu dapat membantu manusia untuk berintrospeksi diri. Orang dapat melihat diri sendiri dari sebuah lagu tersebut. Orang dapat melihat kesalahan dirinya sendiri. Orang dapat menemukan kelebihan yang ada dalam dirinya sendiri.

Beberapa tahun lalu, Nafa Urbach menelurkan album ke-14 berjudul Cinta Abadi. Ia menyiapkan album terbarunya itu selama lima bulan. Ia dibantu oleh sang suami, Jack Lee, dalam memilih lagu-lagu untuk albumnya tersebut. Salah satu lagu yang menjadi unggulannya adalah Ku Tak Sempurna. Liriknya soal manusia yang tak sempurna, tentang menerima pasangan apa adanya.

Nafa mengatakan bahwa album Cinta Abadi berisi hal-hal positif bagi mereka yang sedang pacaran atau sudah menikah. Lagu berjudul ”Ulangi”, bahkan membuat dua teman Nafa tak jadi bercerai. Lagu Nafa yang lain, ”Pria Sejati”, bicara soal pengampunan dan sikap tidak menghakimi pasangan.

Tentang lagu berjudul Memori, Nafa berkata, ”Lewat lagu ini aku ingin bilang bahwa kita jangan terus terikat memori, kenangan masa lalu. Kita harus belajar untuk terus bergerak maju.”

Sahabat, ada berbagai peristiwa hidup yang mesti didalami oleh manusia. Peristiwa-peristiwa itu menjadi indah, ketika manusia sungguh-sungguh menangkap makna yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisah hidup yang diubah menjadi lirik-lirik lagu menjadi bagi kita suatu dukungan bagi hidup ini.

Karena itu, lewat album ke-14nya, Nafa Urbach mau mengajak kita untuk tetap berpacu dengan waktu. Kita mesti tetap berusaha menemukan kasih yang abadi yang hadir dalam keseharian hidup kita. Untuk itu, orang mesti tetap bertahan dalam situasi hidupnya. Apa pun yang terjadi terhadap hidupnya, orang mesti berusaha untuk tetap setia pada komitmen yang telah dipilihnya.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk terus-menerus menemukan kehidupan yang lebih baik. Kita diajak untuk tetap menemukan hidup ini sebagai sesuatu yang bermakna dan berharga bagi perjalanan hidup kita. Usaha untuk menemukan makna hidup itu mesti selalu dalam naungan kasih Tuhan. Hanya dengan melibatkan Tuhan dalam hidup ini, orang akan memiliki hidup yang bermakna.

Mari kita tetap berusaha untuk setia pada komitmen yang telah kita pilih bersama Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang-orang yang berguna bagi Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1058

24 Februari 2014

Cara-cara yang Kreatif untuk Perdamaian

 

Berbagai usaha dilakukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Suatu dunia yang damai yang didambakan oleh semua orang mesti menjadi andalan bagi manusia.

Clint Eastwood, sutradara dan aktor tua ini, membidani sebuah film berjudul Invictus. Film ini berdasarkan kisah nyata almarhum Nelson Mandela, pejuang anti apartheid Afrika Selatan.

Nelson Mandela berusaha menciptakan suatu dunia yang damai. Soalnya adalah ia menghadapi diskriminasi dari kaum kulit putih di negerinya. Usaha untuk menyatukan kedua belah pihak, yaitu kaum kulit putih dan kaum kulit hitam sering terganjal. Karena itu, Nelson Mandela yang kreatif itu mencoba menggunakan olahraga Rugby. Olahraga ini sangat populer di Afrika Selatan.

Nelson Mandela membangun sebuah relasi yang khusus dengan Francois Piennar, kapten tim rugby yang berkulit putih. Usaha ini cukup berhasil. Persahabatan keduanya menumbuhkan usaha-usaha untuk menyatukan kedua ras yang berbeda warna kulit itu. Kita tahu, Nelson Mandela kemudian berhasil membebaskan bangsa Afrika Selatan dari sistem apartheid.

Tentang cara pendekatan ini, Clint Eastwood berkata, “Pendekatan politik yang dipilih Mandela sungguh menarik. Ia memakai olahraga untuk menyampaikan misi rekonsiliasi (antarwarga berbeda warna kulit) di negerinya. Mandela itu salah seorang sosok populer dan kreatif di dunia ini.”

Sahabat, ketulusan hati almarhum Nelson Mandela untuk membangun jembatan perdamaian itu sungguh-sungguh membuahkan hasil. Rekonsiliasi yang dulu hanya dalam impian banyak warga kulit hitam Afrika Selatan itu kemudian menjadi kenyataan. Cita-cita untuk mempersatukan pandangan dan sikap yang sangat berbeda itu terwujud. Sistem apartheid runtuh. Yang muncul adalah suatu situasi hidup yang saling berdampingan. Mereka saling berbagi hidup. Mereka dapat bekerja sama untuk membangun suatu kehidupan yang lebih baik.

Kisah di atas mau mengatakan bahwa ada banyak cara untuk menciptakan damai dalam kehidupan bersama. Yang penting adalah orang mau membuka hatinya untuk berdialog dengan sesamanya. Yang penting adalah orang tidak merendahkan martabat manusia. Nilai-nilai kemanusiaan mesti dijunjung tinggi, agar dalam kehidupan ini tidak ada sesama yang diinjak hak-haknya.

Orang beriman adalah orang yang senantiasa memiliki kreatifitas dalam usaha untuk membangun perdamaian. Ketika terjadi perselisihan, orang beriman mesti segera berusaha mendamaikannya. Ketika terjadi kebekuan dalam kehidupan bersama, orang mesti berusaha untuk mencairkan situasi.

Dengan demikian, suasana yang damai senantiasa tercipta dalam hidup ini. Mari kita mencari cara-cara yang kreatif untuk membangun suatu dunia yang damai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


1057