Pages

31 Maret 2011

Membangun Rasa Cinta terhadap Pekerjaan


Ada seorang karyawan yang selalu mengeluh tentang pekerjaannya. Berbagai alasan ia lontarkan terhadap pekerjaan itu. Ia tidak peduli terhadap waktu yang telah ditentukan oleh pimpinannya untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Akibatnya, penyelesaiaan pekerjaannya itu selalu tertunda-tunda. Ia selalu mengelak dengan berbagai alasan tentang tertundanya pekerjaannya itu.

Pimpinannya menjadi tidak senang terhadap karyawan tersebut. Ia memberinya peringatan keras terhadapnya. Menyadari peringatan itu, karyawan tersebut mencari teman yang dapat ia ajak untuk menyelesaikan persoalannya. Temannya itu memintanya untuk bertanya diri, apakah sesungguhnya ia mencintai pekerjaannya.

Setelah beberapa waktu merefleksikan pertanyaan itu, karyawan itu memutuskan untuk berhenti bekerja. Alasannya adalah ia tidak menyukai pekerjaan itu. Ia merasa terpaksa dalam melaksanakan pekerjaannya itu. Karena itu, lebih baik ia berhenti bekerja daripada tidak menemukan kebahagiaan di dalam pekerjaan itu. Beberapa waktu kemudian ia menemukan pekerjaan yang ia sukai. Ia mengalami sukacita dan bahagia melaksanakan pekerjaan itu. Melalui pekerjaan itu, ia dapat menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

Sahabat, suatu pekerjaan itu bukan saja asal dikerjakan. Orang membutuhkan suatu cinta yang mendalam terhadap pekerjaan itu. Orang yang tidak memiliki cinta yang mendalam terhadap pekerjaan itu akan selalu menggerutu ketika mengerjakan sesuatu. Orang akan merasa bahwa apa yang sedang dikerjakan bukanlah panggilan hidupnya. Karena itu, orang ingin segera meninggalkan pekerjaannya dengan berbagai alasan.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa seorang karyawan tidak asal menyelesaikan tugasnya. Ia mesti sungguh-sungguh mengerjakan pekerjaannya. Karyawan itu berhasil keluar dari pekerjaan yang tidak dicintainya itu karena ia mampu merefleksikan kembali makna kerja bagi hidupnya. Setelah ia menemukan pekerjaan yang sungguh-sungguh ia cintai barulah ia dapat sungguh-sungguh menemukan jati dirinya.

Yang sering dilupakan orang dalam mengerjakan suatu pekerjaan adalah semangat yang mesti menjadi bagian dari hidupnya. Semangat untuk belajar terus-menerus menjadi suatu dasar bagi seseorang untuk semakin mencintai pekerjaannya. Untuk itu, orang mesti membangun semangat itu dari dalam dirinya sendiri. Orang mesti mampu berefleksi atas pilihan pekerjaannya. Dengan demikian, orang dapat memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap pekerjaannya.

Di dalam pekerjaan orang dapat menemukan Tuhan yang baik yang senantiasa membimbing seseorang untuk mencintai pekerjaannya. Karena itu, orang mesti sadar bahwa apa yang dilakukannya bukan sekedar melakukan suatu pekerjaan. Orang mesti memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap pekerjaannya. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

645

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.