Pages

09 November 2010

Menggunakan Kapasitas Pikiran untuk Kesejahteraan

Seorang gadis berusaha untuk tetap menutupi wajahnya. Dia tidak ingin dipandang oleh orang lain. Menurutnya, ia tidak memiliki wajah yang cantik, sehingga tidak banyak orang tertarik kepadanya. Ke mana-mana ia berusaha menutupi wajahnya dengan kain selendang yang dibawanya. Akibatnya, pikiran gadis ini menjadi sempit. Ia hanya berpikir tentang dirinya sendiri.

Suatu hari, setelah pulang dari belanja, gadis ini langsung menuju dapur. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Cuma tetes-tetes air mata jatuh satu-satu membasahi wajahnya. Ia tidak menghiraukan ibunya yang sedang memasak di dapur itu. Tidak berapa lama kemudian, ia berusaha merampas pisau tajam yang sedang dipegang ibunya. Sang ibu sangat kaget melihat tingkah putrinya itu. Ia berusaha untuk mempertahankan pisau itu.

Setelah sang ibu berteriak keras-keras beberapa saat kemudian muncul sang ayah. Ia langsung melerai dua orang yang sedang bergumul itu. Sang ayah heran, mengapa peristiwa itu mesti terjadi. Ia menanyakan alasannya kepada istrinya. Namun sang istri juga tidak tahu penyebabnya. Sementara sang anak sudah mengunci diri di kamar.

Selidik punya selidik, ternyata sang gadis hendak bunuh diri. Ia sewot, karena ada orang yang mengatakan bahwa ia sangat cantik. Ia tidak perlu menutupi wajahnya.

Sahabat, orang yang terkungkung pada pikirannya sendiri akan mengalami persoalan-persoalan dalam hidupnya. Orang seperti ini tidak terbuka terhadap dunia sekitarnya. Ia hanya berorientasi pada dirinya sendiri. Akibatnya, apa yang dipikirkannya menjadi standar atau pedoman bagi dirinya sendiri. Apa yang ada di dalam pikirannya itulah yang paling benar.

Padahal pikiran manusia itu tidak memiliki batas. Orang tidak perlu alat-alat bantu untuk menggunakan pikirannya. Cukup kalau orang memperluas wawasannya, orang akan menemukan betapa hidup ini begitu banyak kemungkinan. Pikiran yang jernih telah membantu manusia untuk menemukan berbagai hal untuk kebutuhan hidupnya. Coba kita perhatikan sekeliling kita. Kita perhatikan rumah, mobil, komputer, telephon, kulkas, jam yang kita pakai atau buku-buku yang sedang kita baca. Semua itu berasal dari pikiran manusia. Ternyata begitu banyak hal yang dapat dikerjakan oleh pikiran kita.

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa manusia normal cuma menggunakan kurang dari lima persen kapasitas otaknya. Jadi masih begitu banyak yang belum kita gunakan dari pikiran kita untuk menemukan hal-hal yang berguna untuk kehidupan kita.

Karena itu, kita tidak boleh membatasi kemampuan otak kita dengan berdiam diri saja. Kita mesti gunakan kapasitas otak kita seluas-luasnya untuk kesejahteraan hidup kita. Kalau kita membuka pikiran kita seluas-luasnya, kita akan menemukan dan membuat berbagai hal untuk kehidupan kita.

Orang beriman itu mesti mampu menggunakan kapasitas pikirannya untuk menyejahterakan semakin banyak orang. Orang beriman tidak hanya cukup duduk-duduk di tempatnya lalu semua beres. Orang beriman mesti bergerak terus-menerus, agar kemampuan pikirannya semakin tajam dan berguna untuk kesejahteraan banyak orang. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 20.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

546

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.