Pages

12 Februari 2011

Berani Menghadapi Tantangan-tantangan


Seorang teman saya masih ingat akan guru-gurunya di sekolahnya puluhan tahun yang lalu. Dari sekian banyak guru yang pernah mengajarnya, hanya satu yang begitu mengagumkan dirinya. Dia adalah seorang guru yang selalu memberi tantangan bagi dirinya.

Meski ia sudah mengerjakan suatu ujian dengan baik, guru itu masih juga mengusik pikirannya. Ia selalu mempertanyakan hal-hal yang membuat pikirannya bertumbuh dan berkembang. Hal seperti itu tidak ia dapatkan dalam diri guru-gurunya yang lain. Mengapa? Karena mereka kurang memberi tantangan kepada para murid. Mereka ambil jalan aman saja.

Menurut teman saya itu, kini ia dapat berhasil dalam hidupnya berkat tantangan-tantangan yang ia peroleh dari gurunya itu. Karena itu, dalam mendidik anak-anaknya ia terapkan hal yang sama. Ia berusaha kristis terhadap anak-anaknya. Ia memberi mereka tantangan-tantangan yang membuka pikiran mereka untuk terus maju. Namun satu hal yang ia sesalkan adalah anak-anak zaman sekarang mudah loyo ketika ditantang.

Tentang hal ini, ia berkata, ”Padahal anak-anak jaman sekarang punya berbagai kemudahan dalam hidup mereka. Ada media komunikasi yang begitu banyak yang menyediakan berbagai informasi. Tetapi mengapa anak-anak zaman sekarang pengetahuannya begitu minim?”

Sahabat, tantangan sering membuat orang berani untuk menghadapinya. Orang yang berhasil itu biasanya orang yang tidak diam ketika berhadapan dengan tantangan demi tantangan. Justru dia akan mencoba dan mencoba untuk mencari berbagai kemungkinan untuk memecahkan tantangan itu. Kalau ia diam saja, ia tidak akan pernah maju dan bertumbuh.

Namun ada banyak orang yang mudah menyerah begitu berhadapan dengan tantangan. Mengapa? Karena orang seperti ini tidak mau bersusah-susah. Orang seperti ini lebih mencari yang gampang untuk dilewati. Mereka berkata, ”Ngapain cari yang susah, kalau sesuatu bisa diraih dengan mudah?” Tentu saja hal ini muncul dari suatu padangan yang ingin hidup ini dilalui dengan santai-santai saja.

Banyak orang-orang sukses di dunia memulai sesuatu dengan menghadapi berbagai kesulitan. Namun ketekunan dan kerja keras mereka telah membantu mereka untuk setia pada usaha-usaha mereka. Berkat kesetiaan dan ketekunan itu mereka meraih sukses dalam usaha-usaha mereka. Kesuksesan itu ternyata bukan hanya untuk diri mereka sendiri. Tetapi juga bagi orang-orang lain yang berjuang bersama mereka.

Orang yang mau santai-santai dalam hidup biasanya juga kurang setia pada komitmen yang mereka buat. Mereka mudah mematahkan komitmen yang telah dibuat itu demi sesuatu yang sepele. Orang-orang seperti ini biasanya hidup biasa-biasa saja. Mereka hanya mencari aman dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa berani menghadapi tantangan demi tantangan dengan penuh iman. Untuk itu, kita mesti menyertakan Tuhan dalam usaha-usaha kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

613

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.