Pages

28 Juni 2010

Berubah untuk Hidup yang lebih Baik



Ada seorang pemuda yang terkenal keras hatinya. Ia sering tidak peduli terhadap situasi lingkungan sekitarnya. Kalau ia mau melakukan sesuatu, sulit untuk dihentikan. Suatu hari pemuda itu memandangi sebuah batu besar yang berlubang di beberapa tempat. Ia heran mengapa batu yang kuat, kokoh dan tebal itu bias berlubang. Padahal tidak ada seorang pun yang memahatnya. Ia sangat penasaran. Ia pun menyelidiki penyebab lobang-lobang itu. Lama ia melakukan hal itu.

Pemuda itu baru menemukan penyebabnya ketika musim hujan tiba. Rupanya air yang terus-menerus menjatuhi batu itu menjadi penyebab lobang-lobang itu. Apalagi ujung pancuran terbuat dari kayu yang berasal dari rumah warga persis berada di atas batu itu. Air yang mengalir dari pancuran itu lebih deras setiap kali terjadi hujan. Pancuran kayu yang sudah tua itu pun menyimpan air, sehingga meskipun hujan sudah berhenti, air masih tergenang. Air terus mengalir untuk beberapa lama.

Pemuda itu berdecak kagum menyaksikan hal itu. Batu yang kuat dan kokoh itu ternyata dapat berlobang dengan tetes-tetes air hujan itu. Ia berkata, “Batu yang kokoh dan kuat saja bisa berlobang, semestinya hati manusia lebih mudah tersentuh oleh situasi hidup manusia.”

Sejak itu pemuda itu berusaha untuk mengubah sikap-sikap hidupnya yang keras dan kaku. Ia berusaha untuk memiliki hati yang lembut. Dengan demikian, ia dapat mengalami kasih dan sukacita dalam hidupnya.

Kekerasan hati sering menghambat pertumbuhan hidup manusia. Orang yang keras dan kaku sering mengalami jalan buntu dalam hidup ini. Orang seperti ini sering hidup semau gue. Tidak diatur oleh orang lain. Ia mau hidup bagi dirinya sendiri. Padahal manusia itu makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup bagi dirinya sendiri.

Kisah di atas menunjukkan kepada kita bahwa hati yang keras dan kokoh dapat menjadi lembut dan berguna, kalau terjadi perubahan dalam diri manusia. Orang yang mau berubah biasanya orang yang sukses dalam hidupnya. Orang yang memandang hidup ini tidak hanya dari satu sisi kehidupan. Tetapi orang yang melihat hidup ini memiliki indahnya warna-warni kehidupan.

Namun orang mesti punya tujuan yang jelas untuk berubah. Artinya, orang berubah untuk sesuatu yang lebih baik. Bukan menjadi lebih buruk dalam hidup ini. Nah, untuk menjadi lebih baik biasanya orang tidak hanya berusaha sendiri. Orang mesti berani mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Sebagai orang beriman, kita mesti berani mengubah kebiasaan-kebiasaan yang jelek, keras dan kaku dalam hidup ini. Kita mesti memiliki kehendak yang baik untuk kesejahteraan banyak orang, ketika kita mulai berusaha mengubah hidup kita. Mari kita terus-menerus mengubah hidup kita dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih indah bagi kehidupan bersama. Sukacita dan damai akan kita temukan. Tuhan memberkati. **





Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com


422

Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.