Pages

05 Mei 2010

Mensyukuri Anugerah Tuhan


Ada seorang pemuda yang sedang mendalami hidup spiritual. Ia mendatangi seorang pertapa yang terkenal di kotanya. Kepada pertapa yang saleh itu, pemuda itu mengajukan permintaan, “Bapak Pertapa, tunjukkan kepadaku bagaimana saya dapat menemukan Tuhan.”

Pertapa itu bertanya, “Berapa besar kerinduanmu ini?” Pertapa itu menatap wajah pemuda itu dalam-dalam.

Orang muda itu menjawab, “Lebih dari apa pun di dunia ini.”

Pertapa itu membawa orang muda itu ke tepi sebuah danau yang ada di pekarangan pertapaan itu. Tanpa berkata apa-apa, pertapa itu masuk bersama pemuda itu ke dalam danau. Mereka masuk hingga ke leher mereka.

Kemudian pertapa itu mengangkat tangannya dan menekan kepala orang muda itu ke dalam air. Orang muda itu meronta-ronta. Ia berjuang untuk melepaskan diri dari tangan pertapa itu. Ia berteriak-teriak, agar pertapa itu melepaskan dirinya. Tetapi pertapa itu tidak melepaskan dirinya sampai ia hampir tenggelam.

Ketika mereka kembali ke pinggir danau, pertapa itu bertanya kepada pemuda itu, “Anakku, ketika engkau berada di dalam air, apa yang engkau inginkan lebih dari segala yang lain?”

Tanpa ragu-ragu pemuda itu menjawab, “Udara!”

Kata pertapa itu, “Baik, ketika engkau ingin menemukan Tuhan seperti engkau menginginkan udara, maka matamu akan terbuka terhadap keajaiban Tuhan.”

Tuhan senantiasa hadir dalam setiap langkah hidup kita. Seringkali kita tidak merasakannya. Ia hadir seperti udara yang secara otomatis kita hirup untuk kehidupan kita. Sering kita tidak peduli bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam perjalanan hidup kita. Karena itu, di saat-saat kita mengalami kesulitan dan derita, kita seringkali menganggap Tuhan jauh dari kita. Tuhan tidak peduli lagi terhadap hidup kita.

Ada seorang suami yang tega mengkhianati cintanya kepada istri dan anak-anaknya. Ia tidak peduli terhadap pergulatan hidup mereka. Bahkan ia menghabiskan uangnya di meja judi. Ia membiarkan mereka terlantar. Padahal setiap kali ia pulang ke rumah, istri dan anak-anaknya menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi atas diri suami itu? Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam hidup. Sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa Tuhan selalu membimbing langkah hidup manusia. Tuhan tidak pernah meninggalkan ciptaanNya berjuang sendirian di dunia ini.

Setiap hari kita mendapatkan begitu banyak berkat dari Tuhan. Dia memberi kita makan, minum, pakaian, semangat bekerja dan teman sekerja yang baik. Dia memberi kesempatan kepada kita semua untuk membangun suatu hidup yang lebih baik.

Karena itu, mari kita bersyukur atas anugerah Tuhan yang kita terima hari ini. Mari kita bawa setiap usaha kita hari ini di dalam kuasa Tuhan. Dengan demikian, kita selalu mendapat berkat untuk hari esok. Hari esok akan menjadi suatu kesempatan yang sangat bermakna bagi pertumbuhan iman kita. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


368

Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.