Pages

03 April 2011

Menumbuhkan Keberanian untuk Memulai


Ada seorang ibu yang ingin membuka sebuah restoran di pekarangan rumahnya. Setelah melakukan penelitian yang agak lama, ia punya keyakinan bahwa restoran cepat saji yang akan dibuka itu akan dikunjungi banyak orang. Betapa tidak?! Di sekitar rumahnya ada banyak pabrik dengan ribuan karyawan. Banyak tempat kos di sekitar rumahnya. Soalnya adalah ibu itu takut melakukan kesalahan. Ia takut kalau-kalau survei yang dibuat itu tidak tepat.

Beberapa bulan kemudian seorang ibu dari kota lain membuka sebuah restoran cepat saji di daerah itu. Ibu dari kota lain itu membeli tanah kosong. Ia membangun restoran dan mulai menjalankannya. Setiap hari ratusan karyawan pabrik antri di restoran tersebut untuk membeli makanan cepat saji. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. Investasi yang ditanam ibu itu pun segera kembali. Setahun kemudian, ia mulai meraih keuntungan yang berlipat-lipat.

Apa kunci kesuksesan ibu itu? Kuncinya adalah ia berani menanamkan investasi di restoran cepat saji itu. Ia punya keyakinan bahwa apa yang ia lakukan itu akan mendatangkan banyak keuntungan. Ia juga membantu banyak karyawan yang bekerja dengannya.

Ketika ditanya tentang kesuksesannya, ibu itu berkata, ”Kita mesti punya keyakinan. Kita mesti berani untuk menjalankan suatu usaha. Kalau toh nanti kita mengalami kerugian, itu sudah resiko usaha.”

Sahabat, mengapa banyak orang sering gagal dalam hidupnya? Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena mereka takut membuat kesalahan. Kesalahan terbesar manusia dalam hidup ini adalah takut membuat kesalahan. Rasa takut membuat kesalahan sering menghambat kemajuan manusia. Kalau orang sudah takut duluan, orang tidak akan pernah berani memulai sesuatu dalam hidupnya. Kesuksesan pun tidak pernah akan diraih.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa yang dibutuhkan manusia dalam hidup ini adalah keberanian untuk memulai sesuatu. Orang mesti mengabaikan berbagai pertimbangan yang sering membuat nyali menciut. Ketika orang memiliki keberanian untuk memulai sesuatu, di sanalah jalan terbuka bagi kesuksesan hidup.

Untuk itu, orang mesti memiliki keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi hidupnya. Ia tidak sekedar mengerjakan sesuatu. Tetapi ia sungguh-sungguh mengerjakannya untuk kehidupan dirinya dan banyak orang lain. Ia tidak bekerja sendirian. Ada begitu banyak orang yang mau membantunya, termasuk Tuhan akan mengulurkan bantuan bagi dirinya.

Orang beriman mesti berani memulai sesuatu yang berguna bagi hidupnya. Untuk itu, orang beriman mesti memulai sesuatu dengan survei yang cermat. Orang beriman pun mesti menyerahkan seluruh usahanya kepada Tuhan. Orang membiarkan Tuhan terlibat dalam usaha-usahanya. Dengan demikian, ia mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

KOMSOS Keuskupan Agung Palembang

646

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.