Pages

07 Maret 2014

Membekali Diri dengan Iman



Iman merupakan kekuatan yang besar untuk menghadapi pergulatan hidup di zaman modern ini. Karena itu, orang beriman mesti berani menumbuhkan imannya.

Suatu hari seorang pemudi tampak bingung. Ia sudah banyak berdoa dan memuji Tuhan, tetapi hidupnya tetap biasa-biasa saja. Tidak ada perubahan yang besar terjadi dalam hidupnya. Begitu banyak persoalan yang ia hadapi. Ia ingin agar persoalan-persoalan itu cepat berlalu. Tetapi mengapa ia masih saja bergulat dengan persoalan-persoalan? Bukankah Tuhan itu mahabaik dan mahapenyayang?

Pemudi itu terus-menerus bergulat dengan persoalan-persoalan yang silih berganti mendatanginya. Ia merasa ketahanan imannya ditantang. Tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia tetap berdoa kepada Tuhan. Ia menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Tuhan. Ia yakin, Tuhan akan menolongnya.

Karena itu, meski persoalan-persoalan silih berganti menghadangnya, ia tetap bertahan di dalam imannya akan Tuhan. Ia membekali dirinya dengan hidup yang baik di hadapan Tuhan. Ia berusaha melakukan hal-hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan.

Sahabat, kita hidup di dalam dunia. Menjadi orang beriman tidak berarti kita dijauhkan dari persoalan-persoalan hidup. Bahkan orang mengatakan bahwa semakin beriman kepada Tuhan, orang semakin banyak mengalami tantangan hidup. Hidup itu tidak menjadi semakin mudah. Tetapi orang sering bergulat dengan imannya dalam dunia yang nyata.

Untuk itu, iman yang teguh kepada Tuhan menjadi dasar atau landasan bagi hidup di zaman modern ini. Yang penting adalah orang mau terus-menerus terbuka kepada Tuhan dan sesama. Keterbukaan hati kepada Tuhan dan sesama itu membantu orang untuk senantiasa bertahan dalam imannya.

Orang yang beriman itu orang yang mampu bertahan dalam berbagai persoalan yang dihadapinya. Mengapa? Karena orang seperti ini selalu menaruh pengharapan kepada Tuhan. Orang seperti ini tidak gampang hilang akal, ketika ada persoalan yang menghadang hari-hari hidupnya. Bahkan ia akan mencari jalan-jalan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidupnya. Tentu saja dengan bantuan Tuhan yang ia yakini senantiasa menyertainya.

Sebagai orang beriman, tentu kita ingin agar iman kita semakin menjadi nyata dalam hidup sehari-hari. Karena itu, kita mesti tetap menaruh pengharapan pada Tuhan. Kita berharap, Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang itu senantiasa menyertai perjalanan hidup kita. Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri di dunia ini. Tuhan selalu bekerja bersama kita.

Untuk itu, pengaharapan itu juga mesti disertai dengan sikap pasrah setia kepada Tuhan. Orang yang takwa itu orang yang selalu kreatif dalam hidup ini. Orang yang tidak kehilangan akal saat berhadapan dengan berbagai persoalan hidup. Mari kita senantiasa menaruh pengaharapan kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales SCJ

Tabloid KOMUNIO/Majalah FIAT

1068

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.