Pages

30 Januari 2011

Perhatian dan Hiburan Itu Menguatkan



Suatu hari seorang anak pulang dari sekolah. Ia menjumpai ibunya yang terbaring sakit, karena beberapa bulan lalu mengalami stroke. Anak itu begitu ceria hari itu. Ia tersenyum dan tertawa. Soalnya adalah hari itu adalah ulang tahun mamanya. Tahun lalu ia memberi mama sebuah kado ulang tahun yang elok. Ia menghadiahi mamanya sebuah surat cinta.

Ia menulis, ”Mama begitu baik kepadaku. Mama telah mengorbankan hidup untukku. Aku sayang mama.... Mama pasti senang menyaksikan saya bertumbuh menjadi anak yang baik. Terima kasih atas semua pengorbanan mama....”

Ulang tahun kali ini mamanya hanya bisa duduk di atas kursi roda. Ia tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Namun bagi anak itu, cintanya kepada mamanya tak pernah berhenti. Kali ini ia memberi hadiah mamanya setangkai mawar merah muda. Setelah memberinya, ia mencium kedua pipi mamanya. Sang mama pun tersenyum.

Dengan suara terbata-bata, sang mama berkata, ”Cintamu kepada mama tidak pernah luntur. Terima kasih, sayang....” Air mata mamanya turun satu-satu membasahi pipinya.

Anak itu mendorong kursi roda sang mama keluar rumah. Ia ingin memberikan sesuatu yang indah bagi mamanya pada hari itu. Ia berkata, ”Mama, hari ini indah sekali. Matahari bersinar cerah. Mama tentu rindu untuk jalan-jalan. Mama ingin melangkahkan kaki dan berjalan seperti beberapa bulan yang lalu.”

Air mata mamanya terus mengalir. Ia terharu mendengar kata-kata buah hatinya itu. Ia ingin berjalan. Ia ingin melakukannya seperti beberapa bulan yang lalu itu. Namun kekuatannya seolah-olah sudah habis. Tidak ada lagi daya yang dapat menyanggah kakinya. Tetapi dalam hati ia merasakan damai. Ia bahagia ada seorang anaknya yang mau menghibur dirinya.

Sahabat, perhatian terhadap sesama memberi sukacita dan damai. Orang yang mampu memberi perhatian kepada sesamanya akan menemukan hidup ini sungguh-sungguh bermakna. Hidup ini tidak sekedar seperti air yang mengalir. Tetapi hidup ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Sesama yang mengalami penderitaan akan menemukan hidup ini tidak berakhir dengan penderitaan.

Ketika ada hiburan yang menguatkan, orang yang sedang menderita mengalami damai dan sukacita. Ternyata ia tidak ditinggalkan berjuang sendirian. Masih ada sesama yang begitu peduli. Masih ada yang membangkitkan semangatnya untuk tetap melanjutkan hidup ini.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa kata-kata hiburan itu sungguh-sungguh berarti bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan. Ternyata hidup ini tidak berakhir dengan penderitaan. Hidup ini mesti terus diperjuangkan, agar berbuah bagi sesama.

Untuk itu, dibutuhkan perhatian dari sesama bagi mereka yang sedang menderita. Kehadiran seseorang itu memberi kekuatan. Kehadiran itu memberi hiburan dan kasih bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan.

Sebagai orang beriman, kita diundang untuk memiliki kepedulian terhadap sesama yang sedang menderita. Dengan demikian, hidup ini semakin indah. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ


602

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.