Pages

07 Juni 2010

Pilih Harta atau Kasih



Ada dua orang anak yang sedang memperebutkan harta warisan orangtuanya. Tidak ada yang mau mengalah. Mereka sama-sama merasa punya hak atas harta warisan itu. Mereka pun saling menuduh telah melakukan kecurangan atas harta orangtua mereka. Sewaktu ayah mereka masih hidup, tidak ada persoalan pembagian harta warisan. Mereka baik-baik saja.

Pertengkaran terus terjadi. Mereka tidak peduli bahwa sang mama masih hidup di tengah-tengah mereka. Apa yang terjadi setelah sang mama mendengar pertengkaran mereka? Sang mama merasa sedih. Ia tidak habis pikir mengapa dua orang anak yang sangat disayanginya itu melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji.

Hatinya terasa perih seolah disayat sembilu. Hampir setiap hari sang mama menitikkan air matanya. Tetapi kedua anaknya itu tidak peduli. Mereka terus saja bertengkar. Seolah-olah mereka sudah kehilangan kesadaran hati nurani.

Perebutan harta warisan itu pun berakhir dengan darah. Keduanya saling membunuh. Untung, keduanya masih bisa bernafas. Tindakan brutal keduanya itu tidak mendatangkan keuntungan apa-apa. Bahkan yang semakin mengalami duka adalah sang mama. Ia mesti merawat keduanya yang mendekam di rumah sakit.

Untung, kasih sang mama tidak pernah lekang oleh situasi kedua anaknya. Ia tetap menyayangi mereka berdua. Ia tetap menerima kehadiran mereka. Kasih itu memberikan kekuatan kepada kedua anaknya itu. Dengan demikian, keduanya pun akhirnya menjadi sadar. Setelah sembuh, mereka pun berdamai. Mereka tidak mau lagi bertengkar karena harta warisan itu.

Harta kekayaan bisa membawa penderitaan dalam hidup manusia. Hal itu bisa terjadi kalau manusia tidak menggunakan harta kekayaan itu untuk membangun kehidupan bersama. Harta kekayaan yang digunakan untuk kepentingan diri sendiri ternyata menyebabkan dukacita yang mendalam. Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa harta kekayaan mesti digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Kesejahteraan mesti menjadi hal yang utama dalam kehidupan manusia.

Kasih mesti mengatasi semuanya. Kasih mesti menjadi andalan hidup manusia. Bukan harta kekayaan. Dalam di atas, kasih yang tulus dari sang mama dapat membangun kembali relasi yang putus dari kedua anaknya. Kasih setia itu begitu indah.

Sebagai orang beriman, apa yang Anda andalkan dalam hidup ini? Apakah harta kekayaan yang Anda miliki itu menjadi andalan dalam membangun hidup yang lebih baik? Atau kasih yang semestinya menjadi semangat hidup Anda? Orang beriman adalah orang yang selalu mengandalkan kasih setia di atas segala-galanya. Bagi orang beriman, kasih yang tulus menjadi kekuatan yang memberi semangat hidup manusia. Kasih itu mesti diasah dalam hidup sehari-hari. Kasih itu mesti dipupuk terus-menerus. Dengan demikian, hidup yang lebih baik akan tercipta dalam hidup sehari-hari.

Mari kita mengandalkan kasih di atas segala-galanya, karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi kita. Dengan kasih itu, kita dapat menikmati kebahagiaan dan sukacita dalam hidup ini. Tuhan memberkati. **





Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

401
Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.