Pages

09 April 2011

Hati yang Mudah Tergerak oleh Penderitaan


Gempa bumi yang meluluhlantakkan Haiti ternyata mengundang perhatian banyak pihak. Salah seorang yang merasa terketuk hatinya untuk membantu sesamanya adalah Shakira. Penyanyi berusia 32 tahun ini ingin turut serta membangun sekolah yang hancur karena gempa bagi anak-anak Haiti.

Januari tahun 2010 lalu Shakira tampil dalam acara televisi bernama Hope For Haiti, yang digelar untuk amal atas prakarsa aktor George Clooney. Namun Secara pribadi, Shakira juga ingin membangun sekolah untuk anak-anak Haiti melalui Yayasan Barefoot yang dikelolanya. Untuk itu, Shakira bekerja sama dengan Architecture for Humanity.

Pelantun lagu ”She Wolf” ini berharap, sekolah yang akan dibangunnya itu bisa menjadi kelanjutan sukses fasilitas pendidikan yang dia bangun di negara asalnya, Kolombia. Fasilitas itu tak hanya menyediakan pengajaran. Tetapi juga gizi dan bimbingan bagi anak-anak yang kekurangan.

Shakira mengatakan bahwa Haiti membutuhkan bantuan segera dan bantuan bagi rekonstruksi jangka panjangnya. Ia berkata, ”Atas alasan itu, kami melakukan bagian kecil kami untuk Haiti, agar anak-anak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan tumbuh dengan baik. Saya berharap kami dapat menggunakan hal-hal yang kami pelajari saat bekerja di Kolombia untuk membantu pemulihan anak-anak Haiti. Saat ini Haiti membutuhkan bantuan dari kita semua.”

Sahabat, tentu saja ini suatu kepedulian yang mesti didukung oleh banyak pihak. Hati yang mudah terketuk oleh penderitaan sesama mesti menjadi bagian dari hidup orang beriman. Artinya, hati kita mesti mudah tergerak begitu menyaksikan sesama mengalami penderitaan. Penderitaan sesama sebenarnya penderitaan kita juga.

Untuk itu, yang mesti kita lakukan adalah kita mendidik hati nurani kita. Tujuannya agar hati nurani kita selalu memperjuangkan kebaikan sesama. Tidak hanya terkurung oleh kepentingan diri sendiri. Orang yang hanya terkurung oleh kepentingan diri sendiri biasanya punya wawasan yang sempit. Orang seperti ini mempersempit dunia hanya dalam lingkup dirinya saja. Ia tidak berani melangkah lebih jauh dari dirinya itu.

Orang yang mudah tergerak hatinya oleh kebutuhan sesamanya biasanya memiliki wawasan yang lebih luas. Yang ia lihat dalam penderitaan sesama itu bukan sekedar suatu fenomena. Namun penderitaan itu mesti segera diatasi. Dengan demikian, ada suatu sukacita bagi sesama.

Orang yang mampu membahagiakan sesama itu orang yang membawa terang bagi dunia ini. Orang yang menghidupi nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya sehari-hari. Apa yang dipelajari itu bukan hanya menjadi suatu teori. Tetapi sungguh-sungguh menjadi nyata dalam hidup. Mari kita berusaha untuk memiliki kepedulian terhadap sesama. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales, SCJ

648

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.