Pages

01 September 2009

Selesaikan Persoalan dengan Hati yang Dingin



Ketika Chung Tzu sedang berjalan-jalan, ada seorang pemuda menghampirinya. Pemuda itu meminta bantuannya untuk mengatasi sifat buruknya. Tanya Chung Tzu, “Apa masalahmu?”

Pemuda itu menjawab, “Guru, aku ini orang yang sangat emosional. Aku cepat marah. Bagaimana caranya menghentikan sifat buruk ini, Guru?”

Chung Tzu berkata lagi kepada pemuda itu, “Tunjukan kemarahanmu itu kepadaku. Mungkin itu akan sangat menarik.”

Pemuda itu menjawab, “Aku sedang tidak marah saat ini. Jadi aku tidak bisa menunjukkannya kepadamu.”

Kata Chung Tzu, “Baiklah. Bawalah saja padaku, kalau suatu saat nanti kamu sedang marah.”

Pemuda itu mulai mengeluh kepada gurunya, “Tetapi aku tidak bisa membawanya kepadamu. Tentulah kemarahanku itu hilang, ketika kubawa kepadamu.”

Dengan bijak, Chung Tzu berkata lagi, “Jika demikian, menurutku, kemarahan itu bukanlah bagian dari dirimu. Maka jika bukan merupakan bagian dari dirimu, pastilah sifat burukmu itu datang dari luar. Jadi jika suatu saat nanti kamu marah lagi, pukullah dirimu sendiri dengan tongkat hingga rasa marah itu hilang. Dengan demikian sifat burukmu juga akan hilang.”

Sering kita mengeluh tentang persoalan yang sebenarnya tidak ada dalam diri kita. Kita begitu dalam memperhatikannya. Seolah-olah hal itu begitu penting. Seolah-olah hal itu yang sangat mendominasi hidup kita. Akibatnya, kita menjadi panik. Bisa-bisa menjadi stress, karena terlalu memikirkan hal itu. Siapa yang kemudian akan menderita? Kita sendiri.

Karena itu, kita mesti membedakan antara persoalan yang berasal dari dalam diri kita sendiri dan persoalan yang berasal dari luar diri kita. Kita mesti secara kritis menilai persoalan-persoalan itu. Lalu kita susun strategi-strategi untuk mengatasinya. Kita cari akar persoalan yang datang dari luar diri kita. Lalu segera kita selesaikan dengan hati yang dingin.

Lantas persoalan yang berasal dari dalam diri kita pun kita usahakan untuk diselesaikan dengan baik. Mungkin kita butuh bantuan orang-orang lain untuk melihat secara jeli persoalan yang sedang kita hadapi. Untuk itu, dibutuhkan suatu kerendahan hati. Kita mesti membuka hati kita lebar-lebar, sehingga persoalan yang ada dalam diri kita dapat diselesaikan dengan baik.

Sebagai orang beriman, kita ingin menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita bersama Tuhan. Kita ingin melibatkan Tuhan dalam suka dan duka hidup kita. Tuhan akan membantu, kalau kita berani membuka diri kepada Tuhan dan sesama. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.153

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.