Pages

19 Januari 2011

Berusaha Melakukan yang Baik dan Benar



Ada seorang anak yang selalu mengadu kepada ibunya tentang apa saja. Ibunya berusaha mendengarkan pengaduannya. Namun lebih banyak ia hanya mendengarkan. Ia tidak mau ambil pusing dengan pengaduan-pengaduan anaknya. Menurutnya, ada hal-hal yang lebih penting yang mesti ia pikirkan daripada hanya mendengarkan pengaduan-pengaduan anaknya.

Namun suatu ketika ia merasa tertarik terhadap perubahan tingkah laku anaknya. Anaknya itu mulai suka berkata-kata kotor. Sepulang sekolah, anaknya mulai berkata-kata kotor. Apa saja yang tidak ia sukai akan ia tanggapi dengan kata-kata kotor. Semakin dibiarkan, ia semakin menjadi-jadi. Akibatnya, sang ibu menjadi resah. Tidak boleh hal seperti itu terjadi terhadap anaknya.

Ia pun memanggil anaknya dan menanyakan tentang perubahan tingkah lakunya itu. Namun anaknya tidak terus terang. Ia membela diri. Ia mengatakan bahwa ia melakukan hal itu dari dirinya sendiri. Tidak ada yang mengajarinya. Ia tidak mudah terpengaruh oleh tingkah laku teman-temannya di sekolah. Ia berusaha meyakinkan ibunya.

Namun ibunya tidak begitu saja percaya kepadanya. Ibunya terus menyelidiki. Suatu hari, ibunya memergokinya bersama seorang temannya sedang mengata-ngatai seorang teman lain dengan kasar. Kata-kata yang mereka gunakan sangat kotor. Ibunya langsung menghampirinya dan membawanya pulang. Anak itu pun mengaku bahwa kata-kata kotor yang sering diucapkan itu ia pelajari dari temannya itu.

Sahabat, belajar tentang sesuatu yang kotor dan jorok itu tidak terlalu sulit. Orang tidak perlu menggunakan usaha-usaha keras untuk menjadi ahli dalam hal ini. Namun belajar tentang sesuatu yang baik dan kudus sering merupakan suatu usaha yang tidak gampang. Berkali-kali orang mencoba, tetapi begitu sulit untuk dapat menggapai keinginannya.

Karena itu, orang mesti membutuhkan waktu dan usaha keras untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar. Ada berbagai tantangan dan godaan yang mesti dihadapi. Ada berbagai rintangi yang mesti dilewati. Kadang orang jatuh terpuruk ketika hendak menggapai keinginannya untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar. Ada lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi seseorang untuk tidak berhasil dalam usahanya.

Untuk itu, orang mesti sabar. Orang mesti menitinya satu per satu. Seperti orang sedang meniti papan yang menghubungkan dua tebing. Orang mesti berjalan dengan sangat hati-hati, agar tidak terpeleset dan jatuh ke dalam jurang yang dalam. Orang mesti memusatkan pikiran dan seluruh dirinya untuk sampai ke seberang.

Berusaha melakukan yang baik dan benar itu mesti dengan segenap tenaga, pikiran dan hati. Orang tidak bisa setengah-setengah saja. Orang mesti berani melintasi rintangan-rintangan itu. Hanya orang beriman yang dapat melakukan hal ini. Artinya, orang yang sungguh-sungguh memiliki keyakinan bahwa usaha untuk melakukan yang baik dan benar itu dapat diwujudkan.

Untuk itu, orang butuh bantuan Tuhan. Berusaha sendiri menghadapi berbagai rintangan dan godaan akan sia-sia. Orang membutuhkan bantuan melalui rahmat Tuhan. Dengan demikian, orang dapat menemukan jalan untuk melakukan hal yang baik dan benar. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.