Pages

04 November 2013

Menghadapi Godaan dengan Cerdas


Hidup yang damai sering tidak terjadi, karena manusia terjebak oleh berbagai godaan si jahat. Apa yang Anda lakukan ketika Anda berhadapan dengan godaan-godaan dari si jahat? Anda lari ketakutan? Atau Anda berani menghadapinya dengan cerdas?

Suatu hari ada seekor kucing menjual cacing. Ia isi cacing-cacing itu dalam gerobak dorongnya. Hari mulai siang. Tetapi belum ada seekor burung pun berminat atas cacing-cacing itu. Ia kesal dengan keadaan itu, karena ia sendiri mulai merasa lapar. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Namun kucing itu tidak hilang akal. Ia berpikir, kalau jual biasa-biasa saja seperti ini ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Tidak ada pembeli yang datang untuk membeli cacing-cacing yang sudah ia dapatkan dengan susah payah itu.

Ia berkata, “Saya harus mengubah taktik penjualan. Saya tidak bisa menjual cacing-cacing ini dengan harga mahal.”

Lantas ia pun mulai menjatuhkan harga jualnya. Ia berteriak, “Dijual cacing murah…. Dijual cacing murah…”

Tiba-tiba dari kejauhan terbanglah seekor burung kutilang yang kelaparan. Kucing berteriak. Rupanya sudah lama ia mengincar cacing-cacing itu. Kini ia punya kesempatan untuk membelinya dengan harga murah. Ia akan menggunakan cacing-cacing itu untuk mengenyangkan perutnya.

Tawar-menawar pun dilakukan. Akhirnya disepakati bahwa kucing memberikan seekor cacing dan kutilang menggantinya dengan sebuah bulu sayapnya. Burung kutilang itu pun terbang ke atas pohon dengan seekor cacing setelah ia menukarnya dengan satu bulunya. Ia menyantap cacing itu dengan lahap.

Karena rasa enak dan nikmatnya, burung kutilang itu pun ketagihan. Ia kembali ke gerobak yang sedang didorong oleh kucing itu. Ia menukarkan lagi satu bulunya dengan seekor cacing. Ia lakukan hal itu terus-menerus. Lama-lama bulu di sayapnya mulai habis. Tatkala, burung kutilang tidak bisa terbang, karena bulunya mulai banyak berkurang, kucing itu pun dengan sigap menyergap burung kutilang itu. Kucing itu memangsanya.

Sahabat, si jahat selalu menggunakan berbagai cara untuk memikat manusia. Satu cara tidak berhasil, ia akan menggunakan cara-cara lain yang lebih berdaya guna. Ketika mangsanya lengah, si jahat akan segera menerkamnya. Ia merenggut mangsanya itu hingga hancur berkeping-keping.

Kisah imajinatif di atas mau mengingatkan kita akan kuat kuasanya godaan dalam hidup kita. Ketika kita lengah dalam hidup ini, kita akan menjadi mangsa di jahat. Akibatnya, hidup kita akan mengalami penderitaan demi penderitaan. Kita tidak bahagia dalam hidup ini, karena kita kehilangan damai. Si jahat hanya menawarkan kedamaian semu dalam hidup ini. Damai yang sesungguhnya tidak terjadi dalam hidup kita.

Karena itu, orang beriman mesti cerdas menghadapi godaan-godaan dalam hidupnya. Kita mesti tetap membentengi diri kita dengan iman yang kuat dan teguh kepada Tuhan. Kita mesti yakin bahwa Tuhan senantiasa berada di pihak kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk membangun damai. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT


975

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.