Pages

27 November 2010

Terbuka bagi Rahmat Tuhan


Seorang pemuda tampak lesu sepanjang hari. Tidak ada gairah dalam dirinya. Ia tidak mau makan. Ia tidak mau bekerja. Yang ia lakukan adalah duduk di ruang tamu rumahnya dengan pandangan mata yang menerawang jauh. Orangtuanya bingung melihat kondisi anaknya. Namun tidak berani bertanya tentang kondisi yang sesungguhnya telah terjadi.

Selidik punya selidik, ternyata pemuda itu kehilangan idolanya. Sang idola yang selama ini dibangga-banggakan ternyata adalah seorang buronan polisi yang terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang. Padahal idolanya itu orang yang tenar. Idolanya itu menjadi rujukan bagi kaum muda sebayanya.

Dalam kondisi seperti itu, ia berkata kepada ibunya, ”Mama, dunia ini tidak adil. Ada orang-orang yang begitu baik, tetapi kemudian terjerumus ke dalam lilitan narkoba. Bagaimana saya bisa mencontoh cara hidupnya? Padahal orang itu sungguh-sungguh menjadi kebanggaan saya. Idola saya.”

Dengan senyum kasihnya, sang mama berkata, ”Nak, kamu tidak boleh menggantungkan hidupmu pada ketenaran orang lain. Kamu harus bisa memotivasi dirimu sendiri untuk maju dalam hidup ini.”

Pemuda itu menjadi sadar bahwa yang mesti memberikan motivasi bagi dirinya sendiri bukan orang lain. Ia sendiri harus berani memotivasi dirinya sendiri untuk dapat maju dalam kehidupan ini. Ia tidak perlu menggantungkan dirinya pada kesuksesan orang lain.

Sahabat, sering orang merasa bahwa mereka dapat maju kalau ada orang lain yang memberi mereka motivasi untuk maju. Tentu saja hal ini keliru. Orang mesti meluruskan pandangan seperti ini. Tak seorang pun bertanggung jawab atas motivasi yang ada di dalam diri kita. Kita sendiri harus berani menumbuhkan motivasi itu. Dengan demikian, kita dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Setiap rangsangan yang kita terima dari luar merupakan alat pacu bagi kemajuan diri kita. Nasihat-nasihat indah yang ditujukan kepada diri kita itu bertujuan untuk mengetuk motivasi yang ada di dalam diri kita. Dengan begitu, kita sendiri yang mulai bertumbuh dan berkembang.

Karena itu, setiap rangsangan dari luar itu mesti kita pilah-pilah mana yang mampu membantu kita untuk bertumbuh dan berkembang. Motivasi yang membantu kita untuk kita berkembang kita gunakan bagi kemajuan diri kita. Kita yang bertanggung jawab atas perjalanan hidup kita, bukan orang lain.

Sebagai orang beriman, kita yakin bahwa dalam hidup ini kita menerima rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan itu menjadi motivasi bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidup ini. Karena itu, kita tidak boleh bekerja sendirian dalam memotivasi diri kita. Kita mesti membuka hati kita kepada rahmat Tuhan yang senantiasa mengalir untuk kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang-orang yang berkenan kepada Tuhan. Kita mampu menjalani hidup ini dengan baik. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

557

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.