Pages

05 Desember 2009

Menghidupi Kebaikan

Suatu hari seorang anak muda berdoa kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaan daripadanya. Menurutnya, kalau Tuhan menyingkirkan penderitaan itu, ia dapat menjalani hidup ini dengan baik. Ia tidak perlu takut mengkonsumsi makanan dengan lemak tinggi. Ia tidak usah kuatir kalau nanti mengkonsumi narkoba bahkan dengan dosis tinggi.

Keinginan jahat seperti ini diketahui oleh Tuhan. Maka Tuhan menjawab, “Penderitaan itu bukan untuk Kusingkirkan. Tetapi penderitaan itu ada untuk kau kalahkan.”

Anak muda itu terkejut mendengar jawaban Tuhan. Ia menjadi bingung. Padahal baginya, Tuhan akan mengabulkan setiap permohonan yang diajukan kepadaNya. Ia tidak habis pikir, mengapa Tuhan tega memberi tantangan yang begitu besar kepadanya? Padahal ia ingin hidup bahagia. Ia ingin menikmati masa mudanya. Ia tidak mau penderitaan menimpanya di usia yang begitu muda.

Karena itu, ia agak kecewa terhadap Tuhan. Dalam hatinya, ia merasa enggan untuk berdoa memohon pertolongan dari Tuhan lagi. Setelah beberapa waktu lamanya baru anak muda itu sadar bahwa sebenarnya ia terlalu mengada-ada dengan permohonan itu. Tuhan tahu maksud jahatnya terhadap dirinya sendiri. Tuhan tidak ingin membinasakan hidupnya.

Banyak orang salah mengerti tentang kebaikan Tuhan. Mereka menyangka bahwa apa yang mereka minta mesti dikabulkan oleh Tuhan. Bahkan meminta sesuatu yang jahat untuk dirinya sendiri.

Tuhan tidak menghendaki penderitaan dan kematian bagi ciptaanNya. Yang dikehendaki Tuhan adalah kehidupan yang bahagia. Bahkan Tuhan tidak pernah menghendaki satu pun ciptaanNya hilang musnah. Yang Dia kehendaki adalah seluruh ciptaanNya kembali kepadaNya.

Karena itu, Tuhan menyediakan surga bagi setiap orang yang menjadi ciptaanNya. Menurut ajaran agama kita masing-masing, orang yang boleh masuk surga itu orang yang suci hatinya. Orang yang tidak melakukan kejahatan atas dirinya sendiri maupun diri orang lain.

Untuk itu, perlu ada pertobatan selama masih hidup di dunia ini. Orang mesti mengarahkan hidupnya kepada kebaikan. Orang mesti melaksanakan kebaikan dalam hidupnya. Orang tidak hanya berkata-kata tentang kebaikan, tetapi mesti juga menghidupi kebaikan itu.

Mari kita berusaha untuk hidup baik di hadapan Tuhan dan sesama. Dengan demikian kebahagiaan menjadi bagian dari hidup kita juga. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

251


Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.