Pages

05 November 2009

Memupuk Semangat yang Baik

Dua hal yang berbeda terlihat di Yangon, Myanmar, pada awal Mei 2008 lalu jika dibangdingkan dengan September 2007 lalu. Belakangan ini lebih banyak terlihat biksu di jalan-jalan dibandingkan tentara dan polisi. Bertolak belakang dengan kondisi September 2007 lalu.

Seorang ibu di Yangon berkata, “Kami kini bersama biksu membersihkan jalan-jalan. Jelas, kami berharap penguasa membantu, tetapi mereka tak pernah muncul. Para biksu datang begitu topan mereda, membantu membersihkan pohon dari jalanan.”

Awal Mei 2008 itu Myanmar dilanda Topan Margis yang ganas. Topan itu menelan korban jiwa hingga tiga puluh ribu orang. Begitu banyak harta benda pula yang hilang. Banyak orang yang selamat mengalami penderitaan yang luar biasa.

Biksu dengan jubah merah marun di Myanmar merupakan hal yang lumrah. Sekitar 90 persen dari 55 juta penduduk Myanmar pemeluk Budha. Ada sekitar 500.000 biksu di seluruh Myanmar. September tahun 2007 lalu, para biksu muncul di jalan-jalan kota Yangon untuk memprotes rejim militer yang kejam. Protes mereka itu mengakibatkan pemerintah berkuasa Myanmar mengambil langkah tegas. Akibatnya, 31 orang tewas, termasuk para biksu.

Awal Mei 2008 lalu mereka muncul lagi. Bukan untuk demonstrasi tetapi untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap penderitaan rakyat. Mereka membantu rakyat yang mengalami musibah Topan Margis. Regim militer tidak mengirim tentara atau polisi untuk membantu rakyat yang menderita.

Perjuangan dari orang-orang yang tulus berjuang untuk kepentingan sesama biasanya tidak berhenti setelah suatu cita-cita tercapai. Perjuangan itu akan diteruskan hingga tuntas. Dan biasanya perjuangan seperti ini tidak pernah berakhir. Mengapa? Karena selalu saja ada persoalan yang muncul dalam hidup manusia. Tentu saja suatu perjuangan akan berhasil, kalau perjuangan itu memiliki roh atau semangat yang baik.

Dalam hidup ini kita butuh roh atau semangat yang baik yang dapat menjadi starting point bagi kita untuk berjuang bagi kehidupan manusia. Semangat yang baik itu mesti dipelihara terus-menerus dalam hidup ini. Itulah yang akan memberi kekuatan kepada kita semua untuk tetap bertahan dalam perjuangan kita.

Seorang tokoh pernah berkata bahwa kita tidak akan pernah selesai berjuang dalam hidup ini. Perjuangan yang satu menelurkan perjuangan berikutnya. Karena itu, mari kita menanamkan semangat hidup dalam diri kita. Dengan demikian perjuangan kita untuk kehidupan tidak akan pernah berakhir. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.


217

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.