Pages

04 Januari 2011

Bersyukur di Saat-saat Sulit



Ada seorang narapidana yang senantiasa mensyukuri kebaikan Tuhan. Baginya, Tuhan selalu baik. Meski ia dijebloskan ke dalam penjara, ia tetap yakin bahwa Tuhan itu baik. Perbuatan jahat yang dilakukannya itu melulu karena kehendak pribadinya. Karena itu, ia tidak perlu menyalahkan Tuhan. Ia mesti tetap bersyukur atas kebaikan Tuhan sama seperti sebelum ia mendekam di penjara.

Sikapnya itu membuat orang-orang yang dekat dengannya itu heran. Bukankah ia sendirian memperjuangkan kehidupannya? Bukankah di saat-saat seperti itu Tuhan seolah-olah menghilang?

Namun narapidana itu berusaha untuk menyadarkan orang-orang itu akan kebaikan Tuhan. Ia berkata, “Tuhan begitu baik kepada saya di dalam ruangan yang sempit ini. Secara fisik, saya tidak punya kebebasan. Namun saya merasa Tuhan selalu setia mendampingi saya. Tuhan tidak pernah menyakiti hati saya. Setiap pagi ia memberi udara segar bagi saya.”

Narapidana itu menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan yang diimani itu dengan mensyukuri kebaikan Tuhan itu. Ia tidak mau meninggalkan Tuhan. Ia tetap memasrahkan hidupnya kepada Tuhan.

Sahabat, betapa banyak orang lupa mensyukuri kebaikan Tuhan. Apalagi ketika sukses dan kebahagiaan menjadi bagian hidupnya. Orang lupa bahwa ada Tuhan yang selalu mendampingi dan menyertai perjalanan hidup manusia. Orang kurang peduli terhadap kasih dan kesetiaan Tuhan dalam hidupnya sehari-hari.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa Tuhan tetap menyertai manusia. Dalam saat-saat sulit hidup ini Tuhan tetap hadir untuk memberikan kekuatan. Karena itu, dalam saat-saat sulit itu manusia semestinya tidak perlu mengeluh atau menolak kehadiran Tuhan.

Keluhan-keluhan itu hanya menunjukkan kurangnya iman kita kepada Tuhan. Keluh kesah yang bahkan menyangsikan kehadiran Tuhan itu menunjukkan bahwa manusia tidak sabar dalam penderitaannya. Manusia gampang menyerah pada situasi sulit yang dihadapinya. Manusia begitu rapuh.

Karena itu, yang mesti dilakukan oleh orang beriman adalah senantiasa mensyukuri kebaikan dan penyertaan Tuhan. Sering manusia kurang menyadari penyertaan Tuhan. Sering manusia ingin menggapai cita-citanya seorang diri tanpa menyertakan Tuhan.

Tentu saja sikap seperti ini berbahaya. Tuhan tetap menyertai setiap orang meskipun manusia tidak memintanya. Tuhan tetap setia membantu ciptaan-Nya dalam hidupnya sehari-hari. Karena itu, patutlah kita bersyukur atas kebaikan Tuhan itu dalam situasi sulit hidup kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

585

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.